NovelToon NovelToon
Mustika Terkutuk

Mustika Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

Menceritakan kisah seorang pemuda desa yang tidak bisa berbicara atau bisu... kehidupannya yang miskin secara perlahan berubah setelah menemukan sebuah batu mustika indah berwarna jingga. bisu yang di alami pemuda itu seketika sembuh tidak hanya itu batu itu juga memiliki kekuatan yang di idam idamkan kebanyakan laki-laki yaitu membuat tubuh penggunanya tak dapat terlihat atau kasat mata.. namun di balik semua keistimewan batu jingga itu menyimpan sebuah misteri dan kutukan yang secara perlahan mendorong pemuda tersebut memasuki dunia gelap yang sesungguhnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belum ada judul

Sugeng langsung menaruh batu berwarna jingga itu di saku bajunya, Dengan wajah full senyum Sugeng mengayuh sepedanya ke rumah. bukan cuma mendapatkan ikan yang banyak, Sugeng juga kembali bisa berbicara, bahkan Sugeng mendapatkan sebuah batu yang di anggap dia sebuah batu ajaib.

Sesampainya di rumah, Sugeng mendapati rumah kosong neneknya entah pergi kemana. Sugeng termenung di belakang dapur.

"Apa ini mimpi..?" Batin Sugeng tetapi Sugeng langsung menggeleng, begitu ia merasakan nyeri di bagian perutnya akibat rasa lapar dan pukulan dari anak buah Linda.

Karena lapar Sugeng mengambil kresek berisi ikan lele. Sugeng kemudian membersihkan ikan ikan lele tersebut. Agar ketika neneknya pulang tinggal di masak.

Sugeng terus saja membersihkan ikan-ikan lele yang ia dapat hasil mancing. Hingga akhirnya nenek Ratmi pulang.

"Loh geng, kamu mancing ikan-ikan ini, apa beli?" Tanya Nenek Ratmi.

"Mancing nek, tadi dapet banyak.."

Nenek Ratmi langsung menatap wajah sugeng, "ka.. kamu, udah bisa bicara geng?"

"Iya nek, sugeng udah bisa bicara!" Ucap Sugeng.

Brukk!

"Hiksss... akhirnya kamu bisa ngomong lagi geng.. nenek udah kangen denger suara kamu... udah puluhan tahun nenek ga denger suara kamu.."

Sugeng membalas pelukan neneknya dengan sangat erat, "terimakasih nek, nenek udah ngerawat Sugeng, sampai Sugeng sebesar ini, bahkan kasih sayang nenek melebihi ayah sama ibu.." ucap Sugeng dengan suara yang parau akibat menangis.

"Kamu ngomong apa toh geng... ayah sama ibu kamu lebih sayang kamu geng.."

Setelah beberapa saat berpelukan mereka berdua melepas pelukan mereka. "Oh yah geng, gimana cerita kamu bisa bicara gini.."

Sugeng langsung memutar otaknya, tidak mungkin sugeng memberi tahu neneknya bahwa dirinya mendapatkan batu ajaib yang mampu membuat dirinya menghilang dan membuat dirinya bisa berbicara. Pasti neneknya Sugeng tidak akan percaya, dan menganggap dirinya tidak waras. Sugeng memilih untuk merahasiakan, tentang batu ajaib yang ia temukan itu.

"Ga tau nek, sebenarnya udah dari tadi pagi sugeng bisa ngomong, dari bangun tidur, cuma baru sekarang sugeng ngasih tau nenek.."

"Luar biasa, ini sungguh kejadian yang ajaib, di luar nalar.." ucap Nenek Ratmi.

"Ya udah nek, itu ikannya di masak sugeng udah laper banget ini.."

"Siap!"

Nenek Ratmi mengambil beberapa ikan yang sudah di bersihkan, sementara Sugeng kembali membersihkan ikan-ikan lele yang tersisa.

Setelah beberapa menit membersihkan puluhan ikan-ikan lele, akhirnya Sugeng selesai membersihkan ikan-ikan lele tersebut.

Sugeng kemudian menaruh ikan tersebut begitu saja, Sugeng lalu membersihkan tangan dan pisaunya dengan air.

"Gengg! sini makan..." ucap Nenek Ratmi dari jauh.

"Iya nek.." gegas Sugeng berjalan ke arah meja makan, makin meronta-rontalah lambung Sugeng, melihat ikan lele yang sudah di goreng dengan sambel terasi dan lalapan, di tambah nasi anget.

Sugeng dan nenek ratmipun makan ikan lele hasil tangkapan Sugeng, dengan wajah penuh senyum.

"Oh yah nek, tadi nenek kemana..?" Tanya Sugeng.

Nenek Ratmi bingung memjawab apa, "emm tadi main aja geng, di rumah Mbah Ijah.."

Sugeng mengerutkan keningnya ketika nenek ratmi menjawab dengan wajah gugup, dan Sugeng juga heran jika nenek ratmi main tidak akan selama itu, dari pagi hingga siang menjelang sore baru pulang, tetapi sugeng tidak banyak berkomentar.

Setelah beberapa menit makan, sugeng dan nenek ratmi akhirnya selesai, saat nenek ratmi ingin mengambil piring sugeng langsung melarang.

"Udah nek, sugeng aja nenek istirahat aja.."

Nenek ratmi mengangguk, kemudian nenek ratmi langsung masuk ke kamar dan tertidur, seperti orang kelelahan.

"Baru makan langsung tidur?" Gumam sugeng dengan wajah bingung, pasalnya baru kali ini sugeng melihat tingkah nenek ratmi yang seperti itu.

Sugeng langsung mengambil piring bekas dirnya makan dan nenek ratmi ke dapur, sugeng kemudian membersihkan dan mencuci piring-piring tersebut.

Setelah piring-piring bersih sugeng melirik ke arah ikan-ikan lele yang berserakan di lantai kamar mandi.

Sugeng kemudian mengambil dua baskom berukuran besar dan memasukan satu persatu ikan lele tersebut, kemudian sugeng menyimpan ikan ikan lele tersebut di pojok dapur dan di tutupi, serta atasnya di kasih bata agar tidak ada tikus dan kucing garong yang mengambil ikan lele tersebut.

Sugeng kemudian melirik jam dinding, di lihatnya baru pukul setengah empat. Sugeng kemudian keluar menuju kandang kambing dan memberikan makan kambing-kambingnya dengan rumput yang tadi pagi ia cari, di pinggir sungai bawah jembatan.

Sugeng menarik nafas dalam-dalam, ketika ia harus memikirkan cara membayar hutangnya.

"Apa aku jual semua kambing ini yah, terus kabur merantau bawa nenek.. hmm tapi apa yakin nenek mau. tapi pasti linda sih tante-tante girang itu bakalan nyari aku terus, atau mungkin bisa aja dia lapor polisi secara adiknya diakan polisi juga bisa gawat aku bisa ketangkep hukumanya pasti juga berat.... gini amat hidup." Ucap sugeng sambil menjambak rambutnya. Ia begitu frustasi atas masalah yang menimpa hidupnya, belum lagi sugeng juga harus mencari tahu di mana keberadaan neneknya.

Waktu berjalan cepat, tidak terasa malam telah tiba begitu saja.

Sugeng saat ini sedang duduk di kursi bambu panjang depan rumahnya, menatap jalanan di desa bojongbata.

Karena hawa yang dingin sugeng kemudian masuk ke kamar berniat ingin mengambil rokok di dalam kamar, namun sesampainya di kamar ternyata bungkus rokoknya sudah kosong, sugeng memang perokok tapi tidak sering hanya beberapa kali saja itupun kalau lagi punya rokok.

Sugeng kembali dengan raut wajah gelisah, mencengkram dan meremas bungkus rokoknya yang sudah kosong. Wajahnya mengungkapkan kekesalan, ketika melempar bungkus rokok itu.

"Napa geng! Kok mukamu di tekuk kaya kanebo kering.." ujar fatur teman sugeng yang paling sering bermain dengan sugeng, walaupun fatur masih menginjak kelas 2 sma.

"Rokok abis tur.."

Mulut fatur melongo, mendengar ucapan yang keluar dari mulut sugeng.

"Kamu udah bisa ngomong geng..?"

"Hmmm.."

"Serius?"

"Iya, denger sendirikan.."

"Beneran! Sejak kapan kamu bisa ngomong geng!"

"Sejak tadi pagi, bangun tidur tahu-tahu udah bisa ngomong.."

"O..."

"Mau apa kamu kesini tur..?"

"Temenin aku yu geng, ke warung Mpok Supri.."

"Ngapain.. mau lihatin bodynya Mpok Supri yah?"

"Enak aja.. kaga lah... ngopi sama ngerokok tenang aja aku bayarin."

"Banyak duit kamu tur.."

"Adalah, abis di kasih pakde tadi sore.."

"Ya udahlah gas.."

Sugeng dan Fatur berboncengan motor menuju warung Mpok Supri, janda satu anak di desa sebelah.

Sesampainya di warung sudah banyak pelanggan yang datang, rata-rata dari pelanggan yang datang adalah bapak-bapak serta para pemuda, mereka rela keluar malam hanya untuk ngopi di warung mpok supri, tetapi itu semua hanyalah trik saja dari bapak-bapak dan para pemuda di sana.

Sugeng dan Fatur langsung duduk di salah satu meja yang kosong. Tidak lama kemudian seorang wanita cantik berusia sekitar 30 tahunan datang, ia adalah mpok supri.

"Mau pesen apa geng, tur..?" Tanya Mpok Supri.

"Mau pesen ini mpok, rokok surya dua bungkus, kopi hitam dua gelas sama mie soto dua, jangan lupa mpok satu mie telornya dua.." ucap fatur.

"Banyak amat tur, emang kamu ada uangnya tur..?" Ucap sugeng dengan wajah heran.

"Aman geng.." ucap fatur dengan wajah percaya diri.

"Kamu udah sembuh geng?" Tanya mbok supri.

"Ah iya mpok, tadi pagi bangun tidur tau-tau kaya gini udah bisa ngomong.."

"O.."

Mpok supripun langsung pergi menyiapkan pesanan fatur.

Tidak lama kemudian seorang pria berusia sekitar 30 tahunan datang, ia adalah sobri, sobri kemudian ikut duduk di meja sugeng dan fatur.

"Gini amat idup... bengkel sepi mulu.." ucap sodri, sambil garuk-garuk kepala.

Sugeng dan fatur saling pandang. "Bengkelnya sepi lagi om?" Tanya fatur.

"Iya udah dari kemarin sepi terus, gara-gara saya buka bengkelnya di desa, jadi sepi jarang ada motor yang rusak... mana istri saya ngamuk-ngamuk kalau pulang engga bawa uang.."

"Kenapa ga sewa kios aja di kota om?"

"Ga ada duit tur.."

"Yah udah om jalanin aja idup. om udah makan..?"

Sodri menggeleng.

"Mpokk, pesen yang kaya tadi satu lagi.."

"Iyaa.."

Tidak lama kemudian pesanan fatur datang. Mereka semua langsung menyantapnya.

"Oh yah om, sugeng ini sekarang udah bisa ngomong.." ucap fatur.

"Hah? Serius geng.." ucap sodri sambil melirik sugeng.

"Hehe iya om, bangun tidur tau-tau udah bisa ngomong.."

Sodri manggut-manggut, "oh yah geng, maaf yah geng tadi pagi saya ga bisa nolongin kamu waktu di pukuli anak buah linda, jujur saja saya juga takut ikut campur geng.."

"Iya om santai aja.."

"Emangnya utang kamu sama tante linda itu berapa geng..?" Tanya fatur.

"Mungkin udah ratusan juta tur, kalau aja aku ga terpaksa waktu itu.. ga akan aku utang sama linda.."

"Sabar aja geng.. yang susah di desa ini banyak, bukan cuma kamu, saran saya sih kamu jual semua kambing-kambing kamu geng, terus kalau uang hasil penjualanya ga cukup buat bayar utang, kamu merantau ke kalimantan, apa sumatra gitu nyari sisa kekurangannya.." ujar sobri

"Kalau jual kambing sih saya oke-oke aja om, tapi kalau merantau itu saya ga bisa om di sini saya ga ada saudara, nenek saya ga ada yang ngerawat kasian dia udah tua juga... kalau ada apa-apa saya takut ga bisa dateng.."

"Hmm.." sodri manggut-manggut.

Setelah menyelesaikan makanya sobri langsung pamit, sementara sugeng dan fatur masih di situ.

Sugeng dan fatur membuka bungkus rokok surya mereka.

"Koreknya mana tur..?" Tanya sugeng.

"Bentar..." fatur merogoh saku celana jeansnya, ternyata dia lupa tidak membawa korek.

"Ngga ada geng, lupa.." ucap fatur.

"Lah.. terus ini gimana tur?"

"Nunggu petir.."

"Asemm.."

"Ya udah geng... beliin korek sana.." ucap fatur sambil menyerahkan uang lima ribuan.

"Oke.." sugeng langsung berjalan ke arah warung mpok supri untuk membeli korek.

"Eh.. koreknya kan ada di sini.." ucap fatur, sambil mengambil korek gas di saku jaket switernya.

"Ini geng... eh udah ga ada dia.." ucap fatur yang awalnya mau memanggil sugeng, tetapi sugeng sudah berlari ke arah warung mpok supri.

"Biarin lah.. ntar juga balik lagi hehe.." ucap fatur kemudian membakar ujung rokok suryanya.

Tidak lama kemudian sugeng datang, dengan raut wajah jengkel.

"Setan alas... di suruh beli korek tau-tau udah enak-enakan ngerokok.." sugeng menaruh korek di depan fatur dengan kasar.

"Hehehe, lupa koreknya di saku switer ternyata tadi.." ucap fatur sambil senyum-senyum.

"Tai lah.." ucap sugeng dengan nada ketus, sambil membakar ujung rokoknya.

"Hahaha! Kalem-kalem ga usah emosi kopinya di minum dulu.."

"Kamu dapat uang banyak dari mana tur.."

"Udah di bilangin di kasih pakde aku juga.."

"Yakin? Jangan-jangan kamu ngepet..?"

"Yah kagalah, enak aja... beneran di kasih pakde aku geng.."

Mereka berdua terus mengobrol hingga malam semakin larut, malam semakin larut saja waktu menunjukan pukul setengah sebelas, Sugeng dan Fatur pun pulang.

1
Tini Nurhenti
se7 geng,kek Q bgt
Tini Nurhenti
lanjut thor
Tini Nurhenti
s7 geng
Tini Nurhenti
hadir thor,nyimak dlu seru thor up nya byk jdi smgat bacanya.😄😄💪💪
bedul: siap, udah 56 bab terjadwal
total 1 replies
Afri
semoga ceritanya bagus .. aku suka yg misteri gini thor
bedul: siap, baca sampe selesai ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!