NovelToon NovelToon
Cariad

Cariad

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Zion Mateo Lopez adalah definisi dari kesombongan masa muda, tampan, kaya, dan tak terkalahkan. Baginya, Cassie Vorcan hanyalah sebuah target dalam taruhan mahal bersama teman-teman elitnya di SMA Chicago. Namun, apa yang dimulai sebagai permainan kotor berubah menjadi jeratan perasaan yang nyata. Selama dua tahun, Zion jatuh hati sedalam-dalamnya, mencintai Cassie lewat tindakan protektif dan rencana masa depan yang matang di California.
Di sisi lain, Cassie gadis panti asuhan yang pintar dan dingin akhirnya meruntuhkan seluruh benteng pertahanannya demi Zion. Dia percaya telah menemukan rumah, hingga sebuah rahasia di ponsel Zion menghancurkan dunianya: bukti bahwa dia hanyalah "barang taruhan" yang sukses ditaklukkan.
Beberapa Tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di Chicago dalam sebuah proyek besar. Zion kini adalah pria dewasa yang dihantui penyesalan, sementara Cassie telah menjelma menjadi arsitek sukses yang lebih angkuh dan tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#10

Pagi itu, kediaman keluarga Lopez tidak seperti biasanya. Tidak ada suara denting sendok yang beradu dengan piring porselen, tidak ada tawa jahil dari si kembar. Yang ada hanyalah keheningan yang menyesakkan, seolah-olah oksigen di ruangan itu telah disedot keluar.

Zion Mateo Lopez turun ke ruang makan dengan langkah yang berat dan tidak stabil. Penampilannya benar-benar hancur. Kemeja putihnya kusut, kancing atasnya terbuka, dan matanya merah meradang dengan kantung mata yang menghitam. Namun, yang paling menakutkan bagi semua orang di sana bukanlah penampilan fisiknya, melainkan kebisuannya.

Bagi keluarga Lopez, Zion yang marah dan meledak-ledak masih bisa dihadapi. Tapi Zion yang diam, tanpa ekspresi, dan menatap kosong adalah tanda bahwa badai besar sedang mengamuk di dalam dirinya. Dalam mode ini, Zion bisa menghancurkan apa saja tanpa suara.

Lionel dan Laxia saling lirik, mereka bahkan tidak berani bernapas dengan keras. Laxia yang biasanya cerewet kini hanya menunduk dalam, tangannya meremas serbet di pangkuannya. Mereka takut jika satu kata salah terucap, Zion akan benar-benar meledak atau yang lebih parah pingsan di tempat karena alkohol yang mungkin masih mengalir deras di pembuluh darahnya.

Sang Mommy berdiri di dekat meja, tangannya memegang cerek kopi yang bergetar. Beliau tampak sangat sungkan, bahkan ragu untuk sekadar menawarkan sarapan. Ada rasa iba yang mendalam melihat putra sulungnya yang gagah kini tampak seperti raga kosong yang jiwanya telah dicabut.

"Zion... sayang, mau Mommy buatkan sup hangat?" suara Mommy hampir menyerupai bisikan, takut memicu sesuatu yang berbahaya.

Zion tidak menjawab. Ia hanya duduk, menatap lurus ke arah kursi kosong di depannya. Pikirannya masih terjebak pada percakapan telepon pukul dua pagi tadi. Suara Cassie, napasnya, dan permintaan bodohnya untuk bertemu Logan terus berdenging di telinganya seperti lonceng kematian.

Keheningan itu akhirnya pecah oleh langkah sepatu pantofel yang tegas. Mateo Lopez masuk ke ruangan dengan kewibawaan yang biasanya sanggup menundukkan siapa pun. Ia menatap Zion, lalu beralih ke botol-botol kosong yang ia tahu berserakan di kamar atas—laporan dari kepala pelayan.

Mateo menarik kursinya, duduk dengan tenang, namun tatapannya tajam menghunjam Zion.

"Apa kau mabuk lagi semalam?" suara Mateo berat, tanpa basa-basi. "Lihat dirimu, Zion. Kau tampak seperti pecundang yang baru saja kehilangan segala-galanya."

Zion tetap diam, tangannya mengepal di atas meja hingga buku jarinya memutih.

"Move on, Zion," lanjut Mateo dengan nada lebih keras. "Sepuluh tahun sudah berlalu. Gadis itu sudah punya kehidupannya sendiri. Kau tidak bisa terus-menerus merusak dirimu dan bisnis keluarga hanya karena bayang-bayang masa lalu yang tidak akan pernah kembali."

Deg.

Kata-kata Mateo memicu sesuatu di dalam dada Zion. Ia mendongak, matanya yang merah bertemu dengan mata dingin ayahnya. Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah keluarga Lopez, mereka melihat benteng pertahanan Zion runtuh sepenuhnya.

"Ia, Dad..." suara Zion serak, hampir habis. "Dia memang sudah bahagia."

Mommy menutup mulutnya dengan tangan, air mata mulai menggenang di matanya melihat penderitaan putranya.

"Dia sudah menikah, Dad. Dan dia punya anak..." Zion terisak, sebuah suara yang sangat asing bagi telinga Mateo. "Mungkin usianya baru satu tahun... atau lebih. Aku melihat fotonya di ponselnya. Anak itu... anak itu sangat tampan. Dia terlihat sangat dicintai oleh ibunya."

Zion menundukkan kepalanya dalam-dalam. Air mata jatuh membasahi meja kayu mahal itu. Ia menangis tersedu-sedu di depan seluruh keluarganya, sesuatu yang tidak pernah ia lakukan sejak ia berusia Sepuluh tahun. Ia tampak sangat berantakan, rapuh, dan hancur.

"Aku memohon padanya semalam lewat telepon," racau Zion di tengah tangisnya. "Aku bilang padanya... biarkan aku melihat anaknya sebentar saja. Sebagai ganti rinduku... karena aku tidak jadi memiliki anak bersamanya. Aku pria paling bodoh di dunia ini, Dad. Aku membuang berlian demi taruhan sampah!"

Laxia ikut menangis melihat kakaknya begitu hancur. Lionel hanya bisa menepuk bahu saudaranya dengan lemah, matanya sendiri berkaca-kaca. Mereka semua berpikir bahwa penderitaan Zion adalah karena ia telah kehilangan Cassie kepada pria lain.

Mateo Lopez terdiam. Otoritasnya seolah luruh melihat kerapuhan putra sulungnya. Ia tidak menyangka bahwa cinta Zion pada gadis panti asuhan itu sedalam ini, sebuah cinta yang selama sepuluh tahun ia kira hanyalah obsesi masa muda yang keras kepala.

"Zion..." Mateo berujar lebih lembut sekarang. "Jika itu kenyataannya, kau harus belajar melepaskan. Jika dia punya anak, berarti dia sudah membangun dunia yang baru. Kau tidak bisa masuk ke sana."

"Aku tahu, Dad! Aku tahu!" teriak Zion di sela tangisnya. "Tapi setiap kali aku menutup mata, aku melihat wajahnya. Aku melihat bayi itu... dan aku bertanya-tanya, andai saja malam itu aku tidak mengirim foto taruhan itu, mungkin akulah yang ada di wallpaper ponselnya. Mungkin itu adalah anakku!"

Zion memukul meja dengan frustrasi, lalu jatuh tersungkur di atas meja makan, menutupi wajahnya dengan kedua lengan. Suasana ruang makan itu kini penuh dengan isak tangis dan rasa penyesalan yang terlambat.

Mereka semua berduka untuk Zion, tanpa ada satu pun yang tahu bahwa bayi yang ditangisi Zion bukan berusia satu tahun, melainkan sembilan tahun. Dan mereka tidak tahu bahwa bayi itu adalah bagian dari diri Zion yang kini sedang bersiap-siap berangkat sekolah di sudut lain kota Chicago, membawa gen kecerdasan dan keberanian keluarga Lopez di dalam nadinya.

Zion menangis untuk sebuah kehilangan yang ia kira nyata, tanpa menyadari bahwa apa yang paling ia rindukan sebenarnya sudah berada sangat dekat dengannya.

🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Era Simatupang
aduh GK bisa nebak endingnya gmna, makin seru thor
ros 🍂: coba di tebak dulu kak 🤣🙏
total 1 replies
awesome moment
wkwkkwkwkwk...benang yg mbulet
awesome moment
logan n tll sombong dan...ogah blajar dri pengalaman jd...kalah pintar sm keledai
ros 🍂: mari kita kasih paham si logan Kak🤭🤣
total 1 replies
Manis
good issa👍👍👍
Fadhliyah
part paling menyedihkan. aku sampai jeda membaca Krn ikut nangis. malu ketahuan orang😭😭
ros 🍂: Terharu 😭😭😭🥰
total 1 replies
awesome moment
mmg terbuka soal hati tu g gampang
awesome moment
logan sdh dpt rumah
awesome moment
tu lah knp. menangislah saat berdo'a. krn smua akan mengabur
awesome moment
wkkwkwkwk...mo semarah p pun. sebenci p pun. kn d anak.
awesome moment
biar mrk 😭😭😭darah dlu. biar mrk menghargai org
awesome moment
baiknya mmg bgitu. biar zion...bisa menghargai
awesome moment
bagoosh. biar nyesel bin nyesek dlu
awesome moment
twins tu CCTV yg sgt kompeten
awesome moment
laxia n cerdas jg plus sarkastik
awesome moment
CCTV yg sgt detail. bahkan baca gerak bibir😄😄😄
ros 🍂: haha🤣
total 1 replies
awesome moment
hebat
awesome moment
nikmati penyesalanmu, Zion. hati manusia tu yg jd taruhan
awesome moment
logan sdg membohongi diirnya sndiri
awesome moment
bnr2 absurd
Rahayu Ayu
Baik banget dih keluarga Lopez,
mau menerima Cassie dan Logan dengan tangan terbuka,
tanpa memandang status.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!