Vera merantau ke kota dan bisa di katakan bawa dia jarang pulang ke rumah karena memiliki hubungan yang tidak baik dengan Pak Darto Ayah kandung dia sendiri, namun kali ini Dia terpaksa harus pulang ketika mendengar kabar bahwa Bu Elma telah meninggal dunia.
semula Vera menganggap bahwa kematian Bu Elma adalah kematian yang biasa, namun beberapa malam saja dia tinggal di rumah itu malah menemukan keanehan yang tidak biasa.
benarkah Bu Elma meninggal karena sesuatu yang tak kasat mata?
mampukah Vera untuk mengungkap masalah tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3. suara aneh
Tes.
Tes.
Air mata gadis yang selama ini selalu terkucil itu jatuh menetes ketika dia sedang sendirian di dalam kamar seperti ini, walau selama ini Vera terlihat begitu tangguh dan tidak pernah memiliki rasa sedih di dalam hati namun tetap saja bila sedang sendirian di dalam kamar maka dia akan merasakan kesedihan itu di dalam hati.
Apa lagi Dia adalah seorang gadis dan bisa di bilang selama ini sudah kurang kasih sayang dari seorang Ibu, Elma bukan lah Ibu kandung Vera karena Darto menikahi wanita itu ketika Vera sudah berusia sekitar tujuh tahun, Ibu kandung Vera meninggal dunia karena tercebur di dalam sumur dan itu ketika dia masih sangat kecil sekali.
Bisa di bilang bahwa sejak kecil dia memang sudah sangat menderita walau lahir dalam keluarga kaya dan bisa dikatakan anak semata wayang dari Darto dan juga Mayang, Mayang meninggal dunia dan kemudian baru Darto menikah lagi dengan Elma lalu kemudian sekarang Elma juga meninggal dunia.
Dulu kematian dari Mayang sudah cukup aneh namun saat itu Vera masih cukup kecil sehingga dia tidak tahu dan sampai sekarang memang tidak terungkap bagaimana Mayang bisa masuk ke dalam sumur itu, namun kali ini perasaan Vera begitu berbeda setelah melihat keadaan mayat Elma.
Sejak dia sudah mulai dewasa maka Vera menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan Darto itu karena dia terlalu saja membuat masalah dan suka melakukan KDRT terhadap sang istri, Vera walau adalah anak tiri namun dia tetap membela Elma ketika Darto menghajar wanita itu untuk kepuasan tersendiri saat sedang emosi.
Namun semenjak dia merantau ke kota untuk ketenangan hidup ini maka memang Vera tidak mengetahui apakah Darto masih terus melakukan KDRT terhadap istri atau sudah, namun dia sangat yakin sekali bahwa kematian Elma ini ada yang tidak beres dan dia bertekad untuk mencari tahu sekaligus ingin mengungkap kematian dari Mayang ibu kandung dia dulu.
"Aku akan mencari tahu tentang kebenaran yang telah lama tersimpan." tekad Vera di dalam hati.
Terserah orang lain mau mengatakan apa karena bisa di bilang dalam rumah ini sudah tidak ada lagi yang berpihak kepada dia, terlebih lagi Erna yang selama ini selalu ikut campur dan tadi saja mereka bertengkar seperti itu sehingga membuat Vera merasa sangat kesal dan ingin marah habis-habisan.
Tuk.
Tuk.
Vera menoleh ketika dia mendengar suara ketukan sebanyak dua kali dan dia juga tidak mengetahui itu suara apa, namun dia segera bangkit karena mengira ada yang sedang mengetuk pintu kamar karena ingin membicarakan sesuatu.
Krieeeeett.
"Tidak ada orang." batin Vera setelah membuka pintu kamar ini.
Suasana rumah terlihat begitu sepi karena sekarang memang sudah sangat malam dan kemungkinan besar para manusia yang ada di dalam rumah ini sudah tertidur lelap, hanya Vera memang yang masih belum bisa tidur karena dia sedang memikirkan bagaimana keadaan Elma yang bisa meninggal dengan cara seperti itu.
Wuuussssh.
Wuuussssh.
"Kenapa jendela tidak di tutup?" batin Vera karena angin berhasil masuk dan meniup gorden yang ada di sana.
"Apa mereka lupa ya, tapi biasa nya Bik Nah tidak pernah lupa." Vera bergumam sendirian dan menutup jendela tersebut.
Wuuussssh.
"Siapa itu?!" Vera berteriak karena melihat orang berjalan cepat.
"Siapa barusan yang lewat, kenapa cepat sekali dia berjalan." Vera membuka pintu karena penasaran.
Yang ada dalam pikiran dia saat ini adalah bisa saja orang tersebut adalah maling yang ingin masuk ke dalam rumah, maka Vera mengambil tongkat besi yang ada di dekat sana karena memang selama ini Vera adalah sosok yang pemberani dan sedikit tomboy sehingga dia bisa dikatakan tidak memiliki rasa takut walau dirinya adalah seorang gadis dan sekarang sudah sangat malam sehingga sama sekali tidak ada orang yang terbangun.
Wuussssh.
Sraaaaaak.
"Banyak sekali daun kering ini." gumam Vera sambil menatap halaman.
"Sudah lama sekali ternyata aku tidak pulang, bahkan pohon jambu ini saja sudah sebesar ini." Vera tersenyum menatap pohon jambu yang dulu sering dia panjat.
Tuk.
Tuk.
"Suara itu lagi, kenapa suara itu terus saja datang sih?" heran Vera dan terus berjalan untuk keliling rumah ini.
Padahal suasana sangat gelap seperti ini namun itu tidak menyurutkan semangat Vera untuk keliling rumah ini agar dia bisa mengetahui itu tadi suara apa dan siapa yang sudah berjalan cepat, karena bagian depan rumah tidak ada maka Dia segera mencari di bagian samping karena bagian sana juga ada pintu yang bisa masuk ke dalam rumah.
"Siapa di sana?" Vera agak berteriak ketika melihat bayangan.
Kriiiik.
Kriiiiik.
"Sialan jangkrik ini, aku tanya yang lain malah dia pula yang jawab." rutuk Vera sambil terus mendekat.
Blaaaaaap.
"Hilang! padahal tadi aku melihat bayangan kok di sini." kaget Vera karena dia memang sempat melihat tadi.
Tapi ketika dia sudah mendekati dinding balik tembok dan ternyata memang tidak ada orang di sana bahkan bayangan yang tadi terlihat berdiri juga sudah tidak ada lagi di sana, entah apa yang sebenarnya sudah terjadi namun Vera sangat yakin bahwa ada sesuatu yang tidak beres dan kemungkinan besar itu adalah ulah dari manusia.
"Pasti ini ulah dari salah satu orang yang tidak menyukai aku." Vera berkata sangat yakin sekali.
Grosaaaak.
Grosaaaaak.
"Apa lagi? tidak mungkin dia cepat lari naik ke atas pohon rambutan itu!" Vera menatap daun rambutan yang sangat rimbun dan terus bergoyang kencang.
Suasana malam terasa begitu mencekam dan Vera sendiri tidak menyadari bahwa ini bukan malam biasa Karena Dia memang kurang percaya dengan hal gaib seperti itu, mungkin selama ini karena dia merantau ke kota sehingga selalu berpikiran realistis dan tidak mungkin ada setan yang bisa menakuti para manusia di rumah yang sangat ramai penghuni ini.
Tuk.
Tuk.
"Siapa sih yang sudah membuat suara itu?" kesal Vera karena suara tersebut kembali terdengar.
"Aku akan menemukan siapa pelaku ini dan akan aku hajar dia sampai habis!" kesal Vera.
Buaaaaaaak.
Braaaaaaak.
"Baru saja kau pulang dan sudah mau membuat masalah!" geram seseorang setelah menghantam kepala belakang Vera.
Gadis berambut pirang ini tergeletak di atas lantai Karena dia sudah pasti pingsan setelah mendapat hantaman yang begitu kencang dari seseorang, tanpa pikir panjang orang tersebut segera menggendong Vera untuk masuk kembali ke dalam rumah dan membaringkan dia di dalam kamar sana agar tidak ada yang mengetahui bahwa dia yang sudah memukul kepala Vera.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
siti oh siti seperti namaku 🤣
othor ada di benua mana🤔🤔
wah kiara udah dtg aja kerumah Darto tuk mnyelidiki kasusnya vera..
ayo para member bantu Kiara membuka rahasianya Darto
mantap lah Kiara mah,langsung sat set tanpa nanti dulu👍👍🔥👻