NovelToon NovelToon
Penerus Warisan Dewa Season 2

Penerus Warisan Dewa Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:26k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

(PENERUS WARISAN DEWA SEASON 2)

Tiga Tahun Kemudian.
Dunia Tianyun, Alam Fana. Kerajaan Zhao.

Ini adalah sebuah dunia yang tidak memiliki konsep Qi, tidak ada kultivator yang membelah gunung, dan tidak ada dewa yang menginjak-injak langit. Ini adalah alam yang murni fana, di mana baja dan kuda adalah senjata tertinggi, dan umur seratus tahun adalah sebuah mukjizat.

Di halaman belakang Istana Kerajaan Zhao, bunga persik sedang bermekaran dengan indahnya. Angin musim semi berhembus sejuk.

Di atas hamparan tikar bambu yang mewah, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun sedang duduk diam menatap kelopak bunga yang jatuh. Wajahnya sangat tampan namun memancarkan ketenangan yang tidak wajar untuk anak seusianya. Matanya hitam pekat, sedalam lautan malam.

Ia adalah Zhao Xuan, Pangeran Ketiga dari Kerajaan Zhao.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 134: Misteri Bintang Hitam

Angin malam berhembus melalui celah jendela Paviliun Bunga Persik. Lilin di sudut kamar Zhao Xuan bergoyang pelan, memantulkan bayangan dua sosok yang sedang duduk berhadapan.

Zhao Xuan Dewa yang tangan dan jiwanya telah direndam dalam darah ribuan musuh, kini duduk menunduk layaknya anak kecil yang tertangkap basah memecahkan vas bunga. Di hadapannya, Sang Ratu menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca, aura Nirvana-nya bergetar mendeteksi sisa-sisa kekuatan ruang dan waktu dari tubuh putranya.

"Aku... aku telah membunuh banyak orang, Ibunda," bisik Zhao Xuan, suaranya parau. Ia akhirnya menyerah dan menceritakan semuanya. Mulai dari pembentukan Sekte Langit Asura, pembantaian utusan iblis, hingga manipulasinya memeras Tiga Utusan Bencana malam ini.

Ia menceritakan mutasi garis keturunannya (tanpa membongkar rahasia reinkarnasinya, karena itu akan terlalu menyakiti hati ibunya), menjelaskan bagaimana ia membuka tiga Roda Bintang yang mengendalikan Gravitasi, Ruang, dan Waktu.

Sang Ratu mendengarkan semuanya dalam diam. Air mata perlahan menetes membasahi pipinya yang cantik.

Melihat air mata itu, hati Zhao Xuan terasa seperti diremas oleh tangan raksasa. "Apakah Ibunda takut padaku? Apakah Ibunda menganggapku monster yang kejam?"

Sang Ratu menggeleng pelan. Ia bangkit dari kursinya, melangkah mendekat, dan menarik kepala pemuda yang tingginya kini sudah melampauinya itu ke dalam pelukannya. Tangannya yang lembut membelai rambut hitam pekat Zhao Xuan.

"Anak bodoh," isak Sang Ratu, suaranya dipenuhi oleh rasa bersalah dan cinta kasih yang tak terhingga. "Kau memikul beban seberat ini sendirian sejak kau masih sekecil itu demi melindungi keluarga kita? Membunuh dalam kegelapan agar ayahmu, kakak-kakakmu, dan Ibumu bisa hidup dalam cahaya?"

Sang Ratu memegang kedua pipi Zhao Xuan, menatap mata hitam pekat putranya yang selalu memancarkan kedinginan pada dunia, namun kini memancarkan kerentanan yang luar biasa.

"Dengarkan Ibu, Xuan'er," ucap Sang Ratu dengan nada yang sangat tegas dan penuh kelembutan. "Mau jadi apa kamu nanti di masa depan... entah kau menjadi Kaisar Dewa yang ditakuti, atau Penguasa Asura yang membalikkan langit dan bumi... ingatlah satu hal. Kau tetaplah anak tersayang Ibu. Kau adalah pangeran kecilku, darah dagingku. Tidak ada satu pun hal di alam semesta ini yang bisa mengubah itu."

Mendengar kalimat tersebut, dinding es absolut di dalam jiwa Zhao Xuan hancur lebur seketika.

Zhao Xuan yang tak pernah meneteskan air mata meski tubuhnya pernah dihancurkan oleh petir surgawi di kehidupan masa lalunya, kini tak kuasa menahan emosinya. Mata hitamnya memerah. Zhao Xuan membalas pelukan ibunya dengan sangat erat, membenamkan wajahnya di bahu Sang Ratu, dan menangis dalam diam.

"Terima kasih, Ibu... terima kasih," bisik Zhao Xuan dengan suara bergetar. Pelukan ini memberinya kekuatan yang jauh melampaui Roda Bintang mana pun. Ini adalah jangkar kemanusiaannya.

Malam itu, rahasia besar telah terungkap sepenuhnya. Dengan dukungan mutlak dari ibunya, Zhao Xuan akhirnya merasa benar-benar pulang.

Sementara kehangatan keluarga menyelimuti Istana Kerajaan Zhao, sebuah kegemparan berskala kosmik sedang terjadi jauh melampaui batas langit fana.

Alam Atas (Upper Realm). Galaksi Bintang Pusat.

Di atas lautan awan emas dan sungai energi spiritual yang menderu, berdirilah Istana Leluhur Klan Dewa Bintang (Star God Clan). Ini adalah faksi raksasa yang kekuatannya sejajar dengan Klan Kuno Yao bahkan melebihi, penguasa miliaran tata surya.

Di tengah Aula Agung, sebuah artefak kompas galaksi raksasa berputar dengan liar. Cahaya hitam pekat memancar dari kompas tersebut, menekan aura elemen cahaya di seluruh aula.

Puluhan Tetua Tertinggi tingkat God King (Raja Dewa) berdiri mengelilingi kompas itu dengan wajah pucat pasi. Di atas singgasana tertinggi, Sang Patriark Klan Dewa Bintang mencengkeram lengan kursinya hingga hancur menjadi debu emas.

"Resonansi fisik dari Roda Bintang?!" suara Patriark menggelegar, membelah awan di luar istana. "Berdasarkan hukum kuno klan kita, hanya keturunan langsung berdarah murni (Royal Bloodline) yang mampu mewujudkan wujud fisik Roda Bintang ke alam nyata! Sisanya hanya bisa menggunakan proyeksi Qi!"

"Benar, Patriark!" lapor Tetua Kepala dengan suara gemetar, menunjuk ke arah kompas. "Berdasarkan pelacakan, resonansi ini memancar dari sebuah dunia fana terpencil di sektor bawah... Benua Tianyun! Pasti ada anggota keluarga inti kita yang terasing di sana dan melahirkan keturunan ini!"

Patriark menyipitkan matanya, tatapannya dipenuhi kebingungan mutlak. "Keturunan langsung... tapi lihat warna fluktuasinya! Warnanya hitam pekat! Roda Bintang klan kita menguasai hukum materi alam: Cahaya Matahari, Api Kosmik, atau Pemanggilan Binatang Bintang. Warna hitam... fluktuasi apa ini?"

Seluruh tetua saling berpandangan dengan bingung. Dalam jutaan tahun sejarah Klan Dewa Bintang, tidak pernah ada satu pun keturunan yang membangkitkan Roda Bintang berwarna hitam. Mereka sama sekali tidak tahu kekuatan apa yang tersimpan di dalam roda anomali tersebut (mereka tidak tahu bahwa itu adalah hukum absolut tingkat dewa: Gravitasi, Ruang, dan Waktu).

"Apakah itu Roda Bintang elemen Kematian?" tebak salah satu tetua.

"Atau mungkin mutasi elemen Bayangan?" tebak yang lain.

"Apapun itu kekuatannya," potong Patriark dengan nada absolut. "Keturunan dengan Roda Fisik adalah masa depan klan kita! Terlebih lagi, dunia fana Tianyun saat ini sedang diincar oleh Alam Iblis dan Klan Yao karena kelahiran Roh Dunia. Jika keturunan kita mati di sana, itu adalah penghinaan bagi kita!"

Patriark berdiri, jubah emasnya berkibar memancarkan aura bintang. "Aktifkan Formasi Penembus Batas! Kirimkan dua Mata Bintang (Utusan Pengintai Elit tingkat Soul Transformation) ke Benua Tianyun. Temukan anak itu, selidiki kekuatan Roda Bintang Hitamnya, dan bawa dia pulang ke Alam Atas, dengan cara halus maupun paksa!"

Keesokan Paginya. Dunia Fana, Istana Kerajaan Zhao.

Sinar matahari pagi menyinari ruang makan keluarga kerajaan.

Raja Zhao, Zhao Tian, dan Zhao Ling sedang memakan bubur mereka. Di sudut meja, Putri Su Yue duduk dengan sopan, sementara Xiao Mei berdiri di belakang Zhao Xuan, melayani pemuda itu layaknya istri yang sangat berbakti (dan sangat posesif).

Tiba-tiba, Sang Ratu masuk ke ruang makan dengan senyum cerah. Di belakangnya, Zhao Xuan berjalan santai, wajahnya kembali menampakkan ekspresi datar nan tenang yang biasa, seolah tangisannya semalam hanyalah ilusi.

"Selamat pagi, semuanya," sapa Sang Ratu, duduk di kursi utama. Ia menatap suami dan anak-anaknya. "Mulai hari ini, ada perubahan besar dalam jadwal istana kita."

Zhao Tian dan Zhao Ling langsung meneguk ludah, teringat siksaan latihan ibu mereka. "A-Ada apa, Ibunda? Latihan kami ditambah lagi?"

"Tidak. Ibu sudah selesai melatih dasar kalian," Sang Ratu tersenyum misterius, lalu menoleh ke arah anak bungsunya. "Mulai hari ini, Guru Utama kalian bukan Ibu lagi. Melainkan adik bungsu kalian, Xuan'er."

Uhuk!

Raja Zhao tersedak tehnya. Zhao Tian dan Zhao Ling membelalakkan mata lebar-lebar.

"Xuan'er?! Tapi dia kan cuma anak manja yang kerjaannya tidur siang dan mengurus hal-hal santai!" protes Zhao Ling, menunjuk adiknya. "Bagaimana mungkin dia melatih kami yang sudah berada di ranah Core Formation?!"

Zhao Xuan menghela napas panjang. Ia meletakkan sumpitnya, lalu mengangkat jari telunjuk kanannya.

Sret.

Tanpa ada fluktuasi Qi sama sekali, cangkir teh di tangan Zhao Ling tiba-tiba menghilang, dan muncul kembali secara instan di atas kepala Zhao Tian, menumpahkan isinya tepat ke wajah kakak tertuanya itu.

"Hei!!" Zhao Tian berteriak kaget, mengusap wajahnya yang basah.

Zhao Ling menjerit mundur. Ia baru saja melihat hukum ruang dipelintir layaknya benang rajutan oleh adik bungsunya!

"Kak Tian, kuda-kudamu terlalu kaku. Kak Ling, aliran Qi elemen anginmu berantakan," ucap Zhao Xuan datar, aura tiran perlahan menguar dari tubuh fananya, menekan seluruh ruangan hingga udara terasa berat.

Zhao Xuan menatap keluarganya satu per satu. "Rahasiaku sudah terbongkar oleh Ibunda. Jadi, aku tidak perlu repot-repot menyembunyikannya dari kalian. Mulai siang ini, aku yang akan mengambil alih pelatihan keluarga ini. Termasuk Ayahanda."

Raja Zhao berkedip bingung. "Ayah juga? Tapi Ayah tidak punya meridian kultivasi, Nak."

"Aku akan merobek hukum alam dan membuatkan meridian baru untuk Ayah," jawab Zhao Xuan tanpa berkedip, seolah ia baru saja menawarkan untuk membuatkan secangkir teh. "Dan untuk Kak Tian dan Kak Ling... selamat datang di Neraka Asura. Jika latihan Ibunda mematahkan tulang kalian, latihanku akan mematahkan ruang dan waktu di sekitar kalian."

Melihat wajah datar dan Niat Membunuh yang sangat pekat dari adik bungsu mereka yang biasanya "menggemaskan" itu, Zhao Tian dan Zhao Ling saling berpelukan sambil menggigil ketakutan.

1
Eko
musuh nya sama🤣🤣ayooool bantaaaaaaaiiiiii
eka suci
aku Ng bayangin tangan Robin di one piece yg bisa muncul dimana saja🤭
Eko
🤣🤣anak yang baik dan penurut....mode kalem ON /Facepalm//Facepalm/
Eko
bantaaaaaaaiiiiii
eka suci
pasukan elit narsis 😄
Nanik S
Musuh Ibu dan Anak ternyata Orang yang sama
Dadan Purwandi
lanjutkannn thorrrrr🔥🔥🔥🔥
Arinto Ario Triharyanto
lanjut Thor 👍
Budi Wahyono
secangkir kopi dulu thor
Dadan Purwandi
mantap patrik🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
hancurkan 🔥🔥🔥🔥
Nanik S
Cucu paling berbakti🤣🤣🤣 Monster mengerikan . ..
Nanik S
Kenapa. Xiao Wu mencari masalah dengan Zhao Xuan
saniscara patriawuha.
gassssd deuiiii
eka suci
reinkarnasi yg super duper, cincin asura tahu tempat untuk memperkuat reinkarnasi 🤭
saniscara patriawuha.
nahhh lohhhh
eka suci
apa Xiao Mei mengenalinya, oh iya Thor gadis Bai yg misterius dgn Xiao Mei ini sama atau beda orang
Sang_Imajinasi: beda orang
total 1 replies
✞👁️👁️✞
mantappp thor🔥🔥
saniscara patriawuha.
sikatttt manggg suannnn
eka suci
di kehidupan sebelumnya jadi pelayan cacat, sekarang jadi anak gemoy 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!