NovelToon NovelToon
DARAH ASTRA

DARAH ASTRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Epik Petualangan
Popularitas:472
Nilai: 5
Nama Author: DragonLucifer

Di kota futuristik Astra City, manusia biasa dan mereka yang memiliki kekuatan super hidup berdampingan setelah munculnya fenomena langit merah misterius. Raka Mahendra, pemuda dengan energi kosmik yang tak terkendali, harus menghadapi takdirnya, menyelamatkan kota, dan mengungkap rahasia di balik kekuatannya. Bersama Kayla, pengendali gravitasi, dan Adrian, bayangan dari masa lalu, Raka akan menghadapi peperangan, pengkhianatan, dan takdir kosmik yang akan mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DragonLucifer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 – Kayla Terluka

Kota masih berasap ketika Raka memandang Kayla yang terbaring di jalanan selatan, darah mengalir dari bahunya. Aura biru Alpha-nya berdenyut perlahan, menandakan ketegangan dan kelelahan fisik yang mulai menumpuk.

“Kayla… tahan sedikit lagi,” Raka berseru, menyalurkan energi Alpha ke tubuhnya. Sebuah medan biru halus membungkus Kayla, menahan darah mengalir lebih deras dan memperlambat rasa sakitnya.

Kayla membuka mata perlahan. Napasnya tersengal, tapi matanya tetap penuh tekad. “Rak… aku… aku masih bisa bertahan… tapi…” Ia terbatuk, dan darah menodai tangannya.

Damar berlari mendekat, gelisah. “Kamu harus diam! Jangan bergerak terlalu banyak, Kayla!”

Raka menatap sekeliling. Makhluk Eclipse masih berkeliaran, meski sebagian besar hancur oleh gelombang energi sebelumnya. Namun beberapa makhluk baru muncul dari reruntuhan, lebih cepat dan lebih agresif.

“Tidak ada waktu untuk berhenti sekarang,” Raka berkata tegas. “Aku akan menyingkirkan mereka dulu. Kamu tetap di sini, aman dalam medan energi Alpha-ku.”

Kayla menolak, menatap Raka dengan mata penuh kekhawatiran. “Rak… jangan… jangan hanya lindungi aku. Kota… warga… jangan sampai mereka terluka lagi.”

Raka menghela napas dalam. “Aku mengerti… tapi aku tidak bisa kehilanganmu sekarang. Kamu adalah inti dari strategi kita.”

Pertempuran dan Luka

Raka melesat ke arah makhluk yang mendekat. Aura biru Alpha memancar hebat, membentuk pusaran yang menahan dan menghancurkan makhluk satu per satu. Setiap pukulan energi meninggalkan gelombang kejut yang membuat reruntuhan bergeser.

Namun energi Alpha yang digunakan terus-menerus mulai memberi tekanan pada tubuhnya. Napas Raka berat, dan kulitnya mulai berkeringat. Ia menyadari bahwa menjaga Kayla, mengalahkan makhluk, dan mempertahankan kota sekaligus adalah tugas yang hampir mustahil.

Damar menjerit dari jarak jauh. “Rak! Jangan terlalu dipaksakan!”

Raka menoleh sebentar. “Aku harus… untuk Kayla, untuk kota!”

Salah satu makhluk yang lebih besar menyerang dari samping, memaksa Raka menyesuaikan arah ledakan energi. Dalam prosesnya, puing-puing menghantam Kayla. Medan energi Alpha menahan sebagian, tapi tetap ada luka di bahunya bertambah parah.

Kayla menahan rasa sakitnya, menggigit bibir. “Rak… aku… aku baik-baik saja… lanjutkan…”

Raka menelan ludah. “Tidak… aku tidak akan biarkanmu terluka lebih parah.”

Ia memusatkan seluruh energi Alpha ke tubuhnya, menciptakan ledakan biru raksasa yang menghancurkan makhluk besar itu. Jalanan sejenak tenang.

Kesadaran dan Rasa Bersalah

Raka menunduk, menatap Kayla yang berusaha bangkit meski tubuhnya lemah. “Kayla… aku seharusnya lebih cepat… lebih hati-hati… semua ini… karena aku memimpin, kamu terluka.”

Kayla menatapnya, tersenyum tipis meski kesakitan. “Rak… kamu sudah melakukan yang terbaik. Tanpa kamu… kita semua akan hancur. Jangan salahkan dirimu sendiri.”

Damar menepuk pundak Raka. “Dia benar, Rak. Fokus pada sekarang. Kita harus selesaikan ini sebelum semakin banyak yang terluka.”

Raka menarik napas dalam, menenangkan aura Alpha yang berdenyut di sekelilingnya. Ia sadar bahwa menjadi Alpha bukan sekadar kekuatan—tapi tanggung jawab, dan setiap keputusan bisa menimbulkan luka, bahkan pada orang terdekatnya.

Strategi Balik

Dengan Kayla terlindungi sementara dalam medan energi, Raka menatap radar dan menilai posisi musuh. “Kita tidak bisa hanya bertahan. Kita harus menyerang balik… dengan strategi.”

Damar menatapnya. “Setuju. Aku bisa memandu serangan dari markas, mengarahkan gelombang energi agar mereka terjebak di zona yang kita kendalikan.”

Raka menyalakan seluruh potensi Alpha. Cahaya biru menyelimuti tubuhnya lebih terang dari sebelumnya, memantulkan tekadnya. “Aku akan pastikan Kayla tetap aman, dan kota ini tidak jatuh. Eclipse… bersiaplah menghadapi perlawanan kita yang sebenarnya.”

Akhir Bab

Malam kota yang gelap menjadi saksi. Raka berdiri di tengah reruntuhan, cahaya biru Alpha memancar ke seluruh jalan, menandakan bahwa pahlawan ini belum menyerah meski sahabatnya terluka.

Kayla menatapnya, tertatih tapi yakin. “Rak… kita bisa melawan ini… bersama.”

Damar menambahkan, “Kita masih punya waktu. Kita bisa mengatur ulang perlawanan dan menghancurkan mereka.”

Raka menatap langit, menelan napas panjang. “Kita akan bangkit… dan Eclipse tidak akan tahu apa yang menimpa mereka.”

Cahaya biru Alpha menyala stabil, menjadi simbol harapan di kota yang masih terbelah oleh peperangan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!