NovelToon NovelToon
Idol Di Balik Pintu Kosan

Idol Di Balik Pintu Kosan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Amnesia / Idol / Komedi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: PutriBia

Javi, center dari grup LUMINOUS, jatuh dari balkon kosan Aruna saat mencoba kabur dari kejaran fans. Bukannya kabur lagi, Javi malah bangun dengan ingatan yang kosong melompong kecuali satu hal yaitu dia merasa dirinya adalah orang penting yang harus dilayani.
Aruna yang panik dan tidak mau urusan dengan polisi, akhirnya berbohong. Ia mengatakan bahwa Javi adalah sepupunya dari desa yang sedang menumpang hidup untuk jadi asisten pribadinya. Amnesia bagi Javi mungkin membingungkan, tapi bagi Aruna, ini adalah kesempatan emas punya asisten gratis untuk mengerjakan tugas kuliahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PutriBia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Evakuasi Jimat

Hari pertama Aruna sebagai asisten pribadi resmi Javier dimulai dengan sebuah identitas baru, Staf Umum Nomor 04. Ia mengenakan topi bucket yang ditarik rendah, masker hitam yang menutupi separuh wajah, dan rompi banyak saku yang isinya campur aduk, mulai dari kabel data, tisu basah.

Lokasi syuting hari ini adalah sebuah jembatan gantung tua yang estetik di pinggiran Jakarta untuk iklan parfum terbaru Javier, Luminous Essence: Scent of a Star. Masalahnya, lokasi ini sudah bocor di media sosial. Ratusan fans fanatik yang menyebut diri mereka Luminaries sudah berjejer di pinggir sungai dengan spanduk dan kamera berlensa panjang yang lebih mirip peluncur roket.

"Ingat, Aruna," bisik Manajer Han saat mereka baru turun dari mobil.

"Tugasmu adalah menjaga barang-barang pribadi Javier. Jangan terlalu dekat, jangan terlalu jauh, dan jangan sampai kamu terlihat sedang melakukan sinkronisasi perasaan di depan kamera fans."

Javier keluar dari van dengan aura bintang yang menyilaukan. Ia mengenakan kemeja putih tipis yang kancingnya dibiarkan terbuka tiga buah standar operasional prosedur untuk iklan parfum dan celana linen krem. Namun, sebelum melangkah ke set, ia sempat melirik Aruna dan berbisik pelan lewat masker.

"Majikan, apakah sistem perlindungan Anda sudah aktif? Jika ada fans yang mencoba melakukan peretasan pada wilayah pribadi saya, mohon segera gunakan jurus penggaris besi Anda."

Aruna memutar bola matanya.

"Fokus, Javi. Liat tuh, fans kamu udah siap-siap teriak."

Begitu Javier menginjakkan kaki di jembatan, suara teriakan histeris memecah udara.

"JAVIERRRR! OPPAAAA! LIHAT KE SINI!"

Syuting berjalan lancar sampai pada adegan di mana Javier harus bersandar di pagar jembatan sambil menatap melankolis ke arah sungai. Sesuai kesepakatan rahasia, Javier membawa jimat keberuntungannya yaitu Kacamata renang biru yang ia selipkan di saku celananya.

"Oke, Javier! Action!" teriak sutradara.

Javier berpose dengan sangat tampan, menyemprotkan parfum ke lehernya yang berkeringat. Namun, saat ia melakukan gerakan memutar tubuh yang dramatis, kacamata renang biru itu tersenggol lengannya dan,

PLUP!

Benda keramat itu terjatuh, memantul di kayu jembatan, dan tersangkut di sebuah dahan pohon yang menjorok tepat di atas arus sungai yang cukup deras.

Javier membeku. Wajahnya yang tadi terlihat cool mendadak berubah pucat pasi.

"Sistem kritis! Jimat navigasi saya terancam tenggelam!" gumamnya pelan, hampir ingin melompat ke bawah.

"Jangan gila, Javi!" bisik Manajer Han panik.

"Terusin aktingnya! Nanti kita beli lagi sepuluh!"

"Itu bukan sekadar kacamata, Manajer Han! Itu adalah sensor pusat memori saya dengan Aruna!"

Javier terlihat sangat frustrasi, aktingnya mendadak hancur menjadi ekspresi pria yang kehilangan arah hidup.

Aruna, yang melihat raut wajah Javier yang benar-benar hancur, tidak bisa tinggal diam. Ia tahu kacamata itu konyol, tapi ia juga tahu kacamata itu adalah cara Javier tetap merasa menjadi Ujang di tengah kepalsuan industri.

Tanpa pikir panjang, Aruna memanjat pagar jembatan di bagian yang tertutup kain hijau green screen.

"Aruna! Apa yang kamu lakukan?!" teriak Manajer Han tanpa suara.

"Menyelamatkan sistem, Pak!" sahut Aruna.

Aruna merayap di atas dahan pohon yang licin. Fans di seberang sungai mulai berteriak, mengira Aruna adalah stuntman yang sedang menyiapkan adegan aksi.

"Liat! Ada staf yang mau loncat demi Javier!" teriak salah satu fans.

Dahan itu berderit. Aruna hampir mencapai kacamata itu saat tiba-tiba kakinya terpeleset.

"WAAAAA!"

Aruna tidak jatuh ke air, tapi ia bergelantungan di dahan dengan satu tangan, sementara tangan satunya memegang kacamata renang biru itu erat-erat. Tubuhnya berayun-ayun di atas sungai.

Sutradara bukannya menolong, malah berteriak,

"Sempurna! Javier, lihat ke arah staf itu dengan tatapan khawatir yang mendalam! Ini ekspresi yang saya cari untuk tema Cinta yang Terlarang dan Berbahaya! Kamera rolling!"

Javier tidak peduli pada kamera lagi. Ia langsung berlari ke pinggir pagar, menjangkurkan tubuhnya untuk meraih tangan Aruna.

"Aruna! Lepaskan kacamatanya! Pegang tangan saya!"

"Nggak mau! Ini mahal perjuangannya, Javi!" seru Aruna sambil terombang-ambing.

Dengan kekuatan otot roti sobek yang ia latih setiap hari, Javier berhasil menarik Aruna ke atas pagar. Karena momentum yang terlalu kuat, Aruna mendarat tepat di atas tubuh Javier di lantai jembatan.

Kamera menangkap segalanya. Fans berteriak histeris, menyangka ini adalah bagian dari naskah iklan.

Dalam posisi yang sangat intim di atas lantai jembatan, dengan napas yang memburu dan wajah yang hanya berjarak beberapa milimeter, Javier menatap Aruna dengan tatapan yang belum pernah Aruna lihat sebelumnya, campuran antara marah, takut, dan cinta yang meluap-luap.

"Anda benar-benar gila, Majikan," bisik Javier.

Tangannya gemetar saat menyeka debu di pipi Aruna.

"Jangan pernah mempertaruhkan nyawa Anda demi benda plastik ini lagi. Sistem saya tidak akan bisa berfungsi jika Anda yang mengalami kerusakan total."

Aruna tersenyum kecil, menyerahkan kacamata renang biru yang sedikit kotor itu ke tangan Javier.

"Hutangku lunas ya untuk hari ini? Aku udah jadi asisten sekaligus stuntman."

Javier tidak menjawab dengan kata-kata. Di bawah pengawasan ratusan pasang mata fans yang menyangka mereka sedang berakting, Javier menarik kepala Aruna, menyembunyikan wajah gadis itu di dadanya yang bidang. Ia mencium puncak kepala Aruna dengan sangat lama, memberikan perlindungan dari sorotan kamera.

"Berapa pun hutang Anda, saya tidak akan menganggapnya lunas," bisik Javier di telinga Aruna, suaranya dalam dan penuh emosi.

"Karena saya ingin Anda berhutang seumur hidup kepada saya, agar saya punya alasan untuk terus menyelamatkan Anda seperti ini."

Setelah adegan itu selesai, Manajer Han langsung berlari membawa handuk.

"Kalian berdua! Itu tadi benar-benar gila! Tapi... sutradara bilang itu adegan terbaik sepanjang karir Javier. Iklannya bakal meledak!"

Javier berdiri, kembali memasang wajah Ice Prince-nya, tapi tangannya tetap menggenggam ujung rompi Aruna secara sembunyi-sembunyi.

"Manajer Han, tolong tambahkan asuransi jiwa untuk asisten saya," ujar Javier sambil memasang kembali kacamata renangnya di dahi dengan bangga.

"Dan tolong pesankan es mambo melon satu truk. Saya perlu mendinginkan mesin saya yang hampir meledak karena melihat Majikan saya bergelantungan di pohon."

Aruna hanya bisa tertawa lelah. Hari pertamanya sebagai asisten berakhir dengan tubuh pegal dan jantung yang hampir copot. Namun, melihat kacamata renang itu kembali di tangan Javier, Aruna tahu bahwa di dunia yang serba diatur ini, mereka baru saja menciptakan satu momen nyata yang tidak bisa dibeli oleh merek parfum mana pun.

"Jadi, besok kita kerja apa lagi, Jang?" tanya Aruna sambil berjalan menuju van.

"Besok? Sistem menyarankan kita melakukan prosedur Kencan Rahasia di Kantin Kampus dengan penyamaran sebagai pohon beringin," sahut Javier dengan wajah tanpa dosa.

Aruna menjitak kepala Javier pelan.

"Mimpi! Besok kamu ada jadwal pemotretan jam 5 pagi!"

"Sistem... error," gumam Javier sambil pura-pura pingsan di bahu Aruna.

1
Indhira Sinta
bagus
falea sezi
/Curse//Curse/ada aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!