Luna, seorang mahasiswi jurusan teknologi informasi semester akhir selalu begadang mengerjakan tugas-tugasnya yang menumpuk. Suatu malam ia tertidur di meja belajar bersama tumpukan kertas-kertas nya lalu tiba-tiba ia merasa seperti jatuh dari kursi. Tapi saat ia membuka matanya rupanya ia berada di dalam tubuh seseorang yang mirip dengannya. Ia yakin itu bukan dirinya yang sebelumnya. Tempat itu juga sangat asing baginya. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah seorang pria tampan berparas lembut berbicara padanya. "Annette, kau sudah lebih baik ? Bangunlah, aku membuatkan mu sarapan,"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sakit mu, kemenangan ku
Setelah berganti pakaian, Annette dengan langkah yang lincah menuju kamar sang ayah berniat untuk melihat keadaan Nyonya Vivian.
Dari luar kamar sayup-sayup ia mendengar Nyonya Vivian menangis dan mengadukan dirinya pada Tuan Wiles. Tapi ada yang membuat Annette terkekeh bahkan menutup mulutnya sendiri dengan tangan. Sebab yang ia dengar, Nyonya Vivian kesulitan bicara.
"Apa bibirnya miring juga ? Itulah akibat suka sekali memaki orang," kata Annette. Lalu ia mengetuk pintu kamar dua kali sebagai rasa hormat pada ayahnya. Meskipun sebenarnya ia sama bencinya seperti pada Nyonya Vivian.
"Annette, kebetulan kau disini. Ayah ingin bertanya apa benar jika kau mengacak-acak kamar ini dan mengambil barang-barang milik ibumu ?" tanya Tuan Wiles dengan pelan. Ia tidak mau mengulang kesalahan lagi dengan hanya mendengarkan dari satu pihak.
"Ibuku sudah tiada," jawab Annette cepat.
"Maksud Ayah, kenapa kau mengambil barang-barang milik Vivian. Bukankah itu tidak sopan," ralat Tuan Wiles. Ia masih melihat kemarahan di wajah Annette.
"Tidak. Aku tidak mengambil apapun milik istri Ayah ini. Aku hanya mengambil barang-barang milik Ibuku yang sudah dicuri olehnya," kata Annette santai sembari mengarahkan tatapannya pada Nyonya Vivian yang tengah terbaring.
"Be ra ni nya kau me nu duh ku.." kata Nyonya Vivian terbata-bata.
"Aku tidak menuduh. Aku bicara fakta. Kau mengambil semua benda milik ibuku sebelum ia dimasukkan ke dalam peti. Aku melihat semuanya dan kau masih berpura-pura tidak bersalah hah !" kata Annette mulai terpancing.
"Annette, pelankan suaramu. Vivian sedang sakit. Jangan membuat keributan," kata Tuan Wiles. Ia tidak mau menatap Annette sebab tidak sanggup melihat kemarahan putrinya lebih dalam lagi.
"Dia sakit karena ulahnya sendiri yang sering marah-marah dan memaki orang. Tapi dulu ketika Ibuku sakit parah, kau pun tidak sudi berada di dekatnya. Padahal ia menderita berhari-hari karena diracun.." ucap Annette dengan tawa yang getir.
Tuan Wiles tertegun sejenak. Mencerna apa yang baru saja ia dengar. Istrinya, Isabela mati diracun ?
"Apa yang kau katakan Annette ? Bukankah Dokter sudah memeriksanya dan mengatakan kalau Ibumu memang sakit dan itu menular," kata Tuan Wiles. Ia bangkit dan menghadap kearah Annette.
Annette memalingkan wajahnya kearah lain. Tidak mau menatap pria yang menjadi alasan seorang wanita yang dipanggil ibu itu tiada.
"Jelaskan pada Ayah, apa maksudmu," kaya Tuan Wiles dengan perasaan tidak tentu.
Annette sengaja memasang wajah masa bodoh sembari mengangkat kedua bahunya.
"Ayah cari tau saja sendiri. Aku mau pulang ke rumah Leon," kata Annette kemudian berlalu meninggalkan kamar Tuan Wiles.
Tuan Wiles menatap tubuh Annette yang menghilang di balik pintu. Perasaannya berkecamuk. Annette lebih banyak bicara sekarang. Sama seperti saat Nyonya Isabela masih ada.
"Kau tau apa maksud Annette ?" tanya Tuan Wiles menatap pada Nyonya Vivian yang membelalakkan mata. Sejak tadi ia merasa takut dan marah.
"Ti dak.." jawab Nyonya Vivian dengan nafas tersengal. Sungguh ia takut jika Tuan Wiles mengetahui jika ia adalah dalang di balik meninggal nya Nyonya Isabela. Sementara ia menduga jika Annette memang sudah tau dan berniat membalas dendam padanya. Entah dari mana ia tau.
"Kau beristirahatlah, aku ingin menyusul Annette.." kata Tuan Wiles lalu berjalan cepat keluar kamar.
"Wi les..." teriak Nyonya Vivian dengan susah payah. Ia begitu ketakutan saat ini. Bagaimana jika Annette mengatakan segalanya pada Tuan Wiles.
Sementara Annette tengah membagi hadiah untuk para pelayan. Dari mana lagi jika bukan dari mengambil kembali barang yang sempat direbut Nyonya Vivian.
"Doakan aku cepat hamil ya," kata Annette tiap kali memberi.
"Tentu, Nona. Kami mendoakan Nona segera memiliki anak. Pasti nanti anak Nona dan Tuan Leon akan cantik dan tampan," ujar salah satu dari mereka dan yang lainnya mengiyakan.
"Itu benar haha" balas Annette.
Annette pikir, daripada semua benda tersebut diambil oleh Nyonya Vivian maka lebih baik diberikan pada para pelayan. Siapa tau mereka membutuhkan uang dan bisa menjualnya.
"Ku peringatkan, jangan memakai perhiasan itu di dalam rumah ini. Pakailah saat di rumah kalian. Jika tidak kalian tanggung sendiri akibatnya," kata Annette lalu pergi meninggalkan kerumunan.
Semua pelayan tidak tau jika perhiasan-perhiasan itu baru diambil dari Nyonya Vivian. Hanya Sisilia saja yang tau dan ia memilih untuk membungkam mulutnya sendiri.
"Nona, apa aku tidak perlu ikut denganmu ke rumah Tuan Leon ?" tanya Sisilia.
"Tidak perlu. Aku bisa melakukan apapun sendiri. Nanti kau malah terganggu saat ikut dengan kami," jawab Annette.
"Terganggu ?" gumam Sisilia bingung.
"Kami harus bekerja keras, Sisilia. Kami ingin segera punya anak," bisik Annette lalu meninggalkan Sisilia saat melihat Leon menatap kearah nya.
Leon menangkap tubuh Annette saat wanita itu berlari kearahnya. Lalu memutar-mutar sebentar kemudian menurunkan nya.
"Kenapa hanya berputar sebentar ? Memangnya kau tidak kuat menggendong ku ?" tanya Annette sewot. Ia lupa jika perjalanan dari danau tadi ia digendong oleh Leon.
"Bukan begitu. Aku takut kau pusing jika terlalu lama berputar," jawab Leon. Kenapa istrinya itu selalu saja menuduh nya. Pikir Leon.
"Oh benar juga," balas Annette tersenyum dan menampilkan giginya.
Leon mengajak Annette masuk ke kereta kuda untuk segera pulang ke rumah nya. Sejujurnya ia lebih nyaman berada di rumah nya sendiri semenjak Annette datang kesana.
Entah mengapa, Leon merasa rumah itu hidup kembali sejak ia membawa Annette. Bertahun-tahun ia menghabiskan hidupnya di rumah perkebunan berharap tidak mengingat kepedihan ditinggal orang tuanya.
Tuan Wiles hanya menatap kereta kuda Leon dan Annette yang perlahan meninggalkan kediamannya.
"Apa maksudmu, Annette ? Siapa yang memberi Ibumu racun ? Apakah itu Vivian ?" gumam Tuan Wiles yang benaknya penuh dengan praduga.
Sekelebat bayangan melintas di kepalanya, kala ia baru saja membawa Nyonya Vivian dalam rumah ini.
'Kelak kau pasti akan kehilangan salah satu dari kami. Karena mustahil ada hati yang siap untuk di duakan,'
'Kau bukan lagi Wiles ku yang dulu. Kau lebih mendengar orang lain dari pada aku. Maka tetaplah seperti itu dan telan semua penyesalan mu jika waktunya sudah tiba,'
'Jika aku tidak ada, maka selalu percayalah pada ucapan putri kita. Jangan menuduhnya berbohong karena aku berani bersumpah dia anak yang jujur,'
Tuan Wiles mengusap kasar wajahnya. Teringat sebelum Nyonya Isabela tiada. Ia memuntahkan darah selama tujuh hari berturut-turut sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Kala itu Dokter mengatakan jika Nyonya Isabela menderita penyakit dalam yang sangat serius. Tidak ada yang boleh mendekati nya karena ia bisa menularkan penyakit hanya melalui udara.
Semua orang bahkan pelayan tidak ada yang berani mendekat karena takut terkena penyakit tersebut. Hanya Annette lah yang mendampingi hari-hari Nyonya Isabela.
"Aku harus mencari tau yang sebenarnya," ujar Tuan Wiles sendirian. Ia harus memutuskan sesuatu.
pasti akal2an vivian aja...
😍😍😍😍💪💪💪
😍😍😍👍👍💪💪💪
kerennn Arnette..
😍😍💪💪👍
kalo menular pasti arnette ya mati
💪👍👍👍🙏🙏🙏
apalagi sayang ke arnette ..
pasti dihasud terus..
💪💪👍👍
aknkah bpaknya percaya klao vivian meracuni isabelle..
💪💪💪👍👍👍
😍😍💪💪👍👍
kuqt banget nahan tangis..
kirain tadi gk ada rsaa apa2..
nyatanya dia merasa sdih jga marah.
atsq pa yg nimpaarnette dan ibunya..
💪💪💪💪💪👍👍👍
😍😍💪💪💪
waahhh..
buka puasa..
😍😍😍💪💪
kapaan up lagiii....
😍😍❤❤❤💪💪
up donk..
😍💪💪❤❤❤❤💪💪💪💪
😍😍💪💪💪❤❤❤
lalu menyelidiki...
😍😍💪❤❤