NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Sang Mafia

Istri Kesayangan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Kaya Raya
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mar Dani

Nabila Zahra Kusuma gadis cantik yang hidup dengan keluarga yang sangat berantakan. Saat ibunya Siti Nurhaliza pergi meninggalkan dia dan ayahnya untuk memilih hidup dengan pria lain yang memiliki banyak harta. Sedangkan Hariyanto Kusuma ayahnya suka dengan dunia malam, minuman dan perjudian.

Nabila yang masih bersekolah kini harus berjuang untuk hidupnya sendiri, apalagi dia tidak ingin putus sekolah.

Setiap pulang sekolah, Nabila selalu menyempatkan diri kerja paruh waktu untuk mengumpulkan uang buat membiayai hidupnya.

Hidupnya sangat sulit. Terkadang dia harus menahan air mata agar tidak dianggap lemah oleh orang lain. Nabila juga sering mendapatkan perundungan dari teman sekelas yang menganggap dia rendah.

Semua itu dia hadapi dengan menjadi perempuan yang sangat kuat. Sifat lembut dalam dirinya dia sembunyikan hanya untuk mempertahankan diri.

Setiap hari Nabila harus menyaksikan ayahnya bersama perempuan lain dengan tubuh terbuka di ruang tamu rumah mereka. Pakaian mere

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mar Dani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Sebelum keberangkatan menuju Namsan Seoul Tower, Reynaldo membawa Nabila untuk makan terlebih dulu. Sesuai permintaan Nyonya Nabila, Reynaldo pun memutuskan untuk mencari makan di sekitaran jalan alias street food.

Nabila melepaskan jas suaminya, dia mengatakan jangan terlalu formal untuk hari ini. Sebagai suami yang takut istri, Reynaldo hanya mengangguk setuju dengan permintaan Nabila. Sebelum nama-nama baru lagi keluar, Reynaldo memilih untuk mengikuti mood Nabila.

"Kamu yakin ingin makan pinggir jalan??"

"Iya.."

"Baiklah.."

Sampai di satu tempat mereka duduk di sebelah truk makanan yang menjual corndog mozarella.

Nabila memesan dua untuknya dan Reynaldo. Tidak lupa juga dia memesan kopi.

Reynaldo menatap wajah Nabila yang begitu bahagia.

Reynaldo mengambil telepon genggamnya. Dengan diam-diam dia memfoto Nabila.

"Reynaldo.." panggil Nabila.

"Hemm?"

"Untuk yang tadi sepertinya aku merusak meeting kerja samamu.." ucap Nabila menunduk menyesal akibat ulahnya, kerja sama itu dalam status belum jelas.

"Iyaaa kamu memang merusaknya tadi.." ucap Reynaldo dengan pandangan lesu.

"Apa kamu akan merugi?"

"Aku kehilangan 50 juta dolar hari ini" ucap Reynaldo serius. Reynaldo berniat untuk mengerjai Nabila.

Sedangkan Nabila dengan bodohnya tertipu dengan omongan Reynaldo. Jika soal kerugian memang Reynaldo mengalami jika sampai kerja sama ini batal. Tapi untuk kerugian yang dialami bukanlah hal sulit bagi Reynaldo, Reynaldo hanya akan kehilangan beberapa juta di awal.

"Aku... Aku mintaaa maafff seharusnya aku mengikuti saranmu untuk tinggal di penthouse.." ucap Nabila menyesal.

"Aku telah kehilangan uang 50 juta dolar.." ucap Reynaldo semakin drama agar Nabila menyesal.

"Jadi bagaimana?"

"Apanya?"

"Kerugianmulah Kadal Bodoh!"

"Ohhh, itu karena seekor monyet aku harus kehilangan uangku.."

"Aaaaaahhhhh kamu membuatku seperti orang jahat yang telah membuatmu kehilangan harta.."

"Aku memang sudah kehilangan 50 juta dolar.."

"Ta-taappiii kamu sering melakukan meeting seperti itu??" ucap Nabila tiba-tiba berganti ekspresi.

"Itu masih biasa.."

"Ooooohhh biiaaasaa yahh Bapak Reynaldo Wijaya Mahkota..!!!" ucap Nabila kini menatap tajam ke arah Reynaldo.

"Heii mengapa kamu menatapku seperti itu?" ujar Reynaldo kini heran melihat Nabila menatapnya dengan tatapan amarah.

"Wah wahh pantas saja kamu memintaku untuk tidak ikut meeting tadi, ternyata agar kamu bisa bersenang-senang dengan gadis-gadis seksi tadi kan??! Katakan kamu inginn bersenang-senang dengan mereka kann! Sudah cantik, seksi dan aaauuhhh apa itu bahkan dia lebih montok darikuu" ucap Nabila menatap dadanya yang tidak sebanding dengan pelayan di tempat mereka meeting.

"Ini konsepnya gimana?! Aku yang merugi mengapa kamu yang marah!"

"Ternyata selama ini kamu sangat mesum sialan! Bagaimana mungkin meeting ditemani wanita-wanita seperti itu, bagaimana jika dia melakukan seperti tadi! Apa-apaan itu menyentuh paha pria lain dan yah mungkin bisa lebih dari itu! Pantas saja kamu menikmati mereka menyentuhmu !!" ucap Nabila kini kesal kepada Reynaldo.

"Itu hanya meeting biasa Nabila, di kalangan seperti itu para tuan rumah sering memberikan hal-hal aneh untuk teman koleganya ketika pertemuan itu hanya dihadiri pria, dan tadi mereka tidak menyangka bahwa kamu akan hadir.."

"Terus jika aku tidak ada kamu akan...??" ujar Nabila melotot menatap Reynaldo.

"Tidak! Aku tidak tertarik dengan bayang-bayangan otak mesummu itu!"

"Kamu yang mesum!" cetus Nabila.

"Sudah aku katakan aku hanya tertarik denganmu Nabila.." ucap Reynaldo menggoda Nabila.

"Hahaha Gak usah banyak omong deh, lama banget lagi udah tahu ini sudah lapar.."

"Tolong sedikit cepat yah.. Monyet Kecil ini sudah sangat lapar!" teriak Reynaldo kepada penjual makanan yang mereka pesan.

Satu jam berlalu kini mereka telah menyelesaikan makanan mereka.

"Namsan Seoul??" ucap Nabila berbinar.

"Hemmm.."

"Let's Gooo!!!" ujar Nabila kini menarik tangan Reynaldo untuk bergegas masuk ke dalam mobil. Saat di perjalanan mereka membutuhkan waktu 45 menit untuk sampai di Namsan Seoul.

Sepanjang jalan Nabila memandang suasana kota Seoul. Bukan Nabila namanya jika dia tidak begitu mudahnya mengantuk dalam mobil.

Dengan santainya, bahkan Nabila sekarang tidak meminta izin lagi untuk menyandarkan kepalanya ke lengan Reynaldo.

"Kita hanya perjalanan pendek Nabila, jangan tertidur.."

"Tidakk, aku hanya ingin bersandar saja, jikapun aku tertidur kamu harus membangunkanku.."

"Dasarrr beban Hidup.." ujar Reynaldo.

"Siapa suruh menikahi beban hidup hahah" ucap Nabila tertawa.

Namun ocehan itu berhenti ketika beberapa mobil menahan perjalanan mereka. Sopir tiba-tiba saja mengerem kuat untuk menghindari kecelakaan.

Untung saja Reynaldo memeluk erat tubuh Nabila.

"Auuuhhhh!!" teriak Nabila saat badannya terhuyung ke depan hampir saja kepala Nabila terkena kursi depan mobil itu jika tangan Reynaldo tidak dengan cepat melindungi istrinya.

"Kamu tidak apa-apa..?" ucap Reynaldo lembut.

"Gak papa.. aku hanya shock.."

Sopir sudah lebih dulu keluar dari mobil itu. Yah, Reynaldo memang membawa beberapa pengawal, tidak sebanyak pengawal ketika di Kota Perak.

"Kamu ingin ke mana.." ucap Nabila menahan tangan Reynaldo.

"Tunggulah di sini aku akan mengatasi hal kecil.., dan yah jangan lupa tutup mobil ini dan kunci..!"

"Tapi mereka ada banyak, kamu akan terluka.." ucap Nabila khawatir.

"Tidak akan, setelah masalah ini selesai kita akan ke Namsan Tower"

"Hati-hati.." ucap Nabila.

Reynaldo keluar, untung saja mobil Bram ada di belakang mereka. Bram dengan cepat keluar dan memberikan senjata kepada Reynaldo.

"Siapa kalian!" teriak Reynaldo.

"Hahaha siapa?? Kamu lupa gara-gara istri bodohmu itu perusahaanku merugi!" ucap pria buncit yang tadi sedang bersama mereka saat kerja sama itu yang ada di ujung dalam mobil.

"Hahahah, Park Bon Yoe ternyata kamu! Kamu lupa berhadapan dengan siapa sepertinya!"

"Banyak bicara! Habisi mereka!!" teriak pria itu kepada seluruh pengawalnya.

Sementara itu Reynaldo dan pengawal sibuk, ada beberapa orang yang mengincar mobil Reynaldo.

Pintu itu memang terkunci rapat. Namun keadaan tidak dapat diprediksi, tiga pria berpakaian hitam mencoba membuka pintu mobil itu dengan sebuah alat dan cairan sehingga dari bagasi belakang mobil, ketiga pria itu masuk. Nabila yang tidak sadar akibat terlalu fokus dengan Reynaldo yang menghajar satu per satu pengawal dengan cepat membekap mulut Nabila dengan sarung tangan yang telah diberi obat bius.

Nabila yang terkejut dengan serangan itu berusaha untuk melawan, namun obat itu bekerja dengan cepat.

Kini Nabila dibawa pergi oleh ketiga pria itu! Dengan cepat membawa Nabila yang tidak sadarkan diri pergi.

Reynaldo yang terkejut saat melihat mobil istrinya dibawa ketiga pria bertopeng tanpa pikir panjang dia menghabisi siapa saja yang menghalangi langkahnya.

"Kunci mobil!" teriak Reynaldo kepada Bram.

Bram yang melihat itu memberikan kunci kepada Reynaldo.

Reynaldo berlari menuju mobil itu, namun siapa sangka pengawal yang sedang berhadapan dengan Bram menembak ban mobil itu.

"Brengsek!!" teriak Reynaldo.

"Bram, habisi! Segera itu susul!" ucap Reynaldo kini ke arah mobil para musuh yang menghadang mereka tadi.

Terlihat jelas wajah Reynaldo sangat marah, bahkan rasa khawatirnya kepada Nabila.

"Aku akan menghabisi kalian jika itu menyangkut wanitaku!!" gumam Reynaldo dalam hati kini membawa pergi mobil Jeep musuhnya.

"Sialan ke mana mereka membawa Nabila!"

Reynaldo membawa mobil dengan kecepatan tinggi, mencari keberadaan mobil yang mereka kendarai tadi.

Di satu tempat Nabila yang tidak sadarkan diri kini dibawa lari oleh pengawal itu. Tangan dan kaki Nabila diikat kuat, sedangkan mulut Nabila ditutup dengan sarung tangan.

Perjalanan sampai dua jam lebih, hingga sampai di salah satu bangunan lama. Meskipun desain sangat lama namun tempat itu cukup terawat.

Nabila diletakkan di sebuah ruangan dimana ruangan itu lengkap dengan ranjang.

Nabila yang tersadar akibat tubuhnya disiram oleh seseorang kini dia mencoba memeriksa sekelilingnya dengan kepala yang masih berdenyut kencang.

"Aku di manaaaa!!" teriak Nabila kepada pengawal-pengawal yang tadi merampoknya menatap Nabila dengan pandangan bernafsu.

"Apa matamu lihat-lihat!! Hahh!"

"Tenanglah cantik kita akan menghabisi waktu malam ini bersama-sama..!" ucap salah satu pengawal.

"Kamu pikir aku gak ada kerjaan! Lepaskan aku bangsat!" pekik Nabila.

"Hahahah.. melepaskanmu setelah menculikmu apa itu ide yang baik??" ucap Park Bon Yoe kepada Nabila sambil memberikan isyarat untuk meninggalkannya dengan Nabila.

"Kamu lagi!! Apa tak ada pria yang tampan itu menculikku? Contohnya member EXO, BTS atau iKON gituu?? Lah yang nyulik masa Ikan buntel.. hahahah" ucap Nabila tertawa.

"Reynaldo!!! Aku jauh-jauh ke Korea bukannya diculik Oppa Song Joong Ki malah diculik Ikan Buntel tua, jelekk bau tanah lagi!!" ucap Nabila dengan pandangan kesal, sambil berusaha tetap tenang dan membuka ikatan tangannya yang diikat kencang oleh perampok tadi.

"Siapa yang kamu katakan ikan buntel!!"

"Kaulah bodohhh! Siapa lagi?? Emang ada lagi orang yang menculikku?? Kalau mau nyulik lihat-lihat wajah dongg, setidaknya ketampanan Anda setara dengan suami saya hahah, kalau seperti suami saya kan lumayan cuci mata.. lahh ini bukan cuci mata malah jadi harus periksa mata.. Lagi-lagi suamiku harus mengeluarkan uang untuk perobatan mataku nanti!!"

"Hahahah kamu terlalu cerewet Sayang.. Lagipula dibanding dengan Reynaldo, aku jauh lebih bisa membuatmu mendesah nikmat nantinya.."

"Tunggu tunggu?? Kamuu ?? Sebelum aku kenikmatan duluan Muntah anjinggg!! Hahah Lihat badanmu memang ada yang bernafsu hahaha!" ucap Nabila terus memancing emosi pria itu agar mengulur waktu.

Bagaimanapun Nabila yakin Reynaldo akan menemukan dia di mana pun dia berada.

"Sialaaann!!" teriak pria itu menggerakkan genggamannya di rahang Nabila.

Nabila berusaha untuk menahan rasa sakitnya.

Nabila bukanlah bodoh, jika dia terlihat lemah maka dia akan mudah untuk semakin disakiti.

"Cuiiihhh!!" Nabila meludahi pria itu.

"Jauhkan wajahmu dari hadapanku bangsat!! Nafasmu bau sekali!! Bertatap denganmu membuat perutku mual anjingg!! Kamu tahu aku sangat sensitif dengan aroma bau bangsatt!!"

"Hahahah, ternyata Reynaldo memiliki istri yang berani sepertimu! Bagaimana kalau kamu menjadi istri ketigaku!!" ucapnya memegang pundak Nabila.

"Sepertinya Anda tidak memiliki kaca atau cermin..! Sudah ku katakan wajahmu saja membuatku setiap hari mimpi buruk! Kamu lihat Suamiku ibarat Taik sama Berlian, kamu tainya suamiku berliannya hahah jauh beda bos!! suamiku memiliki 8 pack perut lah Anda one pack hahahah! Lucu sih kayak squishy tapi bokong suamiku jauh lebih seksi!!" ucap Nabila dengan mode tengilnya.

Kali ini ikatan Nabila mulai melonggar.

"Syukurlah tidak sia-sia ketika di mansion aku mengintip para pengawal latihan, terlebih lagi Reynaldo meminta pengawal memberikanku bekal untuk tetap tenang ketika sedang terancam.." gumam Nabila dalam hati.

"Baiklahh sayang kita akan menikmati malam ini..!" ucap pria itu membawa sebuah wine.

"Sialan gara-garamu aku tidak jadi jalan-jalan mengelilingi Korea! Dan yah aku akan pastikan kamu mati bangsat!!" teriak Nabila.

"Diamlahhh!" teriak Park Bon Yoe menggenggam rahang Nabila dengan kuat, kemudian dia menegakkan wine kepada Nabila. Nabila berusaha menghindari air itu sampai tertelan, namun seusaha apapun air itu tetap masuk ke dalam tenggorokkan.

Untung saja tangannya telah terlepas, dengan cepat Nabila memukul tengkuk pria itu dengan sangat keras menggunakan sikunya.

"Auhhhh!!" pekik Park Bon Yoe.

"Sialann!!" teriak Park Bon Yoe.

Nabila berusaha membuka ikatan kakinya agar dia dengan leluasa untuk melarikan diri.

Namun tubuh Nabila merasa panas sekujur tubuh.

"Sialann! Kamu mencampurkan apa pada minuman itu!!" pekik Nabila menendang pria itu.

"Hanya lima butir obat perangsang.. tenanglah sayang kita akan bersenang-senang malam ini dan kamu akan menari-nari di atas tubuhku...!"

"Ahhh bangsaatt!!!" Reynaldo!!!" teriak Nabila berusaha menahan rangsangan dari obat itu.

Sedangkan pria buncit itu mendekat ke arah Nabila. Pengaruh obat membuat Nabila sulit mengendalikan dirinya.

Sentuhan sekecil apapun dari Park Bon Yoe akan membuatnya semakin lepas kendali.

Nabila dengan sekuat tenaga untuk menahan pengaruh obat itu.

Berusaha menghindari Park Bon Yoe.

"Kemarilah cantik, obat itu akan hilang ketika kita bermain sebentar!!"

Nabila melihat pecahan gelas tadi, dengan cepat dia mengambil pecahan itu. Dia menusuk-nusuk pahanya dengan pecahan itu agar tetap terjaga dari obat itu.

"Reynaldo lekaslah kemari!! Aku sudah tidak tahan..!" gumam Nabila dalam hati.

Satu-satunya cara melukai tubuhnya dan menghindari pria itu.

"Sialan ruangan ini tidak ada jendela, pintu lain apap!!" ujar Nabila dalam hati.

Nabila mulai melemah akibat obat itu membuat tubuhnya panas, bahkan ingin rasanya Nabila membuka kausnya.

Bercak darah terus mengalir dari pahanya dan tangannya, rasa sakit yang dirasakan Nabila membuatnya tersadar meskipun sebenarnya obat itu sangat keras. Meskipun sangat sedikit yang tertelan namun pria itu menuangkan obatnya overdosis.

Saat Nabila mulai melemah, dan pria itu sudah ada di hadapan Nabila.

Tiba-tiba pintu kamar itu didobrak keras. Oleh Reynaldo dan Bram berada di belakangnya.

Nabila dengan sekuat tenaga berlari mendekat ke arah suaminya.

"Reynaldo tolong aku.." ucap Nabila dengan paha dan tangannya berdarah.

"Nabilaaa.." ucap Reynaldo dengan cepat membopong tubuh Nabila.

Nabila yang sudah ada di gendongan Reynaldo membuka kausnya.

"Hei monyet bodoh apa yang kamu lakukan!"

"Aku sudah tidak kuat lagii.." ucap Nabila menciumi ceruk leher Reynaldo.

"Tuan sepertinya nyonya diberikan obat, bawa pergi saja nyonya, aku akan membawa pria ini ke tempat biasa!" ucap Bram yang langsung paham situasi Nabila.

Tanpa pikir panjang Reynaldo mengambil kaus Nabila, menutup tubuh istrinya yang terekspos dengan kaus itu.

"Kamu terluka monyet kecilku!!"

"Reynaldo aku sudah tidak tahan.." ucap Nabila kini mencium bibir Reynaldo.

Reynaldo membalasnya sebentar, dia tahu Nabila dalam keadaan tidak sadar. Dia berlari ke arah mobil.

Meletakkan Nabila di mobil itu, dan memasang seatbelt Nabila. Jika tujuan mereka ke penthouse akan membutuhkan waktu lama.

Reynaldo membawa Nabila ke sebuah hotel.

"Sialan mengapa kamu bisa-bisanya bangun di saat seperti ini Vano Junior!! umpat Reynaldo kepada adik kecilnya yang tak tahu situasi.

Bagaimanapun saat ini Nabila tidak menggunakan baju hanya bagian dadanya saja yang tertutup oleh bra.

Melihat Nabila yang seperti itu, Nabila terus meremas bagian dadanya membuat Reynaldo tidak tahan.

Dalam pikiran Reynaldo hanya bagaimana luka yang dimiliki Nabila segera diobati, takut akan istrinya akan mengalami infeksi akibat tancapan kaca yang dia lakukan untuk menahan pengaruh obat itu.

1
Adin Syarif
ceritanya bagus
Nur Holis
sangat serruu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!