NovelToon NovelToon
Baru Kenal, Sudah Halal

Baru Kenal, Sudah Halal

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta setelah menikah / Nikah Kontrak
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Azrinamanda

ON GOING | UPDATE SETIAP HARI

Hari dimana seharusnya Ayra Rayana bertemu klien pertamanya justru membuat dia terjatuh ke dalam kehidupan klien pertamanya itu. Regana Satya terpaksa menarik Ayra dalam kehidupannya tanpa rencana dan terjadi secara tiba-tiba.

"Bagaimana Pak Rega? Proposal ini apakah sudah sesuai?"

"Sepertinya kamu harus mengganti semuanya" Ucap Rega

"ganti jadi proposal pernikahan sepertinya cocok" Lanjut Rega

"cancel aja pak makasih!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azrinamanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Target

Mereka berdua sudah sampai di kantor ayra. Rega hanya mampir sebentar lalu kembali ke kantornya

"mas lanjut ke kantor ya. Setelah mas selesai sholat jumat mas jemput ya." Ucap rega

ayra mengernyit bingung

"pulang kantor kan jam 3 mas. mau kemana buru-buru jemput?" tanya ayra bingung

"nanti kamu juga tau. sudah ya mas pamit" jawab rega lalu ayra menyalami suaminya

ia kembali ke ruangannya dan yura sudah menunggunya untuk memberikan laporan kepada ayra

beberapa dokumen sudah ada di meja ayra dan ia langsung menandatangani dokumen tersebut.

"seminggu kedepan jadwal aku bagaimana?" tanya ayra yang masih fokus menandatangani dokumen tersebut

yura mengecek tabletnya sebentar

"meeting dengan Maison Corp pada hari rabu. selebihnya kosong" jelas yura kembali memandang ayra

ia berhenti lalu meletakan pulpen itu dengan pelan lalu memijat keningnya.

"Maison Corp?" tanya ayra membeo namun yura hanya mengangguk dan memberikan tablet itu kepada ayra

entah kenapa nama itu terasa tidak asing bagi ayra.

"Project apa?" tanya ayra sambil melihat tabletnya

"Velarium Restorant. Pembuatan ulang interior design. Resto milik keluarga Pak Arda Maison" jelas yura

Deg...

jantungnya perlahan berdegub kencang. Oksigen di ruangannya seakan menipis membuat ayra pusing

nama itu... yang sudah ayra kubur dalam-dalam. Kini kembali bangkit.

'kenapa harus dia?' tanya ayra dalam hati

ayra terdiam termenung. memegang keningnya yg terasa berat. yura yang melihat itu langsung memberikan ayra minum

"batalkan!" Tegas ayra

"kenapa dibatalkan? project ini sangat diuntungkan untuk kita" ujar yura

"batalkan saja! atau serahkan project ini ke perusahaan lain! jangan kita terima project dari Maison Corp" ucap ayra final

yura yang mendengar itu hanya bisa menurutinya. walaupun ayra teman baiknya tetap saja di kantor, ayra atasannya dan dia tetap karyawan yg harus menghormati apapun keputusan ayra.

"baik bu. Apakah ada keperluan untuk minggu depan?" tanya yura

"kosongkan jadwal kita minggu depan. Semua bisa libur minggu depan karna project sebelumnya membuat kalian semua harus begadang untuk menyelesaikannya" jawab ayra dengan lantang

"oya... aku pulang cepat hari ini ya. Jangan lupa semua kerjaan harus sudah selesai hari ini karna minggu depan kalian libur" lanjut ayra

yura hanya mengangguk lalu undur diri dari ruangan ayra.

"pasti kabar ini udah sampai ke mas rega. Aku harus jawab apa kalo di tanya?" pikir ayra sambil memijat keningnya yang masih terasa pusing

setelah beberapa jam berlalu. Rega sudah selesai melaksanakan sholat jumat. Ia bergegas pergi ke kantor ayra untuk menjemput istrinya. Sebelum itu ia mengirim pesan ke istrinya

...Istriku 🤏...

^^^[sayang. mas jalan sekarang ya]^^^

15 menit belum ada jawaban dari ayra membuat rega sedikit khawatir. Ia mempercepat kemudinya dan sampai dalam waktu 25 menit

sampai di kantor. Rega di sambut oleh Yura yang baru saja selesai makan siang

"Pak rega. Bu ayra sedang ada tamu." ucap yura mencegah rega untuk masuk ke ruangan ayra

"Siapa?" tanya rega

"em... itu... dari Maison Corp" jawab yura terbata-bata

"kenapa kamu jawabnya terbata-bata? apa ada yg di sembunyikan?" tanya rega menyelidik

yura yg di tanya seperti itu hanya menundukan kepalanya tidak bisa menjawab pertanyaan dari rega

tanpa basa basi, Rega masuk ke ruangan ayra. Terlihat seorang pria dengan posisi membelakangi pintu dan sedang memegang kening istrinya.

dengan amarah yang sudah meledak. Rega menghampiri pria itu lalu meninjunya dengan sekali hentakan membuat ayra kaget terbelalak dengan perlakuan suaminya yg tiba-tiba.

"MAS!!!" Teriak ayra lalu memisahkan mereka yang sedang beradu

"MAS!!! UDAH CUKUP!! DIA KLI-" ucapan ayra terputus

Bugh...

"AYA!!!" Teriak pria itu

"SAYANG!!" Teriak rega langsung menghampiri ayra yg sudah pingsan karna terkena bogeman dari rega saat memisahkan mereka berdua

"BR*N*S*K!!" Teriak pria itu lalu meninju rega dengan sangat keras hingga tersungkur

Yura yg mendengar kegaduhan langsung masuk ke ruangan ayra. betapa terkejutnya dia melihat ayra pingsan dan kedua pria itu babak belur.

"Ayra!!! ra bangun ra!!" ucap yura sambil menepuk pelan pipi ayra

"Kalian kenapa diam aja!!! panggil ambulan dong!!!" ucap yura meninggi karna panik melihat ayra

Pria itu keluar ruangan meminta bantuan security dan menelpon ambulan

Rega bangkit lalu membopong tubuh ayra dengan keadaan wajah yang babak belur.

"Gak usah! saya aja yang anter istri saya! ini salah saya!" ucap rega lalu berlalu pergi membawa ayra keluar

yura hanya mengikuti dari belakang dan membantu rega untuk memasukan ayra ke dalam mobilnya.

'kenapa bisa begini? ada apa di antara mereka berdua?!' batin yura

hanya ada keheningan di dalam mobil rega. posisi rega sedang menyetir dan ayra di belakang bersama yura

beberapa menit berlalu. mereka sampai rumah sakit. lalu ayra mulai di tangani. wajah ayra terlihat sudah mulai memar membuat rega khawatir dengan keadaannya

"maafin aku sayang! aku ga sengaja!" ucap rega penuh penyesalan menggenggam tangan ayra yang sudah di infus

"pak lebih baik saya aja yg jaga bu ayra disini! wajah bapak juga perlu di obati" bujuk yura karna tidak tega melihat atasannya seperti itu

darah yang awalnya segar sudah mulai mengering di bagian bibir rega. Rasa perih di bibirnya itu sudah hilang dan berganti menjadi perih di hatinya merasakan rasa bersalah yang amat besar untuknya.

"kamu pulang aja! saya mau jaga istri saya! dan satu lgi. Jika bertemu Gio, sampaikan jgn bilang orang tua saya tentang ini!" perintah rega

ia yg mendengar itu hanya mengangguk nurut lalu berlalu pergi dari hadapan mereka berdua.

Yura berjalan menyusuri koridor rumah sakit dan bertemu dengan Gio.

"Ra!! gimana mereka?" tanya gio

"ayra belum sadar. Pak rega masih di sampingnya nunggu ayra bangun" jawab yura dengan lirih

"kenapa bisa begini?! gua ga masalah soal rumor dan gosip yang beredar tentang rega dan arda! Tapi kenapa bisa rega nyerang arda begitu? pasti ada yg ga beres atau salah paham!" celetuk gio dengan menggebu-gebu

yura hanya menggeleng lalu menundukan kepalanya

"pak rega bilang jangan sampaikan kejadian ini ke orang tuanya"

"tanpa gua sampaikan. Mereka udah tau dari rumor yang beredar!" ucap gio

"trus gimana?" tanya yura

"mereka gak akan kesini! masih di perth rumah eyang" jawab gio

yura menghela nafas lega, dengan ini dia tidak perlu menjadi sasaran untuk rega

"kenapa lo?!" tanya gio

"yah lega! gua ga jadi sasarannya pak rega!" jawab yura sambil lompat-lompat

tanpa sadar lantai itu sedikit licin karna ada sedikit lumut yang membuat yura terpeleset namun gio segera menangkap yura

dengan posisi yura hampir terjatuh, Gio memeluk pinggang yura untuk menahan agar tidak terjatuh

deg....

mereka bertatapan dengan posisi seperti itu. Pipi yura bersemu dan setelah sadar, Gio melepaskan pelukannya dari pinggang yura dan ia terjatuh duduk membuat yura mengaduh kesakitan memegang tulang ekornya

"awhh... sakit..." rintih yura

Gio yg melihat itu mengulurkan tangannya membantu yura namun tatapannya ke arah lain

Yura yang melihat itu tidak menerima uluran gio dan berdiri sendiri

"dasar br*n*s*k!!" omel yura lalu pergi dari hadapan gio

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!