NovelToon NovelToon
Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:81.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Tasya tidak pernah memilih takdirnya. Dijual oleh keluarga pamannya demi menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut, ia melarikan diri dari sebuah kamar hotel mewah, tanpa tahu bahwa pria asing yang ia tinggalkan malam itu adalah Alex Roman Vasillo, pewaris keluarga mafia paling berkuasa di Jerman.

Tujuh tahun berlalu, setelah dia melarikan diri dari Berlin menuju Indonesia, tanah kelahiran Kakeknya.

Tasya hidup tenang di Indonesia bersama dua anak kembarnya, Kenzo dan Kenzi, yang tak pernah tahu siapa ayah mereka sebenarnya.

Sampai suatu hari, di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta yang berada di bawah naungan keluarga Vasillo, seorang bocah enam tahun dengan percaya diri memanggil seorang pria berjas mahal, pria itu Alex Roman Vasillo.

“Daddy!”

"Hah?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 4

Tujuh tahun telah berlalu.

Waktu tidak pernah benar-benar menghapus luka, tetapi ia mengajarkan cara untuk bertahan hidup.

Di sebuah kota tenang di Indonesia, Tasya menjalani hidup yang jauh berbeda dari masa lalunya di Berlin. Dia tinggal bersama kakeknya, satu-satunya keluarga yang benar-benar menerimanya tanpa syarat.

Rumah itu sederhana, tidak besar. Tidak mewah namun hangat. Dan di rumah itulah, dua kehidupan kecil tumbuh.

Dua anak lelaki kembar, Kenzo dan Kenzi. Mereka adalah rahasia terbesar Tasya. Rahasia yang ia lindungi mati-matian selama tujuh tahun terakhir.

Kenzo lahir lebih dulu beberapa menit, dengan tangisan keras seolah menantang dunia. Sedangkan Kenzi lahir lebih tenang dan sedikit pendiam, tetapi matanya terbuka lebar, seakan mengamati segalanya sejak hari pertama.

Kini, di usia enam tahun, keduanya tumbuh jauh melampaui anak seusia mereka.

Kenzo memiliki kemampuan berbicara yang luar biasa. Ia mampu merangkai kalimat dengan rapi, penuh perhitungan. Cara ia menatap lawan bicara, cara ia menyusun argumen, bahkan caranya tersenyum tipis ketika berhasil meyakinkan seseorang, terlalu matang untuk bocah seusianya. Banyak orang dewasa kalah saat berdebat dengannya.

Sementara itu, Kenzi berbeda.

Ia lebih pendiam, lebih banyak mengamati daripada berbicara. Namun, di balik sikap tenangnya, otaknya bekerja tanpa henti.

Di usia enam tahun, ia sudah mampu membobol sistem keamanan sederhana, hanya dengan laptop tua milik kakeknya. Bukan untuk hal jahat, hanya karena rasa ingin tahu. Ia mempelajari pola, sistem dan beberapa kode.

Tasya sering kali terdiam memandangi kedua anaknya saat mereka tertidur. Wajah mereka terlalu mirip seseorang yang berusaha ia lupakan, padahal malam itu jelas dia tak bisa melihat dengan jelas wajah pria itu.

Garis rahang yang tegas pada Kenzo. Tatapan tajam Kenzi ketika serius. Setiap hari, pertanyaan yang sama selalu muncul.

“Mommy…”

“Di mana Daddy?”

Kenzo biasanya bertanya dengan nada lugas. Kenzi hanya menatap, tetapi pertanyaan itu jelas ada di matanya.

Tasya selalu terdiam, dia tidak pernah tahu harus menjawab apa. Bagaimana mungkin ia menjelaskan bahwa ayah mereka adalah pria asing yang bahkan tidak ia kenal namanya. Bahwa malam kelam itu adalah awal dari keberadaan mereka. Namun, di antara rasa sakit itu, ada satu hal yang tidak pernah ia sesali.

Anak-anaknya, mereka bukan kesalahan. Mereka adalah alasan ia bertahan.

Suatu sore, Kenzo berdiri di depan Tasya dengan tangan di pinggang.

“Kalau Daddy orang hebat,” katanya serius, “aku pasti mewarisi sesuatu darinya.”

Kenzi yang duduk di lantai tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptopnya menambahkan pelan,

“Dan dia pasti sedang mencari kita.” Ucapan itu membuat jantung Tasya berdegup tak wajar.

Ia tersenyum tipis, menenangkan diri.

“Daddy kalian…” suaranya lembut, “bukan bagian dari hidup kita, sayang.”

Jika suatu hari pria itu mengetahui keberadaan dua anak jenius dengan darahnya yang mengalir di tubuh mereka, dunia yang ia bangun dengan susah payah ini akan runtuh dalam sekejap.

Keesokan paginya.

Sinar matahari masuk melalui jendela ruang tamu sederhana itu, menerangi wajah Tasya yang tengah berdiri di depan kedua anaknya.

“Hari ini Mommy ada interview pekerjaan baru,” ucapnya lembut sambil merapikan rambut Kenzo.

“Doakan Mommy berhasil, ya.”

Kenzo langsung mengangguk penuh percaya diri.

“Kalau yang interview pintar, pasti Mommy diterima.”

Kenzi yang duduk diam di sofa hanya mengangkat wajahnya sebentar.

“Aku sudah cek profil perusahaan itu semalam. Sistem keamanan mereka lemah. Mereka butuh Mommy.”

Tasya terkekeh pelan, meski dalam hatinya ada rasa perih yang tak pernah benar-benar hilang. Ia adalah lulusan terbaik jurusan IT di Berlin. Otaknya tajam, logikanya kuat, kemampuannya jauh di atas rata-rata mahasiswa lain. Namun, semua nilainya dirampas oleh Merlin, anak paman dan bibinya, mereka menggunakan koneksi dan uang untuk mengambil hasil kerja keras Tasya. Nama di ijazah itu bukan lagi miliknya.

Di Indonesia, ia harus memulai dari nol. Tanpa ijazah asli, tanpa riwayat akademik yang bisa diverifikasi. Ia sempat bekerja serabutan, memperbaiki sistem kecil, membuat program sederhana, bahkan menjadi teknisi freelance dengan bayaran yang tak seberapa.

Hingga akhirnya, kakeknya mengambil keputusan nekat. Dengan bantuan kenalan lamanya, ia mengurus ijazah pengganti. Namun, kemampuan Tasya bukanlah kebohongan. Ia mampu mempertanggungjawabkan setiap angka, setiap proyek, setiap kode yang ia tulis. Otaknya memang selalu luar biasa dan bahkan sejak kecil.

Kini, kesempatan baru itu datang.

Sebuah perusahaan teknologi lokal membuka lowongan untuk posisi analis sistem keamanan dan Tasya tahu, ia mampu.

Ia menoleh ke arah kursi kayu di sudut ruangan. Kakeknya duduk di sana, tubuhnya semakin kurus dibanding tahun-tahun sebelumnya. Rambutnya memutih seluruhnya, napasnya sering tersengal, dan langkahnya tak lagi kuat. Namun, sorot matanya masih hangat.

“Kamu pasti bisa, Tasya,” ucap pria berusia tujuh puluh tahun itu pelan. Tasya berlutut sebentar di hadapannya, menggenggam tangan keriput itu.

“Doakan aku, Kek.”

“Selama kamu jujur dengan kemampuanmu, dunia akan membuka jalan.”

Tasya tersenyum, meski ia tahu dunia tak pernah benar-benar adil padanya.

Di dapur, Bi Mirna, pelayan setia yang telah membantu keluarga itu selama bertahun-tahun, keluar sambil membawa segelas air hangat untuk sang kakek.

“Tenang saja, Non. Anak-anak akan Bi Mirna jaga.”

Tasya mengangguk penuh rasa terima kasih.

Di sisi lain kota, deru mesin pesawat pribadi memecah langit siang yang cerah. Roda besi itu menyentuh landasan dengan mulus.

Sebuah jet hitam eksklusif berhenti perlahan di area khusus bandara internasional. Tak lama, barisan pria berjas hitam telah berdiri rapi di bawah tangga pesawat. Tubuh mereka tegap. Wajah datar dan tatapan waspada.

Begitu pintu pesawat terbuka, satu sosok muncul di ambang pintu.

Kacamata hitam menutupi sorot matanya. Rahangnya tegas, nyaris tanpa ekspresi. Tubuhnya tinggi dan kekar, dibalut setelan jas hitam mahal yang jatuh sempurna di bahunya.

Tujuh tahun telah berlalu. Namun, waktu tidak mengikis kekuatan pria itu dan kini justru mempertajamnya.

Alex Roman Vasillo. Pewaris tunggal keluarga mafia paling ditakuti di Jerman. Ia berdiri sejenak di puncak tangga, menatap kota di hadapannya, Indonesia. Negara yang kini menjadi target ekspansi bisnisnya. Dan tanpa seorang pun tahu, negara yang juga menyimpan rahasia terbesar dalam hidupnya.

Selama tujuh tahun terakhir, satu malam itu tak pernah benar-benar hilang dari ingatannya. Wajah yang tak jelas, mata yang kabur dalam pengaruh obat.

Tangisan yang samar, dia tak pernah lagi membiarkan wanita mana pun menyentuhnya sejak malam itu. Bukan karena rasa cinta, bukan karena penyesalan. Melainkan karena sesuatu yang tak bisa ia jelaskan.

Alex, mulai menuruni anak tangga satu per satu. Sepatu kulit hitamnya menyentuh setiap pijakan dengan langkah tenang namun penuh wibawa. Begitu tiba di bawah, para pria berjas hitam itu membungkuk hormat.

Mario segera mendekat.

“Mobil jemputan sudah tiba, Tuan.”

Alex hanya mengangguk singkat.

“Rumah sakit sudah siap?” tanyanya dingin.

“Sudah, Tuan. Direksi utama menunggu kedatangan Anda.”

"Kita akan ke kantor dulu?"

"Baik, Tuan. Kita bisa menunda pertemuan di rumah sakit, dan memulai meeting di perusahan lebih dulu,"

Alex hanya mengangguk saja tanpa mengatakan apapun lagi.

Ekspansi bisnis keluarga Vasillo di Asia dimulai dari sektor medis, berkedok yang bersih untuk aliran dana yang tidak selalu bersih. Alex berjalan menuju mobil hitam panjang yang telah menunggu. Pintu dibukakan untuknya. Sebelum masuk, ia melepas kacamata hitamnya sesaat, lalu menatap di sekeliling dengan tatapan penuh kewaspadaan.

1
ken darsihk
Wooowww Kenzo 👍👍👍
merry
berati Alex msh impoten donk 😄😄😄 di ancam ank kcil sm anky sndri lgg
merry
siapa ya dsrh plg🤔🤔
Teh Euis Tea
alex, anak km jenius lex keturunan tasya dan km menjadikan anak itu super jenius
Joey Joey
kamu tidak akan tau , dia tau dari iPad mu sendiri😲🤪🤭🤣
ken darsihk
Siapa yng bi Mirna hubungi yak atas perintah kakek Rocki
Aseli penasaran 👍👍👍
Joey Joey
naseb mu aja gak mujur , jgan sampai melukainya🤣🤣🤣
Joey Joey
astaga
Dini Anggraini
alex kenzo itu persis seperti kamu versi mini punya pandangan tajam terhadap sesuatu yang mengancam sedangkan kenzi persis tasya ceria gampang luluh sama orang. 😍😍
Esther
Kamu cari kemanapun tidak akan ketemu Alex, karena Kenzo sangat jenius
Nyonya Gunawan
Ayooo kenzo bkin si Alex g' bisa berbuat apa",,
Ace🌷
aish kamu cari sampe ke pelosok pun tak akan ketemu, Alex karena dia memang ditakdirkan jenius 🤭🤭
Uviek Ku: Lebih cocok ROMAN PICISAN kak🤣🤭
total 3 replies
Esther
Siapa yg diminta kembali sama kakek Rockhi ?
kalau itu pamannya Tasya, bisa jadi Tasya malah dalam bahaya
Teh Euis Tea
makin penasaran ini, siapa lg yg di hubungi tuan rocksi?
ga mungkin putranya kan putranya arlad udah meninggal
Oma Gavin
keren cerita nya penuh intrik dan dendam asli nya pasti cuma salah paham ada mafia lain yg memanfaatkan persahabatan mereka supaya saling bunuh, jgn harap alex bisa memilih hati tasya dan kenzo
Nelly M
Salah paham gak sih
Nyonya Gunawan
Tuan Rokhi ceritakan pda tasya apa yg trjdi di masa lalu biar kn tasya yg menilai sendri,,siapa tau dgan bantuan kenzo yg mnjdi rahasia di masa lalu bisa terbuka
tia
kenzo cemburu 😁😁
Ariany Sudjana
Tasya kamu jangan bodoh, cari tahu kebenarannya, kakek kamu menyimpan rahasia masa lalu, supaya kamu tidak menyesal jika kamu memisahkan si kembar dari papa kandungnya
ken darsihk
Anak kembar yng berbeda pola fikir nya tapi tetap 💪💪 untuk momy Tasya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!