NovelToon NovelToon
MASIH MENCINTAIMU

MASIH MENCINTAIMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Keluarga / Cintapertama
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Ethan dan Dira berpisah karena salah paham. Semuanya di mulai dari Kara, keponakan kesayangannya jatuh ke jurang. Belum lagi saat ia melihat Dira dan Jeremy bercumbu dalam keadaan telanjang. Hubungan keduanya hancur

6 tahun kemudian mereka dipertemukan kembali. Dira kebetulan bekerja sebagai asisten dari adik Damian bernama Zora. Ethan masih membencinya.

Tapi, bagaimana kalau Dira punya anak dan anak itu adalah anak kandungnya? Bagaimana kalau Dira merahasiakan sesuatu yang membuat Ethan merasa bersalah dan benar-benar hancur? Akankah Ethan berhasil mengejar cinta Dira lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mantan kekasih

Napas Ethan masih memburu. Dadanya naik turun cepat, sementara darah di buku-buku jarinya bercampur dengan air kolam yang belum sepenuhnya kering. Sorot matanya yang tadi liar perlahan mulai kembali fokus, tertuju hanya pada Dira yang memeluknya erat dari belakang.

Dira bisa merasakan getaran tubuh pria itu. Bukan karena dingin. Tapi karena amarah yang nyaris tak terkendali. Dia tahu mereka sudah tidak ada hubungan lagi, tapi Ethan tadi membelanya dari orang-orang itu. Itu jelas, nyata. Dira jelas tahu Ethan kalau sudah semarah itu akan berubah seperti orang lain, jadi dia dengan sisa tenaganya mencoba menghentikan pria itu.

Dan masih berhasil. Setidaknya ia masih menjadi salah satu orang yang dapat menghentikan Ethan saat pria itu kalap. Ia memohon pada Tuhan, malam ini saja, malam ini saja ijinkan hati Ethan sedikit melunak. Walau mungkin masih ada rasa benci padanya.

"Ethan…" panggilnya lagi, lebih lembut. Jemarinya yang masih gemetar menyentuh sisi wajah pria itu.

"Sudah. Sudah, aku baik-baik saja."

Kalimat itu seperti jangkar yang menarik Ethan kembali ke kenyataan. Ia menutup mata sesaat, mengatur napas. Tangannya yang semula mengepal perlahan mengendur.

Arsen dan Bima akhirnya bisa menarik tubuh Ethan sedikit menjauh dari pria yang sudah tak berdaya itu. Salah satu bawahan Bima yang bekerja di klinik pria itu segera memanggil ambulans dan keamanan.

Suasana pesta yang tadi mewah kini berubah menjadi kacau dan penuh bisik-bisik. Banyak yang ketakutan pada Ethan, ada juga yang berbisik kalau ia ingat sosok Ethan. Pria itu adalah kepala mafia. Ucapan pelan itu langsung membuat teman-temannya ketakutan, takut berurusan dengan seorrang laki-laki kejam seperti Ethan.

Zora berlari mendekati Dira.

"Dira, kamu nggak apa-apa kan?"

Dira tersenyum lemah.

"Maaf…" ucapnya. Ia merasa bersalah. Merasa dialah penyebab pesta ulang tahun Bima kacau. Padahal Bima tidak mempermasalahkannya sama sekali.

Ethan berdiri perlahan. Tatapannya kembali dingin, tapi kali ini bukan dingin karena amarah membabi buta. Melainkan dingin yang penuh peringatan. Ia menyapu ruangan dengan mata tajamnya. Semua orang yang tadi berbisik-bisik kini menunduk takut.

Terutama ketiga perempuan glamour itu, mereka tampak pucat. Salah satunya masih basah kuyup di kolam, dibantu naik oleh staf. Riasannya luntur, gaunnya berantakan. Tidak ada lagi senyum merendahkan di wajah mereka. Mereka sama sekali tidak menyangka akan berakhir seperti ini.

Mereka mundur ketakutan ketika Ethan maju mendekat.

"Masih tidak mau minta maaf?" raut wajahnya tajam penuh intimidasi.

Ketiga wanita itu langsung maju mendekat ke Dira dan membungkuk berkali-kali, meminta maaf.

"Maafkan kami, kami salah. Maaf, kami tidak akan melakukan itu lagi." ucap mereka sambil menangis. Dira hanya diam, tapi menerima maaf mereka. Dia tidak sekejam Ethan.

"Kalau aku dengar satu kata buruk tentangnya keluar dari mulut kalian lagi, percayalah ... Mayat kalian akan tergantung di depan rumah kalian."

"Ethan," Arsen memberi peringatan tajam. Zora sampai bergidik ngeri. Di matanya justru Ethan yang lebih mengerikan dari kakaknya Damian. Apa karena kakaknya selalu bersikap manis dan tersenyum padanya? Entahlah?

Yang namanya mafia memang semuanya sadis-sadis.

"Pesta selesai, maaf. Harap semuanya bubar!" Teriak Bima kuat.

Bukan kecewa. Dia memang tidak pernah menyukai pesta seperti ini. Kalau bukan karena staf-nya yang memaksa, tidak akan ada pesta. Tamu-tamu mulai bubar, tersisa Ethan, Dira, Zora, Arsen, Bima dan beberapa pelayan Bima yang mulai membersihkan tempat itu.

Ethan dan Dira saling menatap lama, pria itu tidak mendekat, hanya menatap dari jauh. Tidak berniat bicara atau menanyakan kondisi wanita itu. Rasa gengsinya kembali bangkit memenuhi dirinya. Dira juga sudah berpura-pura lagi. Arsen dan Zora tahu jelas ada sesuatu di antara keduanya, tapi melihat sikap mereka, Zora langsung tahu kalau dia tidak boleh bicara dulu. Arsen juga.

"Tanganmu terluka, ayo, aku obati." Bima angkat suara untuk memecah keheningan. Sementara Dira segera membawa Zora ke dalam rumah, untuk berganti pakaian kering.

"Ayo, ke dalam. Kamu masih basah. Kalau nggak cepat-cepat di ganti bisa flu." Zora menarik tangan Dira ke dalam. Ethan terus menatap wanita itu sampai benar-benar menghilang dari pandangan matanya.

"Kau akan berdiri di situ sampai kapan?" Bima bicara lagi.

Ethan duduk di kursi. Pandangannya terus menatap ke dalam rumah Bima. Ia pun duduk tanpa menjawab. Siku bertumpu di lutut, kedua tangannya saling menggenggam. Darah yang mengering di buku-buku jarinya terasa perih, tapi yang jauh lebih tidak nyaman adalah perasaan di dadanya.

Bima berjongkok di depannya, membuka kotak P3K.

"Kau hampir membunuh orang tadi."

"Dia masih hidup." jawaban Ethan datar.

"Bukan itu maksudku." Bima menghela napas.

"Kau kehilangan kendali."

Ethan terdiam. Tatapannya tetap tertuju pada pintu rumah yang tertutup. Seolah berharap Dira muncul lagi dari sana. Pelukan tadi masih membekas. Pelukan menenangkan yang selalu ia rindukan. Ia tidak mengelak.

"Aku tidak kehilangan kendali," gumamnya pelan.

"Aku hanya… marah."

"Karena dia dihina?" tanya Bima tajam.

Tidak ada jawaban.

Bima mulai membersihkan luka di tangan Ethan. Alkohol menyentuh kulitnya yang sobek. Perihnya tajam, tapi Ethan bahkan tidak berkedip.

"Kau bukan baru mengenalnya tadi kan?" kali ini Arsen yang bertanya. Dia tidak pernah kepo sebelumnya, kecuali kepo pada Zora. Tapi malam ini, ia sungguh penasaran dengan hubungan Ethan dan wanita itu.

"Dia mantan kekasihku."

Ucapan Ethan sukses membuat Bima dan Arsen saling bertukar pandang.

"Ah, pantas kau berbeda hanya padanya." kata Bima, baru paham sekarang.

"Kau pasti masih sangat mencintainya."

"Tidak," elak Ethan.

Bima langsung tertawa. Tidak keras, tapi cukup terdengar meledeknya.

"Tidak? Tidak tapi kau bereaksi seperti orang gila saat ada yang menghinanya. Kalau dia tidak menenangkanmu, nyawa laki-laki itu tidak tertolong lagi. Si kepala polisi ini bahkan tidak bisa menghentikanmu." Bima menunjuk adiknya yang langsung memberikannya tatapan maut.

Ethan terdiam, tidak bicara lagi. Tak lama kemudian, Dira keluar bersama Zora. Mengenakan pakaian biasa. Pakaian sederhana seperti yang biasa ia kenakan, jeans dan kaos.

Langkah Dira pelan saat keluar dari dalam rumah. Rambutnya sudah setengah kering, wajahnya bersih tanpa riasan. Sederhana. Sangat berbeda dari para tamu glamor tadi malam. Namun justru itu yang membuat mata Ethan tak bisa berpaling.

Zora berhenti di samping Arsen, membiarkan Dira melangkah sedikit lebih maju. Ada jarak beberapa meter antara dia dan Ethan. Jarak yang terasa jauh lebih lebar dari sekadar halaman rumah.

Ethan berdiri.

Hanya satu gerakan itu saja sudah membuat suasana kembali tegang. Tapi Ethan tidak mendekati Dira. Dia hanya menatap Arsen, Bima dan Zora bergantian.

"Aku pulang dulu." pria itu langsung berjalan pergi tanpa berbalik sedikit saja.

Zora tercengang.

1
Chusnul Chotimah
pasti nyesek x di posisi Dira saat ini,,bnyk yg hrs difikirkan.
@Tie
brasa hbs manis sepah dibuang sm ank sendiri
arel dasyar bocil tau papanya bnyk duit milih papa yaa gk inget sm yg gendong nyuapin pas bayik
Citra Mekar sari
kenapa Dira terus yg disalahkan, kenapa Ethan egois sekali, bikin Dira kenapa gitu kak supa Ethan nyesel dan berdamai sama masa lalu
Cristella Tella
yg pling mnderita sebenarnya dira... wlaupun dlu dia memang slah... kyaknya dira hrus ngalami koma dlu... bru ethan dn arel tau... bertapa berharganya dira
bee isabella
yaaa allah... lama lama gemes juga sama Ethan.jika selalu ingat masa lalu ya gak bisa maju...dira memang bersalah..sebagai suaminya kau harus mengarahkan nya..... kerjaan nya kok erosi mulu... intropeksi diri itu penting... jangan mementingkan ego masing-masing.... lama lama ku cubit juga kau Ethan 🤭🤭🤭🙏
Sulastri Lastri
ksian Dira Ethan sok suci
Maharani Rani
lsnjutt😭😭😭
Wirdan Khasbi
ini gk adil buat dira thoooor😏
za za
semangat aoutor
za za
buat ethan menyesal..kasian dura
Siti Maryam
kenapa Arel bisa cepet bilang sprti itu ke mamanya padahal semenjak pisah dri Ethan Dira sdh bnyak menderita, luntang lantung cari nafkah & pekerjaan sana sini demi biaya hidup Arel & adiknya, tanpa uang sepersenpun dri Ethan, Dira mulai bngkit semenjak bersama Zora kehidupannya, kalau bukan bareng Zora kehidupannya Dira psti serba kekurangan karena gaji yg diberikan ke Dira terbilang besar & skrng stlh ada masalah antara Ethan & Dira arel seenaknya bicara gitu, apa seorang anak dgn mudahnya merendahkan sosok ibu, q kecewa dgn karakter Arel di sini Thor karena figura Arel sprti dgn mudahnya berpaling & tanpa melihat masa lalu, iya sekarang kehidupannya serba berkecukupan, kalau dlu apa gk mikir seorang ibu yg pagi-malam binggung mencari nafkah, blm lagi saat Dira kebinggungan mencari uang untuk biaya rumah sakit bersamaan dgn biaya sekolah & gaji pengasuhnya Arel, smpai gk mikirin kesehatannya sendiri, tolong lah Thor jgn setiap masalah Dira terus yg dipojokan, dri awal figura Ethan ini serasa paling bener terus
Sri Aminah
😶🤐
Meyta Dehaa
sinetron indosiar
Melly
othor nya keren, bisa menepat kan perasaan tiap peran sebagai Ethan, Dira dan Arel good job Thor👏👏
sum mia
kapan Ethan bener-bener sadar dan mau menerima Dira sepenuhnya .
aku yakin kali ini Dira hamil lagi . dan semoga Ethan mau berlapang dada menerima Dira tanpa mengungkit masa lalu .
dan Arel bisa berdamai dengan ibunya .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
sum mia
ikut sakiiiitttt.... dari awal Dira selalu berjuang sendiri , dari dia hamil tanpa pendamping harus mengalami mual muntah sendiri , melahirkan dan sakit sendiri , dan membesarkan Arel sendiri . kenapa semua itu tidak di ingat.... seolah Dira yang penuh kesalahan dan Ethan bak malaikat yang melindungi putranya . kenapa Arel gak ingat itu , juga Ethan kenapa melupakan itu.....

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
Ratna Komala
seba slh Han jd nya hidup Dira......kl SDH berumah tangga itu ya hrs terbuka dan jujur apalagi SDH ada kesalahpahaman di masa lalu...ayo Dira dan Ethan jd lah suami istri yg sll bijak,dewasa demi sang buah hati
ari sachio
klo msh menghakimi dg mengungkit trs kesalahan dira yg lalu lbh bk udahan aj ethan.kasihan dirany.jgn egois.mintay dimengerti mulu.slalu merasa benar d yg plg tersakiti.klo jijik jgn kau pungut lg tp klo mo bersama lg ikhlasin ms lalu berdamailah . dgn km begitu msh egois d sikap arel yg sdh berubah ma dira it justru menambah beban mental dira lg ethan.dia g bkl kuat lg
ari sachio
sejatiy pd suatu hubungan jika msh ad byang2 msalalu yg trs diungkit aplg bila itu hal yg sdh menorehkan luka maka lebih baik diakhiri saja wlpn cinta it msh ad.hubugn yg bermasalàh g bakl bs bikin bahagia.yg ad diralah yg bakln mentaly terganggu d tak kuat dg semuany.klo bundir d lgsng metong sih lbh baik tp klo sakity tak pernah berujung kasihan.
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
kok aq yang sakit hati ya dira di giniin sama ethan dan arel, gimana dira mau jujur klo ethan suka marah marah trs
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!