NovelToon NovelToon
Lima Sekawan Ginza

Lima Sekawan Ginza

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bulan Separuh

"Dunia ini memang nggak adil, Hana. Tapi, malam ini kita yang akan membajak mesinnya."

Kalimat dingin Kaito Fujiwara memecah kesunyian di atap sekolah. Tokyo tahun 2026 telah menjadi penjara bagi mereka yang kalah dalam undian kelahiran. Hana Tanaka, siswi pintar yang menyembunyikan kemiskinannya, harus menghadapi kenyataan pahit saat dana beasiswanya dicuri untuk kampanye politik kotor. Bersama Akane si aktivis digital, Ren sang mantan atlet yang cacat, Yuki si peretas jenius, dan Kaito sang putra politisi yang pemberontak, mereka membentuk aliansi rahasia.

Dari gang gelap Shinjuku hingga pembajakan layar raksasa di persimpangan Shibuya, lima remaja ini mempertaruhkan nyawa untuk meruntuhkan sistem yang bobrok. Di dunia yang diyakini bahwa nasib orang ditentukan sejak lahir, mampukah mereka memutar balik roda takdir? Ataukah mereka hanya akan menjadi tumbal berikutnya dari keserakahan para penguasa? Persahabatan ini adalah satu-satunya senjata mereka dalam melawan ‘gelapnya kota’.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bulan Separuh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8. Reaksi Sang Penguasa

Layar televisi di seluruh penjuru Tokyo masih menampilkan wajah Hana Tanaka yang penuh dengan luka memar. Siaran langsung yang dilakukan Yuki Nakamura telah berhasil merobek topeng kesempurnaan sistem pendidikan Jepang. Di persimpangan Shibuya, ribuan orang berdiri diam sambil menatap layar raksasa yang membeku pada gambar dokumen korupsi. Suara klakson mobil tidak terdengar lagi karena semua pengemudi terpaku pada gawai mereka masing-masing.

Kota yang biasanya sangat sibuk ini mendadak menjadi sangat hening seperti sebuah pemakaman yang megah. Namun keheningan tersebut menyimpan kemarahan yang sangat besar dan juga sangat nyata. Masyarakat mulai menyadari bahwa masa depan anak-anak mereka telah dicuri oleh sekelompok orang berbaju rapi. Gacha kehidupan ternyata tak sekadar nasib buruk yang harus diterima secara pasrah oleh rakyat kecil.

Di kantor kementerian yang sangat mewah, Haruo Fujiwara berdiri di depan jendela kaca yang sangat besar. Ayah Kaito itu menatap pemandangan kota dengan tangan yang terkepal sangat kuat di belakang punggungnya. Wajahnya terlihat sangat merah karena amarah yang sedang memuncak hingga ke ubun-ubun kepala. Dia baru saja menerima puluhan panggilan telepon dari rekan politiknya yang merasa sangat panik.

Karier yang dia bangun selama tiga puluh tahun kini berada di ambang kehancuran yang sangat memalukan. Haruo tidak menyangka bahwa putranya sendiri akan menjadi duri di dalam daging bagi ambisi besarnya. Dia merasa sangat dikhianati oleh darah dagingnya sendiri yang selama ini dia manjakan dengan segala kemewahan.

"Cari mereka sekarang juga dan bungkam mulut mereka selamanya," perintah Haruo kepada kepala keamanan pribadinya.

Suara Haruo terdengar sangat berat dan juga sangat penuh dengan ancaman yang mematikan. Dia tidak lagi peduli dengan prosedur hukum yang berlaku di negara ini sekarang. Baginya, kelima remaja itu adalah parasit yang harus segera dimusnahkan sebelum infeksi kebenaran menyebar lebih jauh. Kepala keamanan tersebut hanya mengangguk pelan dan segera keluar dari ruangan kantor yang sangat dingin itu.

Haruo mengambil sebotol minuman keras dari atas mejanya dan meminumnya hingga habis dalam sekali teguk. Dia harus segera merancang narasi baru untuk membalikkan keadaan di mata publik yang sedang membara. Dia akan menuduh kelima remaja itu sebagai teroris digital yang ingin menghancurkan stabilitas ekonomi nasional.

Di apartemen tua di Saitama, suasana terasa sangat mencekam dan juga sangat penuh dengan kekhawatiran. Yuki Nakamura terus memantau pergerakan data di internet dengan jari yang bergerak sangat lincah di atas papan ketik. Dia menemukan bahwa pemerintah mulai melakukan pemblokiran massal terhadap situs-situs yang membagikan video Hana.

Polisi siber mulai melacak alamat protokol internet yang digunakan Yuki untuk melakukan siaran langsung tadi pagi. Yuki menyadari bahwa enkripsi yang dia buat tidak akan bertahan selamanya menghadapi kekuatan server milik negara. Mereka harus segera pindah ke lokasi lain sebelum unit taktis kepolisian mengepung gedung apartemen kumuh ini.

Akane Sato sedang sibuk mengemasi sisa makanan dan juga botol air mineral ke dalam tasnya. Dia melihat ke arah jendela dan melihat beberapa mobil hitam tanpa pelat nomor mulai melintas di jalan depan. Mobil-mobil itu bergerak dengan sangat pelan seolah sedang mencari sesuatu di antara bangunan tua yang ada di sana.

Akane segera memberikan isyarat kepada Ren Ishida untuk bersiap-siap melakukan pelarian darurat sekarang juga. Ren segera mengambil tas berisi peralatan elektronik dan membawanya menuju pintu keluar apartemen yang sangat sempit. Hana Tanaka membantu ibunya untuk berdiri dan mengenakan jaket tebal agar tidak kedinginan di luar nanti.

"Kita tidak punya banyak waktu lagi sebelum mereka menutup semua akses jalan keluar," ujar Yuki dengan nada yang sangat serius.

Yuki segera menutup laptopnya dan memasukkannya ke dalam tas anti air yang sangat kuat. Mereka semua keluar dari apartemen melalui tangga belakang yang sangat gelap dan juga berbau sangat tidak sedap. Ren memimpin di depan sambil memegang sebuah pemukul besi yang dia temukan di gudang apartemen tadi.

Mereka harus bergerak dengan sangat hati-hati agar tidak terlihat oleh kamera pengawas yang mungkin ada di sudut jalan. Hana merasakan jantungnya berdetak sangat keras hingga dia bisa mendengar suaranya sendiri di dalam telinga. Dia merasa seperti seekor tikus kecil yang sedang diburu oleh sekawanan serigala lapar di tengah hutan beton.

Sementara itu di stasiun televisi nasional, juru bicara pemerintah mulai memberikan pernyataan resmi kepada publik. Dia mengatakan bahwa data yang disebarkan oleh kelompok Hana adalah data palsu yang telah dimanipulasi secara digital. Pemerintah menuduh adanya keterlibatan pihak asing yang ingin mengacaukan sistem pendidikan di negara Jepang yang damai.

Juru bicara tersebut menunjukkan beberapa foto palsu yang menggambarkan Hana dan teman-temannya sedang merencanakan aksi sabotase. Masyarakat mulai merasa kebingungan karena informasi yang mereka terima menjadi sangat simpang siur dan juga sangat kontradiktif. Ini adalah teknik lama yang digunakan oleh para penguasa untuk menciptakan keraguan di dalam pikiran rakyat jelata.

Hana melihat berita tersebut melalui layar ponsel milik Akane saat mereka sedang berada di dalam mobil Ren. Dia merasa sangat sedih melihat wajahnya dituduh sebagai penjahat negara yang sangat berbahaya bagi masyarakat. Padahal dia hanya ingin memperjuangkan hak-hak siswa miskin yang selama ini selalu diabaikan oleh pihak yayasan sekolah. Kaito

Fujiwara yang duduk di samping Hana hanya bisa menundukkan kepalanya dengan perasaan malu yang sangat dalam. Dia tahu bahwa ayahnya adalah otak di balik semua kebohongan yang sedang disiarkan di televisi sekarang. Kaito merasa sangat benci pada dirinya sendiri karena memiliki hubungan darah dengan orang yang sangat kejam itu.

"Ayahku akan melakukan apa saja untuk melindungi citranya di depan publik," bisik Kaito dengan suara yang sangat parau.

Kaito menjelaskan bahwa ayahnya memiliki jaringan luas di media massa dan juga di kalangan penegak hukum yang sangat tinggi. Mereka tidak akan pernah bisa menang jika hanya mengandalkan kebenaran data digital semata di pengadilan nanti. Mereka membutuhkan dukungan massa yang nyata dan juga aksi langsung di lapangan untuk menekan pihak pemerintah pusat.

Akane menyetujui pendapat Kaito dan mulai menghubungi jaringan aktivis muda yang selama ini menjadi pengikutnya. Dia ingin mengajak ribuan remaja lainnya untuk turun ke jalan dan melakukan aksi protes besar-besaran di Shibuya. Hanya dengan cara itulah mereka bisa mendapatkan perhatian dari dunia internasional secara langsung dan juga sangat masif.

Hana Tanaka menatap ibunya yang terlihat sangat ketakutan di kursi belakang mobil tua milik Ren Ishida tersebut. Ibunya tidak pernah membayangkan bahwa putrinya yang penurut akan menjadi pusat perhatian seluruh rakyat Jepang. Beliau merasa sangat bangga namun di sisi lain beliau juga merasa sangat khawatir akan keselamatan nyawa Hana. Hana menggenggam tangan ibunya dengan sangat erat untuk memberikan sedikit rasa tenang di tengah situasi yang kacau.

Dia berjanji di dalam hatinya bahwa dia akan melindungi ibunya dengan segenap jiwa dan juga raga miliknya. Perjuangan ini tak lagi sekadar tentang uang beasiswa yang hilang atau tentang penggusuran lahan pemukiman mereka. Perjuangan ini adalah tentang martabat manusia yang tidak boleh diinjak-injak oleh mereka yang memiliki kekayaan berlebih.

Mobil Ren melaju menembus kabut pagi yang mulai menyelimuti wilayah pinggiran kota Tokyo yang sangat sunyi. Mereka menuju ke sebuah gudang tua di dekat pelabuhan yang merupakan milik keluarga Yuki Nakamura yang sudah bangkrut. Tempat itu sangat terpencil dan tidak terdaftar di dalam sistem pemetaan digital pemerintah pusat Jepang saat ini.

Yuki berharap mereka bisa bersembunyi di sana selama beberapa hari untuk menyusun rencana aksi protes besar nanti. Mereka harus sangat berhati-hati karena setiap langkah mereka sekarang bisa menjadi jebakan yang mematikan bagi mereka semua. Ren memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi agar tidak ada mobil petugas yang bisa mengikuti jejak mereka.

Di dalam mobil, Yuki kembali membuka laptopnya untuk memeriksa kondisi server bayangan yang dia gunakan sebelumnya. Dia menemukan bahwa beberapa server telah berhasil dijebol oleh tim peretas milik kepolisian pusat Jepang yang sangat canggih. Yuki harus bekerja ekstra keras untuk membangun benteng pertahanan digital yang baru agar data mereka tetap aman sepenuhnya.

Dia menggunakan algoritma enkripsi yang sangat kompleks yang dia pelajari secara otodidak selama masa menyendirinya dahulu. Yuki menyadari bahwa ini adalah pertempuran otak antara dirinya dengan seluruh departemen teknologi militer negara. Dia merasa sangat tertantang namun dia juga menyadari bahwa sumber daya yang dia miliki sangat terbatas sekali.

Berita tentang korupsi ini mulai menciptakan keretakan di dalam tubuh partai politik yang dipimpin oleh ayah Kaito. Beberapa politisi muda mulai menyuarakan ketidaksenangan mereka terhadap kepemimpinan Haruo Fujiwara yang dianggap sangat korup. Mereka takut bahwa skandal ini akan menyeret nama mereka juga ke dalam lubang kehancuran yang sangat dalam.

Beberapa faksi di dalam pemerintah mulai melakukan pertemuan rahasia untuk membahas kemungkinan pencopotan jabatan Haruo secara tidak hormat. Namun Haruo bukanlah orang yang mudah untuk dijatuhkan begitu saja dari kursi kekuasaan yang sudah dia duduki. Dia memiliki banyak rahasia gelap mengenai politisi lain yang bisa dia gunakan sebagai alat pemerasan yang sangat efektif.

Kaito menjelaskan kepada teman-temannya bahwa ayahnya memiliki sebuah buku catatan hitam yang sangat rahasia dan juga sangat penting. Buku itu berisi daftar semua penyuapan yang pernah dilakukan oleh ayahnya kepada para pejabat tinggi negara selama ini. Jika mereka bisa mendapatkan buku catatan hitam tersebut, maka mereka benar-benar bisa menghancurkan seluruh sistem kekuasaan itu.

Buku itu disimpan di dalam sebuah brankas baja di rumah pribadi Haruo yang dijaga oleh puluhan pengawal bersenjata. Kaito menawarkan diri untuk kembali ke rumahnya dan mengambil buku catatan itu secara diam-diam melalui jalur rahasia. Hana langsung menolak rencana itu karena dia merasa itu terlalu berbahaya bagi keselamatan nyawa Kaito sendiri.

"Aku tidak ingin ada lagi anggota kelompok kita yang menjadi korban kekejaman ayahmu," tegas Hana Tanaka.

Hana mengingatkan Kaito bahwa ayahnya tidak akan segan-segan untuk menyakiti anaknya sendiri demi mempertahankan kekuasaan politiknya. Mereka harus mencari cara lain yang lebih cerdik dan tidak melibatkan risiko nyawa yang terlalu besar bagi siapa pun. Akane mengusulkan agar mereka fokus pada penggalangan dukungan publik melalui media sosial yang masih bisa mereka akses.

Mereka harus membuat masyarakat sadar bahwa tuduhan terorisme yang dilontarkan pemerintah adalah sebuah kebohongan besar. Mereka akan membagikan video-video testimoni dari siswa lain yang juga menjadi korban sistem gacha kehidupan di sekolah. Dengan begitu, dukungan masyarakat akan menjadi semakin solid dan tidak akan mudah goyah oleh propaganda pemerintah.

Mobil akhirnya sampai di depan sebuah gudang tua yang terlihat sangat kusam dan juga sangat tidak terawat di dekat pantai. Ren memarkir mobil di dalam gudang agar tidak terlihat oleh drone pengintai yang mungkin sedang terbang di atas sana. Suasana di dalam gudang sangat gelap dan juga berbau karat besi yang sangat menyengat indra penciuman mereka.

Yuki segera mencari sumber listrik dan mulai menyiapkan perangkat komunikasinya yang sangat canggih dan juga sangat ringkas. Mereka mulai menata tempat tidur sederhana dari tumpukan kardus bekas yang ada di sudut gudang yang dingin. Hana duduk di lantai sambil menatap ombak laut yang terlihat dari celah pintu gudang yang sedikit terbuka lebar.

Malam mulai turun dan cahaya lampu kota Tokyo terlihat sangat terang di kejauhan sana seperti sebuah permata. Namun bagi Hana dan teman-temannya, cahaya itu adalah simbol dari sistem yang sangat kejam dan juga sangat tidak adil. Mereka sedang bersiap untuk melakukan sebuah perlawanan terakhir yang akan menentukan nasib hidup mereka selamanya di negara ini.

Tidak ada lagi jalan untuk kembali ke kehidupan mereka yang lama sebagai siswa sekolah menengah atas yang biasa saja. Mereka telah memilih untuk menjadi pejuang dan mereka harus menyelesaikan apa yang sudah mereka mulai dengan penuh keberanian. Gacha kehidupan telah mempertemukan mereka berlima untuk sebuah misi besar yang melampaui kepentingan pribadi mereka masing-masing.

"Apapun yang terjadi besok, aku sangat bangga bisa berjuang bersama kalian," ucap Hana dengan penuh rasa haru.

Kata-kata Hana memberikan semangat baru bagi teman-temannya yang sedang merasa sangat lelah dan juga sangat tertekan saat ini. Mereka saling berpegangan tangan untuk menunjukkan solidaritas yang sangat kuat sebagai sebuah tim yang utuh dan solid. Di luar sana, suara sirine polisi mulai terdengar semakin dekat menuju arah wilayah pelabuhan yang sangat sepi ini.

Namun kali ini, mereka tidak lagi merasa takut karena mereka memiliki kebenaran di pihak mereka sekarang juga. Badai digital di Saitama mungkin sudah berakhir, namun badai yang lebih besar sedang bersiap untuk menghantam jantung kota Tokyo. Perjuangan melawan sistem gacha kehidupan yang sangat curang ini baru saja memasuki babak yang paling menentukan sejarah.

1
Three Flowers
aduh kasihan... gak kebayang gimana malunya saat perut berbunyi. Terima saja Hana, lagian juga sudah ketahuan kalo kamu lapar🤣
Three Flowers
Karena di sekolah elit, kemiskinan adalah hal yang sensitif. Kalau ketahuan bisa dibully, ya..
Filan
ga dapat mbg dia?
Filan
duh kasihan. Tokyo kota mahal /Grimace/
PrettyDuck
iya sihh. takutnya nanti mereka dicap radikal.
akane mungkin gak terlalu terdampak, tapi hana kan bergantung sama beasiswa untuk sekolah.
PrettyDuck
tapi akane ini peduli loh sama keadaan negaranya
PrettyDuck
yaiyalahh. mereka gak terdesak.
masa depan mereka udah di setting semulus jalan tol
Mentariz
Ya ampun mirisnya 🥲
Mentariz
Bagus, gak usah gengsi, isi perut itu nomor satu 👍
Mentariz
Udah terima aja rotinya, han, lumayan loh
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
perut memang tidak bisa diajak kompromi. dia terlalu jujur, karena memang dia butuh asupan
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
tengah hari, lagi puasa. tentu lapar lah 🤭
˚₊· ͟͟͞͞➳❥𝐋𝐢𝐥𝐲 𝐕𝐞𝐲༉‧₊⁴.
Kayak kondisi dimana yaaa/Doge/
negara defisit, pajak dinaikin, yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah miskin😂, si hana juga, kemiskinan bukan aib, jangan terlalu takut dulu, dia pasti ngiranya ga ada yang mau temenan sama dia kalo tau dia miskin🤭😭
-Thiea-
Akane gak mungkin ngejauhin Hana kan.. secara dia vokal banget sama urusan politik. dia kan juga pengen bantu orang-orang susah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak..
-Thiea-
beruntung Hana punya teman kayak akane.. dia sangat perhatian .🥹
Miu Nuha.
dimana2 keadaan itu sama ya 😫
,, entah gaji rendah, pajak naik, barang2 mahal, kritik masyarakat... bahkan sirkel pertemanan yg canggung karena perbedaan ekonomi...
,, tapi buat Akane, semoga kamu bisa menjadi sahabat terbaik buat Hana 😌👍
😾🍟 𝒾Ř𝓪 𝐌𝐀ү𝓪 🐚
suka banget sama ceritanya. salut buat Hana. keren! tx kak bulan udah nulis cerita ini
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Semangat Kaito 💪🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Semoga akan menjadi sejarah yang baru
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!