NovelToon NovelToon
Pewaris Rahasia

Pewaris Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

Janu Manggala adalah seorang pemuda polos yang tak menyadari bahwa dirinya memiliki kesaktian Tiada Tanding... Segala jenis pusaka tunduk di hadapannya, ucapannya langsung menjadi kenyataan, dan orang orang yang menunjukan kesaktiannya di mata Janu mereka hanyalah orang gila...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tidak sabar melihat live streaming wik-wik

Betapa beruntungnya!

Rangga mengigit bibirnya kemudian menoleh ke dalam restoran melihat ke arah pacarnya. Kemudian Rangga kembali memandang Nona Alyssa yang berada di samping pria biasa itu.

Meskipun pacarnya cantik namun apabila di bandingkan dengan Nona Alyssa kecantikannya hanyalah lelucon.

Rangga merasakan dadanya teramat sesak, buru buru ia terhuyung huyung kebelakang..

"A.. aku tidak percaya ini!" Ucapnya dengan ekspresi pahit.

"Si.. siapa sebenarnya dia?" Tanyanya dalam hati.

Janu tentu saja tidak mengetahui penderitaan yang di alami oleh Rangga ini. Dengan santai Janu berucap, "ayo masuk." Ucapnya.

Nona Alysaa menganggukan kepalanya, dengan cepat kedua orang ini masuk ke dalam restoran. Meninggalkan Rangga yang pada saat ini di penuhi dengan keirian. Bagaimana mungkin dia bisa kalah dengan pria berwajah pas pasan ini?

Nona Alyssa dan Janu berjalan ke arah salah satu pelayan dan menjelaskan tentang undangannya.

Dengan cepat pelayan menunjuk kursi untuk Alyssa dan Janu duduk.

Alyssa dan Janu duduk di sebuah meja yang sangat romantis.

Lilin, mawar, dan live performance musik klasik. Suasananya benar benar sangat mendukung untuk bermesraan.

Dari kejauhan lebih tepatnya dari lantai 2 di seberang, terlihat Bella dan Monica menonton Janu dan Alyssa.

Kedua orang ini menggertakan giginya memandangi Janu dan Alyssa.

"Sialan cantik sekali!" Ucap Monica.

"Benar. Laki-laki bodoh itu sungguh beruntung dia memiliki pacar yang sangat mirip dengan Nona keluarga Kartawiraharja!" Ucal Bella.

Ya Bella dan Monica masih berpikir bahwa wanita yang bersama Janu hanya mirip dengan Nona Alyssa, karena mereka fikir orang seperti Nona Alyssa tidak mungkin mau berjalan dengan seorang pemuda biasa seperti Janu apalagi membawakan belanjaan.

Kedua orang ini benar benar tidak bisa menyembunyikan rasa iri di dalam hati mereka melihat ini semua.

"Tidak masalah, setelah kedua orang ini mati kita akan membuang mayatnya kedalam lautan untuk makan ikan!"

"Benar, terlalu cantik untuk apa kalau ujung ujungnya jadi makanan ikan!"

"Hahaha... benar itu!"

Baik Bella dan Monica mencoba menghibur diri mereka sendiri.

Monica kembali bertanya kepada Bella, "apakah para pelayan sudah siap?" Tanya Monica.

Bella menganggukan kepalanya, "tentu saja! Aku sudah mempersiapkan semuanya dengan sempurna! Semuanya sudah aku atur! Kita tonton saja.."

Monica menganggukan kepalanya.

Sementara itu di meja tempat di mana Janu dan Alyssa duduk.

Terlihat Alyssa memandangi sepasang gelas cantik dengan seksama. Bukan bentuk apalagi warnanya yang membuat Alyssa memperhatikan gelas ini, namun entah mengapa dia merasakan perasaan tidak enak ketika melihat sepasang gelas ini.

Tidak lama kemudian sepasang pelayan mendekat ke arah mejanya Janu dan Alyssa sambil membawa sebotol wine.

Mereka membawa botol wine itu dengan sangat hati hati sekali.

"Kekeke.. sebentar lagi, kita akan melihat live stremaing wik-wik." Ucap Bella yang tidak sabar.

"Benar, sebentar lagi!" Sahut Monica.

Janu memandangi pelayan itu dengan serius, jujur saja dia belum pernah makan dengan gaya yang semewah ini. Dia tidak tahu bagaimana urutan makan di fine dining seperti ini.

"Apakah hidangan awalnya mencicipi wine ini?" Tanya Janu kepada pelayan.

Kedua pelayan itu menganggukan kepalanya secara perlahan, "benar Tuan, hidangan pertamanya adalah mencicipi wine ini, untuk membuat suasana lebih cair." Ucap Sang Pelayan.

Apa yang tidak di ketahui Janu, Bella dan Monica serta semua orang di sini kecuali Alyssa, semua pengunjung di restoran ini kecuali Rangga dan pacarnya sebenarnya adalah para pengawal bayangan Alyssa.

Tuan Seu tampak menyipitkan matanya memandangi kedua gelas itu. Dia sama seperti Alyssa ia merasakan sesuatu yang janggal.

Perlu di ketahui bahwa bahwa dari semua pengawal bayangan Alyssa hanya Tuan Seu sendiri yang mengetahui tentang hal mistis.

Tuan Seu bisa merasakan aura kutukan samar samar di gelas itu, ia melebarkan matanya kala mengenali jenis kutukan ini, "kutukan nafsu! Ini kutukan yang sangat berbahaya! aku harus menghentikannya!" Batin Tuan Seu. Ia hendak beranjak namun Alyssa memberikan kode tangan agar Tuan Seu tak bergerak.

Tuan Seu mau tidak mau duduk kembali, "ada apa dengan Nona? Dia dalam bahaya namun justru menyuruhku untuk diam? Pemuda itu... aku masih belum yakin dia adalah sosok Tuan dunia bawah tanah yang menghabisi Eyang Sugiono!"

Ia kembali memandangi air wine yang di tuangkan ke dalam kedua gelas milik Janu dan Alyssa. Ia bisa merasakan aura yang sangat kotor dari air itu.

"Aku tidak perduli! aku harus menyelematkan nona!" Tuan Seu berdiri, namun sebelum ia berlari dia melihat Janu dengan santai meminum Wine dalam gelas itu, membuat dirinya berhenti mematung.

Tuan Seu memandangi Janu, dia bisa melihat Janu tampak biasa saja padahal ia tahu betul bahwa di dalam gelas itu terdapat semacam kutukan nafsu atau birahi.

Saking fokusnya Tuan Seu memandangi Janu sampai sampai ia tidak melihat bahwa Alyssa saat ini juga meminum wine dalam gelas itu. Ketika Tuan Seu kembali menoleh ke arah Alyssa sayang sekali Alyssa sudah menaruh gelas itu di meja, membuat Tuan Seu mengira bahwa Alyssa belum meminum Wine itu.

Tuan Seu kembali duduk dengan perasaan was was, "siapa yang merencanakan ini semua? Dan mengapa pemuda itu tidak terpengaruh kutukan nafsu itu?" Memikirkan ini Tuan Seu menelan ludahnya, "apa benar yang di katakan Nona Alyssa, dia adalah Tuan dunia bawah yang sedang menyamar dan berbaur menjadi manusia biasa?"

Alyssa memandangi Janu, fokus Janu tidak kepada gelas maupun wine itu justru kepada nyamuk yang terbang di udara sebelahnya.

Janu kemudian mengarahkan pandangannya ke arah Alyssa. Sontak Janu kaget bukan main melihat wajah Alyssa memerah dan mulai mencondongkan kepalanya ke arah Janu seperti hendak menciumnya.

"Apakah Alyssa sudah mabuk, hanya karena baru meminum sedikit Wine? Aneh." Ucap Janu dalam hatinya.

"Alyssa apakah kamu baik baik saja?" Tanya Janu kepada Alyssa dengan ekspresi serius.

Alyssa tersentak, seketika efek kutukan nafsu yang berada di dalam tubuhnya menghilang begitu saja.

"Ah ya.. ya... aku baik baik saja.." ucap Alyssa cepat sembari membenarkan posisi duduknya.

Tidak lama kemudian sepasang pelayan datang sembari membawa kereta dorong yang berisi makanan pembuka.

"Silahkan..." ucap Pelayan itu sambil menyajikan hidangan itu satu persatu di atas meja.

Janu tampak begitu bersemangat melihat hidangan hidangan pembuka yang di tata begitu indah di atas meja.

Sementara itu Bella dan Monica terus mengamati semua itu dari kejauhan.

Bella menyeringai, "hehe, sebentar lagi kalian berdua pasti sudah tidak tahan dan ingin segera wik-wik!"

"Benar! Pasti kedua orang itu sudah hampir tidak kuat menahan nafsu mereka." Sahut monica.

Bella dan Monica benar benar tidak sabar melihat live streaming wik-wik yang sebentar lagi akan terjadi.

1
Aman Wijaya
Rangga kepedean merasa dirinya seperti pangeran 🤴
Tini Nurhenti
mentri bahlul gan
Tini Nurhenti
puspa gmna kabare thor ?? 💪💪💪
Tini Nurhenti
kek kamyu ea thor 🤭🙏
Tini Nurhenti
baru lgi thor ?? hadir n nyimsk dlu thor 😄🙏🤭
bedul: iya nih, jangan lupa baca sampe selesai ya. udah 37 bab terjadwal nih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!