NovelToon NovelToon
ISTRI GENDUT MILIK DUKE

ISTRI GENDUT MILIK DUKE

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:86.1k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Semua orang tahu Lady Liora Montclair adalah aib bangsawan.

Tubuhnya gendut, reputasinya buruk, dan ia dipaksa menikahi Duke Alaric Ravens, jenderal perang paling dingin di kekaisaran, setelah adiknya menolak perjodohan itu.

Di hari pernikahan, sang Duke pergi meninggalkan resepsi. Malam pertama tak pernah terjadi.

Sejak saat itu, istana penuh bisik-bisik.

"Duke itu jijik pada istrinya karena dia gendut dan jahat."

Namun tak seorang pun tahu, wanita gendut yang mereka hina menyimpan luka, rahasia, dan martabat yang perlahan akan membuat dunia menyesal telah meremehkannya.

Dan ketika Duke Alaric akhirnya tahu kebenarannya, mereka yang dulu tertawa, hanya bisa berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33. MALAM PENUH RINDU

Setelah riuh kepulangan Alaric beserta para kesatria serta jamuan yang Liora siapkan untuk semuanya, kini kediaman Duke terasa sepi.

Malam telah turun sepenuhnya ketika Liora menutup pintu kamar mandi.

Uap air masih menggantung di udara, menyelimuti kamar dengan aroma sabun herbal dan minyak bunga yang lembut. Rambut merahnya basah, jatuh di punggung dan bahu, sementara gaun tidur tipis berwarna gading membalut tubuhnya dengan sederhana, terlalu sederhana, justru itulah yang membuatnya terlihat memikat.

Liora baru saja meraih handuk kecil ketika sebuah suara pelan terdengar dari dalam kamar.

"Sudah selesai?"

Liora tersentak.

Wanita itu menoleh cepat dan mendapati Alaric berdiri di dekat jendela, punggungnya bersandar santai pada bingkai kayu gelap, lengan bersedekap, mata abu-abunya mengamatinya dengan sorot yang langsung membuat jantung Liora berdegup lebih cepat.

"Alaric?" napas Liora tertahan sesaat. "Sejak kapan kau di sini?"

"Sejak kau masuk kamar mandi," jawab Alaric ringan.

Liora mematung. "Kenapa kau tidak memberi tahu atau memanggilku?"

Senyum tipis yang terlalu Liora kenal terbit di bibir Alaric.

"Aku menikmati sensasi menunggu istriku selesai mandi. Mungkin sedikit membayangkanmu mandi," goda Alaric.

"Sejak kapan kau jadi pria mesum?" celetuk Liora seraya melipat tangan di dada.

"Sejak kau jadi istriku. Lagi pula apa salahnya mesum pada istriku sendiri, huh?" tantang Alaric.

Belum sempat Liora menjawab ...

Pintu kamar diketuk pelan, lalu terbuka sedikit. Sasa menampakkan wajahnya.

"Nyonya, aku membawakan selimut baru-" ucap Sasa namun berhenti mendadak saat melihat Duke sudah ada di dalam kamar.

"Terima kasih Sasa, taruh saja di sana," kata Liora lembut.

Sasa bergerak cepat menaruh selimut di atas tempat tidur lalu pamit segera, "Kalau begitu saya undur diri."

Tanpa menunggu jawaban, Sasa menutup pintu kembali dengan cekatan, meninggalkan keheningan yang terasa jauh lebih padat dari sebelumnya.

Liora dan Alaric kini sendirian.

Alaric melangkah mendekat, lalu duduk di sisi ranjang. Gerakannya tenang, penuh kendali, namun senyum yang terukir di wajahnya membuat Liora tahu; ini bukan ketenangan biasa.

Itu senyum berbahaya.

Liora berdiri diam, menatap suaminya tanpa berkata apa pun. Menyipitkan mata seolah berpura-pura kes atas kehadiran Alaric tiba-tiba ini.

"Kenapa kau berdiri sejauh itu?" tanya Alaric akhirnya, suaranya rendah. "Mendekatlah."

Liora ragu sesaat.

Alaric menepuk sisi ranjang dengan santai.

"Sudah cukup lima bulan aku tidak melihatmu. Jangan buat aku merasa ditolak pada malam pertama aku kembali," kata Alaric tanpa melepaskan senyum di wajah.

Nada suara Alaric bukan perintah, lebih seperti keluhan yang dibungkus godaan.

Liora menghela napas kecil, lalu melangkah mendekat.

Gaun tidur wanita itu bergerak mengikuti langkahnya, cahaya lilin memantulkan siluet tubuhnya dengan lembut.

Alaric tidak mengalihkan pandangan sedetik pun. Justru menahan napas setiap langkah Liora mendekat. Yang mana ia dapat melihat semakin jelas lekuk tubuh indah sang istri.

Begitu Liora berdiri di hadapannya, Alaric langsung meraih pergelangan tangan Liora dan menariknya ke pangkuan Alaric, tepat, tegas, namun tetap hati-hati.

Liora terkejut, namun tidak melawan. Ia justru refleks melingkarkan tangannya di bahu Alaric.

"Kasar sekali," canda Liora.

"Bukankah kau suka kalau aku kasar saat malam?" goda Alaric.

Liora memukul dada Alaric yang dibalas tawa oleh sang pria.

"Jujur aku masih belum terbiasa dengan perubahanmu ini," ucap Alaric seraya mengelus punggung Liora.

Liora menatapnya lembut. "Tidak suka?"

Alaric menggeleng pelan. "Suka. Sangat."

Alaric menghela napas, dahinya menyentuh pelipis Liora. "Hanya saja ... aku terbiasa memeluk tubuhmu yang dulu. Sekarang rasanya berbeda. Lebih ..." ia merapatkan pelukannya, "... rapuh. Dan itu membuatku ingin mengurungmu seperti ini di pelukanku setiap saat."

Liora tertawa kecil ketika kedua lengan Alaric melingkar erat di tubuhnya. Pelukan itu terasa lebih dalam, lebih menyeluruh, seolah Alaric benar-benar sedang memastikan bahwa Liora ada di sini, bersamanya.

Alaric menunduk, mencium leher istrinya dengan lembut, bukan ciuman tergesa, melainkan sentuhan penuh rindu yang ditahan terlalu lama. Menikmati aroma selepas mandi sang istri yang ia rindukan selama berbulan-bulan.

"Kau tidak tahu ... setiap hari aku ingin berlari pulang hanya karena merindukanmu," Alaric mengaku.

Liora tersenyum. "Kau pikir hanya kau saja yang rindu?"

Alaric terkekeh rendah. Tangannya bergerak menyusuri sisi tubuh Liora, berhenti di sana tanpa melampaui batas, cukup untuk membuat napas Liora sedikit goyah. Lalu Alaric menyusupkan tangannya ke balik gaun tidur Liora, mengelus paha sang istri.

Wajah Liora memerah.

Alaric melihatnya, dan senyumnya makin dalam.

"Aku harus bersabar. Aku tidak ingin menyakitimu. Tapi wajahmu benar-benar membuatku tidak bisa menahan diriku, Sayang," kata Alaric dengan helaan napas menahan diri.

Liora mengangkat tangannya, mengelus rambut Alaric. "Bagaimana keadaan wilayah timur?"

Pertanyaan itu sedikit memecah suasana, namun tidak menghilangkannya.

"Lebih gila dari yang kita bayangkan," jawab Alaric jujur. "Tapi Kaisar mengambil alih. Caelum akan membentuk unit pertahanan baru. Varkhiel terlalu dekat di timur untuk dibiarkan lengah."

Liora mengangguk, menyerap setiap kata.

Lalu Alaric menatapnya kembali, sorot matanya berubah.

"Sekarang giliranku bertanya," ujar Alaric.

Liora langsung menegang.

"Bagaimana," kata Alaric perlahan, "kau bisa menendang Marquess?"

Liora mengerucutkan bibir dan menjawab, "Dia memegang bahuku tiba-tiba. Di istana setelah aku menemui permaisuri."

Wajah Alaric mengeras seketika. "Dia menyentuhmu?" konfirmasinya.

Liora mengangguk. "Jadi aku spontan menendangnya lalu kabur."

"Di mana kau tendang?" tanya Alaric.

"Tulang keringnya," jawab Liora cepat.

"Seberapa keras?" tanya Alaric kembali.

"Cukup keras kurasa," jawab Liora.

Alaric tersenyum puas. "Bagus. Itu baru istriku. Mungkin lain kali kau bisa menendang di bagian tengah pria."

Liora mendengus kecil. "Kau terlihat terlalu senang aku melakukan kekerasan kepada orang lain."

"Karena itu pria," jawab Alaric tanpa ragu.

Liora terdiam sejenak, lalu berkata, "Besok Permaisuri mengadakan pesta minum teh bersama para sosialita. Aku akan hadir. Kau izinkan?"

Alaric menatapnya lama. "Kau yakin akan datang?"

"Aku tidak takut lagi dengan segala cacian mereka," jawab Liora mantap. "Kau lihat secantik apa aku sekarang."

Alaric tertawa kecil atas kepercayaan diri istrinya ini lalu berkata, "Kalau begitu datanglah. Dan jangan lupa berikan mereka rasa racun yang pernah mereka berikan padamu. Pakai perhiasan dan gaun terbaik, percantik dirimu. Banggakan kau adalah Duchess-ku."

Liora tersenyum lebar lalu mencium pipi Alaric, "Akan aku lakukan. Aku akan menunjukan siapa istri Duke Alaric Ravens yang dulu sering mereka rendahkan."

Alaric memeluknya erat, lalu mencium Liora dengan dalam, bukan tergesa, bukan kasar, tapi penuh kepemilikan dan rindu yang akhirnya menemukan rumahnya kembali.

Liora menikmati lumayan sang suami di bibirnya. Tak pernah merasa semendebarkan ini ketika Alaric menyentuhnya.

Alaric memindahkan Liora ke atas ranjang dengan hati-hati, merendahkan tubuhnya hingga wajah mereka sejajar.

"Aku mungkin tidak bisa menahan diriku malam ini. Kau keberatan?" izin Alaric.

Liora menggeleng.

Mendapatkan izin seperti itu jelas membuat Alaric lepas kendali.

Dan malam pun menutup pintu rapat-rapat bagi dunia luar.

Rindu yang tertahan berbulan-bulan akhirnya menemukan pelampiasan, bukan dalam kata, tapi dalam kehadiran, dalam keheningan yang penuh makna.

Malam menjadi saksi.

Bahwa bagi Alaric Ravens, tidak pernah ada, dan tidak akan pernah ada ... wanita lain selain Liora.

1
Mita Paramita
kok tamat sih🤨🤨🤨 lagi seru serunya.
Archiemorarty: ada Sequel nanti kemungkinan kak 🥰
total 1 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐥𝐨𝐡 𝐭𝐚𝐦𝐚𝐭 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐨𝐡 𝐨𝐤 𝐭𝐡𝐨𝐫😘😘
total 2 replies
Lala Kusumah
yaaaaaa tamat, tapi gapapa happy ending, bahagianya 😍😍😍
tapi nanti ada cerita lanjutan anak-anak ya 🙏🙏🙏🫰🫰👍👍
Archiemorarty: kemungkinan ada, walau nggak cadel lagi nanti mereka 🤭
total 1 replies
Ir
sampai ketemu di next cerita calon bandit kerjaan 🤭🤭
Archiemorarty: calon bandit kerajaan gx tuh 🤣
total 1 replies
Lala Kusumah
tegaaaanng pisan 🫣🫣😵‍💫😵‍💫
Jelita S
terimakasih thor atas ceritamu,,lnjut y cerita Elala🤣🤣
Archiemorarty: Siap siap, ditunggu ya. tapi gx akan jadi bocil cadel lagi nanti 🤭
total 1 replies
Miss Typo
keren 👍👍👍
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
Miss Typo
kok tau² tamat thor????
happy ending 👏👍

terimakasih thor 🙏, selalu sukses dgn karya-karyanya di novel dan tunggu cerita para bocil cadel juga Rowan 😍
Archiemorarty: Haha...terima kasih kembali udah baca ceritanya kak.

kalau ada kelanjutannya gx akan cadel lagi mereka nanti 🤭
total 1 replies
Eli Rahma
ehhh,..beneran tamat nih thor..tp tar ada kelanjutanyya kan ..ttg para bocil..
Archiemorarty: kemungkinan ada, masih dipikirkan. soalnya kalau jadi satu cerita, panjang banget
total 1 replies
Miss Typo
tunggu saat waktunya tiba Elara bisa mengendalikan sihir itu
Miss Typo
belum saatnya Elara menggunakan kekuatannya
Ir
hmm gampang ini mah kalo misal nya mau bikin Elara meratakan dunia pancing aja emosi nya pasti segel nya Arram bakalan hancur, jangan sampe aja di manfaatkan sama orang² jahat, sekarang tinggal Evan kak keajaiban apa yang Evan punya ga adil kalo Elara doang yang di spill 🤣🤣
Archiemorarty: Hahaha....Evan sama kayak bapak emaknya dia 🤭
total 1 replies
Jelita S
Lanjut thor
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐩𝐚𝐤𝐚𝐡 𝐢𝐭𝐮 𝐢𝐧𝐝𝐞𝐫𝐚 𝐤𝐞 𝟔 𝐭𝐡𝐨𝐫? 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐤𝐚𝐡 𝐤𝐥𝐨 𝐝𝐢 𝐫𝐞𝐢𝐤𝐢 𝐚𝐝𝐚 𝐢𝐬𝐭𝐢𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐮𝐤𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐭𝐮𝐩 𝐚𝐮𝐫𝐚 ...

𝐚𝐮𝐫𝐚 𝐝𝐢 𝐫𝐞𝐢𝐤𝐢 𝐢𝐧𝐢 𝐛𝐢𝐚𝐬𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐮𝐫𝐚 𝐭𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐦𝐞𝐥𝐢𝐡𝐚𝐭 𝐦𝐚𝐤𝐡𝐥𝐮𝐤 𝐠𝐚𝐢𝐛 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐚𝐠𝐚𝐫 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐫𝐬𝐛𝐭 𝐛𝐬 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐨𝐛𝐚𝐭𝐢 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 😁😁
Jelita S
wah msih lnjut rupanya sang penyihir hitam y
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐡𝐫𝐬𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢𝐚𝐬𝐚𝐡 𝐠𝐤 𝐬𝐢𝐡 𝐤𝐞𝐦𝐚𝐦𝐩𝐮𝐚𝐧 𝐄𝐥𝐚𝐫𝐚 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐝𝐢𝐡𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐧?? 😕😕😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐚𝐧𝐤𝐪𝐮 𝐲𝐠 𝐬𝐮𝐥𝐮𝐧𝐠 𝐩𝐚𝐬 𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚 𝐛𝐬 𝐧𝐠𝐨𝐛𝐫𝐨𝐥 𝐝𝐠𝐧 𝐦𝐚𝐤𝐡𝐥𝐮𝐤 𝐡𝐚𝐥𝐮𝐬 𝐭𝐡𝐨𝐫😭😭 𝐭𝐩 𝐩𝐚𝐬 𝐮𝐝𝐡 𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤 𝐓𝐊 𝐮𝐝𝐡 𝐠𝐤 𝐬𝐚𝐦𝐩𝐞 𝐬𝐤𝐫𝐧𝐠 𝐮𝐝𝐡 𝐠𝐞𝐝𝐞 𝐝𝐢𝐚 𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐠𝐤 𝐛𝐬 𝐥𝐡𝐭 𝐦𝐚𝐤𝐡𝐥𝐮𝐤 𝐡𝐥𝐬 𝐥𝐠 😕😕
total 2 replies
Ir
akhhh aku bari mau mikir monster selanjutnya Evan yang bikin kejutan, ternyata emak nya, ini dua bocil Alaric harus di ajarin mengendalikan diri ini, kalo engga hancur dunia
Archiemorarty: Baru tiga tahun udah duarrrr 🙄
total 1 replies
Ir
elara dapet ini pasti dari leluhur nya yang dulu² pasti kan, soalnya Alaric ga bisa sihir, Lior juga ga punya, kak pokoknya harus di jelasin sih dari mana Elara sama Evan dapet kekuatan itu
Archiemorarty: Ohoho...siap siap 🤭
total 1 replies
Miss Typo
di bab brpa tuh ya saat Alaric dan pasukannya menyerah monster hampir menyerah dan Liora datang bersama pasukannya membantu, trs ada anak yg bilang itu lho, bingung ngomongnya. matahari dan bulan kalau gak salah anak kembar Liora. berarti Elara matahari nya panas membara dengan sihir nya, apa Evan yg akan merendam nya saat Elara kehilangan kendali dari kekuatan sihirnya. aaahh gak tau lah 🤣
Archiemorarty: boleh boleh 🤭
total 3 replies
Miss Typo
berarti yg matahari Elara ya thor, wah kekuatan Elara keluar karna melihat kakaknya berdarah gak sadarkan diri karna monster itu, dan pas monster mendekat mau menyerang dia gak rela semua terluka seperti Rowan
Miss Typo: mantep nih 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!