NovelToon NovelToon
My Kaisar

My Kaisar

Status: tamat
Genre:Romantis / Percintaan Konglomerat / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Bagi Freya Aurelia, mahasiswi seni yang hidupnya penuh warna dan kebebasan, Istana Welas adalah labirin kuno yang membosankan. Namun, sebuah insiden "salah masuk kamar" menyeretnya ke dalam pusaran protokol kerajaan yang kaku.
Di sana ada Kaisar Welas, sang putra mahkota yang perfeksionis, dingin, dan kaku layaknya robot. Dua dunia yang bertolak belakang ini dipaksa bersatu saat titah Buyut menjodohkan mereka demi sebuah stabilitas tradisi.
Satu bulan. Itulah waktu yang mereka miliki untuk membuktikan bahwa perjodohan ini adalah sebuah kesalahan besar. Namun, di antara perang urat syaraf, noda saus sambal di kemeja mewah, dan pelarian ke warung mie ayam, garis-garis benci itu mulai memudar.
Dapatkah Freya mewarnai hidup Kaisar yang hitam-putih? Atau justru Freya yang akan terbelenggu dalam kaku-nya adab istana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Hari itu adalah hari ke-30. Batas akhir dari perjanjian yang awalnya terasa seperti penjara, namun perlahan berubah menjadi benang merah yang mengikat hati. Langit di atas Istana Welas tampak mendung, berwarna abu-abu pekat seolah ikut merasakan firasat yang tak enak.

Kaisar terpaksa harus pergi ke kota sebelah sejak subuh untuk urusan peresmian bendungan baru yang tidak bisa diwakilkan. Sebelum berangkat, ia menyempatkan diri mengecup kening Freya yang masih setengah mengantuk.

"Tunggu aku pulang sore ini. Kita akan bicara pada Buyut untuk meresmikan semuanya selamanya," bisik Kaisar saat itu.

Namun, Freya yang tidak bisa diam, memiliki rencana lain. Ia ingin memberikan kejutan. Ia ingin melukis pemandangan di sebuah bukit kecil di pinggiran kota—tempat di mana ia pertama kali mendapatkan inspirasi melukis saat masih kecil. Ia ingin memberikan lukisan itu kepada Kaisar sebagai tanda "awal yang baru".

"Ethan! Temenin gue, yuk!" ajak Freya pada Ethan yang sedang asyik bermain game di ruang tengah.

"Aduh, Kak Freya... Kak Kaisar pesen jangan bawa lo keluar tanpa pengawalan ketat," jawab Ethan ragu.

"Duh, Than! Cuma sebentar, ke bukit itu doang. Lo kan pangeran, lo bisa jaga gue. Lagian kalau bawa pengawal satu kompi, kejutan gue ketahuan dong! Ayolah, sekali ini aja..." rengek Freya dengan jurus andalannya.

Ethan, yang dasarnya memang menyukai petualangan dan tidak bisa menolak permintaan kakak ipar kesayangannya, akhirnya menyerah. "Oke, oke. Tapi pake mobil gue yang biasa ya, biar nggak mencolok."

Mereka berangkat menggunakan sedan hitam biasa tanpa logo kerajaan. Freya duduk di kursi penumpang dengan kaki yang sudah mulai bisa digerakkan sedikit walau masih dibalut perban tipis. Di bagasi, sudah tersedia kanvas dan perlengkapan lukisnya.

"Gue seneng banget, Than. Hari ini hari ke-30, dan gue nggak ngerasa pengen kabur sama sekali," curhat Freya sambil menatap jalanan yang mulai menjauhi pusat kota.

Ethan tersenyum, fokus menyetir. "Kak Kaisar juga beda banget sekarang. Dia lebih banyak senyum. Makasih ya, Kak, udah bikin Robot itu jadi manusia lagi."

Namun, suasana hangat itu pecah saat mereka memasuki jalanan sepi yang diapit oleh hutan pinus. Sebuah truk box besar tiba-tiba melambat di depan mereka, menghalangi jalan. Ethan mencoba menyalip, namun dari arah belakang, dua motor besar melaju kencang dan memepet mobil mereka.

"Than... kok mereka aneh?" tanya Freya, detak jantungnya mulai berpacu cepat.

"Pegangan, Kak!" Ethan mencoba menginjak gas, namun truk di depan tiba-tiba mengerem mendadak.

CIIIITTTTT!

Mobil Ethan menghantam bagian belakang truk. Benturan itu membuat kantung udara (airbag) mengembang. Freya berteriak, kepalanya terbentur kaca samping hingga pandangannya mengabur.

Tiga orang pria bermasker hitam keluar dari truk dan motor. Mereka membawa balok besi dan senjata tajam. Ethan, dengan sisa kekuatannya, mencoba keluar dari mobil. Kepalanya berdarah, namun instingnya untuk melindungi Freya jauh lebih kuat.

"Jangan sentuh dia!" teriak Ethan parau.

Ia mencoba melawan. Ethan yang pernah menjalani pelatihan militer dasar berhasil memukul mundur satu orang, namun ia kalah jumlah. Di tengah pergulatan itu, salah satu penculik mengeluarkan belati panjang yang berkilat tertimpa cahaya matahari yang redup.

"ETHAN! AWAS!" jerit Freya yang masih terjebak di dalam mobil karena pintu yang penyok.

JLEB.

Suasana seolah membeku. Freya melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana belati itu terbenam di perut Ethan. Pangeran muda itu terhuyung, tangannya memegang luka yang mengeluarkan darah segar dengan sangat cepat.

"E-Ethan..." Freya menangis histeris, tangannya menggapai-gapai dari jendela.

Ethan terjatuh berlutut. Napasnya tersengal, matanya menatap Freya dengan tatapan penuh maaf sebelum akhirnya ia ambruk tak sadarkan diri di atas aspal dingin. Darah merembes, membasahi kemeja putih yang ia kenakan.

Penculikan yang Senyap

Para penculik tidak membuang waktu. Mereka memecahkan kaca mobil Freya dengan kasar.

"Lepasin gue! Bajingan! Lepasin!" Freya meronta, ia memukul dan mencakar, namun tenaganya bukan tandingan pria-pria itu.

Satu pukulan keras mendarat di tengkuk Freya, membuatnya seketika lemas. Sebelum kesadarannya hilang sepenuhnya, hal terakhir yang ia lihat adalah tubuh Ethan yang tergeletak tak berdaya dan tas lukisnya yang tercabik-cabik di pinggir jalan.

Mereka menyeret Freya masuk ke dalam truk box, lalu kendaraan itu melesat pergi, meninggalkan kesunyian yang mencekam di jalanan hutan tersebut. Hanya ada genangan darah Ethan yang perlahan mendingin.

Di kota sebelah, Kaisar baru saja selesai menandatangani dokumen terakhir. Perasaannya tidak tenang sejak tadi. Ia berkali-kali mencoba menghubungi Freya dan Ethan, namun keduanya tidak aktif.

Tiba-tiba, ponselnya berdering. Nama Kepala Keamanan Istana muncul di layar.

"Bicara," kata Kaisar dingin.

"Pangeran Mahkota... Mohon maaf... Kami menemukan mobil Pangeran Ethan di jalan lintas utara. Terjadi kecelakaan dan serangan... Pangeran Ethan ditemukan tidak sadarkan diri dengan luka tusuk parah di perut..."

Kaisar merasa dunianya seolah runtuh. Tangannya gemetar hebat. "Lalu... di mana Freya?"

"Nona Freya... tidak ada di lokasi. Beliau... beliau hilang diculik, Yang Mulia."

Kaisar menjatuhkan ponselnya ke lantai hingga layarnya retak. Matanya yang biasanya tenang kini berubah menjadi merah penuh amarah dan duka yang luar biasa. Aura dingin yang mematikan terpancar dari tubuhnya.

"Siapkan helikopter sekarang!" teriak Kaisar pada ajudannya. "Cari tahu siapa yang menyentuh mereka. Jika ada satu helai rambut Freya yang hilang atau Ethan tidak tertolong... aku akan memastikan mereka memohon untuk mati!"

Malam ke-30 yang seharusnya menjadi perayaan cinta, kini berubah menjadi perburuan berdarah. Sang Pangeran Robot telah bangun, bukan lagi sebagai pelindung yang kaku, melainkan sebagai singa yang sedang mengamuk karena miliknya yang paling berharga telah dirampas.

1
Nita Aprika Nita
🤣🤣
Nita Aprika Nita
Ya Allah.. karya mu bagus banget kak.. tapi kok sepi yang baca dan like y..
Nadhira Ramadhani: bantu kasih bintang 5 dong kak🤣
total 1 replies
Thata Ayu Lestary
bagusss bgttt karya nya kak , besttttt
Nadhira Ramadhani: baca ceritaku juga yang lain kak 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!