NovelToon NovelToon
Saat Istriku Tak Bodoh Lagi

Saat Istriku Tak Bodoh Lagi

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Poligami / Selingkuh / Bullying dan Balas Dendam / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Itha Sulfiana

Firman selama ini berhasil membuat Kalila, istrinya seperti orang bodoh yang mau saja dijadikan babu dan tunduk akan apapun yang diperintahkan olehnya.

Hingga suatu hari, pengkhianatan Firman terungkap dan membuat Kalila menjadi sosok yang benar-benar tak bisa Firman kenali.

Perempuan itu tak hanya mengejutkan Firman. Kalila juga membuat Firman beserta selingkuhan dan keluarganya benar-benar hancur tak bersisa.

Saat istri tak lagi menjadi bodoh, akankah Firman akhirnya sadar akan kesalahannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah satunya?

"Man, Ibu sampai kapan harus dirawat di ruangan ini? Ibu mau pindah ke ruangan VIP aja. Di sini, Ibu nggak betah. Terlalu banyak orang," keluh Bu Midah kepada putranya begitu ia akhirnya bisa sadarkan diri.

"Bu, Firman lagi kesulitan keuangan. Tolong, jangan minta terlalu banyak dulu sama Firman. Firman lagi pusing ini!"

"Kok, kamu malah ketus gitu sih, sama Ibu?" Bu Midah mengerucutkan bibirnya kesal.

"Bukannya, ketus, Bu. Ini tuh namanya tegas. Tegas!"

"Pokoknya, Ibu nggak mau tahu. Ibu mau pindah ruangan ke ruangan VIP! Kalau nggak, Ibu menolak untuk dirawat. Biarin aja Ibu mati supaya nggak ada lagi yang doain kamu supaya sukses. Kamu nggak lupa, kalau kamu bisa punya empat toko meubel berkat doa siapa, kan? Karena doa Ibu, Man! Doa Ibu yang paling mujarab untuk kesuksesan anak-anaknya."

Firman terdiam mendengar Omelan sang Ibu. Dalam hati, Firman memikirkan semua ucapan sang ibu dengan matang.

Selama ini, dia sangat percaya bahwa doa Ibulah yang membuat jalannya begitu mudah dalam mencapai kesuksesan.

Namun, entah kenapa, akhir-akhir ini Firman malah terkesan ragu. Semenjak Kalila memutuskan angkat tangan dan tak peduli pada semua urusan Firman termasuk toko, semuanya mendadak jadi berantakan.

Tak ada satu pun yang berjalan dengan benar sejak sang istri pertama mengetahui tentang perselingkuhan dirinya. Semuanya semakin ruwet tak terkendali.

"Man, kamu mau pindahin Ibu atau tidak?" desak Bu Midah.

Sang putra pun menghela napasnya dengan kasar. Terpaksa, dia harus kembali merogoh kocek dalam-dalam demi memenuhi keinginan sang Ibu.

"Oke. Firman akan segera urus semuanya. Ibu tunggu sebentar."

Dengan langkah gontai, Firman segera mengurus kepindahan sang Ibu ke ruang VIP. Tak hanya sang Ibu yang tampak senang. Kakak dan istri sirinya juga sangat bahagia karena bisa ikut beristirahat dengan nyaman tanpa khawatir akan diganggu oleh orang lain.

"Kalila kemana, Man? Kok, cuma ada Lia aja di sini?" tanya Bu Midah lagi setelah dirinya berhasil dipindahkan ke ruang VIP.

"Kalila pulang, Bu. Dia ngambek gara-gara aku mintai tolong untuk bayarin biaya rumah sakit Ibu."

"Keterlaluan, si Kalila itu! Benar-benar menantu durhaka! Masa' mertua lagi dirawat di rumah sakit, dia malah enak-enakan tidur di rumah? Nggak bener ini! Ibu harus buat perhitungan dengan dia begitu pulang nanti!" ujar Bu Midah menahan geram.

"Harus itu, Bu," celetuk Fika. "Kalila memang wajib kita berikan pelajaran!"

*

Keesokan paginya, Kalila sengaja mampir ke rumah sakit untuk menjenguk sang Ibu mertua. Bukan sebagai bentuk rasa peduli sebenarnya. Kalila datang hanya untuk mencari gara-gara dengan Firman dan juga keluarganya.

"Wah, si tuan putri baru dateng, nih," sindir Lia yang sedang menyuapi sang Ibu mertua. "Gimana tidurnya? Enak? Nyenyak?"

"Enak banget, Lia! Apalagi, nggak ada suara kamu yang cempreng kayak toa rusak itu."

Ck!

Lia berdecak sebal. Matanya mendelik menatap Kalila.

"Bu, si miskin itu menghina aku!" adu Lia kepada ibu mertuanya.

Bu Midah pun bereaksi dengan cepat. Ia menatap Kalila tajam dengan ekspresi yang terlihat marah.

"Kenapa kamu baru datang sekarang, hah?" tanya Bu Midah ketus kepada Kalila.

"Tadi malam aku datang juga kok, Bu."

"Kenapa nggak nginap kayak yang lain? Terus, kenapa kamu juga menolak untuk membayar biaya rumah sakit Ibu? Kamu kan sudah bekerja. Mau diapakan uang kamu kalau bukan untuk dipergunakan oleh Ibu dan seluruh anggota keluarga kita, hah?"

Kalila menghela napas dalam-dalam. Ia harus benar-benar bersabar jika harus menghadapi Ibu mertua yang konslet ini.

"Dengar baik-baik ya, Bu! Aku nggak nginep di sini karena aku capek banget habis dari kantor. Lagipula, Ibu kan nggak pernah suka sama aku. Takutnya nih, kalau Ibu sadar dan tiba-tiba lihat muka aku, malah jadi kena serangan jantung, gimana?"

"Kamu nyumpahi Ibu, Kalila?"

"Bukan menyumpahi, Bu. Hanya mengantisipasi." Kalila tersenyum tanpa dosa. "Yang kedua, kenapa aku nggak mau bayarin biaya rumah sakit Ibu? Jelas, karena Ibu itu tanggungjawab anak-anak Ibu. Bukan tanggung jawab aku."

"Tapi, kamu kan menantu Ibu, Kalila. Jadi, kamu juga harus ikut bertanggung jawab terhadap kehidupan Ibu!"

"Kalau begitu, kenapa nggak minta sama Lia atau suaminya Mbak Fika aja? Mereka juga menantu Ibu, kan?"

"Enak aja! Jangan coba-coba libatkan aku ya!" seru Lia secara reflek. Dia tak mungkin mau mengeluarkan uang untuk biaya rumah sakit sang Ibu mertua.

"Kalau mereka kan memang nggak punya uang, Kalila! Beda sama kamu yang jelas-jelas kerja dan ternyata diam-diam masih memiliki tabungan."

Tampang Bu Midah terlihat masam sekali. Dia merasa sangat kesal karena ternyata Kalila, si menantu yang ia anggap kere, ternyata masih memiliki tabungan yang mungkin jumlahnya masih cukup lumayan.

Terbukti, dari penampilan Kalila yang kini semakin modis dengan pakaian baru yang selalu berganti-ganti setiap hari. Belum lagi, kulit Kalila kembali kencang, mulus, putih dan terawat seperti saat pertama kali Kalila menjadi menantunya.

"Kan, aku kerja demi diriku sendiri, Bu. Kalau bukan aku yang cari makan sendiri, gimana caranya aku bisa bertahan hidup? Sementara, aku udah nggak tahan lagi kalau harus makan nasi basi setiap hari," timpal Kalila dengan suara bergetar diakhir kalimat.

Hari yang penuh dengan penderitaan masih terngiang jelas di benak Kalila. Semua yang telah dia lalui, kini membuatnya menjadi sosok yang jauh lebih kuat dan tak mudah untuk diintimidasi apalagi dimanfaatkan.

"Kamu semakin hari semakin pandai melawan, Kalila! Benar-benar menantu durhaka! Menantu tak tahu diri!"

Prang!

Bu Midah yang sangat murka dengan setiap kalimat balasan yang diberikan Kalila langsung merebut nampan berisi makanannya dari tangan Lia kemudian melemparkannya ke arah Kalila.

Untuk ukuran orang yang sedang sakit, tenaga Bu Midah terbilang cukup kuat. Beruntung, Kalila bisa menghindar tepat waktu hingga nampan tersebut tidak sampai mengenai tubuhnya.

"Ibu nggak berubah, ya! Masih tetap jahat dan kasar seperti sebelum-sebelumnya!"

"Perempuan seperti kamu memang pantas untuk dikasari! sudah miskin, yatim piatu, tukang pembangkang, lagi! Mati aja kamu, Kalila!" seru Bu Midah emosi.

"Ibu aja duluan. Aku nyusulnya nanti-nanti aja."

"Kamu...."

Bu Midah mendadak kembali sesak napas. Lia yang panik segera menekan bel emergency untuk memanggil perawat.

"Semua ini salah kamu! Kalau sampai Ibu kenapa-kenapa, kamu bakalan habis sama Mas Firman!" seru Lia penuh emosi kepada Kalila.

Kalila hanya diam saja. Jika Firman ingin membuat perhitungan dengannya, maka itu akan sangat menyenangkan.

Itu yang Kalila tunggu-tunggu demi menjalankan rencana selanjutnya.

Drtt! Drrtt!

Ponsel Lia tiba-tiba berdering. Gelagat wanita itu pun mendadak gugup saat melihat ke arah Kalila yang sedang memandanginya.

"Bapakku telfon. Aku angkat dulu!" pamit Lia pada Kalila.

Kalila masih diam saja. Sepersekian detik berikutnya, dia malah tertawa kecil.

"Kasihan sekali kamu, Mas! Kamu pikir, kamu satu-satunya untuk dia. Padahal, kamu ternyata hanya salah satunya. Ini semakin seru. Aku suka. Sangat suka."

1
Novi Partusia
ceritanya bagus🙏
Rino Wengi
mampusssssd
Rino Wengi
di anjing istrinya mau dijual
Rino Wengi
si setan mau naik haji???? nggak takut kualat?
Rino Wengi
kesel banget sama Kalila... sudah dikhianati masih betah disitu.mending pulang kerumah kakaknya minta cerai
Rino Wengi
kenapa nggak cerai saja bego
Lucy
😄😄😄😄mantap kalila
Siska Eta
jangan jangan Lia punya pria lain ya
Siska Eta
mantap lawan terus ,puas aku baca
Siska Eta
keluarga iblis di otak mareka hanya untuk memanfaatkan harta orang
Siska Eta
belum sadar dia kalau istrinya tengah menjatuhkanya
Siska Eta
pastikan jatuh sampai titik terendah
Siska Eta
Kalau su banyak uang lupa diri
Siska Eta
Cinta tanpa restu keluarga ternyata lebih sakit
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙤𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙞𝙙𝙖𝙝2 𝙪𝙩𝙚𝙠𝙚 𝙜𝙚𝙨𝙚𝙧 𝙨𝙖𝙠 𝙖𝙣𝙖𝙠2 𝙢𝙖𝙣𝙩𝙪2 𝙣𝙚 😭😭🤣🤣🤣
Melinda Corra Febrina
/Smile/
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙞𝙗𝙪𝙠 𝙠𝙤𝙠 𝙠𝙚𝙢𝙥𝙡𝙤 🤣🤣🤣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙠𝙖𝙧𝙢𝙖 𝙙𝙞𝙗𝙮𝙧 𝙩𝙪𝙣𝙖𝙞 𝙡𝙞𝙖 𝙡𝙞𝙖 🤣🤣🤣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙨𝙤𝙮𝙤 𝙜𝙚𝙨𝙚𝙧 𝙪𝙩𝙚𝙠𝙚 𝙠𝙚𝙡𝙪𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙠𝙞, 𝙟𝙚𝙣𝙚𝙣𝙜𝙚 𝙬𝙤𝙣𝙜 𝙨𝙪𝙜𝙞𝙝 𝙠𝙚𝙗𝙖𝙣𝙮𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙞𝙣𝙩𝙚𝙧 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙨𝙩𝙞 𝙥𝙣𝙮 𝙘𝙞𝙧𝙘𝙡𝙚 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜2 𝙝𝙚𝙗𝙖𝙩 𝙮𝙜 𝙣𝙜𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙝𝙪𝙠𝙪𝙢 🤣🤣🤣𝙠𝙤𝙠 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙖𝙧𝙚𝙥 𝙙𝙞𝙥𝙚𝙧𝙚𝙨 🤣🤣🤣𝙙𝙪𝙣𝙜𝙪 𝙖𝙣𝙘𝙚𝙣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙞𝙣𝙞 𝙢𝙞𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙪𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖 𝙤𝙩𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙪𝙙𝙝 𝙜𝙚𝙨𝙚𝙧 𝙠𝙖𝙡𝙞 𝙮𝙖, 𝙙𝙞𝙖 𝙮𝙜 𝙣𝙮𝙞𝙠𝙨𝙖 𝙆𝙖𝙡𝙞𝙡𝙖 𝙚𝙝 𝙜𝙞𝙡𝙞𝙧𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙠𝙞𝙩 𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙙𝙞𝙟𝙢𝙥𝙩 𝙙𝙞 𝙠𝙨𝙝 𝙨𝙪𝙧𝙥𝙧𝙞𝙨𝙚 𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙪𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖 𝙗𝙖𝙪 𝙩𝙖𝙣𝙖𝙝 𝙜𝙠 𝙩𝙖𝙪 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙜𝙠 𝙥𝙣𝙮 𝙤𝙩𝙖𝙠😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!