NovelToon NovelToon
Saat Istriku Tak Bodoh Lagi

Saat Istriku Tak Bodoh Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Selingkuh / Identitas Tersembunyi / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:985.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Itha Sulfiana

Firman selama ini berhasil membuat Kalila, istrinya seperti orang bodoh yang mau saja dijadikan babu dan tunduk akan apapun yang diperintahkan olehnya.

Hingga suatu hari, pengkhianatan Firman terungkap dan membuat Kalila menjadi sosok yang benar-benar tak bisa Firman kenali.

Perempuan itu tak hanya mengejutkan Firman. Kalila juga membuat Firman beserta selingkuhan dan keluarganya benar-benar hancur tak bersisa.

Saat istri tak lagi menjadi bodoh, akankah Firman akhirnya sadar akan kesalahannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah satunya?

"Man, Ibu sampai kapan harus dirawat di ruangan ini? Ibu mau pindah ke ruangan VIP aja. Di sini, Ibu nggak betah. Terlalu banyak orang," keluh Bu Midah kepada putranya begitu ia akhirnya bisa sadarkan diri.

"Bu, Firman lagi kesulitan keuangan. Tolong, jangan minta terlalu banyak dulu sama Firman. Firman lagi pusing ini!"

"Kok, kamu malah ketus gitu sih, sama Ibu?" Bu Midah mengerucutkan bibirnya kesal.

"Bukannya, ketus, Bu. Ini tuh namanya tegas. Tegas!"

"Pokoknya, Ibu nggak mau tahu. Ibu mau pindah ruangan ke ruangan VIP! Kalau nggak, Ibu menolak untuk dirawat. Biarin aja Ibu mati supaya nggak ada lagi yang doain kamu supaya sukses. Kamu nggak lupa, kalau kamu bisa punya empat toko meubel berkat doa siapa, kan? Karena doa Ibu, Man! Doa Ibu yang paling mujarab untuk kesuksesan anak-anaknya."

Firman terdiam mendengar Omelan sang Ibu. Dalam hati, Firman memikirkan semua ucapan sang ibu dengan matang.

Selama ini, dia sangat percaya bahwa doa Ibulah yang membuat jalannya begitu mudah dalam mencapai kesuksesan.

Namun, entah kenapa, akhir-akhir ini Firman malah terkesan ragu. Semenjak Kalila memutuskan angkat tangan dan tak peduli pada semua urusan Firman termasuk toko, semuanya mendadak jadi berantakan.

Tak ada satu pun yang berjalan dengan benar sejak sang istri pertama mengetahui tentang perselingkuhan dirinya. Semuanya semakin ruwet tak terkendali.

"Man, kamu mau pindahin Ibu atau tidak?" desak Bu Midah.

Sang putra pun menghela napasnya dengan kasar. Terpaksa, dia harus kembali merogoh kocek dalam-dalam demi memenuhi keinginan sang Ibu.

"Oke. Firman akan segera urus semuanya. Ibu tunggu sebentar."

Dengan langkah gontai, Firman segera mengurus kepindahan sang Ibu ke ruang VIP. Tak hanya sang Ibu yang tampak senang. Kakak dan istri sirinya juga sangat bahagia karena bisa ikut beristirahat dengan nyaman tanpa khawatir akan diganggu oleh orang lain.

"Kalila kemana, Man? Kok, cuma ada Lia aja di sini?" tanya Bu Midah lagi setelah dirinya berhasil dipindahkan ke ruang VIP.

"Kalila pulang, Bu. Dia ngambek gara-gara aku mintai tolong untuk bayarin biaya rumah sakit Ibu."

"Keterlaluan, si Kalila itu! Benar-benar menantu durhaka! Masa' mertua lagi dirawat di rumah sakit, dia malah enak-enakan tidur di rumah? Nggak bener ini! Ibu harus buat perhitungan dengan dia begitu pulang nanti!" ujar Bu Midah menahan geram.

"Harus itu, Bu," celetuk Fika. "Kalila memang wajib kita berikan pelajaran!"

*

Keesokan paginya, Kalila sengaja mampir ke rumah sakit untuk menjenguk sang Ibu mertua. Bukan sebagai bentuk rasa peduli sebenarnya. Kalila datang hanya untuk mencari gara-gara dengan Firman dan juga keluarganya.

"Wah, si tuan putri baru dateng, nih," sindir Lia yang sedang menyuapi sang Ibu mertua. "Gimana tidurnya? Enak? Nyenyak?"

"Enak banget, Lia! Apalagi, nggak ada suara kamu yang cempreng kayak toa rusak itu."

Ck!

Lia berdecak sebal. Matanya mendelik menatap Kalila.

"Bu, si miskin itu menghina aku!" adu Lia kepada ibu mertuanya.

Bu Midah pun bereaksi dengan cepat. Ia menatap Kalila tajam dengan ekspresi yang terlihat marah.

"Kenapa kamu baru datang sekarang, hah?" tanya Bu Midah ketus kepada Kalila.

"Tadi malam aku datang juga kok, Bu."

"Kenapa nggak nginap kayak yang lain? Terus, kenapa kamu juga menolak untuk membayar biaya rumah sakit Ibu? Kamu kan sudah bekerja. Mau diapakan uang kamu kalau bukan untuk dipergunakan oleh Ibu dan seluruh anggota keluarga kita, hah?"

Kalila menghela napas dalam-dalam. Ia harus benar-benar bersabar jika harus menghadapi Ibu mertua yang konslet ini.

"Dengar baik-baik ya, Bu! Aku nggak nginep di sini karena aku capek banget habis dari kantor. Lagipula, Ibu kan nggak pernah suka sama aku. Takutnya nih, kalau Ibu sadar dan tiba-tiba lihat muka aku, malah jadi kena serangan jantung, gimana?"

"Kamu nyumpahi Ibu, Kalila?"

"Bukan menyumpahi, Bu. Hanya mengantisipasi." Kalila tersenyum tanpa dosa. "Yang kedua, kenapa aku nggak mau bayarin biaya rumah sakit Ibu? Jelas, karena Ibu itu tanggungjawab anak-anak Ibu. Bukan tanggung jawab aku."

"Tapi, kamu kan menantu Ibu, Kalila. Jadi, kamu juga harus ikut bertanggung jawab terhadap kehidupan Ibu!"

"Kalau begitu, kenapa nggak minta sama Lia atau suaminya Mbak Fika aja? Mereka juga menantu Ibu, kan?"

"Enak aja! Jangan coba-coba libatkan aku ya!" seru Lia secara reflek. Dia tak mungkin mau mengeluarkan uang untuk biaya rumah sakit sang Ibu mertua.

"Kalau mereka kan memang nggak punya uang, Kalila! Beda sama kamu yang jelas-jelas kerja dan ternyata diam-diam masih memiliki tabungan."

Tampang Bu Midah terlihat masam sekali. Dia merasa sangat kesal karena ternyata Kalila, si menantu yang ia anggap kere, ternyata masih memiliki tabungan yang mungkin jumlahnya masih cukup lumayan.

Terbukti, dari penampilan Kalila yang kini semakin modis dengan pakaian baru yang selalu berganti-ganti setiap hari. Belum lagi, kulit Kalila kembali kencang, mulus, putih dan terawat seperti saat pertama kali Kalila menjadi menantunya.

"Kan, aku kerja demi diriku sendiri, Bu. Kalau bukan aku yang cari makan sendiri, gimana caranya aku bisa bertahan hidup? Sementara, aku udah nggak tahan lagi kalau harus makan nasi basi setiap hari," timpal Kalila dengan suara bergetar diakhir kalimat.

Hari yang penuh dengan penderitaan masih terngiang jelas di benak Kalila. Semua yang telah dia lalui, kini membuatnya menjadi sosok yang jauh lebih kuat dan tak mudah untuk diintimidasi apalagi dimanfaatkan.

"Kamu semakin hari semakin pandai melawan, Kalila! Benar-benar menantu durhaka! Menantu tak tahu diri!"

Prang!

Bu Midah yang sangat murka dengan setiap kalimat balasan yang diberikan Kalila langsung merebut nampan berisi makanannya dari tangan Lia kemudian melemparkannya ke arah Kalila.

Untuk ukuran orang yang sedang sakit, tenaga Bu Midah terbilang cukup kuat. Beruntung, Kalila bisa menghindar tepat waktu hingga nampan tersebut tidak sampai mengenai tubuhnya.

"Ibu nggak berubah, ya! Masih tetap jahat dan kasar seperti sebelum-sebelumnya!"

"Perempuan seperti kamu memang pantas untuk dikasari! sudah miskin, yatim piatu, tukang pembangkang, lagi! Mati aja kamu, Kalila!" seru Bu Midah emosi.

"Ibu aja duluan. Aku nyusulnya nanti-nanti aja."

"Kamu...."

Bu Midah mendadak kembali sesak napas. Lia yang panik segera menekan bel emergency untuk memanggil perawat.

"Semua ini salah kamu! Kalau sampai Ibu kenapa-kenapa, kamu bakalan habis sama Mas Firman!" seru Lia penuh emosi kepada Kalila.

Kalila hanya diam saja. Jika Firman ingin membuat perhitungan dengannya, maka itu akan sangat menyenangkan.

Itu yang Kalila tunggu-tunggu demi menjalankan rencana selanjutnya.

Drtt! Drrtt!

Ponsel Lia tiba-tiba berdering. Gelagat wanita itu pun mendadak gugup saat melihat ke arah Kalila yang sedang memandanginya.

"Bapakku telfon. Aku angkat dulu!" pamit Lia pada Kalila.

Kalila masih diam saja. Sepersekian detik berikutnya, dia malah tertawa kecil.

"Kasihan sekali kamu, Mas! Kamu pikir, kamu satu-satunya untuk dia. Padahal, kamu ternyata hanya salah satunya. Ini semakin seru. Aku suka. Sangat suka."

1
Eko Sujati
Luar biasa
widha risman
ah ceritanya seru bgt ga bosenin susah di tebak cuma.sayang upnya dikit dikit jadi suka tanggung
Ineke Susanti
Suka jln ceritanya.. bagus
Keyla Anjani
Luar biasa
merry jen
bgs kmu ceraii urss tuu saudraa kmuu krnn saudra wlpun bermusuhan Krn keslhhnn phmm tpp klo kita minta maaff pstii di maafinn Krn saudraa tu gk tegaa,,cbb mntn lkii mn pdlii kmu knp knp ,,bw ibu kmuu jgg kshh loh ibu di pukulinn dikurungg jggg ,,itu ibumu gila mngkin wktu msh drmh dikshh obt berlbhnn sm vvi Krn gk mau repot urussinn
Nur Adam
lnju
Lee Mba Young
pdhl waktu akn kluar rumah dia bilang bisa meng-handle sendiri, nyatanya zonk 🤣🤣 sok iyes Kalila itu tp gk bisa ngapa ngapain. akhirnya kita bicara di dalam. berarti Kalila gk punya power orang kaya. biasanya keturunan orkay itu kl bicara bisa punya power. mungkin hilang powernya selama nikah ma firman terlalu bucin mknya kepintaran nya pun berkurang. menghadapi firman ae gk mmpu.
Giantini: kaila itu cma omng aja gede ,sok kuat tp dia ciut didepan firman
total 1 replies
Lee Mba Young
kan tinggal bilang kl sdh cerai, kasih suratnya knp suruh masuk. ini yg goblok siapa ya Kalila lah. kl suruh masuk berarti yg di katakan ibu ibu itu bener aneh.
ya firman selalu di kasih hati ma Kalila mknya sprti itu, pling Kalila masih cinta mkne gk teges ma firman.
drpd sprti itu mnding rujuk saja lah ambil lagi tu sampah 🤣😂😂😂
Batara Kresno
duh kesel ama kalilla ringgal bilang aj ama ibu ibu biar diusir knpa masih dikasih hati kan udah jadi mantan biar aj
Lee Mba Young: Kalila masih cinta, mkne gk teges dia
total 1 replies
Desmeri epy Epy
lanjut thor
Riaaimutt
kan bodo...
cinta itu buta... benar,, tapi bukan buta untuk hal seperti ini
Nur Adam
lnju
Tining Revi
satu keluarga gk ada yg waras. untung cuma di novel kamu thor. kalo di dunia nyata, udah pasti para tetangga pada kabur transmigrasi.
Tining Revi
pikun dia
murni l.toruan
Karma tidak semanis kurma.... makanya jangan duakan dan sakiti hati istri yang baik dan tulus. Tuhan itu tidak tidur...apa yang kamu tanam itu yang kamu tuai. Penyesalan itu terlambat datangnya
arniya
panen ap yang di tanam
Akbar Razaq
Budir aja Fika biar tambah komplaknya dirimu.
Dessy Lisberita
minta bantuan ke killa yg ad di damprat
sutiasih kasih
udah tau km fika.... gmn rasanya km di zdolimi suami mokondo mu....
km di rumah bnting tulang untuk menafkahi keluarga.... suami yg gbtau diri itu taunya hnya minta beres.... mkan tidur enak.... & bisa ber senang2 dgn selingkuhannya....
klo sdh tau busuknya riko.... dan km masih ngotot mmprtahankn riko.... fix km memang g ada otak fika....
Giantini: dari dulu emng Fika GK ada otak kn..taunya cma meras adik laki"nya untuk suami modal tampang doang...rasain tu Fika...biar tau rasa km kakak dan anak yg TK tau diri dan egois..biar dia ngerasain gimna klo diselingkuhi.
total 1 replies
Nor Azlin
sudah tentu lah si lia gusar yah kerana dia di ceraikan kerana kasus perselingkuhan nya itu lho ...lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!