NovelToon NovelToon
Married To My Enemy

Married To My Enemy

Status: tamat
Genre:Menikah dengan Musuhku / Enemy to Lovers / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Seorang penguntit telah dua kali menyusup ke rumah Stella. Ia merasa membutuhkan bantuan profesional. Karena itu, Kayson Sheridan, musuh bebuyutannya semasa kecil sekaligus pendiri Sheridan Securities, pun hadir untuk membantunya.

Kayson berjanji akan melindunginya serta menugaskan penyelidik terbaik untuk menangani kasus tersebut.

Mungkin Kayson tidak seburuk yang selama ini ia kira. Semakin lama bersama pria itu, Stella menyadari bahwa perasaannya jauh menjadi lebih rumit daripada yang pernah ia rasakan sebelumnya.

Namun, di sisi lain, seseorang telah mengincar Stella dan bertekad bahwa jika tidak dapat memilikinya, maka ia akan menghancurkannya.

୨ৎ SHERIDAN SECURITIES SEASON I ୨ৎ

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertanyaan Aneh!

Stella sudah sering datang ke Sheridan Securities.

Gedung tinggi yang mencolok itu berdiri di jantung pusat kota Jakarta. Dan kantor Kayson, ruang sudut besar di lantai paling atas, menawarkan pemandangan jalanan Monas yang luar biasa.

“Mau minum sesuatu?” Asisten Kayson memberinya senyum cepat dan agak gugup, sebelum membenarkan kacamatanya. Mateo memiliki wajah yang terbuka dan ramah. Baru lulus tahun lalu, ia terlihat sangat ingin membuktikan dirinya di Sheridan Securities.

“Gue enggak apa-apa, makasih.” Stella duduk di sofa dekat sana.

Kayson tidak ada di ruangan itu. Mateo tadi mengantarnya masuk, lalu menghilang sebentar. Tapi ia meminta Stella menunggu di sana.

Tangan Stella saling menggenggam di pangkuan. ia bukan tipe orang yang sabar menunggu, apalagi dia selalu kepikiran rumahnya yang hangus.

Api itu.

Dan siapa pun yang melakukan semua ini padanya.

“Gue ada di luar,” kata Mateo. “Kalau lo butuh apa-apa, tinggal panggil.”

“Makasih, gue—”

Pintu terbuka di belakang Mateo.

“Stella!” Suara menggelegar Joel Gultom memenuhi ruangan saat pria itu bergegas menghampirinya. “Kayson udah cerita soal kebakarannya!”

Stella langsung berdiri sebelum Joel menariknya ke dalam pelukan yang nyaris menghancurkan tulang iganya.

Tubuh pria itu sebesar Kayson, tinggi dan berbahu lebar. Pertama kali mereka bertemu, Joel sempat mengajaknya berkencan.

Mengingat pria itu tampak seperti dewa Viking … tepatnya tokoh film favorit Stella, Thor.

Stella sempat tergoda untuk menerima ajakan kencan itu. Thor berambut gelap jelas luar biasa.

Namun Kayson menghancurkan rencana itu. Ia mengatakan Joel terlalu berbahaya, pria yang hidup demi adrenalin. Dia mantan tentara pasukan khusus, Joel jelas bukan tipe pria yang aman.

Karena Stella tidak pernah tertarik pada hidup yang terlalu aman, ia sebenarnya masih ingin memberi Joel kesempatan, tapi kemudian Kayson berbicara empat mata dengan wakil director barunya itu. Dan Joel langsung mendadak menjadi sangat dingin pada Stella.

Tapi saat ini dia tidak tampak dingin sama sekali.

Joel memeluknya lagi. “Lo bakal aman.” Napasnya hangat di telinganya. “Sheridan Securities lagi nangani ini.”

“Lepasin tangan lo dari dia!” geram Kayson, suaranya tajam dan kesal.

Joel mundur, tapi tangannya masih di bahu Stella. “Lo enggak apa-apa?”

Stella mengangguk.

“Heh. Masih beraninya nyentuh dia. Stop!”

Kayson masuk ke ruangan. Sekali lagi, pria itu pasti menggunakan kemampuan ninjanya karena Stella tidak mendengar ia masuk.

Kini Kayson berdiri di balik meja besarnya, menatap mereka dengan marah.

Joel benar-benar berhenti. Ia melepaskan Stella dan menjauh.

“Mateo, tahan semua telepon gue, ya!” geram Kayson kepada asistennya.

Stella baru sadar Mateo masih ada di sana.

Mateo mengangguk cepat lalu keluar tergesa dari ruangan. Pintu pun tertutup dengan bunyi 'klik' lembut.

Stella kembali meremas kedua tangannya.

Tatapan marah Kayson sedikit melunak. “Lo aman, Stella.”

“Pasti,” tambah Joel dengan senyum lebarnya.

“Gue enggak merasa aman.”

Sama sekali tidak. Alih-alih duduk kembali di sofa, Stella berjalan menuju jendela tinggi yang menghadap kota. Hari kerja sudah dimulai dan mobil-mobil melaju di jalanan, di bawah.

“Kapan lo bisa akses kamera lalu lintas, Kayson?”

“Teknisi kita lagi kerjain sekarang.” Kursi kulit Kayson berderit pelan saat ia duduk. “Begitu ada hasil, mereka langsung lapor ke gue.”

Itu bagus.

“Dan kita punya penyelidik berpengalaman di kebakaran.” Kayson menambahkan, kursinya kembali berderit. “Gue kirim Vanylla Avani dan Wallen Sinaga ke rumah lo, Stella. Mereka mantan pemadam kebakaran terbaik dan bakal pastiin enggak ada detail yang terlewat.”

Baik.

Berarti tindakan sudah berjalan.

Semua rencananya sudah bergerak.

Stella memutar bahunya, meluruskan punggungnya. “Apa yang bisa gue lakuin?”

Sunyi.

Stella berbalik menatap kedua pria itu, pandangannya pertama jatuh pada Kayson. Pria itu menatapnya, dan Tuhan … mereka benar-benar sudah saling berciuman.

Baru beberapa jam yang lalu?

Sebuah ciuman yang hampir menjatuhkannya.

Kayson Sheridan. Baginya ciuman itu bahkan lebih baik daripada yang pernah mereka bagi bertahun-tahun lalu. Dan mungkinkah … dulu dia benar-benar menginginkannya?

Apakah pria itu masih menginginkannya sekarang?

Saat menatap matanya, Stella hampir yakin ia melihat rasa yang sama di sana.

Kerinduan.

Tapi … ini Kayson.

Jika telepon dari Riggs itu tidak mengganggu mereka, apa yang akan terjadi?

Apa yang akan terjadi jika ia kembali menginap di rumahnya malam-malam berikutnya?

Pipinya terasa panas ketika Stella memalingkan pandangan dan menatap Joel. Pria itu sedang mengerutkan kening, menatap curiga ke arah Stella … dan ke arah Kayson.

“Kita perlu tahu siapa saja orang yang dekat sama lo,” kata Joel akhirnya. Ia menarik laptop kecil dari tasnya. Stella bahkan baru sadar pria itu membawa tas yang tergantung di bahunya. “Kita bikin daftar. Ini bakal jadi titik awal kita.”

Stella melangkah mendekat. “Lo benar-benar pikir orang yang ngelakuin ini, seseorang yang gue kenal?”

“Kemungkinan besar,” jawab Kayson dengan suara dalam dan gelap. “Kejahatan kayak gini biasanya enggak random.”

“Tapi bisa aja random, kan?” bantah Stella. Tidak mungkin seseorang yang ia kenal.

Siapa yang bisa membenci Stella sedalam itu?

“Bisa aja random,” kata Joel sambil memegang laptopnya. “Tapi kita harus cerdas. Kita mulai dari orang-orang terdekat lo, lalu melebar keluar. Kayson selalu bekerja seperti itu dalam situasi kayak gini.”

Situasi kayak begini?

Stella melirik Kayson lagi. “Oh ternyata Lo enggak cuma merancang sistem keamanan buat rumah dan perusahaan.”

Kayson memiringkan kepala ke arahnya. “Perlindungan pribadi adalah langkah bisnis gue berikutnya. Gue mau nawarin paket lengkap ke klien.”

“Lo … pernah menghentikan orang-orang kayak gini sebelumnya?”

Kayson mengambil pena di mejanya, jari-jarinya menggenggam benda itu. “Iya. Dan kita bakal menghentikan yang ini juga.”

Kayson mengatakannya dengan keyakinan penuh, hingga sebagian ketegangan di bahu Stella mereda.

“Makasih.”

Kayson memberinya senyum kecil. “Tapi kita butuh daftar itu, Stella. Gue tahu ini privasi, tapi kita harus tahu semua orang yang dekat sama lo.” Ia menunjuk kursi di depan mejanya. “Duduklah. Kita mulai.”

Stella duduk. Sepatu ketsnya bergeser pelan di lantai.

“Riggs.” Rasanya aneh hanya menyebut namanya. “Maksud gue, jelas bukan dia pelakunya. Tapi dia orang yang paling dekat sama gue. Yang tahu semua rahasia gue.”

Joel duduk di kursi di sampingnya dan meletakkan laptop di meja Kayson. “Rahasia lo banyak?”

Stella tertawa, lalu sadar pria itu tidak bercanda.

“Karena 'rahasia' bisa menarik orang-orang jahat,” tambah Joel. “Kalau ada sesuatu di masa lalu lo yang lo kubur dalam-dalam, sekarang waktunya lo cerita ke kami.”

Joel berbicara serius.

“Enggak ada.” Stella menoleh ke arah Kayson. “Serius gak ada!”

“Kami harus menyelidiki kehidupan lo sebagai bagian dari kasus ini,” kata Joel dengan suara sangat hati-hati. “Akan lebih mudah kalau kita mulai dengan mengetahui rahasianya daripada kita harus menemukannya nanti dan kita bakal menanyai lo lagi. Itu menghemat waktu. Lo paham?”

Stella tidak bisa membaca ekspresi di mata Kayson. “Lo sudah kenal gue hampir seumur hidup gue. Gue enggak punya rahasia.”

“Kita semua punya,” kata Joel. “Kayson jelas punya banyak.”

“Heh, hati-hati!” gumam Kayson.

“Dicopy, Bos!” Joel berdeham. “Lanjut … kekasih saat ini?”

Dia ingin tahu kekasihnya sekarang?

Mudah.

“Gue … enggak punya.”

Joel mengangguk. “Oke. Kita mulai dari yang terakhir. Lo bisa cerita, kapan terakhir Riggs berhubungan badan sama lo?”

Kalimat terakhir membuat Stella kesal.

“Serius?” suaranya langsung naik dan berbahaya. “Kenapa sih semua orang mikir gue tidur sama Riggs?”

1
Rita
like seru tegang
DityaR: Maacii kak
total 1 replies
Rita
bagus biarpun awal2 bingung ma obrolan nya ceritanya seru tebak2an siapa penjahaty semangat terus
Rita
sdh g sabar nervous
Rita
hhhmmmmmmm👀
Rita
😂😂😂😂saking kuaty
Rita
tegang,trauma,kecewa,sedih takut jadi satu kmu sdh bener
Rita
buruan mumpung lengah
Rita
seru g diduga
Rita
nah lho👀👀👀👀
Rita
😂😂😂😂
Rita
ini diluar pengamanan 🥰🥰🥰
Rita
👍👍👍👍👍👍bener
Rita
Mudah2n beneran selesai
DityaR: pembunuhnya aja belum ketemu, selesai gimana wkwkwk
total 1 replies
Rita
akhirnya
Rita
bikin deg2an Kayson
Rita
nikahin lah
Rita
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Rita
😂😂😂😂😂
Rita
hhmmm bnr2 sdh selesai blm?
Rita
🥰🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!