NovelToon NovelToon
Gerhana Sembilan Langit 2

Gerhana Sembilan Langit 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Masuk ke dalam novel / Fantasi Timur / Transmigrasi
Popularitas:15.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kokop Gann

(GERHANA SEMBILAN LANGIT SEASON 2)

Setelah menaklukkan Laut Selatan dan membawa Long Tian ke Ranah Inti Emas, Han Luo menuju Kekaisaran Pusat untuk Turnamen Raja Laut. Di sana, ia mendeteksi potongan Pedang Darah Iblis lain yang dipegang oleh monster Ranah Jiwa Baru Lahir yang juga mengincar Mata Iblis Es.

Turnamen Raja Laut tahun ini akan sangat meriah!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Labirin Nadi Naga

Gua sempit itu bergetar hebat. Debu batu berjatuhan dari langit-langit, menutupi genangan darah yang mulai membeku di lantai.

Di luar, suara ledakan bertubi-tubi menggema. Jenderal Wu sedang menghancurkan dinding tebing jurang inci demi inci untuk mencari lubang persembunyian mereka. Setiap pukulan pedangnya membuat jantung ketiganya berdetak lebih cepat.

Han Luo duduk bersandar di dinding, matanya tertutup rapat. Dia sedang memfokuskan sisa Qi Es-nya untuk mematikan saraf rasa sakit di pangkal lengan kirinya yang kini buntung.

Rasa sakit itu sangat nyata. Otaknya masih berpikir dia memiliki lengan kiri, mengirimkan sinyal panik ke kekosongan.

"Hah... hah..." Long Tian terbatuk di sebelahnya. Pemuda kekar itu memuntahkan gumpalan darah hitam. Zirah tulang naganya hancur total di bagian dada, dan napasnya berbunyi serak, tanda tulang rusuknya menusuk paru-paru.

"Kau akan mati jika terus memuntahkan darah seperti itu," suara Su Qingxue terdengar dingin dari sudut ruangan. Gadis iblis itu sedang mengganti cadarnya yang robek, wajah cantiknya kotor oleh debu, tapi matanya tetap memancarkan kalkulasi kejam.

"Tuan Mo..." Long Tian mengabaikan Su Qingxue, memaksakan diri menoleh ke arah Han Luo. Saat dia melihat kekosongan di sisi kiri tubuh Han Luo, mata Long Tian membelalak ngeri. "Lenganmu... Tuan, kau..."

"Aku masih hidup," potong Han Luo datar. Matanya terbuka. Mata kanan itu tidak lagi memancarkan ketenangan seorang penipu, melainkan kedinginan seorang pembunuh yang terpojok. "Itu yang terpenting sekarang."

Han Luo mencoba berdiri menggunakan tangan kanannya.

Keseimbangannya kacau. Kehilangan berat satu lengan membuat pusat gravitasinya bergeser. Dia hampir terhuyung ke depan sebelum akhirnya menstabilkan diri dengan menekan bahu kanannya ke dinding.

"Menyedihkan," cibir Su Qingxue. "Tuan Mo yang agung, kini bahkan tidak bisa berdiri tegak. Jenderal gila di luar sana akan menemukan kita dalam lima menit. Punya rencana jenius lain, atau kita harus mulai menulis surat wasiat?"

Han Luo menatap Su Qingxue dengan tatapan membunuh.

"Simpan cibiranmu, Putri Iblis. Jika kau punya cara untuk keluar, lakukan. Jika tidak, diam dan ikuti aku."

Han Luo mengulurkan tangan kanannya, memanggil Raja Ulat Sutra Penenun Hampa. Ulat transparan itu melingkar di pergelangan tangannya yang tersisa.

"Ulat ini merasakan aliran angin dari celah di belakang gua ini," kata Han Luo, menunjuk ke dinding batu di ujung lorong sempit. "Ada jalur ke bawah. Reruntuhan ini adalah 'Jantung Naga yang Tidur'. Jantung selalu terhubung dengan pembuluh darah utama."

Su Qingxue menyipitkan mata. "Kau mau kita masuk lebih dalam ke sarang ini? Tanpa peta?"

"Di luar ada Jiwa Baru Lahir yang ingin mencincang kita. Di bawah ada monster kuno yang belum tentu bangun. Pilih racunmu."

BLAARRR!

Dinding tebing di luar gua retak parah. Cahaya merah dari pedang Jenderal Wu menyilaukan mata dari celah pintu masuk.

"AKU MENCUIM BAU DARAH KALIAN, TIKUS!" raung Jenderal Wu.

"Pilihan dibuat," desis Su Qingxue.

Han Luo tidak membuang waktu. "Bantu Hei Long berdiri. Dia tidak bisa jalan sendiri."

"Kau menyuruhku memapah bawahanmu?" Su Qingxue mendengus tidak percaya. "Dia beban. Tinggalkan dia sebagai umpan."

Han Luo menempelkan ujung Pedang Teratai Darah-nya (yang kini dia pegang dengan tangan kanan) ke leher Su Qingxue dalam sekejap mata. Kecepatannya menurun drastis, tapi niat membunuhnya cukup untuk membuat gadis itu terpaku.

"Di dunia yang normal, aku akan setuju denganmu," suara Han Luo bergetar menahan sakit, tapi nadanya absolut. "Tapi di reruntuhan ini... kita butuh daging setebal baja untuk memicu jebakan di depan. Jika kau tidak memapahnya, kau yang akan jadi umpan jebakanku."

Su Qingxue menatap mata Han Luo. Dia menyadari pria ini sudah tidak peduli pada basa-basi atau etika. Pria ini sudah memasuki mode survival murni.

"Cih. Dasar orang-orang gila," gerutu Su Qingxue. Dia memegang kerah jubah Long Tian dan menarik pemuda raksasa itu berdiri dengan sisa Qi-nya.

Han Luo berjalan ke depan. Dia memfokuskan Qi Es ke tangan kanannya dan meninju dinding batu yang rapuh di ujung gua.

KRAK!

Batu itu runtuh, menampakkan sebuah lorong yang terbuat dari kristal merah gelap yang memancarkan cahaya redup. Ini bukan batu biasa. Ini terlihat seperti daging yang membatu.

"Pembuluh Nadi Naga," gumam Han Luo.

Mereka bertiga melompat masuk ke dalam lorong itu tepat sebelum Jenderal Wu menghancurkan pintu depan gua mereka.

BAM! Jenderal Wu masuk ke gua yang sudah kosong, hanya menemukan ceceran darah Han Luo dan Long Tian. Dia melihat lubang di ujung lorong dan tertawa liar.

"Bagus! Teruslah lari ke dasar neraka! Aku akan memburu kalian perlahan-lahan!"

Tiga Jam Kemudian - Kedalaman Labirin Nadi Naga.

Suhu di dalam lorong kristal merah itu luar biasa panas, kontras dengan hawa dingin es di atas arena tadi. Bau darah purba sangat pekat hingga membuat paru-paru terasa berat.

Han Luo berjalan di depan. Keringat membasahi seluruh tubuhnya, melunturkan pembeku di bahunya hingga darah kembali menetes sesekali. Dia berjalan dengan postur sedikit miring untuk menyeimbangkan tubuhnya.

Di belakangnya, Su Qingxue menyeret Long Tian yang kesadarannya keluar-masuk.

"Kita sudah berputar-putar selama tiga jam," kata Su Qingxue, napasnya memburu. "Dan monster di belakang sana belum menemukan kita. Ini aneh. Seorang Jiwa Baru Lahir seharusnya bisa memindai seluruh area ini dengan Indra Spiritual-nya dalam hitungan detik."

Han Luo berhenti sejenak, bersandar di dinding kristal merah.

"Dia tidak bisa," jawab Han Luo serak. "Pernahkah kau mencoba menggunakan Indra Spiritual di sini?"

Su Qingxue mengerutkan kening. Dia mencoba memancarkan auranya ke luar.

Seketika, dia merasakan sakit kepala yang menusuk. Auranya dipantulkan kembali oleh dinding kristal merah itu dengan kekuatan ganda.

"Dinding ini... menekan Qi mental?"

"Tepat," Han Luo menunjuk dinding daging yang membatu itu. "Ini adalah nadi naga kuno. Tulang dan darah naga menolak manipulasi spiritual. Di dalam labirin ini, Jenderal Wu buta sama seperti kita. Dia harus mencari kita secara manual, belokan demi belokan."

Itu adalah satu-satunya alasan mereka masih hidup. Reruntuhan ini secara alami menetralisir keunggulan terbesar kultivator tingkat tinggi: Indra Spiritual. Di sini, Jenderal Wu hanyalah preman buta yang sangat kuat.

Han Luo mencoba mengayunkan Pedang Teratai Darah di tangan kanannya.

Sret.

Gerakannya canggung. Ayunannya meleset sepuluh derajat dari targetnya.

Sialan, batin Han Luo. Aku terbiasa menggunakan tangan kiri untuk menyeimbangkan putaran bahu saat menggunakan Langkah Hantu. Sekarang, jika aku bergerak terlalu cepat, aku akan jatuh terpeleset.

Kehilangan lengan bukan hanya soal kehilangan satu senjata, tapi merusak fondasi mekanika tubuh yang sudah dia bangun sejak Ranah Pembentukan Qi.

"Kau terlihat menyedihkan," komentar Su Qingxue, menyandarkan Long Tian ke dinding. "Pendekar pedang yang tidak bisa memegang pedang dengan benar. Apa rencanamu sekarang? Memukul Jenderal Wu dengan bahu buntungmu?"

Han Luo menyarungkan pedangnya kembali.

"Aku tidak akan melawannya dengan pedang."

Han Luo mengeluarkan gulungan Sutra Seribu Wajah di pikirannya. Dia butuh solusi. Dan dia butuh itu sekarang.

"Nona Suci," kata Han Luo, menoleh ke arah Su Qingxue. "Kau punya benang sutra iblis, kan? Yang kau gunakan untuk mengikat bayangan?"

"Punya. Memangnya kenapa?"

"Aku butuh kau menjahitkan sesuatu untukku."

Han Luo mengambil pedang milik Long Tian (pedang Pemecah Ombak yang sudah retak) dari tanah.

"Ambil bilah pedang ini. Patahkan dari gagangnya. Lalu... jahit bilah ini ke sisa tulang di bahu kiriku."

Mata Su Qingxue membelalak. Wajahnya yang biasa tenang karena intrik kini menunjukkan kengerian murni. Bahkan Long Tian yang setengah sadar terbelalak.

"Kau gila?!" seru Su Qingxue. "Menjahit besi kotor ke tulang yang terbuka? Kau akan mati karena infeksi dan syok rasa sakit sebelum pedang itu terpasang!"

"Dengarkan aku," Han Luo maju selangkah, menatap gadis itu dengan mata yang sepenuhnya gelap. "Aku tidak punya waktu berbulan-bulan untuk melatih keseimbangan satu tangan. Dan aku tidak punya energi untuk menggunakan Benang Es-Api secara terus-menerus sebagai senjata."

Han Luo menunjuk bahu kirinya yang berlumuran darah.

"Aku akan membekukan saraf di sekitarnya. Gunakan Benang Bayangan-mu untuk menyatukan logam ini dengan otot dan tulangku. Aku akan menggunakan Qi untuk mempercepat penyatuan jaringan. Aku butuh penyeimbang berat di kiri, dan jika itu bisa membunuh... itu lebih baik."

"Itu bunuh diri!" tolak Su Qingxue. "Aku tidak akan—"

Han Luo mencengkeram leher gaun Su Qingxue dengan tangan kanannya, menarik wajah gadis itu mendekat.

"LAKUKAN," desis Han Luo. "Atau saat Jenderal itu menemukan kita, aku akan memastikan kau yang pertama kali dia penggal."

Su Qingxue menatap kegilaan di mata Han Luo. Pria ini bukan lagi Tuan Mo si perencana yang elegan. Pria ini adalah monster kelaparan yang rela mengamputasi dirinya sendiri demi peluang hidup 1%.

Dia mendorong tangan Han Luo menjauh.

"Kau benar-benar gila," umpat Su Qingxue, tapi dia mengambil bilah pedang retak itu. "Jika kau mati karena ini, aku akan memakan mayatmu."

"Sialan, lakukan saja."

Han Luo bersandar di dinding. Dia menggigit sepotong kayu gagang pedang untuk menahan teriakan.

Su Qingxue mengalirkan Qi Iblisnya, menciptakan jarum dan benang dari bayangan murni.

"Ini akan membakar jiwamu," peringat Su Qingxue.

Dia menusukkan jarum bayangan itu ke dalam daging bahu Han Luo yang hancur.

"HMMMPPHH!"

Mata Han Luo melotot, urat-urat di lehernya bermunculan seolah ingin pecah. Rasa sakitnya sepuluh kali lipat dari saat dia menggunakan Sutra Seribu Wajah untuk pertama kali. Logam dingin itu dipaksa masuk ke sela-sela tulang selangkanya.

Selama lima belas menit yang terasa seperti satu abad, gua itu dipenuhi dengan suara erangan tertahan, suara robekan daging, dan tetesan darah.

Ketika Su Qingxue akhirnya mundur dengan tangan bergetar, Han Luo terengah-engah, tubuhnya basah kuyup oleh keringat bercampur darah.

Di bahu kirinya, bukan lagi daging hancur yang terlihat.

Sebilah pedang retak sepanjang satu lengan kini menancap permanen dari sisa bahunya, diikat kuat oleh jaringan otot dan benang bayangan hitam yang menyatu dengan kulitnya. Lengannya telah menjadi bilah pedang.

Han Luo menggerakkan otot bahu kirinya. Pedang itu ikut bergerak, menebas udara dengan canggung namun mematikan.

Beratnya pas. Keseimbangannya kembali, meski dalam bentuk yang mengerikan.

Long Tian menatap pemandangan itu dengan horor dan kekaguman yang campur aduk. "Tuan Mo... kau benar-benar iblis..."

Han Luo memuntahkan kayu yang dia gigit. Dia tertawa serak, wajahnya pucat seperti mayat, tapi matanya menyala.

"Ini baru permulaan, Jenderal Wu," bisik Han Luo pada kegelapan lorong. "Kau mengambil lenganku... Aku akan mengambil segalanya darimu."

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Dpt budak pertama 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Ceritanya muantebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🌽🔥
Irman
mantap banget
Irman
kasih bonus besok Thor... 🙏🙏🙏
alexander
bagus ceritanya rekomen untuk di baca
Budi Wahyono
jahat juga han luo...
tpi gw demen....
Budi Wahyono
good
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
Dianrp
secangkir kopi nikmat
Budi Wahyono
vote minggu ini untuk tabib qiu
izar
mntpp
Mamat Stone
tetap semangat dan terus berkarya
Mamat Stone
sehat dan sukses selalu Thor
Mamat Stone
👻
Mamat Stone
🤭
Mamat Stone
/Casual/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!