NovelToon NovelToon
Tuan Higienis Dan Titipan Tak Tahu Diri

Tuan Higienis Dan Titipan Tak Tahu Diri

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Enemy to Lovers / Slice of Life
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Jangan sentuh apa pun. Jangan duduk di sofa sebelum mandi. Dan singkirkan remah kerupuk itu dari jangkauan radar saya!" — Calvin Harvey Weinstein.
Nirbita Luminara Rein mengira hidupnya sudah berakhir saat orang tuanya pergi dan kakaknya, Varro, menyatakan mereka bangkrut. Tapi ternyata, penderitaan yang sesungguhnya baru dimulai saat ia "digadaikan" oleh kakaknya sendiri kepada Calvin—CEO jenius yang punya alergi akut pada segala sesuatu yang tidak rapi.
Bagi Calvin, Nirbi adalah sumber kuman berjalan. Bagi Nirbi, Calvin adalah kulkas dua pintu yang cerewetnya minta ampun. Namun, di balik semprotan disinfektan dan aturan ketatnya, Calvin menyimpan rahasia: Ia sudah jatuh cinta pada "si kuman kecil" ini sejak insiden pelukan salah sasaran di kampus dulu.
Bisakah rumah super steril Calvin bertahan dari badai keberantakan Nirbi? Atau justru hati Calvin yang akhirnya "terkontaminasi" cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Detektif Disinfektan dan Rahasia di Toko Emas

Siang itu, Nirbi merasa punya kesempatan emas. Calvin sedang ada rapat penting dengan investor Jepang yang diperkirakan memakan waktu tiga jam. Dengan gerakan ala agen rahasia, Nirbi mengendap-endap keluar dari kantor, menyetop taksi, dan meluncur ke pusat perbelanjaan perhiasan terbesar di Jakarta.

"Permisi, Cik," ujar Nirbi sambil nyengir di depan etalase toko emas 'Sinar Abadi'. Ia meletakkan tangan kirinya di atas bantalan beludru. "Mau tanya, kalau cincin kayak gini, harganya dapet berapa motor ya?"

Pegawai toko itu memakai kacamatanya, menatap berlian di jari Nirbi, lalu matanya membelalak. "Neng, ini berlian kualitas VVS1. Langka ini! Harganya bukan motor lagi, Neng, bisa dapet rumah subsidi di pinggir kota!"

Mata Nirbi berbinar. "Wuih! Serius?! Berarti kalau aku jual sekarang—"

"Kalau kamu jual sekarang, pembelinya akan masuk penjara karena membeli barang curian milik saya."

Suara bariton yang dingin dan sangat familiar itu membuat bulu kuduk Nirbi berdiri. Ia menoleh perlahan dan menemukan Calvin berdiri di belakangnya dengan tangan bersedekap. Di sampingnya, seorang ajudan memegang tablet yang menampilkan titik merah berkedip—tepat di posisi Nirbi berdiri.

"K-Kak Calvin?! Kok... kok bisa ada di sini?" Nirbi terbata-bata, mencoba menyembunyikan tangan kirinya di balik punggung.

"Kamu pikir saya sebodoh itu memberikan perhiasan seharga rumah tanpa memasang pelacak mikroskopis di dalamnya?" Calvin melangkah maju, auranya membuat pelanggan toko emas lain menyingkir. "Nirbita, saya bilang itu inventaris kantor. Dan kamu mencoba menggadaikan aset perusahaan?"

Nirbi, yang menyadari ia tertangkap basah, bukannya menangis ketakutan, malah cengengesan. "Hehe... Pak Bos mah gitu. Aku kan cuma mau survei harga pasar, Kak! Siapa tau nanti Kakak bangkrut lagi, aku udah punya data akurat buat jual ini. Jadi aku nggak perlu ngemis ke Raja Minyak Dubai!"

Calvin menarik napas panjang, mencoba menahan diri untuk tidak meledak di tempat umum. "Ikut saya pulang sekarang. Kamu harus didekontaminasi karena sudah masuk ke toko yang udaranya tidak tersaring ini."

"Eh! Enggak mau! Aku lari duluan ya! Dadaaah Pak Bos!"

Tanpa rasa bersalah, Nirbi langsung mengambil langkah seribu, berlari zig-zag di antara kerumunan mal. Ia tahu Calvin tidak akan mengejarnya dengan berlari karena Calvin benci berkeringat di tempat umum.

Telepon dari Realita

Namun, keceriaan Nirbi hanya bertahan lima menit. Saat ia sedang bersembunyi di balik pilar dekat toko sepatu, ponselnya bergetar hebat. Nama "Sekretariat Kampus" muncul di layar.

Nirbi mengangkatnya dengan jantung berdebar. "Halo?"

"Selamat siang, Saudari Nirbita Luminara Rein. Kami ingin memberitahukan bahwa jatah absen Anda di mata kuliah Hukum Bisnis dan Akuntansi Biaya sudah melewati batas maksimal. Jika minggu ini Anda tidak hadir dan tidak melunasi tunggakan administrasi semester ini, Anda akan dinyatakan Drop Out otomatis."

Nirbi lemas. Ia hampir merosot ke lantai Mal. Selama ini ia terlalu sibuk berurusan dengan dunia "steril" Calvin dan masalah hutang kakaknya sampai melupakan statusnya sebagai mahasiswa tingkat akhir.

Tiba-tiba, sebuah tangan kokoh memegang bahunya. Nirbi tidak menoleh, ia tahu itu siapa dari aroma parfumnya.

"Kenapa wajahmu pucat?" tanya Calvin, yang rupanya berhasil menyusulnya dengan tenang. "Baru sadar kalau berlian itu tidak bisa dijual tanpa sertifikat asli yang saya pegang?"

Nirbi menoleh dengan mata berkaca-kaca. "Kak... kampus telepon. Aku mau dikeluarkan karena sering bolos kerja... eh, bolos kuliah gara-gara kerja sama Kakak. Terus... SPP aku juga belum lunas."

Calvin terdiam sejenak. Ia melihat gurat kesedihan yang tulus di wajah Nirbi, bukan akting seperti biasanya. Ia mengambil ponsel dari tangan Nirbi dan melihat riwayat panggilan itu.

"Naik ke mobil sekarang," perintah Calvin singkat.

"Tapi Kak—"

"Jangan membantah. Kita ke kampusmu sekarang. Saya tidak mau punya asisten pribadi yang tidak punya gelar sarjana. Itu tidak higienis bagi citra perusahaan saya," ucap Calvin sambil menarik lembut tangan Nirbi menuju parkiran.

Nirbi hanya bisa pasrah, menyeka air matanya di lengan jas Calvin (yang langsung membuat Calvin meringis kecil melihat noda air mata di kain mahalnya). Di balik sikap kaku itu, Nirbi merasa sedikit lega karena "Tuan Higienis"-nya ternyata selalu punya cara untuk membereskan kekacauannya.

1
umie chaby_ba
😍😍😍😍
umie chaby_ba
ga takut di gigit nyamuk bulan madu di hutan 🤣
Rian Moontero
mampiiirrr/Bye-Bye/👍😍
umie chaby_ba
amazon ga tuh... 🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
🤣🤣🤣🤣🤣
An
amit" pake penggaris??diukur segala?? kang bangunan kah🤭🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: Terimakasih kak, sudah mampir 🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
yaelah Caplin...
umie chaby_ba
kirain syekh puji... 😄😄😄🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
Vario Vario.. 🤣
umie chaby_ba
buset...🤭🤭🤭🤭
umie chaby_ba
alah sia cemburu... 😄
umie chaby_ba
duh... si Caplin udh kedemenan itu 😍🤣🤣
Ariska Kamisa: Calvin kak... /Facepalm/
tapi lucu sih kenapa jadi Caplin /Chuckle/
Semoga kak umi menikmati cerita saya yaa... /Kiss/
total 1 replies
umie chaby_ba
sumpah lucu😄
umie chaby_ba
Dih.. Varro Kocagghh....
udah ngasih beban nitipin NOBITA eehh.. maksudku Nirbita...
nglunjak lagi..🤣🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
ini ceritanya romansa komedian nih... asik kayanya .. kakaknya kocakk.
dari sahabat jadi musuh ini kah... bukan musuh dari awal.
Nirbita lucu banget ... ini bukan kembaran nya Nobita kan ??? /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
udah ini mah lucu lucu romantis gemes dan lebbayyy tapi aku suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!