NovelToon NovelToon
Bibit Kembar Cinta Masalalu

Bibit Kembar Cinta Masalalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / One Night Stand / Cintapertama
Popularitas:16.1k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Axlyn mengira ia akan selamanya menjadi sosok yang terlupakan oleh seorang Kayvaran Cano Xavier sejak kejadian 5 tahun yang lalu di Kota Xennor. Namun, siapa sangka takdir malah mempertemukan mereka kembali hingga tanpa sengaja bibit kembar Kay kini tumbuh di dalam perutnya.

Dimana Axlyn malah terjebak menjadi pengawal pribadi dari gadis kecil yang ia kira sebagai putri kandung Kay. Axlyn dituntut untuk melindungi anak dari pria yang menjadi ayah dari dua janin yang tengah dikandungnya.

“Kay, apa yang harus aku lakukan dengan dua janin yang tidak berdosa ini? Haruskah aku kembali memasuki hidupmu demi anak kita atau tetap menjadi yang terlupakan?”

Akankah Axlyn memberitahukan tentang kehamilannya? Ataukah Kau yang lebih dulu mengingat kembali tentang Axlyn? Atau mungkin takdir kembali mempermainkan kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Dengan hati-hati, ia turun dari ranjang. Dress tidur putih yang dikenakannya jatuh longgar hingga ke bawah lutut. Rambut panjangnya yang biasanya terikat rapi kini terurai berantakan karena tidur. Tanpa menyalakan lampu kamar, ia membuka pintu perlahan agar tidak menimbulkan bunyi.

Axlyn hanya ingin ke dapur. Mengambil sesuatu. Apa saja, buah atau sisa kue. Atau… nasi dingin sisa makan malam pun tidak masalah. Sebab stok camilan di dalam kamarnya, kini sudah tidak tersisa satupun.

Sejak mengetahui kehamilannya, nafsu makan Axlyn memang bertambah sangat drastis dan setiap malam akan merasa lapar. Sehingga ia terbiasa menyimpan berbagai camilan di dalam kamarnya. Namun, kali ini ia lupa bahwa semua camilannya sudah habis tak tersisa.

Setiap lorong Mansion itu remang-remang, hanya diterangi cahaya bulan yang menembus jendela besar di ujung koridor. Bayangannya memanjang di lantai marmer.

...****************...

Di saat yang sama, di kamar seberang lorong, pintu lain juga terbuka perlahan. Kay menghela napas berat. Entah mengapa malam ini ia juga terbangun dengan perut kosong. Mungkin karena belum sempat makan malam dengan layak akibat rapat panjang bersama dengan Spencer dan Noah tadi. Atau mungkin… sugesti. Sejak kemungkinan wanita di Praha itu sedang mengandung anaknya, ia sering ikut-ikutan merasa lapar di jam yang tidak wajar.

“Haaah… kapan semua gejala ini menghilang? Dia yang hamil kenapa aku yang seperti orang hamil,” gerutu Kay mendengus kesal dengan keadaannya saat ini.

Jangankan lapar tengah malam, semua gejala kehamilan itu sepertinya ditanggung semuanya oleh Kay. Mulai dari morning sickness, pusing, sensitif dan perubahan mood yang tak terkendali sudah menjadi hariannya sejak satu bulan yang lalu.

Kay menyibakkan rambutnya yang sedikit kusut dan berjalan tanpa menyalakan lampu. Mansion kediaman Gustavo memang selalu terasa berbeda saat malam. Terlalu sunyi, bahkan Kay seperti bisa melihat ada bayangan yang tiba-tiba melintas begitu saja.

“Sial, kenapa tiba-tiba aku teringat dengan cerita hantu yang Daddy Levi ceritakan. Tidak mungkin ‘kan? Hantu bernama kuntilanak itu ada di tempat seperti ini? Bukankah katanya sosok itu suka tinggal di atas pohon atau rumah terbengkalai, tapi kenapa semua bulu kudukku berdiri secara tiba-tiba?”

Dan tiba-tiba, ia teringat cerita Levi. Tentang sosok perempuan bergaun putih yang konon suka menghantui pria tampan seperti dirinya. Katanya rambut panjangnya akan terurai acak, seperti tidak pernah menggunakan sisir maupun keramas. Wajah pucat dan sering muncul pada waktu tengah malam.

Kay mendengus pelan, mencoba mengindahkan pikiran tentang hantu itu. “Konyol,” gumamnya, walau bulu kuduknya meremang juga. “Mana mungkin ada hantu di Mansion semewah ini.”

Kay terus melangkah memasuki dapur yang hanya diterangi cahaya bulan dari jendela belakang. Lalu… Siluet putih itu berdiri di depan kulkas. Diam dengan rambut panjang terurai berantakan. Gaun putih yang menjuntai bergerak perlahan.

“Kun… Kun—kuntilanak ‘kah itu?”

Jantung Kay hampir meloncat keluar. Kulkas terbuka dengan bunyi decit pelan. Cahaya dari dalam kulkas menerangi sosok itu dari bawah, menciptakan bayangan yang jujur saja terlihat sangat mengerikan di mata Kay saat itu.

Sosok itu menunduk. Rambutnya menutupi sebagian wajah. Kay semakin membeku ditempatnya. Otak rasionalnya berkata itu tidak mungkin. Tapi memori cerita dan beberapa film horror yang pernah Levi perlihatkan padanya kini berputar cepat di kepalanya.

Perempuan berbaju putih. Tengah malam. Dapur. Persis… seperti sosok kuntilanak yang Levi ceritakan. Tiba-tiba siluet itu bergerak pelan, memutar tubuhnya menghadap ke arahnya. Wajah pucat tersorot cahaya kulkas.

Membuat Kay spontan berteriak, “Waaah, setann….!”

Axlyn yang sedang menggigit buah apel hampir tersedak. “Hah?! Dimana setannya?”

Siapa sangka Axlyn juga sama-sama terkejut mendengar teriakan tersebut, tanpa sadar bahwa setan yang Kay maksud adalah dirinya sendiri. Mendengar suara itu, Kay merasa suara yang sangat ia kenal. Ia berkedip, lalu mengucek pelan kedua matanya untuk memastikan kembali penampakan setan di depannya.

“Sosok itu… berbicara? Apakah kuntilanak bisa bicara seperti manusia?” gumamnya bertanya-tanya, kini rasa takutnya hampir tergantikan dengan rasa bingungnya.

“Tunggu? Apakah setan yang kau maksud tadi adalah aku?” Axlyn membalas sembari menunjuk dirinya sendiri.

Kay berjalan pelan untuk mendekat, lalu menatap lebih saksama. Dress tidur putih yang menjuntai hampir menyentuh lantai. Rambut acak-acakan dan wajah sedikit sembap karena baru bangun tidur.

“Axlyn?” suara Kay terdengar campuran antara lega dan malu.

Axlyn mengernyit. “Memangnya kau pikir siapa? Setan, begitu?”

Kay terdiam beberapa detik sebelum menjawab jujur, “Hehehee, Aku kira… setan beneran.”

Tiba-tiba suasana kembali sunyi. Kay masih mengamati Axlyn dengan hati-hati, takutnya setan bisa menyamar sebagai manusia seperti di film horror yang pernah ia tonton bersama Daddy Levi. Lalu terdengar suara sendok jatuh ke meja.

“Waaahh… Setan beneran!” Kay kembali berteriak ketakutan.

“SETAN?!” Axlyn menatapnya tak percaya. “Kau bilang aku setan? Mana ada setan secantik aku, Hah!”

Kay mengusap wajahnya, masih setengah syok. “Kamu berdiri di depan kulkas, tengah malam, pakai baju putih, rambut berantakan. Lalu suara benda jatuh secara tiba-tiba… Daddy Levi pernah cerita—”

“Kalau begitu salahkan Daddy Levi-mu, bukan aku!” potong Axlyn kesal, tapi pipinya memerah. “Bisa-bisanya secantik aku dikatai setan.”

Beberapa detik kemudian, Kay mulai tertawa kecil melihat ekspresi kesal Axlyn yang sangat menggemaskan di matanya. Lalu semakin keras saat Axlyn masih melanjutkan memakan apelnya sambil sesekali menggerutu padanya.

Axlyn menatapnya tajam. “Lucu sekali ya? Mengira orang sebagai setan?”

“Maaf…” Kay berusaha menahan tawa. “Tadi kamu benar-benar mirip sosok setan dalam cerita horor itu.”

Axlyn tidak menanggapi, ia hanya mendengus kesal. Namun detik berikutnya perutnya berbunyi cukup keras, hingga membuat keduanya terdiam.

Kay menatap ke arah perut Axlyn yang seperti tengah mengadakan konser dadakan. “Apa kau sedang kelaparan?”

Axlyn menghela napas panjang. “Ya, aku sangat lapar. Sampai rasanya mau menangis.”

Nada suaranya yang melembut membuat Kay langsung berhenti tertawa. Ia mendekat, kali ini dengan langkah hati-hati bukan karena takut hantu, tapi Axlyn benar-benar marah karena ia terus menertawakan tingkahnya.

“Apa yang ingin kau mau makan?” tanya Kay lembut.

Bersambung ….

1
Lisa Halik
rumit2..huhuhuhu
Sri Yatun
pikiran yg blm pasti memang menakut kan tp g tau kedepannya sprt apa, pusing pusing mikirin masa lalu dan masa depan ternyata wanita satu yg d pikir kan,yg JD pertanyaan spancer adalah musuh dan dalang lupa ingatan mu Kay,bukan kecelakaan mobil,tp bersabar pelan pelan dengan bertarung kembali mungkin akan mengingat memori yg hilang,dan merencanakan strategi pun mungkin akan perlahan mengingat sedikit sedikit, semangat dan bersabar y calon ayah
Rani R.I
apa harus menunggu anak yg ada di dalam kandungan Axlyn baru mereka menyadari dan menyesal..knp seperti pada egois semua...kay tersiksa,, apa lg Axlyn....
Lisa Halik: makin rumit....kelamaan tahunya...huhuhuh
total 2 replies
Shee_👚
jangan sampai salah oranh
Shee_👚
tenang aja g perlu milih noah, karena orang yang kalian cari dan bicarakan orang yang sama
Shee_👚
orang bingung menjelaskan nya kay, kalau mereka bercerita otomatis dispenser juga ke bawa, dan mereka g mau kalian saling bermusuhan lagi.
Desyi Alawiyah
𝘒𝘢𝘬 𝘈𝘶𝘵𝘩𝘰𝘳.. 𝘵𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘷𝘪𝘴𝘶𝘢𝘭 𝘥𝘰𝘯𝘨.. 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘳𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘳𝘶𝘵𝘬𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴.. 😌

𝘔𝘢𝘢𝘧 𝘺𝘢𝘩 𝘒𝘢𝘬, 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘢𝘳𝘴 𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶𝘯𝘺𝘢... 🤭😭
Rani R.I
egois sedikit untuk merebut kay dari istri nya gituu 🤣🤣🤣🤣🤣🤣.. istri angin Kay 🤣🤣🤣🤣
Rani R.I
sebenarnya akuu sedikit kesel sama Axlyn,,yg slalu salah paham...bkn nya cari tahu atau bertanya sama, misalnya nanya sama anak atau Noah atau bodyguard nya kai,, padahal mantan detektif 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
slalu menyimpulkan sendiri,,jgn sampai anak mu knp knp Baru kamu nangis nangis,dan bilang maafkan mamah yg tidak bisa menjaga kalian,, padahal dirimu yg slalu salah paham dan bisa di egois
Lisa Halik: nah sama kita mbak kesel sangat sama axlyn...buat badmood..huhuhu
total 1 replies
Budhe Satryo
Noah kau ini seneng bngt mancing" pak mil y
Budhe Satryo
semoga nanti tau kalu axlyn wanita dipraha disaat yg tepat y Kay moga bisa memaafkan dispencer yg LBH dulu tau
Fahmi Ardiansyah
skrg gak perlu mencari wanita itu LG Noah Krn wanita itu udah ada di antara kalian semua.berkat Spencer udah di temukan.tunggu kejutannya selanjutnya😄😄
Fahmi Ardiansyah
pelan pelan Kay akan mengingatnya.
Ratna Sumaroh
tumben kekuatan Xavier kalah 🤔🤔
malah si dispenser yang duluan nemuin siapa wanita yang selama ini di cari keluarga Xavier🤭🤭
Desyi Alawiyah: 𝘐𝘺𝘢 𝘒𝘢𝘬.. 𝘪𝘯𝘴𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵, 𝘫𝘦𝘭𝘪... 𝘚𝘢𝘮𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘪𝘴 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘌𝘷𝘢𝘯, 𝘬𝘢𝘬𝘦𝘬𝘯𝘺𝘢... ☺

𝘊𝘶𝘮𝘢 𝘣𝘦𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘸𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵, 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘸𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘪𝘬.. 😁
total 1 replies
Fahmi Ardiansyah
iya maunya org itu bermusuhan terus n ingin menguasai dunia jadi ya gak mau menyerah.
Lisa Halik
semangat thor😍😍
Susi Susilawati
iya kay dulu axel jga manggil papah..
Desyi Alawiyah
𝘞𝘢𝘩, 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘯𝘪𝘩? 𝘈𝘱𝘢 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯-𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯?

𝘛𝘢𝘱𝘪, 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯𝘬𝘢𝘩 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪𝘯𝘺𝘢? 🤔
Desyi Alawiyah: 𝘚𝘢𝘣𝘢𝘳 𝘒𝘢𝘬.. 𝘈𝘬𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢 😝
total 2 replies
Desyi Alawiyah
𝘐𝘺𝘢... 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘢𝘥𝘪𝘬𝘮𝘶, 𝘈𝘹𝘦𝘭, 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘨𝘪𝘭𝘮𝘶 '𝘗𝘢𝘱𝘢𝘩' 𝘭𝘰𝘩.. 🤣
Desyi Alawiyah: 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘯𝘪 𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘱𝘦 𝘤𝘦𝘸𝘦𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵 𝘭𝘦𝘮𝘢𝘩 𝘭𝘦𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘒𝘢𝘬, 𝘣𝘦𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘓𝘶𝘤𝘢 𝘥𝘶𝘭𝘶.. 😁

𝘋𝘪𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘺𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭, 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘏𝘦𝘻𝘭𝘺𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢, 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘵𝘦𝘨𝘢...

𝘔𝘦𝘴𝘬𝘪𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘏𝘦𝘻𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘒𝘢𝘺.. 🤭
total 2 replies
Desyi Alawiyah
𝘔𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘥𝘢𝘩𝘶𝘭𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘵𝘶𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢...

𝘒𝘦𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘪𝘴𝘢, 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘶𝘤𝘶𝘯𝘺𝘢..

𝘏𝘶𝘩, 𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 😌😌😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!