Bianca Kingston, sosok perempuan yang nyaris sempurna, cantik, kaya, memiliki pengaruh yang besar, baik di dunia bisnis maupun di dunia bawah. Ahli senjata dan juga beladiri.
Perempuan sesempurna itu harus merenggang nyawa di tangan rival bisnis nya, satu-satunya orang yang berani mengancam kelemahan nya, menggunakan anak-anak asuhnya.
Kematian nya, meninggalkan duka mendalam di hati kelurga Kingston dan semua orang terdekat nya, tapi takdir berkata lain, jiwa Bianca terlempar ke dunia yang sangat jauh berbeda dengan dunia nya.
Bianca terbangun di tubuh Putri Jasmine Harper, Putri terasing, yang hidup dalam kesendirian. Namun kejutan belum berakhir.
"Dua Minggu lagi, pernikahan Anda dengan Duke Lucas akan digelar!"
Bagaimana seorang Bianca Kingston yang biasa memimpin sebuah organisasi, harus menjalani hidup baru nya yang sangat jauh berbeda dari kehidupan nya dulu?
Dan siapa Duke Lucas, calon suaminya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERANG BATIN
Jasmine mengambil cangkir tehnya, merasakan kehangatan yang nyaman.
"Ibu, Saya ingin berterima kasih, Saya belum pernah merasakan kehangatan yang begitu tulus seperti yang Ibu berikan hari ini. Terima kasih telah menerima saya," ucap Jasmine, tersenyum tulus.
"Oh, Menantu ku, kamu adalah Putriku sekarang, jangan pernah berpikir lain, nanti kita berdua akan banyak menghabiskan waktu bersama. Aku janji akan memanjakan mu, dan kamu harus jujur padaku jika Lucas si dingin ini menyebalkan!" ucap Nyonya Kimberly, penuh kasih Sayang.
"Kamu dengar itu, Lucas? Jika kamu berani memasang wajah datar mu itu di depan Jasmine, aku akan menyita kuda kesayanganmu!" ucap Nyonya Kimberly melirik Putranya dengan tatapan tajam.
Duke Lucas hanya menatap Ibunya, raut wajahnya tidak berubah, tetapi ia tahu ancaman Ibunya serius
"Hem"
Hanya gumam lirih, yang keluar dari mulut Duke Lucas, sebagian jawaban dari perkataan ibunya.
Puk
"Kau ini memang sangat menyebalkan," ucap Nyonya Kimberly, memukul lengan Duke Lucas, gemas.
Jasmine tertawa kecil, tawa itu tulus dan ceria, membuat suasana ruang tamu yang kaku menjadi hidup.
Duke Lucas begitu menikmati tawa istri nya, yang mengalun indah, dan masih mempertahankan wajah datar nya.
Laki-laki yang sangat gengsi!
"Tidak perlu khawatir, Ibu, Duke Lucas terlihat seperti pria yang memegang janjinya," ucap Jasmine, memandang Lucas sekilas.
Wajah Duke Lucas, yang se datar lautan tenang, terasa sedikit panas di bawah tatapan percaya diri Jasmine.
Duke Lucas yang sedari tadi memperhatikan Jasmine, langsung mengalihkan pandangannya, pura-pura fokus pada lukisan di dinding. Berani sekali gadis ini.
"Pokoknya kalau Lucas berani menyakiti mu, kamu bilang pada ibu," ucap Nyonya Kimberly.
"Ibu pikir aku segila itu," ucap Lucas, tidak terima.
"Diam kamu," ucap Nyonya Kimberly, melirik Putra nya sinis.
Jasmine tersenyum kecil melihat perdebatan Ibu dan Anak itu, perdebatan kecil seperti itu, yang membuat hubungan mereka dekat dan saling menyangi, Nyonya Kimberly yang cerewet dan Duke Lucas yang selalu memancing emosi ibunya.
Setelah upacara minum teh yang hangat dan penuh canda, Nyonya Kimberly akhirnya melepaskan pasangan baru itu untuk beristirahat.
"Selamat malam, Sayang! Nikmati malam pertama kalian! Ibu tidak sabar menunggu cucu!" goda Nyonya Kimberly, berbisik pada Jasmine.
Jasmine hanya tersenyum simpul, meskipun pipinya sedikit merona.
"Ibu Jasmine pamit dulu," ucap Jasmine, tersenyum kecil.
"Iya Sayang, selamat beristirahat," jawab Nyonya Kimberly, tersenyum lembut.
"Lucas, ingat pesan ibu, jangan berani-berani nya kamu menyakiti menantu ku!" ucap Nyonya Kimberly, melotot kan matanya pada Lucas.
"Hem"
Jawab Lucas, bergumam lirih.
"Selamat malam ibu," ucap Jasmine sebelum, pergi dari sana.
"Malam Nak," jawab Nyonya Kimberly.
Duke Lucas dan Jasmine berjalan menuju kamar utama, koridor itu panjang, sunyi, dan dingin.
Jarak di antara mereka kembali melebar. Lucas berjalan sedikit di depan, menjaga aura dinginnya.
Ceklekk
Ketika pintu berwarna cokelat gelap itu di buka, Jasmine langsung di sambut dengan aroma maskulin khas dari seorang Duke Lucas Alistair, kamar itu luas dan elegan, dengan perapian yang menyala.
"Kau boleh beristirahat," ucap Duke Lucas, duduk di kursi sofa yang ada di sana.
"Aku punya beberapa pekerjaan untuk diselesaikan, kamu bisa menggunakan kamar mandi di sebelah kiri," lanjut Duke Lucas, hendak beranjak.
Jasmine berdiri di tengah ruangan. Dia memperhatikan Duke Lucas, dia tahu, ini adalah bentuk pertahanan diri Duke Lucas, gengsi dan rasa canggung yang disembunyikan di balik pekerjaan.
Jasmine tersenyum lembut, dia adalah wanita yang kuat, tapi dia juga memiliki hati yang tulus dan menghargai status, Jasmine tidak akan menyerang Lucas, melainkan mendekatinya dengan kebaikan.
"Duke," panggil Jasmine, suaranya tenang.
Duke Lucas terpaksa menoleh, dia menatap Jasmine, dan Duke Lucas harus mengakui, gaun sederhana yang dikenakan Jasmine memancarkan kecantikan yang alami.
"Saya tahu Anda sibuk, tapi Anda terlihat lelah, istirahatlah. Laporan itu bisa menunggu sampai besok," ucap Jasmine, perhatian.
"Saya baik-baik saja," jawab Duke Lucas, nadanya kaku.
"Pekerjaan saya penting," lanjut Duke Lucas, mengalihkan pandangan, tidak ingin menatap Jasmine.
Takut Khilaf.
Jasmine berjalan mendekat, dengan langkah santai namun dominan, dia berhenti tepat di depan Duke Lucas.
"Saya tidak meremehkan pekerjaan Anda, Duke, tapi saya adalah istri Anda sekarang. Dan sebagai istri, saya memiliki tanggung jawab untuk memastikan Anda terawat!" ucap Jasmine, tatapannya lembut namun tegas.
"Tubuh yang lelah tidak akan menghasilkan keputusan yang baik, Jenderal Anda sudah berjanji pada Ayah saya, bahwa Anda akan menjaga keselamatan saya. Bagaimana Anda bisa menjaga saya jika Anda sendiri jatuh sakit karena kelelahan?" lanjut Jasmine, menatap dalam mata Duke Lucas.
Duke Lucas juga menatap mata indah Jasmine, wajahnya datar, tetapi di dalam matanya ada perang batin.
"Baik, aku akan istirahat," ucap Duke Lucas, datar.
Jasmine tersenyum, senyum yang manis dan murni.
"Pilih yang tepat, suami," ucap Jasmine, membuat pipi Duke Lucas, terasa panas.
"Saya akan mandi dulu," lanjut Jasmine, meninggalkan Duke Lucas, yang masih merona.
Duke Lucas memandang punggung Jasmine yang menjauh, jantungnya sedari tadi berdegup kencang, ternyata pengaruh Jasmine sekuat itu, Duke Lucas merasakan kekalahan yang anehnya menyenangkan.
"Suami? Tidak buruk," batin Duke Lucas, menarik garis senyum tipis nya.
Duke Lucas menyentuh dadanya, hatinya yang dingin kini dipenuhi perasaan hangat yang asing, dan Lucas Alistair, Jenderal yang paling ditakuti, tidak tahu harus berbuat apa selain mempertahankan wajah datarnya, agar Jasmine tidak membaca perasaannya.
Duke Lucas kembali duduk di sofa mewah itu, telinganya masih menangkap samar suara gemericik air dari kamar mandi, dia memaksa dirinya untuk kembali fokus pada pendiriannya, dan menggunakan bayang-bayang Jasmine dari kepala nya, meski semua nya terasa sia-sia.
"Kenapa aku tidak bisa mengendalikan diri ku sendiri, dan jantung ku, kenapa terus berdegup kencang setiap ada di dekatnya," batin Duke Lucas, wajahnya terasa kaku karena berusaha keras mempertahankan ekspresi datar.
Dia merasakan kekalahan pahit yang anehnya menyenangkan.Putri Jasmine, dengan perhatiannya yang lembut, berhasil mengendurkan pertahanannya hanya dalam beberapa menit. Duke Lucas, Jenderal yang ditakuti di tujuh kerajaan, sedang dipaksa istirahat oleh seorang wanita, dan dia menyerah.
"Dia masih sama seperti terakhir aku ketemu, berani, dan aku menyukai nya," batin Duke Lucas tanpa sadar.
Duke Lucas benar-benar tidak menyangka, ternyata perempuan yang menolong nya di hutan waktu itu adalah Putri Jasmine, tunangan nya, yang sekarang sudah SAH menjadi istri nya.
"Jasmine Harper, setelah kamu sudah menjadi milik ku, maka aku tidak akan pernah melepaskan mu," batin Duke Lucas, dengan rasa kepemilikan yang kuat.
Jasmine gitu loh... 🤣