Mengisahkan seorang Perwira Angkatan Darat bernama Lucas Abner yang sangat mencintai pekerjaannya. Pengabdiannya sebagai seorang tentara tidak bisa di ragukan. Dia bisa berada di korps pasukan khusus karena kelincahannya. Jatuh cinta kepada seorang perempuan yang dia temui dirumah sakit waktu menjengguk sahabatnya. Apakah Lucas bisa memikat hati perempuan itu ???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Musibah
Hujan tidak berhenti, sudah beberapa minggu ini , tentunya membuat sangat dingin cuacanya, karena letak kampung ini di tengah hutan. Suhu bisa sampai enam belas derajat bahkan bisa sebelas derajat.
Akibatnya malam ini terdengar bunyi sirene. Alaram peringatan. Semua anggota tentara dan medis di kumpulkan oleh Kapten Lucas, karena sekarang rumah warga sudah di penuhi air hujan setengah meter. Dan jalan - jalan sudah digenangi air hujan. Sementara warga sekarang sedang di evakuasi ke tempat yang aman. Dan lokasi yang di pilih berada di perusahaan. Kemungkinan curah hujan masih bertambah. Takutnya juga jika terjadi banjir bandang. Tempat markas dan puskesmas berada di ketinggian, sehingga mereka aman, namun akses jalanan yang mengubungkan distrik satu ke yang lain sudah terputus.
Informasi yang diterima bahwa di kampung sebelah sudah terjadi banjir bandang. Warga disana berusaha mencari tempat - tempat aman untuk berlindung. Dan sedihnya jalur air itu melewati beberapa perumahan warga, di kampung tempat Lucas dan Joy bertugas. Anggota tentara serta tim medis sudah bersiap. Menghadapi berbagai penyakit yang akan terjadi.
Joy dan teman - teman mulai kerepotan, Pasien mulai datang satu persatu, mereka adalah warga masyarakat di kampung ini dan tentangga. Ada yang digigit ular, luka karena kayu yang dibawa air, Ada yang jatuh, bahkan anak - anak banyak te yang terkena penyakit gangguan saluran pernafasan. Akibat banjir ini banyak sekali pasien yang harus ditolong, namun ada beberapa pasien- pasien yang sudah berumur mereka menyerah dan menghadap Tuhan. Sehingga ruangan di puskesmas tidak cukup, maka oleh tentara membangun tenda medis buat menempatkan pasien - pasien. Dapur induk juga sudah mulai dioperasikan. Mereka yang bertanggung jawab adalah perempuan - perempuan besar yang ada di kampung yang diketuai salah satu ibu guru.
Bantuan makanan dan obat - obatan ke tempat ini mulai susah, karena rusaknya jalan -jalan. Satu- satunya jalan harus melewati udara, namun kadang terkendala dengan curah hujan, dan kabut yang menghalangi jarak pandang pilot. Lucas dan anggotanya sedang membantu menyelamatkan warga yang masih bertahan dirumah mereka. Ketempat - tempat aman. Salah satunya di areal perusahaan tambang. Namun malangnya dalam proses evakuasi ada satu pohon besar menimpa mereka. Dan Kapten Lucas Abner Gosal salah satu dari anggota tentara yang terkena musibah itu.
Joy begitu kaget waktu melihat pasiennya. Bukan hanya dia, bahkan semua tenaga medis yang berada di ruangan IGD puskesmas. Mereka tidak menyangka bahwa komandan Lucas yang menjadi pasien.
Dokter Joy dan dokter lainnya langsung bergerak cepat dengan tindakan operasi. Karena tubuh Lucas tertusuk sebilah kayu di bagian pahanya. Setelah melakukan foto rontgen pada kakinya. Dan kayu itu tertanam. Operasi pun dilakukan hanya dalam waktu satu jam tanpa merusak jaringan - jaringan yang ada di paha Lucas, Dokter Joy dan rekan - rekannya berhasil mengangkat kayu tersebut. Sementara lukanya di Jahit, Joy memeriksa beberapa bagian tubuhnya yang lain takut ada luka. Namun tidak menemukan luka baru melainkan bekas luka disebagian tubuh Lucas di bagian perut dan punggung. Joy memprediksi bahwa di punggung bekas tembakan, sedangkan jahitan diperut bekas tusukan bedah tajam.
Lucas sudah berada di ruang rawat, waktu dia sadar, dia membuat heboh ruangan. Mencari perhatian dari dokter Joy karena dia sudah mendapat informasi dari Isak sejak bahwa Joy Debora yang paling panik waktu dia dibawa ke sini.
"Aduh kakiku - kakiku dimana?" Semua anggota sengaja bermain peran agar dokter Joy datang. Dia langsung berlari ketika mendengar bahwa Lucas sedang panik dan langsung mendekat. Sementara Lucas masih dalam perannya.
"Apa yang kamu rasa?"
"Aku berasa ngak ada kakiku."
"Kaki kamu baik - baik aja. Ini kan masih pengaruh obat." Namun ketika tangannya tidak sengaja menyentuh lukanya kakinya Lucas refleks langsung ditarik. Joy langsung memberi tatapan tajam ke arah Lucas. Karena ulahnya dia sampai berlari dari pusat pengobatan yang berada di perusahaan. Lucas sadar bahwa bermain perannya sudah terbongkar.
"Sori, ngak bermaksud ngerjain dokter. Sori ya."
"Bahkan dalam kondisi begini kamu masih menganggap ini permainan. Sekali lagi gue suntik obat keras."
"Bagus dong berarti kamu siap sebagai tempat eksekusinya jika sudah keras."
"LUCAS ABNER GOSAL JELEK " Lucas tersenyum, langsung memeluk Joy. Dia tahu bahwa Joy sedang kesal. Semua yang berada diruangan dan sekitar langsung bersorak bahagia waktu melihat Dokter Joy dan komandan mereka berpelukan.
"Pasukan siap, perintah tutup mata semua." Lucas langsung mencium kening Joy. "Terima kasih ya sudah menolongku. Terima kasih sudah kuatir kepadaku."
"Kamu terlalu percaya diri. Aku begini kepada semua pasienku." Lucas tersenyum. Namun dia biarkan Joy menyangkal perasaannya .
Setiap hari Dokter Joy yang mengurus Kapten Lucas sebelum dia mengurus pasien yang lain. Karena Lucas tidak mengijinkan yang lain menyentuh meskipun mereka dokter, yang dia mau hanya dokter Joy yang mengantikan perban lukanya.
"Sudah membaik. Kamu sudah bisa melatih otot kaki ini."
Pagi - pagi sekali Joy sudah bangun, karena kemarin malam dia tidur sangat cepat. Begitu kagetnya dia waktu melihat Lucas yang sudah mengangkat berat. Matanya tertuju kepada Lucas yang sedang fitnes.
"Dia itu kuat dokter, tubuhnya sudah terlatih itu hanya luka kecil baginya. Sedangkan luka tembak dan tertusuk di perut saja, tubuhnya hanya biasa - biasa saja.
"Tetapi dia pingsan, waktu dibawa Dan."
"Akting itu Dokter untuk mencari perhatian dokter. Laki - laki jomlo."
Joy langsung mendekati Lucas dan memukul kakinya, dia berteriak keras spontan yang diberikan kapten Lucas ketika dokter Joy memberikan pukulan keras. Joy tersenyum puas, begitu juga Daniel di sudut ruangan tersenyum.
"Sersan kepala Daniel, lari lima puluh putaran segera."
"Siap kapten."
"Kenapa Daniel yang di hukum?"
"Kenapa kamu mau jadi pahlawan buat dia. Sersan kepala Daniel!!!"
"Siap kapten."
"Seratus putaran, lima puluh tidak jadi."
Hanna langsung memukul badannya Lucas. Namun Lucas menarik dia sehingga dokter Joy Debora berada dalam pelukannya, Joy mencium parfum maskulin punya Lucas yang sudah bercampur dengan keringatnya.
"Jangan merengek, atau hukuman lebih berat Daniel terima."
Dokter Joy langsung melepaskan dirinya dari pelukan Lucas. Dan meninggalkannya yang sedang melihat Daniel berlari. Akhirnya Lucas menemani Daniel berlari, hitung - hitung olah raga.
"Jangan terlalu keras, takut dia menghindar dan kamu tidak bisa mendapatkan hatinya."
"Sudah sekali memasuki hatinya, padahal sudah gue cium ."
"Ahk, cium???"
"Iya dan itu ciuman pertama baginya."
"Kamu menjamah bibir perawannya." Lucas tersenyum. Sambil terus menemani Daniel berlari mengelilingi kompleks markas. Sementara Dokter Joy Debora sedang menyiapkan sarapan bersama beberapa anggota dan ners yang bertugas. Sedangkan bagi pasien - pasien sudah ada dapur umum yang bertugas memasak bagi pasien maupun pengungsi, yang sakit maupun yang sehat.
Joy sudah cantik dan harum. Dia akan mengontrol kesehatan pasiennya namun sebelumnya dia sarapan dulu.
"Selamat pagi semua."
"Selamat pagi komandan." Lucas juga sudah berada di ruang makan dan dia mendekati Joy dan berbisik ditelingannya "selamat pagi cantik, kamu manis sekali pengen diemut bibirnya."
"Dasar kapten mesum." Kembali Joy membalas bisikkan Kapten Lucas sangat pelan di telinganya. Dan Kapten Lucas Abner Gisal tersenyum.
"Cepat sarapan dan aku mau ganti perban di kakimu."
"Siap dokter."
Diruang makan Lucas sempat memuji tim masak pagi ini, karena dia tahu bahwa ada dokter Joy disana. Membuat semua orang yang berada di ruang makan merespon sang komandan.
"Sudah siap jadi ibu persit belum?"
"Siap banget." dokter Joy tidak merespon. Sedang kan Lucas tersenyum jail ke arah Hanna.
"Buka celananya??"
"Sekarang??"
"Iya."
"Ngak sabaran ya kamu."
"Maksud kamu apa kapten mesum." Lucas tertawa melihat muka Joy yang sudah merah.
"Dokter A..." Hanna mau memanggil dokter yang lain mengantikannya namun mulutnya sudah dibungkam dengan ciuman super cepat di bibir Joy oleh komandan Lucas.
"Hukuman buat dokter cerewet."
"Sudah berani sekali ya Kapten, dikasih hati mau jantung gue juga ya."
"Ya, bahkan hidup kamu aku mau isi dengan cintaku." Muka Joy Debora sudah merah semua. Lucas tersenyum bahagia.
"Buka celananya aku mau ganti perban lukamu."
"Aku tidak mengenakan celana pendek."
"Ngak berselera aku. Sudah sering aku lihat."
"Sudah sering??"
"Iya kenapa??" Lucas langsung membuka celana seragamnya. Dia hanya menggunakan celana dalam. Dokter Joy tidak perduli. Dia langsung mengobati luka bekas operasinya.
"Sudah sering pegang juga? Mau rasa ngak??"Joy langsung melihat tajam kearah Lucas.
"Ngak selera, menurutku terong kamu kecil. Ngak ada apa - apanya." Muka Lucas sangat marah. Joy Debora tersenyum jahil dan bahagia dia kangsung keluar ruangan meninggalkan Lucas tersenyum dan sedikit kesal.
"Kamu akan jadi milikku cantik."
Sebenarnya Dokter Joy Debora sedang menahan perasaan atas tingkah yang dilakukan Kapten Lucas Abner Gosal.