Andreas St. Clair adalah definisi dari kesempurnaan yang arogan. Sebagai aktor papan atas sekaligus pewaris dinasti elit New York, ia tidak memiliki toleransi untuk kegagalan atau amatirisme. Baginya, film terbarunya hanyalah bisnis biasa, hingga ia dipasangkan dengan Seraphina Vanderbilt, Terkenal Gadis Manis Manhattan yang reputasinya sebersih salju.
Ketegangan memuncak di lokasi syuting saat adegan ciuman mereka gagal hingga enam kali.
Andreas, yang muak dengan kekakuan Seraphina, menghina bakat dan profesionalitasnya di depan semua orang. Namun, Andreas tidak tahu bahwa di balik sikap dingin Seraphina, tersimpan sebuah rahasia, itu adalah ciuman pertamanya, baik di depan kamera maupun dalam hidupnya.
Terluka dan dipicu amarah, Seraphina melepaskan topeng "gadis baik-baik" miliknya. Dia menantang ego Andreas dengan keberanian yang belum pernah dilihat dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
Setelah berbulan-bulan terjebak dalam ketegangan antara aroma hujan buatan, kilatan lampu studio, dan emosi yang naik-turun, akhirnya kata yang paling dinantikan terdengar di seluruh penjuru set di Manhattan.
"It's a wrap!" teriak Marcus dengan suara serak namun penuh kemenangan.
Suasana langsung pecah. Para kru bersorak, botol sampanye dibuka, dan musik diputar keras. Namun, di tengah keriuhan itu, dua pemeran utamanya justru terdiam dalam ruang hampa mereka sendiri.
Bagi dunia, proyek The Bitter Script telah selesai, tapi bagi Andreas dan Sera, ini adalah awal dari sebuah ketidakpastian.
Andreas berdiri di sudut balkon yang menjadi lokasi shooting terakhir. Dia mengenakan jas yang sama dengan yang dia pakai saat adegan pembuka, namun sorot matanya telah berubah total. Tidak ada lagi keangkuhan yang dingin, yang tersisa hanyalah pria yang perlahan mulai menyembuhkan lukanya.
Sera menghampirinya, tidak lagi membawa tisu untuk menghapus bibirnya, melainkan membawa dua gelas kopi hangat.
"Kau tidak ikut berpesta di bawah?" tanya Sera, suaranya lembut, nyaris tenggelam oleh suara klakson mobil di bawah gedung.
Andreas menoleh, senyum tipis terukir di wajahnya. "Aku sudah cukup banyak melakukan pesta yang berakhir buruk, Sera. Lagipula, aku lebih suka ketenangan ini."
Sera memberikan salah satu gelas kopi itu. "Proyek ini selesai. Besok kau akan kembali menjadi Andreas St. Clair yang dikejar paparazzi, dan aku akan kembali ke duniaku yang membosankan."
"Membosankan?" Andreas tertawa kecil. "Sera, setelah kau hampir mencekik Caroline dan memakiku di live media sosial, aku tidak yakin kata membosankan cocok untukmu."
Keheningan menyelimuti mereka. Di kejauhan, lampu-lampu New York berkelap-kelip seperti berlian yang ditaburkan di atas beludru hitam. Tanpa skenario, tanpa arahan sutradara, mereka berdua merasa kikuk.
"Tentang Veris..." Sera memulai dengan ragu. "Aku dengar dia sudah bertunangan dengan pria di Paris itu."
Andreas mengangguk pelan. Anehnya, rasa sesak yang biasanya menghimpit dadanya kini sudah tidak ada. "Aku tahu. Dan untuk pertama kalinya, aku tidak merasa ingin menghancurkan apa pun. Mungkin karena selama syuting ini, aku dipaksa menghadapi kenyataan... berkat bantuan aktris amatir yang bar-bar."
Sera menyenggol bahu Andreas dengan bahunya. "Berhenti memanggilku amatir, St. Clair. Aku sudah melewati Take ke-7 yang legendaris itu, ingat?"
Andreas menatap Sera dalam-dalam. "Aku ingat semuanya, Sera. Termasuk caramu menghapus ciumanku seolah aku ini penyakit menular."
Wajah Sera merona merah di bawah cahaya remang-remang. "Itu karena kau menyebalkan."
"Dan sekarang?" tanya Andreas, melangkah satu senti lebih dekat.
Sera tidak mundur. Dia menatap mata Andreas, mencari sisa-sisa pria mabuk yang dia lihat di bar dulu, tapi yang dia temukan hanyalah pria yang dia pedulikan. "Sekarang... aku tidak punya tisu di saku gaunku."
Keesokan harinya, lokasi shooting sudah kosong. Truk-truk besar telah pergi, meninggalkan gedung tua di Manhattan itu kembali sunyi. Namun, di halaman depan majalah Page Six pagi itu, bukan foto Veris yang menjadi berita utama.
Sebuah foto buram hasil jepretan paparazzi menunjukkan dua orang yang sangat dikenal sedang berjalan keluar dari pintu belakang lokasi syuting, tangan mereka tidak bersentuhan, namun jarak di antara mereka terlalu dekat untuk disebut sekadar rekan kerja.
The Bitter Script mungkin sudah selesai diproduksi, namun naskah nyata dalam hidup Andreas dan Sera baru saja memasuki babak baru yang tidak bisa dihapus oleh tisu mana pun.
🌷🌷🌷🌷
Happy reading dear 🥰