🩸 HEI YING TUN TIAN(Bayangan Hitam Yang Menelan Langit)⚠️ Han Xuan Sang Penelan Takdir Itu Sendiri
Sinopsis:
Di kehidupan sebelumnya, ia adalah monster yang ditakuti dunia dan Dao itu sendiri.
Ia mencapai Law Devouring Realm, melahap Dao para genius, menghancurkan sekte besar, dan hampir menantang Langit itu sendiri.
Namun Langit tidak membunuhnya.
Langit menghukumnya.
Jiwanya dipecah dan dilempar kembali ke masa lalu, terlahir sebagai anak klan kecil dengan meridian retak dan akar spiritual cacat. Di mata dunia, ia hanyalah sampah kultivasi yang tak akan pernah melangkah jauh.
Mereka salah.
Tubuh barunya menyimpan Void Devouring Constitution, konstitusi terkutuk yang hanya bangkit setelah kehancuran total. Dengan ingatan penuh dari kehidupan sebelumnya, ia memilih jalan yang lebih sunyi dan lebih kejam.
Ia tidak lagi membantai secara terang terangan.
Ia membangun bayangan nya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DavidTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 - Air Mata yang Membeku
...Bab 26: Air Mata yang Membeku...
Keheningan di desa Klan Frost-Bound setelah serangan Lin Feng terasa lebih berat daripada badai salju itu sendiri. Han Xuan duduk di sebuah langkan batu yang menghadap ke arah lembah yang luas, tempat di mana cahaya aurora hijau terpantul di atas permukaan es yang halus seperti cermin.
Di tangannya, ia memegang sebuah gulungan tua yang diberikan oleh tetua klan sebagai ucapan terima kasih karena telah mengusir Ice-Wraiths.
Gulungan itu menceritakan tentang Dewi Yue Ling, sosok yang air matanya menciptakan tanah ini.
Bagi Wei dan Xiao Mei, itu adalah dongeng pengantar tidur yang indah, sebuah pengingat untuk menghargai alam. Namun bagi Han Xuan, setiap baris dalam legenda itu adalah petunjuk geografis dan teknis tentang bagaimana energi di wilayah ini bekerja
"Air mata yang membeku menjadi kristal-cahaya..." gumam Han Xuan pelan. Suaranya hampir tertelan oleh desau angin yang menurut legenda adalah nyanyian para dewa. "Jika legenda ini benar, maka 'Jantung Dewa' yang dicari semua orang sebenarnya adalah akumulasi dari emosi dan esensi kehidupan Yue Ling yang membeku. Itu bukan sekadar sumber kekuatan, itu adalah segel waktu"
Han Xuan menutup gulungan itu. Ia merasakan denyut di dalam jiwanya. Han Zhao, yang biasanya berisik dengan nafsu makannya, kali ini terdiam. Tampaknya, energi murni dari legenda Yue Ling ini memberikan tekanan alami pada jiwa-jiwa yang penuh dengan kebencian seperti saudaranya itu
"Tuan," Xiao Mei mendekat, membungkus tubuhnya dengan jubah bulu serigala es yang diberikan Kaelan. "Apakah kita benar-benar akan pergi ke Pegunungan Air Mata? Tetua klan bilang, semakin dekat kita dengan puncak, semakin dingin hati seseorang bisa menjadi. Mereka bilang, es di sana tidak hanya membekukan tubuh, tapi juga membekukan kenangan"
Han Xuan menoleh ke arah gadis kecil itu. Mata peraknya tampak sedikit lebih lembut, meskipun wajahnya tetap kaku. "Aku sudah tidak memiliki banyak kenangan yang layak dipertahankan, Xiao Mei. Dan hatiku... ia sudah membeku jauh sebelum aku menginjakkan kaki di sini. Tapi kau dan Wei, kalian berdua tidak bisa ikut mendaki terlalu jauh"
"Kenapa, Tuan? Kami tidak ingin menjadi beban, tapi kami ingin membantu," sahut Wei yang baru saja datang membawa tas logistik yang telah ia modifikasi dengan kristal panas
"Pegunungan itu memiliki 'kehendak'. Legenda Yue Ling mengatakan bahwa mereka yang memiliki niat buruk akan membeku. Tapi kebenarannya adalah, tekanan energi di sana akan menghancurkan meridian siapa pun yang belum mencapai tahap Core Condensation tingkat menengah. Kalian akan tinggal di kaki gunung, di sebuah pos rahasia yang sudah kusiapkan dengan perlindungan bayangan"
Han Xuan berdiri, tubuhnya memancarkan uap dingin yang selaras dengan lingkungan sekitar. "Aku akan pergi terlebih dahulu untuk membuka jalan. Dan selama aku pergi, kalian harus melatih teknik Frost-Breathing yang kuberikan. Di tanah ini, jika kau tidak bisa menyatu dengan dinginnya, kau akan dimakan olehnya"
Perjalanan menuju Pegunungan Air Mata memakan waktu tiga hari perjalanan darat. Han Xuan sengaja tidak menggunakan kemampuan teleportasi ruang agar ia bisa memahami setiap jengkal perubahan energi di tanah ini.
Semakin mereka bergerak ke utara, langit perak yang diceritakan dalam dongeng mulai terlihat. Cahayanya tidak berasal dari matahari, melainkan dari pantulan jutaan kristal es yang melayang di atmosfer tinggi
Di kaki pegunungan, Han Xuan membangun sebuah kubah bayangan di dalam sebuah gua tersembunyi untuk Wei dan Xiao Mei. Ia menyegel tempat itu dengan darahnya sendiri, memastikan bahwa tidak ada makhluk buas es atau pengintai dari Sekte Eternal Winter yang bisa mendeteksi keberadaan mereka
"Tunggu aku di sini. Jika dalam tiga puluh hari aku tidak kembali, gunakan kristal transmisi ini untuk menghubungi Si Tua Bumi. Dia memiliki jalur keluar rahasia dari wilayah ini," pesan Han Xuan sebelum ia melangkah keluar menuju badai yang lebih ganas
Saat Han Xuan mulai mendaki lereng pertama Pegunungan Air Mata, ia mulai merasakan kebenaran dari dongeng tersebut. Udara di sini tidak hanya dingin secara fisik; ia membawa beban emosional. Setiap butir salju yang menyentuh kulitnya seolah-olah membisikkan rasa sakit, kesedihan, dan kerinduan. Ini adalah sisa-sisa kesadaran Dewi Yue Ling
[Hukum Devour: Mode Pertahanan Jiwa Aktif]
Han Xuan merasakan Hukum Devour miliknya mencoba "memakan" kesedihan itu, namun ia segera menahannya.
Jangan makan kesedihan ini, batinnya. Jika aku memakannya, aku akan kehilangan jejak menuju inti gunung. Ia justru membiarkan kesedihan itu mengalir melewati jiwanya, menggunakannya sebagai kompas
Di ketinggian lima ribu meter, suhu turun hingga titik di mana logam pun akan pecah jika disentuh. Han Xuan melihat pemandangan yang menakjubkan sekaligus mengerikan.
Di lereng gunung, terdapat ribuan patung es manusia dengan berbagai ekspresi ada yang sedang ketakutan, ada yang sedang berdoa, dan ada yang sedang memegang pedang. Mereka bukan patung pahatan, melainkan para kultivator dari ribuan tahun yang lalu yang gagal melewati ujian sang dewi Yue Ling
"Mereka mencari kristal-cahaya dewi," ucap Han Xuan pada dirinya sendiri. "Mereka datang dengan kerakusan, dan gunung ini membalasnya dengan keabadian yang dingin"
Tiba-tiba, jalan di depannya tertutup oleh dinding es yang transparan. Di balik dinding itu, terlihat sebuah taman bunga yang terbuat sepenuhnya dari es kristal. Dan di tengah taman itu, duduk seorang wanita yang mengenakan gaun putih panjang. Ia tidak bergerak, wajahnya tertutup oleh cadar es tipis
Han Xuan berhenti. Ia merasakan ancaman yang luar biasa dari sosok itu. Sosok itu bukan manusia, bukan pula hantu seperti yang ia lawan di laut. Ini adalah Frost Spirit tingkat tinggi, penjaga gerbang menuju tempat peristirahatan Yue Ling
"Berhenti, pengembara dengan jiwa yang lapar," suara wanita itu terdengar seperti denting harpa yang indah namun mematikan. "Kau membawa bau darah dari Benua Selatan, dan kau membawa kegelapan yang mencoba menelan dunia. Tempat ini bukan untukmu"
Wanita itu berdiri. Saat ia bergerak, bunga-bunga es di sekitarnya tumbuh menjadi pedang-pedang panjang yang mengarah ke jantung Han Xuan. "Hanya mereka yang memiliki hati bersih yang boleh lewat. Dan kau... kau memiliki dua jiwa yang saling membenci di dalam satu raga. Kau adalah penghinaan bagi kesucian Yue Ling"
Han Xuan menatap wanita itu tanpa rasa takut. "Hati yang bersih tidak akan bisa bertahan di dunia yang kotor ini, Penjaga. Aku tidak datang untuk mencuri kristal dewi kalian. Aku datang untuk mencari kebenaran tentang keseimbangan yang ia tinggalkan. Jika kau ingin menghentikanku karena apa yang ada di dalam diriku, maka kau harus membuktikan bahwa esmu lebih kuat daripada rasa laparku"
Han Xuan melepaskan pedang energinya. Kali ini, pedang itu tidak berwarna hitam atau ungu, melainkan berubah menjadi perak jernih, menyerap energi Glacial Essence dari sekitar gunung. Ia menggunakan teknik yang baru saja ia pelajari dari Record of the Vanished Sovereigns: Absolute Zero Strike
"Mari kita lihat," ucap Han Xuan, "apakah air mata dewi kalian bisa membekukan ketiadaan"
Wanita penjaga itu melambaikan tangannya, dan badai salju di puncak gunung mendadak berubah menjadi pusaran raksasa yang menelan seluruh area tersebut. Pertempuran di lereng Pegunungan Air Mata meletus, bukan karena perebutan harta, melainkan benturan antara kesucian legenda dan realitas yang kejam
Di tengah badai, Han Xuan harus berjuang bukan hanya melawan kekuatan fisik sang penjaga, tapi juga melawan ilusi kenangan yang mulai ditarik keluar oleh energi gunung.
Ia melihat kembali saat ia masih kecil di klan Han, saat ia pertama kali dikhianati, dan saat ia harus membunuh untuk pertama kalinya. Setiap kenangan itu terasa seperti es yang mencoba menusuk jantungnya
Dapatkan Han Xuan mempertahankan jati dirinya di tengah ujian mental yang dirancang oleh Dewi Yue Ling, atau ia akan menjadi salah satu dari ribuan patung es yang menghiasi lereng pegunungan tersebut selamanya?
Sementara itu, jauh di bawah, Lin Feng dan para ahli dari Sekte Eternal Winter mulai bergerak menuju pos rahasia Han Xuan, menggunakan jejak energi yang ditinggalkan oleh benih pelacak yang justru Han Xuan tanam sendiri. Catur panjang ini masih terus berlanjut, dan setiap langkah di atas salju ini memiliki harga yang sangat mahal
<>Cerita Bersambung