NovelToon NovelToon
Pelindung Cinta: Kisah Ibu Tiri Yang Tak Tergoyahkan

Pelindung Cinta: Kisah Ibu Tiri Yang Tak Tergoyahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Duda / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: PENALIAR

desainer muda yang mandiri, tak pernah menduga bahwa pertemuan tak sengaja dengan Raka—seorang CEO tampan, sukses, dan penuh kasih—akan mengubah hidupnya selamanya. Raka bukan hanya pria idaman, tapi juga ayah tunggal dari Arka, anak kecil yang ditinggalkan oleh mantan istrinya, Lita, seorang wanita ambisius yang selingkuh dan tak peduli pada buah hatinya. Saat Aira memasuki kehidupan mereka sebagai ibu tiri yang penuh dedikasi, dia harus menghadapi badai godaan: para pelakor licik yang mengincar Raka karena ketampanan dan kekayaannya, serta ancaman utama dari Lita yang kembali dengan agenda rahasia untuk merebut semuanya kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PENALIAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3: Malam yang Tak Pernah Tidur

Raka Pramana, pada usia 35 tahun, sudah mencapai hampir semua yang diinginkan pria. Perusahaan teknologi miliknya terdaftar di bursa saham. Namanya masuk daftar 40 under 40 versi majalah ekonomi. Rekeningnya cukup untuk membeli apapun. Tapi malam itu, ketika ia duduk di ruang kerjanya, ia merasa sangat miskin.

Di atas meja, tersebar foto-foto Arka. Dari bayi hingga sekarang. Foto Arka pertama kali tersenyum. Foto Arka merayakan ulang tahun pertama dengan kue yang dihias Lita—masih bersama, masih bahagia. Foto terbaru: Arka di pantai, bersama pengasuh, dengan senyum yang setengah hati.

Kepalanya pusing.

Pertemuan sore tadi terus berputar di benaknya. Wanita itu—Aira, desainer dari butik—telah melakukan sesuatu yang tak bisa ia lakukan: membuat Arka tersenyum. Bukan senyum basa-basi. Tapi senyum tulus. Raka ingat bagaimana Arka duduk di samping Aira, melihat-lihat pola baju. Bagaimana Aira dengan sabar menjawab pertanyaan Arka yang tak berujung. Bagaimana ia tertawa kecil saat Arka bilang ingin baju bergambar dinosaurus.

"Aneh," gumam Raka.

Ponselnya bergetar. Sebuah pesan dari nomor tak dikenal.

"Rak, apa kabar? Lama tak jumpa. Aku kangen Arka. Boleh ketemu?"

Raka membaca pesan itu tiga kali. Empat kali. Lima kali. Dadanya sesak. Lita. Mantan istrinya. Wanita yang tiga tahun lalu pergi begitu saja, meninggalkan Arka yang sedang demam. Pergi dengan pria bule yang katanya bisa membawanya ke Eropa.

Raka tak membalas. Ia hapus pesan itu.

Tapi pesan itu meninggalkan luka. Lagi.

---

Kamar Arka. Gelap. Lampu tidur berbentuk bulan satu-satunya yang menyala. Arka berbaring. Memeluk guling. Menatap langit-langit.

"Guling, Aira baik ya?"

Guling diam.

"Dia janji enggak pergi. Beneran ya?"

Guling masih diam.

"Aku suka dia, Guling."

Arka memejamkan mata. Dalam tidurnya, ia bermimpi tentang seorang wanita yang memegang tangannya. Wanita itu berkata, "Aku temanmu." Dan dalam mimpi itu, Arka merasa aman. Untuk pertama kalinya, sejak ibunya pergi.

---

Di Tanah Abang, Aira duduk di lantai kamar kost. Lampu sudah menyala. Tapi ia tak menyentuh mesin jahitnya. Pikirannya melayang pada seorang anak laki-laki dengan mata sedih.

Pertanyaan Arka terus terngiang.

"Kamu mau jadi mama aku?"

Betapa hancurnya hati anak itu hingga ia harus bertanya pada orang asing.

Ponselnya bergetar. Lagi. Sebuah pesan masuk dari nomor baru.

"Selamat malam, Nona Aira. Saya Raka. Ayahnya Arka. Terima kasih untuk sore ini. Arka sangat senang. Saya ingin bertemu untuk membahas pesanan baju, sekaligus... mungkin bicara sesuatu. Besok pagi, jam 10, di butik? Terima kasih."

Aira membaca pesan itu. Lalu membaca lagi. Jantungnya berdebar. Bukan karena Raka tampan atau kaya. Tapi karena ada sesuatu dalam pesan itu. Sesuatu yang tak tertulis. Sebuah permintaan tolong dari seorang ayah yang bingung.

Aira membalas singkat:

"Baik, Pak. Sampai jumpa besok."

Di luar, Jakarta tak pernah tidur. Suara klakson masih terdengar samar. Lampu kota masih berkedip. Dan di tiga tempat berbeda, tiga orang yang tak saling mengenal semalam—Raka, Aira, Arka—terjaga dalam pikiran masing-masing.

Mereka tak tahu bahwa besok, hidup mereka akan mulai terjalin. Seperti benang yang ditenun perlahan. Menjadi kain yang mungkin indah. Atau mungkin akan robek.

Tapi mereka tak punya pilihan. Kadang, cinta datang bukan karena kita mencari. Tapi karena kita ditakdirkan untuk bertemu.

Dan Jakarta, dengan segala hiruk pikuk dan kemacetannya, menjadi saksi.

---

1
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Pena Biru: terimakasih tapi yang ini sudah tamat
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!