NovelToon NovelToon
CINTA DI BALIK BULLY REHAN & DIANA

CINTA DI BALIK BULLY REHAN & DIANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Bad Boy / Diam-Diam Cinta / Rebirth For Love / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: DeiNova

Diana, harus menelan pil pahit, saat ia di keluarkan dari sekolah,akibat kesalahan yang tidak pernah ia buat. hampir setiap hari ia di buly oleh teman-teman sekolahnya, terutama Rehan. lelaki Tampan yang kerap kali membuly Diana, hingga muncul kebencian di dalam hati Diana untuk pria itu.
Akibat ulah Rehan, kehidupan Diana hancur, bahkan ia harus kehilangan ibunya. dan di usir dari rumah kontrakannya, kebencian Dian semakin mendalam sampai ke tulang. hingga ia memutuskan pergi merantau dengan adiknya.
suatu hari Diana dan Rehan ketemu secara tidak sengaja.....
bagaimana kelanjutan kisah mereka.
yuk Baca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeiNova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memalukan

" Sebenarnya aku merasa kasian pada kalian berdua, yang tidak di undang pada acara tai malam. padahal acaranya sangat meriah, dan banyak makanan enak. kasihan sekali." ucap Eka pada Diana dan Vera, yang saat ini sedang membersihkan halaman rumah yang lumayan luas.

Sengaja Sera memecat kedua pembantunya, dan memanfaatkan tenaga Diana dan Vera.

Diana dan Vera hanya diam saja, tidak menanggapi apa yang dikatakan Eka.

      "Ayah kalian, sangat bahagia dengan keluarganya. bersama anak-anaknya, tapi bukan kalian. Dasar tidak berguna." hardik Eka kemudian masuk ke dalam rumah.,

Vera menangis Tampa suara, Diana hanya menenangkan adiknya, meski hatinya pun terasa sakit.

" Biarlah, omongan Eka cukup di telan saja, jangan di masukan ke hati. Kita tak berdaya untuk melawan." ucap Diana yang menenangkan adiknya.

" kapan penderitaan kita berakhir kak?" tanya Vera dengan suara serak.

Diana tidak bisa menjawab, ia hanya bisa mengusap air mata adiknya. Setelah beberapa saat, barulah Vera tenang. kakak beradik ini melanjutkan pekerjaan mereka. melihat tangis Vera, menjadi kesenangan tersendiri bagi Eka. yang merasa dirinya memiliki kehidupan bahagia dan orang tua yang lengkap.

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

sampai pada akhirnya, dua tahun kemudian adalah waktu yang ditunggu oleh Diana dan Vera. Tiga bulan lagi waktu kelulusan yang selama ini dinanti oleh Vera. Kedua kakak beradik ini sudah sepakat untuk pergi keluar kota, menjauhi semua orang yang mereka kenal terutama keluarga omnya sendiri.

sampai saat ini, tidak ada yang tahu uang tabungan yang dimiliki oleh Diana dan Vera, setiap uang yang diberikan oleh Indra selalu mereka tabung.

"Kakak sudah hitung uangnya, ada lima juta lebih. setidaknya saat kita pergi dari rumah ini tidak dengan tangan kosong."ucap Diana dengan nada pelan.

" syukurlah, tidak sia-sia aku menahan diri selama ini."ucap Vera yang merasa senang.

seperti biasa, uang mereka simpan di bawah lemari agar tidak ketahuan, Diana kembali melakukan pekerjaan rumah. ia mengepel di ruangan yang tak jauh dari ruang keluarga.

" dua hari lagi keluarga pak Brata, akan datang ke rumah kita untuk membahas masalah perjodohan. Eka kau pasti suka dengan calon yang sudah mama persiapkan untukmu." ucap Sera

"padahal aku masih ingin melanjutkan kuliah, bukan menikah."sahut Eka yang tidak terima.

Sera menyodorkan ponselnya, memperlihatkan siapa calon suami Eka. Eka yang semula menolak mendadak berubah pikiran.

" ganteng banget, Aku mau deh."seru Eka.

Diana yang menguping mendadak ia penasaran siapa calon suami Eka, yang akan dijodohkan dengan dirinya, sampai membuat Eka senang ini.

Diana dipanggil, sekali lagi ia diminta membersihkan seluruh ruangan yang ada di rumah ini. karena dua hari lagi akan ada tamu yang datang melamar Eka.

" Harus sampai bersih, karena yang datang tamu penting."ucap Sera yang mengingatkan Diana.

" iya, tante" jawab Diana

Untuk sekarang biarlah Diana mengalah, jika sudah tiba saatnya, ia akan melawan siapa yang akan menginjak harga dirinya dan adiknya Vera. Di bantu Vera, kakak beradik ini membersihkan semua ruangan yang ada di rumah ini, bahkan segala perabot pun harus dibersihkan sebersih mungkin.

" yang dipakai hanya ruang tamu, kenapa sampai lantai dua juga harus dibersihkan" protes Vera, yang merasa jengkel. " mereka memerah tenaga kita seperti sapo pernah."

" cukup simpan dalam hati, rasa kesalmu daripada kau ucapkan akan jadi benalu." ucap Diana menasehati adiknya.

Vera mendengus kesal, rasa amarah dan dendam pada ayahnya, yang sudah menelantarkan dirinya dan kakaknya, membuat Vera tidak mau mengakuinya sebagai seorang ayah lagi.

" kamar Eka ,sangat bagus, ranjangnya empuk dan pakaiannya bagus Sedangkan kita hanya mendapatkan sisa. Bekas yang tak layak pakai yang kata dia,lebih pantas di jadikan kain pel daripada kita gunakan." ucap Vera yang sekali lagi merasa jengkel.

" nanti kalau sudah kerja ,beli pakaian sesuka hatimu. Tapi, kakak ingin kamu kuliah."ucap Diana pada adiknya.

" kalau kuliah butuh uang banyak, dari mana kakak mendapatkannya.?"

" kakak akan berusaha mencari uang ,buat biaya pendidikan mu. Kelak, jika kau sudah menjadi orang sukses dan memiliki segalanya, jangan lupakan kakak." ucap Diana dengan mata yang berkaca-kaca.

" kakak adalah orang pertama yang menikmati gajiku." ucap Vera lalu memeluk kakaknya.

keduanya saling berpelukan, memberikan semangat pada hidup yang tak pernah berpihak kepada duanya. setiap tetes keringat ada harapan yang disampaikan Diana. ia hanya ingin adiknya hidup sukses seperti orang lain, bukan seperti dirinya.

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

dua hari kemudian, hari di mana yang katanya tamu penting. akan datang membicarakan masalah pertunangan Eka. dengan seorang pria. acara sederhana yang hanya keluarga inti saja yang menghadirinya.

Diana dan Vera, terlihat begitu sibuk menata kue-kue yang akan dihidangkan. yang katanya sebentar lagi akan datang.

" kak, kuenya terlihat enak, kapan kita bisa makan kue enak dan mahal ini."bisik vera pada Diana.

" Sabar. suatu saat nanti kita bisa makan enak tanpa beban."jawab Diana.

terdengar suara berisik dari luar, pertanda jika kamu sudah datang. Tak berapa lama, Sera pergi ke dapur lalu meminta Diana dan Vera keluar untuk menghidangkan kue-kue dan minuman.

segeralah kakak beradik ini pergi keluar, saat memasuki ruang tamu, langkah Diana terhenti saat ia melihat sosok yang tak asing matanya. setelah sekian tahun, kenapa Diana harus bertemu dengan orang yang sangat ia benci.

" Diana, cepat." seru Sera dengan nada pelan dan mata melotot.

Diana tersentak kaget, ia yang semula tegang kembali menguasai diri lalu.melangkah kembali menuju area ruang tamu.

" Diana ." guman Rehan dengan nada yang sangat pelan sekali, nyaris tak terdengar .

Rehan, dialah pria yang akan di jodohkan dengan Eka. Saudara sepupu Diana. Mata elang pria itu terus menatap ke arah Diana, bukan pada Eka yang terlihat cantik dengan,riasan tipisnya serta gaun mahalnya.

Ada perasaan kesal di benak Eka,saat ia memperhatikan Rehan yang justru memperhatikan Diana. Seolah tak mengenal, Diana bersikap biasa saja. Bahkan matanya enggan menoleh ke arah Rehan, setelah menghidangkan apa yang ia bawa, Diana kembali ke belakang.

" Vera kamu selesaikan sisanya." titah Diana pada Vera.

Vera mengiyakan,segera ia menghidangkan kue yang masih ada beberapa,setelah itu ia kembali ke dapur menghampiri kakaknya.

" kakak, kenapa?" tanya Vera yang merasa heran.

Heran melihat raut wajah Diana yang seperti orang marah, heran mendengar hembusan nafas kakaknya yang keluar masuk tak beraturan.

" Ternyata , calon suami Eka adalah b4jingan yang sudah membuat ibu kita meninggal dunia."ucap Diana pada adiknya.

" Maksud kakak, laki-laki yang ada di luar sana?" tanya Vera memperjelas.

" namanya Rehan, nama yang akan selalu aku ingat, bahwa dia adalah penyebab dari segala penderitaan hidup kita, dia adalah orang yang selalu membully kakak di sekolah. Dan sampai di keluarkan dari sekolah. dia adalah orang yang sudah merusak semua dagangan kakak, dia adalah orang yang sudah menghina dan merendahkan harga diri kakak, sampai kakak tidak memiliki nilai di mata teman-teman di sekolah, dia adalah wujud dendam dan kebencian yang tidak akan pernah kakak lupakan seumur hidup." ucap Diana panjang lebar.

Air mata enggan jatuh, rasa sakit hati yang Diana pendam, selama bertahun-tahun. Pada akhirnya kembali memanas. Setelah ia dan Rehan di pertemukan kembali dalam ketidak sengajaan.

Dari arah luar, terdengar gelak tawa mereka, yang saling membanggakan anak-anak mereka. Diana muak mendengarnya Diana merasa ingin muntah kala mendengar Sera mengatakan jika Eka anak yang rajin dan pintar, serta patuh pada orang tua dan baik hati kepada semua orang.

" maaf, toilet di mana ya Tante?" tanya Rehan yang memotong pembicaraan.

" oh, sebentar ya." ujar Sera lalau memanggil Diana.

Diana keluar lalu menghampiri tantenya. Yang minta di panggil nyonya jika ada tamu, agung datang ke rumahnya.

" Diana, antar Rehan ke toilet." titahnya

" Baik nyonya."

Diana melangkah lebih dulu, menuju arah belakang, di ikuti oleh Rehan yang mengekor di belakangnya.

" Diana ." panggil Rehan.

Jangankan menoleh, menjawab pun ia tak Sudi.

" silahkan tuan muda, toiletnya ada di sebelah kiri." ucap Diana yang seolah tidak mengenal rehan

" Diana " sekali lagi Rehan memanggil nama Diana.

" jika tidak ada hal lain, saya undur diri."

Diana yang hendak pergi, tiba-tiba saja tangannya ditarik oleh Rehan. keduanya saling beradu pandang, tatapan mata Diana tajam menusuk penuh dengan kebencian. amarah,dendam,dan benci bercampur menjadi satu dalam sorot mata yang berkaca-kaca.

" Diana maafkan Aku" ucap Rehan

"lepaskan aku!" pinta Diana lalu menghentak tangannya agar terlepas dari genggaman Rehan.

tanpa mengatakan sepatah kata pun, Diana berlalu dengan begitu saja. Rehan tak mungkin mengejar Diana, ia tak ingin semua orang tahu bahwa ia dengan Diana saling mengenal.

" Diana bekerja di rumah ini sebagai pembantu, apakah yang dimaksud dengan ibu-ibu waktu itu dijemput omnya, mungkin Om Hendra adalah keluarga Diana."

Rehan merasa penasaran, tapi ia lebih memilih kembali keluar daripada mengejar Diana. sembari duduk Rehan menghembuskan nafas pelan. tas sekalipun ia menoleh kepada Eka, apalagi tersenyum pada gadis itu.

"jadi bagaimana pak Brata, kapan pertunangan anak kita akan dilaksanakan?" tanya Hendra yang sudah tidak sabar berbesan dengan pak Brata. bos rokok yang terkenal di kota T

" aku menolak perjodohan ini." ucap Rehan sebelum papanya menjawab.

tanpa pamit dan sopan santun, Rehan memutuskan untuk pergi dari sana. Ia lebih memilih menunggu di dalam mobil, sedangkan kedua orang tuanya kebingungan dan bertanya-tanya, apa yang sudah terjadi pada Rehan.

"Jeng Lina, Ada apa ini? kenapa Rehan membatalkan perjodohan ini?" tanya Sera yang panik.

" maaf jeng,aku juga tidak tau." jawab Lina yang merasa sungkan.

" aku tidak perduli, intinya perjodohan ini harus tetap berjalan, sesuai rencana.

Mama, papa aku hanya ingin menikah dengan Rehan." rengek Eka.

Eka pergi ke kamarnya.gadis itu menangis sebab sakit hati atas sikap Rehan, yang tega membatalkan perjodohan secara sepihak. Pak Brata dan Bu Lina, pamit undur diri.mereka kembali ke mobil karena rehan memaksa untuk pulang.

1
Nadila Fathania Alfi
min jujur ini karya original kamu sendiri apa bukan ?? jujur aku udah baca novel di lapan sebelah dan jalan ceriranya aku jamin 95% mirip banget sama novel kamu yg ini, tapi cuma beda judul aja, ini nyontek apa terinspisasi aja ??
Sweet Girl
Khan sudah perna ketemu toh Bu Lina... waktu pertama kali mau melamar Eka...
Sweet Girl
Ndak takut dicerein ta Lin...
Sweet Girl
Bisa aja Ver...
Sweet Girl
Bwahahaha kasihan deh Luuuu, belum tau kabar.
Sweet Girl
Semoga Azab segera menimpamu Yani...
Sweet Girl
udah lama Ndak ketemu, apa Ndak kangen pak Hendra...
Sweet Girl
Ya emang begitu seharusnya, pacaran setelah Halal.
lalanya
makasih kakak udah mampir☺️
lalanya
makasih kakak udah mampir🙏☺️☺️
Sweet Girl
Arjuna Tor...
Sweet Girl
Ternyata Juna, mempersiapkan kesuksesan calon istrinya sendiri.
Sweet Girl
Diana atau Vera, Jun...???
Sweet Girl
Emang pak Brata Ndak tau apa... waktu Rehan nyuru pengacaranya Untu mengeluarkan Diana dr sekolah?
Sweet Girl
Hati hati lho Bu Lina... dengan sikap seperti itu...
nanti bener bener diwujudkan omongan Pak Brata.
Sweet Girl
Astaghfirullah Pak Brata... jangan sembarang ngomong cerai...
Sweet Girl
Kepedean Bu Sera...
Sweet Girl
Baik kali Pak Sutomo, makanya Arjuna ikut jadi baik.
Sweet Girl
Indomie, Sarimie, ABC yang mana Jun...?
Sweet Girl
Semoga... dapat balasan yang setimpal.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!