NovelToon NovelToon
After Moon : Sekutu Di Paleside

After Moon : Sekutu Di Paleside

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Action / Fantasi
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Murdoc H Guydons

Dia pikir adiknya sudah tewas dibunuh 7 tahun lalu. Dia salah.

Zane Elian Kareem kehilangan segalanya dalam satu malam: Rumah, Orang tua, dan Serra, adiknya.

Namun, sebuah benda di toko berdebu mengubah takdirnya. Serra masih hidup.

Kini, Zane bukan lagi bocah lemah. Dia adalah seorang Tarker—pemeta wilayah liar yang berani menembus zona maut demi uang. Persetan dengan intrik politik kerajaan atau diskriminasi ras. Masa bodoh dengan Hewan Buas Kelas E yang mengintai di hutan.

Zane akan membakar siapapun yang menghalangi pencarian "jalan pulangnya" menuju Serra. Bahkan jika harus melawan satu republik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Murdoc H Guydons, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 5 - Tujuan "Baru"

Apa keyakinan buta yang kusimpan selama bertahun-tahun ini ternyata adalah sebuah kebenaran?

"Engku... boleh saya lihat yang itu?" tanyaku, suaraku tercekat, nyaris tak keluar.

Dengan tangan yang sedikit gemetar, aku menerima gelang itu dari Engku Bakh'tar. Dinginnya perak terasa nyata di kulit, dengan sedikit noda kusam kehitaman, menceritakan perjalanannya yang panjang entah di mana saja.

Jari-jariku langsung meraba bagian belakang bandulnya, mencari sesuatu yang hanya aku dan ayahku yang tahu.

Dan di sanalah ia berada.

Sebuah tonjolan kecil, jejak perbaikan kasar yang dilakukan Ayah dengan Electrocraftsederhana bertahun-tahun lalu.

Benar. Ini milik adikku.

Seketika, suara riuh toko benar-benar lenyap. Melemparku kembali ke hari itu.

Suara dentuman di luar. Ayah berteriak pada Ibu untuk membawa kami ke belakang saat ia mengunci pintu depan. Lalu, suara pintu yang didobrak hingga hancur. Siluet para bandit memenuhi ambang pintu.

Aku hanya berdiri terisak, menggenggam erat pinggang Ayah yang menghunus baton ke depan, berteriak pada mereka untuk mundur. Kemudian... Gelombang kejut membuatku terlempar. Dunia terasa gelap, aku masih tersadar tapi tak mampu menggerakkan jariku. Aku merasakan ada ledakan kedua diiringi hujan pecahan batu kecil. Aku merasakan panas yang menyengat dan rasa sakit yang tak terlukiskan sebelum terlempar ke belakang, dan segalanya menjadi gelap.

Saat membuka mata, aku sudah berada di luar, di antara puing-puing yang berasap. Rumah kami... rata dengan tanah, tertimpa bebatuan dan terbakar. Aku tidak ingat bagaimana aku bisa keluar. Aku hanya ingat berteriak panik, memanggil Ayah, Ibu, Serra... tapi hanya gemeretak api yang menjawab.

Aku mencoba bangun, berteriak dan berlari tak tahu arah, lalu mataku menangkapnya—secarik kain dengan pola Marga Elian milik Serra, tersangkut di rumah kayu yang hancur dekat tepi sungai.

Itulah ingatan terakhirku yang paling jelas. Setelah mengubur jasad kedua orang tuaku, aku menolak untuk menerima kematian adikku juga. Aku yakin Serra masih hidup.

"...Zane? Kau baik-baik saja?"

Suara Engku Bakh'tar dengan paksa menarikku kembali ke masa kini. Aku baru sadar tubuhku bersandar ke dinding, dan lututku terasa goyah.

"Di mana...” aku menelan ludah, suaraku terdengar lebih bersemangat dari yang kuduga. ”Di mana Engku mendapatkan gelang ini?"

"Oh, barang itu," kata Engku Bakh'tar, menatapku khawatir. "Baru dibeli sekitar dua minggu lalu dari pedagang yang berasal dari Cragspire. Dia punya toko peralatan juga di sana. Ini barang barteran supaya harga jual-beli kami pas waktu itu."

Cragspire.

Nama itu berputar di kepalaku.

"Baik, Engku," kataku, meletakkan kembalian Aspen tadi tanpa menghitungnya lagi "Kalau begitu, saya juga beli yang ini."

.... . ....

Tanpa sadar, aku sudah berada di luar. Kakiku terasa lemas, memaksaku merosot duduk di undakan batu depan sebuah toko yang sudah tutup, cukup jauh dari Logistik Bakh'tar.

Suasana jalanan gang itu sepi. Langit di atas sana sudah merekah jingga kemerahan, sisa-sisa matahari senja yang sedang berjuang melawan gelapnya malam. Lampu-lampu karbit di jalan utama mulai mendesis nyaring, tapi di sudut remang ini, hanya ada aku dan kebenaran di tanganku.

Aku melindungi harapan tentang Serra dari logika dingin duniaku sendiri. Aku adalah Tarker. Aku dilatih mengamati fakta dan menerima kebenaran yang paling pahit sekalipun, bukan mimpi. Aku bahkan sering mengejek diriku sendiri sebagai orang gila yang mengejar hantu.

Tapi benda ini... cacat ‘perbaikan’ buatan ayahku ini... adalah fakta paling valid yang pernah kuterima. Logika bisa salah. Ingatan bisa kabur. Tapi logam ini tidak bisa berbohong.

Ini bukan lagi mimpi. Bukan lagi penipuan diri. Ini adalah kepastian. Serra masih hidup di suatu tempat. Tidak mungkin barang yang selalu menempel di tangannya ini bergerak sendiri dari sungai bertahun – tahun lalu menuju toko ini.

Aku merogoh tas kecil di pinggangku, mengeluarkan buku catatan kulit yang lusuh. Membuka halaman depan. Setelah bertahun kosong, akhirnya aku menekan pensilku dengan kuat, mengisi poin nomor dua, di catatan ‘Petunjuk tentang Serra’

        2.‘Gelang Perak →Cragspire’

Aku menutup buku itu dengan yakin.

Seketika, peta di kepalaku berubah. Tujuan besar organisasi untuk menjelajahi wilayah timur laut melampaui Farreach tidak lagi penting.

Aku berdiri, menepuk debu dari celanaku. Rasa lelah di tubuhku hilang, digantikan oleh fokus tajam yang membakar dada. Aku mendongak, menatap ke arah Barat, arah kota Cragspire.

"Tunggu aku, Serra," bisikku pada angin malam yang mulai dingin...

1
Kabuki
yaa pasti tetep punya secercah harapan dong? barang berharga dari keluarga satu²nya bisa berpindah tangan sampe kemana².

tujuan diganti dan mengesampingkan pekerjaan juga normal² aja. soalnya orang mana yang ga kangen setelah insiden mengerikan itu?/Frown/
Mingyu gf😘
kuda batu itu yg seperti apa ya
Mingyu gf😘
Ibu kadang tidak pernah ingin terlihat lemah di hadapam anaknya🥺
Panda
aku terlalu fokus sama adegan fiora dan ibunya

karena aku bisa tau rasa cemasnya mengkhawatirkan satu satunya orang yang dipunya
evrensya
Gemes bgt pengen kugunting itu sol.
evrensya
Kayak organisasi kriminal aja yg suka potong bagian ekor untuk melindungi tubuhnya. 😁
Kabuki
bisa²nya dia cuma mikirin sepatunya doang😭
CACASTAR
ciri-ciri orang bengis yaa begitu😄
Wida_Ast Jcy
wah sehebat itu kah suaranya sampai bisa menarik kaki mu🤭🤭🤭
Wida_Ast Jcy
wah untung bisa menghindar
PrettyDuck
fiora kenapaa?
PrettyDuck
men and their egos
udah biarin aja debat sampe capek /Facepalm/
PrettyDuck
buktinya data di petamu menyesatkan om
PrettyDuck
asbun banget si bapak 🥲
Zan Apexion
apa itu taker kk?🤔
Jing_Jing22
untung punya insting yang bagus bisa menghindar, kalau nggak pasti udah kenapa-napa
MARDONI
Zane 😭 dari awal aku nahan napas pas dia pegang gelang itu, dan waktu dia nemu tonjolan kecil buatan Ayah… merinding banget. Serra ternyata bukan cuma kenangan, dia nyata, dia hidup 😭✨ Cara Zane langsung berubah fokus begitu dengar nama Cragspire bikin dadaku ikut bergetar. “Tunggu aku, Serra” itu bukan cuma janji, itu tekad yang bikin aku yakin perjalanan Zane bakal makin gila dan penuh api 🔥💔
Jing_Jing22
penyerangan lagi, sebenarnya apa yang mereka cari di sana???
evrensya
jadi dia menempuh jalan ini demi mencari jejak adiknya..
evrensya
Misinya besar sekali jd tarker, tolong cari tau ttg sundaland juga dong, apakah itu adlh atlantis yang hilang? katanya ada peradaban maju di sana sebelum tenggelam.🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!