NovelToon NovelToon
Hot Policeman

Hot Policeman

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / TKP / Tamat
Popularitas:482.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Desau

Dibenci atasan dan rekannya, itulah Rangga. Dia memang seorang polisi yang jujur dan baik, Rangga semakin disukai masyarakat karena paras tampannya.

Inilah kisah Rangga yang siap dan bekerja keras menyelesaikan berbagai kasus kejahatan. Suatu hari sebuah kasus menuntunnya pada titik terang menghilangnya kakak iparnya. Kasus itu juga membawanya kembali bertemu dengan kakak kandungnya. Maka saat itulah Rangga menyusun rencana balas dendam. Ia tak akan peduli dengan siapapun, bahkan atasannya yang bobrok dirinya hancurkan kalau perlu. Bagaimana ceritanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20 - Dugaan Rangga

Beben memecahkan tawa saat mendengar dugaan Rangga. "Kau ini! Mana mungkin Astrid berbohong. Dia nggak akan repot-repot melakukan hal itu. Apalagi sampai sengaja menghamburkan apartemennya sendiri," ungkapnya.

"Sebagai orang yang mengenalnya kau mungkin bisa bicara begitu. Tapi aku kenal Astrid," sahut Rangga. Dia kembali menelepon Astrid.

"Kenapa lagi? Mau minta maaf?" jawab Astrid dari seberang telepon.

"Iya, maaf. Kau dimana sekarang? Aku ingin bertemu," pinta Rangga.

"Aku di rumah sakit. Kita ketemu pas--"

"Aku akan ke sana!" potong Rangga cepat. Dia lalu mematikan panggilan telepon lebih dulu.

"Ben! Kau sebaiknya pergi periksa rumah Dian. Aku akan menemui Astrid sekalian memeriksa keadaan Fira dan Nadia!" suruh Rangga.

"Oke. Tapi aku pergi naik apa?" tanggap Beben.

"Pakai ojek online dulu lah."

"Aku kembali ke kantor aja dulu untuk ngambil motorku."

Beben memisah dari Rangga. Sementara Rangga beranjak dengan motornya menuju rumah sakit tempat Astrid bekerja.

Sesampainya di rumah sakit, Rangga memarkirkan motornya terlebih dahulu. Astrid terlihat sudah menunggu di depan. Perempuan itu Rangga ajak untuk duduk ke taman dan bicara di sana.

"Kau mau bicara apa? Kayaknya serius banget?" tanya Astrid sambil menatap Rangga dari samping. Ia tersenyum cerah.

"Aku hanya ingin memastikan sesuatu. Ini terkait kasusmu. Aku ingin kau jujur padaku," imbuh Rangga.

"Jujur kenapa?" Astrid menuntut penjelasan.

"Aku menduga kau membohongiku. Aku sangat mengenalmu, Trid. Aku tahu kau suka berbuat nekat!"

"Kau menuduhku berbohong?! Maksudmu aku berbohong kalau ada seseorang yang menguntitku? Kau pikir aku menghamburkan apartemenku sendiri?" Astrid terdengang. Senyuman cerahnya untuk Rangga seketika sirna.

"Itu karena sikapmu sangat santai. Bahkan sekarang kau bisa tersenyum. Kalau seseorang dalam keadaan tidak aman, dia tidak akan mampu melakukan itu."

"Kau masih saja seperti dulu ya? Sombong! Mentang-mentang aku masih menunjukkan rasa sukaku, kau jadi bersikap begini. Aku tersenyum dan senang karena kau, Ga! Itu artinya aku percaya padamu. Kau membuatku aman!" Astrid berdiri dari tempat duduknya.

"Lalu bisakah kau buktikan kalau ucapanmu benar?" balas Rangga.

"Tidak ada yang perlu dibuktikan." Astrid menggeleng dengan mata yang berkaca-kaca. Ia tak menyangka Rangga akan menuduhnya berbohong. "Kalau kau tak suka denganku, harusnya bilang saja saat pertama kali kita bertemu. Aku bisa mencari kantor polisi yang lain kok! Polisi di dunia ini nggak cuman kamu!" omelnya dengan semburat wajah penuh amarah.

Rangga terdiam seribu bahasa. Melihat Astrid marah, dia jadi merasa bersalah.

"Pantas saja Kak Dita ninggalin kamu. Kau itu nggak pernah peka!" itulah kalimat terakhir Astrid sebelum dia pergi meninggalkan Rangga. Cewek itu melangkah cepat memasuki rumah sakit.

Rangga mengusap kasar wajahnya. Dia jadi teringat Dita lagi karena Astrid menyebut namanya. Rangga cukup lama merenung, sampai akhirnya dia masuk ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan Fira dan Nadia.

Rangga tentu menanyakan kamar Fira dan Nadia ke resepsionis.

"Maaf, Mas. Kedua pasien itu sudah pulih. Kebetulan pasien yang bernama Nadia akan pulang hari ini," ujar resepsionis. Ia tersenyum sambil mengaitkan rambut ke daun telinga. Melihat cowok tampan dan gagah dengan seragam polisi membuat rahimnya mengjangat.

"Berarti Nadia masih ada di kamarnya ya?" Rangga memastikan. Wajahnya datar seperti biasa. Dia selalu mengabaikan wanita yang menggodanya.

"Benar. Mau aku antar?"

"Nggak usah. Katakan saja dimana kamarnya."

Resepsionis mengangguk. Dia sadar sikap dingin dan penolakan Rangga adalah sinyal untuk membuatnya berhenti. Ia lantas memberitahu nama dan nomor kamar yang ditempati Nadia.

..._____...

*Coba tebak guys, Astrid bohong atau nggak? Kalau benar, nanti aku kasih hadiah 1000 poin. 🤭

(Pemenangnya satu orang ya. Siapa yang paling duluan jawab)

1
Susi Setiawati
suruhan firza
Ning Suswati
seru banget pengantin baru tp belum malam pertama
Ning Suswati
akhirnya datang juga derita yg selama ini dia buat sendiri, semua demi uang sampai adik dan isteri diterlantarkan demi jabatan, kekuasaan dan uang
Ning Suswati
firza sdh di atas awan jadi mau berbuat apapun sdh pasti, apalagi hanya seorang serangga, kecil bagi firza, namun mereka belum tau ada kelompok yg sdh siap sedia
Ning Suswati
gila kau rangga, gk mikir akan nasib orang2 terdekatnya, terlalu mudah ditebak kalau rangga yg melakukannya
Ning Suswati
jangan sampai rangga dijadikan tumbal oleh manusia bejat swpwrti firza, dan tujuan rangga bisa lancar dan selamat
Ning Suswati
aq ingin firza mendapatkan karma yg sangat pedih, masa enak2an, sekarang yoranya kemana y🤔 apa dia selingkuh juga
Ning Suswati
semoga saja firza tdk jahat dan iri lagi dg adik sendiri, kan sekarang sdh berada di posisi puncak, uang jabatan dan kekuasaan
Oaow Hwhe
dita
Ning Suswati
yg sabar rangga, kakakmu sdh menjadi petinggi di jajarannya, bukan musuh cuma dg adu otot, gk bakalan menang
ferry gamal
rangga dan Astrid
ferry gamal
pelakunya maling
Ning Suswati
baguslah ada pendekar bayangan yg akan mengusut semua kejahatan yg dilakukan oleh oknum aparat
Ning Suswati
issshhh jadi ikutan nyesek pengen nangis, suatu pengorbanan yg sangat besar, bahkan yg melakukannya orang lain, bahkan mantan ipar, bukan saudara atau keluarga
Ning Suswati
nah kena kau kak dita, polisi mau dikibulin
Ning Suswati
makin ribet aja, masalah astrid, dita yg hilang ditelan awan, udah deh rangga jadilan polisi sesuai SOP, gk usah menentang pimpinan, kau bisa masuk polisi karena suap juga, pegorbanan dita jgn sampai sia2, sok2an jadi orang suci
Ning Suswati
jgn2 yg membubuh pak alun adalah selingkuhan isterinya pak alun
Ning Suswati
baguskah, dibalas dg hukun rimba,
Ning Suswati
dasar wanita gk punya moral, main sosor aja
Ning Suswati
kak dita lagi jalan2 kemana y🤔, jgn2 kak dita menjadi isteri kelima t4 nya meminjam uang utk melancarkan rangga lolos diterima jadi polisi, cinta dan pengorbanan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!