NovelToon NovelToon
Rinkarnasi Seorang Gadis Ke Dunia Fantasi

Rinkarnasi Seorang Gadis Ke Dunia Fantasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Reinkarnasi
Popularitas:46
Nilai: 5
Nama Author: Tina Pramita

*Rinkarnasi Seorang Gadis ke Dunia Fantasi*

Elin, seorang gadis biasa dari dunia nyata, mengalami kecelakaan dan meninggal. Namun, dia tidak benar-benar mati. Dia dirinkarnasi ke dunia fantasi yang penuh dengan sihir dan keajaiban.

Di dunia baru ini, Elin bertemu dengan Lilian , seorang penyihir yang kuat, yang memberitahu bahwa dia memiliki kekuatan sihir yang tidak dia ketahui. Elin harus menggunakan kekuatan itu untuk menyelamatkan dunia dari kekuatan kegelapan yang mengancam.

Dengan bantuan Lilian, Elin memulai perjalanan sebagai seorang penyihir muda, menghadapi tantangan dan musuh yang kuat, dan menemukan kekuatan yang tidak dia ketahui. Akan kah Elin berhasil menyelamatkan dunia fantasi dan menemukan kebahagiaan di dunia baru ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Pramita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2

Penguasa kegelapan itu mulai bergerak, dan tanah di sekitar mereka mulai retak. Akira, Liana, dan Kael bersiap untuk bertarung, dengan senjata mereka siap.

"Aku akan menunjukkan kalian kekuatan kegelapan!" Penguasa kegelapan itu mengangkat tangannya, dan sebuah bola api hitam muncul di atasnya.

Liana melompat ke depan, dengan pedangnya siap. "Aku tidak akan membiarkanmu!" katanya.

Akira menggunakan kekuatannya untuk menciptakan sebuah perisai, melindungi dirinya dan Kael dari serangan bola api hitam.

Kael menggunakan kekuatannya untuk mengendalikan tanah, menciptakan sebuah dinding untuk melindungi mereka dari serangan berikutnya.

Pertarungan itu sangat sengit, dengan Akira, Liana, dan Kael menggunakan semua kemampuan mereka untuk melawan penguasa kegelapan. Tapi, penguasa kegelapan itu terlalu kuat, dan mereka mulai terdesak.

Tiba-tiba, Liana memiliki ide. "Akira, Kael, kita harus bekerja sama!" katanya.

Akira dan Kael mengangguk, dan mereka mulai bekerja sama, menggunakan kemampuan mereka untuk menciptakan sebuah serangan yang sangat kuat.

Penguasa kegelapan itu terkejut, dan untuk pertama kalinya, dia merasa takut. "Tidak... tidak mungkin..." katanya.

Akira, Liana, dan Kael menyerang penguasa kegelapan itu dengan semua kekuatan mereka, dan akhirnya, penguasa kegelapan itu jatuh ke tanah.

Mereka berdiri di atasnya, bernafas keras dan menang. Tapi, mereka tahu bahwa ini belum berakhir.

Akira, Liana, dan Kael berdiri di atas penguasa kegelapan yang telah jatuh, bernafas keras dan menang. Tapi, mereka tahu bahwa ini belum berakhir. Penguasa kegelapan itu mulai berubah, dan mereka melihat bahwa dia tidak benar-benar kalah.

"Aku tidak akan kalah..." Penguasa kegelapan itu bangkit kembali, dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya.

Akira, Liana, dan Kael bersiap untuk bertarung lagi, tapi tiba-tiba, sebuah cahaya terang muncul di belakang mereka.

"Akhirnya, kalian berhasil!" sebuah suara berkata.

Mereka melihat ke belakang, dan mereka melihat seorang wanita cantik dengan rambut putih dan mata biru. "Aku adalah penjaga cahaya," katanya. "Aku telah menunggu kalian."

Penjaga cahaya itu mengangkat tangannya, dan sebuah cahaya terang menyelimuti penguasa kegelapan. Penguasa kegelapan itu berteriak, dan akhirnya, dia menghilang.

Akira, Liana, dan Kael berdiri di sana, bernafas keras dan menang. Mereka tahu bahwa mereka telah menyelamatkan dunia dari kegelapan.

Penjaga cahaya itu tersenyum. "Kalian telah membuktikan diri kalian sebagai pahlawan. Apa yang kalian inginkan sebagai hadiah?"

Akira, Liana, dan Kael saling menatap, dan mereka tahu apa yang mereka inginkan. "Kami ingin kembali ke rumah," kata Akira.

Penjaga cahaya itu mengangguk. "Baiklah, aku akan mengirim kalian kembali ke rumah."

Dengan itu, Akira, Liana, dan Kael menghilang, dan mereka kembali ke rumah, dengan kenangan petualangan mereka yang akan selalu mereka ingat.

Setelah kembali ke rumah, Akira, Liana, dan Kael mencoba untuk kembali ke kehidupan normal mereka. Tapi, mereka tidak bisa menghilangkan perasaan bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

Suatu malam, Akira menerima sebuah surat misterius dengan alamat yang tidak dikenal. Surat itu hanya berisi satu kalimat: "Temui aku di taman kota tengah malam."

Akira menunjukkan surat itu kepada Liana dan Kael, dan mereka tahu bahwa mereka harus pergi ke taman kota tengah malam.

Tengah malam, mereka bertemu di taman kota, dan mereka melihat seorang wanita misterius dengan topi hitam dan kacamata hitam. "Aku telah menunggu kalian," katanya.

Wanita itu menunjukkan mereka sebuah foto lama yang menunjukkan Akira, Liana, dan Kael sebagai anak-anak, berdiri di depan sebuah bangunan yang tidak mereka kenali.

"Kalian tidak ingat apa-apa, kan?" wanita itu berkata. "Tapi, aku tahu rahasia kalian. Kalian memiliki kekuatan yang lebih besar dari yang kalian pikir."

Akira, Liana, dan Kael saling menatap, dan mereka tahu bahwa petualangan mereka belum berakhir.

Wanita misterius itu tersenyum, dan Akira, Liana, dan Kael merasa ada sesuatu yang tidak beres. "Apa yang kamu maksud?" tanya Akira, suaranya tegas.

Wanita itu menunjukkan mereka sebuah buku tua yang terikat dengan kulit hitam. "Ini adalah buku yang berisi rahasia kekuatan kalian," katanya. "Kalian adalah keturunan dari sebuah keluarga yang memiliki kekuatan luar biasa."

Liana mengambil buku itu, dan ketika dia membukanya, mereka melihat bahwa halaman-halaman buku itu kosong. "Apa gunanya buku ini?" tanya Liana, suaranya frustrasi.

Wanita itu tersenyum lagi. "Kalian harus menemukan cara untuk mengisi buku itu dengan kekuatan kalian. Tapi, kalian tidak sendirian. Ada orang lain yang juga mencari buku itu, dan mereka tidak akan berhenti sampai mereka mendapatkannya."

Kael melihat sekeliling, merasa ada yang mengawasi mereka. "Siapa orang itu?" tanya Kael, suaranya rendah.

Wanita itu menghilang, meninggalkan Akira, Liana, dan Kael dengan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. "Kalian harus berhati-hati," suara wanita itu terdengar dari kejauhan. "Kalian tidak tahu apa yang sedang kalian hadapi."

Akira, Liana, dan Kael saling menatap, dan mereka tahu bahwa mereka harus bekerja sama untuk menghadapi apa yang akan datang.

Akira, Liana, dan Kael memutuskan untuk mencari informasi tentang buku tua itu. Mereka pergi ke perpustakaan kota, mencari buku-buku tentang sejarah keluarga mereka dan kekuatan luar biasa.

Setelah beberapa jam mencari, mereka menemukan sebuah buku tua yang berjudul "Sejarah Keluarga Akira". Buku itu berisi informasi tentang leluhur mereka yang memiliki kekuatan luar biasa.

"Lihat ini," kata Liana, menunjuk sebuah halaman yang berisi gambar seorang leluhur Akira. "Dia memiliki kekuatan yang sama dengan Akira."

Akira mengambil buku itu dan membacanya. "Keluarga kita memiliki kekuatan yang diwariskan dari generasi ke generasi," katanya. "Tapi, ada juga kekuatan lain yang ingin mengambil alih kekuatan itu."

Kael melihat sekeliling, merasa ada yang mengawasi mereka. "Siapa orang itu?" tanya Kael, suaranya rendah.

Tiba-tiba, seorang pustakawan tua mendekati mereka. "Kalian mencari informasi tentang keluarga Akira, ya?" katanya, suaranya rendah. "Aku bisa membantu kalian. Tapi, kalian harus berhati-hati. Ada orang yang tidak ingin kalian menemukan kebenaran."

Pustakawan itu memberikan mereka sebuah kertas dengan alamat sebuah toko buku tua di bagian kota yang tidak terlalu aman. "Pergi ke sana, dan tanya tentang buku 'Cahaya dalam Kegelapan'," katanya.

Akira, Liana, dan Kael saling menatap, dan mereka tahu bahwa mereka harus pergi ke toko buku itu.

Akira, Liana, dan Kael pergi ke toko buku tua itu, hati-hati karena lokasi toko itu tidak terlalu aman. Mereka berjalan melalui jalan yang sempit dan gelap, sampai akhirnya mereka menemukan toko buku itu.

Toko buku itu terlihat tua dan tidak terawat, dengan jendela yang kotor dan pintu yang berderit ketika mereka membukanya. Di dalam, toko itu gelap dan bau kertas tua.

Sebuah suara terdengar dari belakang rak buku. "Apa yang kalian cari?" tanya suara itu.

Akira maju ke depan. "Kami mencari buku 'Cahaya dalam Kegelapan'," katanya.

Suara itu berhenti sejenak, lalu berkata, "Ikuti aku."

Mereka mengikuti suara itu ke belakang toko, di mana seorang lelaki tua dengan kacamata tebal dan rambut putih menyambut mereka. "Aku adalah pemilik toko ini," katanya. "Kalian mencari buku itu, ya?"

Liana mengangguk. "Ya, kami ingin tahu tentang buku itu."

Lelaki tua itu mengambil sebuah buku dari rak dan memberikannya kepada Liana. "Buku ini berisi rahasia tentang kekuatan keluarga kalian," katanya. "Tapi, kalian harus berhati-hati. Ada orang yang tidak ingin kalian menemukan kebenaran."

Akira mengambil buku itu dan membukanya. Halaman-halaman buku itu berisi tulisan tangan yang tidak terbaca. "Apa artinya ini?" tanya Akira.

Lelaki tua itu tersenyum. "Itu adalah bahasa kuno. Kalian harus menemukan cara untuk membacanya."

Tiba-tiba, pintu toko buku itu terbuka dengan keras, dan seorang pria berpakaian gelap masuk. "Aku telah menemukan kalian," katanya, suaranya dingin.

Akira, Liana, dan Kael siap untuk bertarung.

Pria berpakaian gelap itu maju ke depan, mata hitamnya menatap Akira, Liana, dan Kael dengan intens. "Kalian tidak akan pernah bisa menghentikan aku," katanya, suaranya dingin.

Lelaki tua itu maju ke depan, melindungi Akira, Liana, dan Kael. "Kalian tidak akan mengambil buku itu," katanya, suaranya tegas.

Pria berpakaian gelap itu mengangkat tangannya, dan sebuah bola api muncul di atasnya. Akira, Liana, dan Kael siap untuk bertarung, tapi lelaki tua itu mengangkat tangannya dan berkata, "Tunggu!"

Lelaki tua itu mengambil sebuah benda kecil dari sakunya dan melemparkannya ke arah pria berpakaian gelap itu. Benda itu meledak, dan pria berpakaian gelap itu terjatuh ke tanah.

"Kalian harus pergi sekarang," kata lelaki tua itu, suaranya cepat. "Kalian tidak aman di sini."

Akira, Liana, dan Kael mengambil buku itu dan berlari keluar dari toko buku, meninggalkan lelaki tua itu dan pria berpakaian gelap itu di belakang.

Mereka berlari sampai mereka merasa aman, lalu berhenti untuk bernafas. "Apa yang terjadi?" tanya Liana, suaranya terengah-engah.

Akira mengambil buku itu dan membukanya. "Aku tidak tahu, tapi kita harus mencari tahu."

Tiba-tiba, sebuah suara terdengar di belakang mereka. "Kalian tidak akan pernah bisa melarikan diri."

Mereka berbalik, dan melihat pria berpakaian gelap itu berdiri di belakang mereka, mata hitamnya menatap mereka dengan intens.

Pria berpakaian gelap itu maju ke depan, mata hitamnya menatap Akira, Liana, dan Kael dengan intens. "Kalian tidak akan pernah bisa melarikan diri dari aku," katanya, suaranya dingin.

Akira, Liana, dan Kael siap untuk bertarung, tapi tiba-tiba, sebuah suara terdengar dari atas. "Aku tidak akan membiarkanmu melakukan itu."

Mereka melihat ke atas, dan melihat seorang wanita dengan rambut panjang dan mata biru berdiri di atas atap bangunan. "Aku adalah anggota dari organisasi rahasia," katanya. "Kami telah memantau kalian."

Wanita itu melompat ke bawah, dan mendarat di depan Akira, Liana, dan Kael. "Kalian harus pergi sekarang," katanya. "Kami akan mengurus pria ini."

Pria berpakaian gelap itu menyerang, tapi wanita itu mengangkat tangannya dan menghentikannya. "Kalian harus pergi sekarang," katanya lagi.

Akira, Liana, dan Kael tidak perlu diminta dua kali. Mereka berlari secepat mungkin, meninggalkan pria berpakaian gelap itu dan wanita itu di belakang.

Mereka berlari sampai mereka merasa aman, lalu berhenti untuk bernafas. "Siapa wanita itu?" tanya Liana, suaranya terengah-engah.

Akira mengambil buku itu dan membukanya. "Aku tidak tahu, tapi aku pikir dia ada di pihak kita."

Tiba-tiba, sebuah pesan masuk ke ponsel Akira. "Pertemuan di kafe tua di pusat kota. Datang sendirian."

Akira menunjukkan pesan itu kepada Liana dan Kael. "Aku pikir kita harus pergi," katanya.

Akira, Liana, dan Kael pergi ke kafe tua itu, hati-hati karena mereka tidak tahu apa yang akan terjadi. Mereka duduk di meja yang jauh dari jendela, memesan kopi dan menunggu.

Tiba-tiba, seorang wanita dengan rambut pendek dan mata hijau masuk ke kafe itu. Dia memesan kopi dan duduk di meja Akira, Liana, dan Kael.

"Selamat datang," katanya, tersenyum. "Aku adalah agen dari organisasi rahasia yang sama dengan wanita yang menyelamatkan kalian tadi."

Liana mengangkat eyebrow. "Apa yang kamu ingin?" tanya Liana, suaranya tegas.

Wanita itu mengambil sebuah folder dari tasnya dan memberikannya kepada Akira. "Kami memiliki informasi tentang buku itu," katanya. "Taman itu adalah kunci untuk membuka rahasia buku itu."

Akira membuka folder itu dan melihat sebuah peta dengan lokasi taman yang ditandai. "Taman apa ini?" tanya Akira.

Wanita itu tersenyum. "Taman itu adalah tempat di mana kekuatan kalian berasal. Kami akan membantu kalian untuk membuka rahasia buku itu, tapi kalian harus berjanji untuk membantu kami juga."

Kael mengangkat eyebrow. "Apa yang kamu ingin kita lakukan?" tanya Kael.

Wanita itu tersenyum lagi. "Kami ingin kalian membantu kami untuk menghentikan organisasi yang ingin mengambil alih kekuatan buku itu."

Akira, Liana, dan Kael saling menatap, lalu mengangguk. "Kami setuju," kata Akira.

Wanita itu tersenyum, lalu memberikan mereka sebuah kunci. "Ini adalah kunci untuk membuka taman itu. Kami akan menunggu kalian di sana."

Dengan itu, wanita itu pergi, meninggalkan Akira, Liana, dan Kael dengan banyak pertanyaan.

Akira, Liana, dan Kael pergi ke, taman yang terletak di pinggiran kota. Mereka berjalan melalui jalan yang sempit dan berliku-liku, sampai akhirnya mereka tiba di taman itu.

Taman itu sangat indah, dengan bunga-bunga yang mekar dan pohon-pohon yang rindang. Akira, Liana, dan Kael berjalan melalui taman itu, mencari tempat yang tepat untuk membuka rahasia buku itu.

Tiba-tiba, mereka mendengar suara air mengalir. Mereka mengikuti suara itu, dan menemukan sebuah air terjun yang indah.

Di belakang air terjun itu, mereka menemukan sebuah gua yang tersembunyi. Akira mengambil kunci yang diberikan oleh wanita itu, dan membuka pintu gua itu.

Gua itu sangat besar, dengan dinding-dinding yang berkilau dan langit-langit yang tinggi. Akira, Liana, dan Kael berjalan melalui gua itu, mencari apa yang mereka cari.

Tiba-tiba, mereka mendengar suara gemuruh. Tanah mulai bergetar, dan dinding-dinding gua itu mulai runtuh.

"Apa yang terjadi?" tanya Liana, suaranya panik.

Akira mengambil buku itu dan membukanya. "Aku pikir kita harus membuka rahasia buku itu sekarang," katanya.

Kael mengambil sebuah batu dari tanah, dan meletakkannya di atas buku itu. Batu itu mulai berkilau, dan sebuah cahaya terang memenuhi gua itu.

Gua itu mulai berubah, dan Akira, Liana, dan Kael merasa diri mereka ditarik ke dalam cahaya itu.

Tiba-tiba, mereka mendengar suara yang sangat keras, dan semuanya menjadi gelap...

Apa yang terjadi yaa selanjutnya...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!