Bagaimana rasanya mengetahui jika kekasihmu selingkuh dengan adikmu sendiri? Kayla terkejut mendengar pembicaraan Arga dan Kanaya adiknya di UKS,ia tak menyangka jika selama ini keduanya menjalin hubungan di belakangnya.Walaupun merasa sakit,ia memilih untuk diam dan berpura-pura tidak tahu.Selain belum siap melepaskan Arga,ia juga ingin melihat sejauh mana keduanya dapat menyembunyikan hubungan itu.Tapi lama-lama Kayla tak tahan, terlebih ketika ayahnya meninggal Arga lebih mementingkan Kanaya di banding dirinya. "Kalau dari awal lo suka Kanaya,kenapa lo harus deketin gue dan jadiin gue kekasih lo Arga?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dua puluh dua
"Gue gak baik-baik aja."Jawab Kanaya sembari memeluk erat laki-laki di depannya.
"Loh kenapa?kangen berat sama gue ya?"
Kanaya melepas pelukannya lalu menatap kesal Arga, ia sedikit menjauh dari laki-laki itu.
"Ya Lo pikir aja kak, emang ada ya perempuan yang gak cemburu liat cowoknya mesra-mesraan di depan mata dan lebih parahnya gue harus diam dan pura-pura bahagia, selain itu gue juga rindu sama lo," ujar Kanaya sembari melipat kedua tangannya di dada.
Arga mendekat ke arah Kanaya, dirangkulnya gadis itu. "Maaf ya, tapi sedari awal kan kita sepakat untuk berhubungan di belakang Kayla dan Lo juga minta gue tetap bersikap sebagaimana mestinya pada Kayla. Sebelumnya gue pernah berpikir untuk pisah dari Kayla, tapi Lo memohon supaya gue gak lepasin dia."
Kanaya terdiam, benar juga karena kesepakatan konyol kala itu tak sadar dia telah membuat lubang untuk dirinya sendiri. Dulu perasannya terhadap Arga belum sebesar ini, makadari itu ia setuju saja dengan kesepakatan itu,beberapa hari setelah mereka meresmikan hubungan, Arga berkata ingin mengakhiri hubungannya dengan Kayla yang baru berjalan dua bulan.
Balik lagi karena perasaannya pada Arga masih samar dan juga ia tahu jika kakaknya sudah jatuh cinta pada Arga, ia meminta Arga untuk tetap mempertahankan hubungannya dengan Kayla dengan syarat laki-laki itu tidak boleh berat sebelah atau setidaknya laki-laki itu tidak boleh menyakiti kakaknya.
Akhirnya Arga setuju, dari sana hubungannya dengan Arga benar-benar dimulai. Semakin lama perasannya terhadap Arga pun mulai tumbuh dan semakin lama semakin bertambah. Di titik perasannya sudah besar tiba-tiba Kayla berubah dan membuat perhatian Arga teralihkan, di sana ia harus menahan diri untuk tidak cemburu dan terlihat baik-baik saja melihat Arga bermesraan dengan kakaknya.
Melihat bagaimana Arga memperlakukan Kayla, sedikit membuatnya terpikir untuk mengakhiri hubungannya, toh selama ini ia hanya selingkuhan Arga dan kekasih sebenarnya adalah Kayla. Tapi, ketika ia merenung kembali, mengingat akan kenangannya bersama Arga membuatnya tidak rela melepas Arga begitu saja. Bagaimana pun Arga itu juga kekasihnya terlepas dari siapa yang terlebih dahulu menjalin hubungan dengan laki-laki itu.
"Jadi Lo ngirim pesan ke gue dan nyuruh gue pulang karena kangen, tapi bukannya Lo lagi sibuk ya?"
Perkataan Arga berhasil mengembalikan kesadarannya. "Gue memang sibuk,btapi gue juga rindu."
Arga tak berkata apapun lagi, laki-laki itu kembali memeluknya. Kanaya memejamkan mata, menikmati rasa hangat karena pelukan Arga, di pelukan Arga ia merasa dicintai, dilindungi dan ia juga merasa nyaman. Jika sudah begini apakah ia rela kehilangan pelukan nyaman ini?tentu saja tidak.
Kayla melepas pelukan Arga, gadis itu menarik tangan Arga dan membawanya ke meja makan.
"Kangen masakan gue gak?"tanya Kanaya sembari menunjukkan hasil masakannya.
Mata Arga berbinar melihat beberapa porsi masakan rumahan di meja, masakan yang ia suka dan selalu ia rindukan. Tak banyak bicara Arga duduk di sana dan meminta Kanaya untuk membawakan piring untuknya.
Kanaya segera mengambil piring dari rak lalu meletakkan piring itu di hadapan Arga.
"Lo ikut makan juga ya," titah Arga
Kanaya mengangguk kemudian kembali mengambil satu piring lain di rak untuknya.
Arga menyendok nasi dan mengambil lauk, laki-laki itu segera melahap makanan itu, seperti biasa masakan Kanaya memang selalu enak. Ia sangat menyukai masakan Kanaya karena masakan gadis itu hampir sama dengan masakan buatan ibunya.
Dulu sebelum sibuk seperti sekarang,ibunya selalu memasak di rumah, menemaninya bermain dan belajar. Tapi setelah ibunya memutuskan menjadi wanita karir, ibunya menjadi super sibuk yang jarang memiliki waktu untuknya dan berakhir ia menjadi laki-laki yang kesepian.
"Makasih ya untuk makanannya, perut aku penuh banget," ujar Arga sembari menunjuk perutnya dibalik Hoodie nya.
"Sama-sama."
Kanaya merapihkan alat makan yang telah mereka pakai dan mencucinya sedangkan Arga membereskan meja makan.
"Bibi pada kemana?tumben banget sepi di rumah," tanya Arga karena tak melihat ART di rumahnya.
"Oh,mereka aku suruh istirahat, kenapa?kamu butuh sesuatu?"tanya Kanaya.
Arga menggeleng, ia menghampiri Kanaya yang masih berkutat dengan piring-piring kotor.
Kanaya sedikit terkejut ketika Arga meletakkan kepala di bahunya, laki-laki itu memeluknya dari belakang. Dengan posisi ini, tentu saja membuat jantung Kanaya berdegup kencang.
"Kak, jangan gini," lirih Kanaya
Arga segera melepas pelukannya, ia terlalu terbawa suasana sampai-sampai tak sadar memeluk Kanaya dari belakang.
"Maaf."
"Iya,"Kanaya membersihkan tangannya ketika piring-piring kotor itu sudah selesai ia cuci.
"Lo pulang atau mau di sini?"tanya Arga.
"Gue di sini aja, udah hampir tengah malam, lagi pula gue udah izin menginap di rumah teman."
"Oke, yaudah Lo tidur gih, seperti biasa Lo tidur di kamar itu ya"ujar Arga.
"Iya, Lo juga ganti baju sana kak, terus tidur."
Arga mengangguk. "Good night. "
Arga mengecup singkat pipi Kanaya lalu ia pernah menuju kamarnya.
____
"Naya mana mah?"tanya Kayla ketika sedari tadi tak melihat sosok adiknya.
"Tadi si dia izin ke mamah mau nginep di rumah temannya," ujar mamahnya.
Mendengar kata rumah teman, membuat dirinya sedikit over thinking , biasanya jika Kanaya izin pergi ke rumah teman, pasti yang di datangi sebenarnya adalah rumah Arga.
"Kanaya berangkat dari kapan mah?" tanya Kayla
Lia mengerutkan alisnya, mencoba mengingat kapan adiknya keluar.
"Kalau tidak salah, dia lzin ke mamah setelah kamu dan Arga keluar "
Kayla sedikit bisa bernapas lega karena sudah dipastikan adiknya tidak mungkin pergi ke rumah Arga apalagi pergi bersama laki-laki Itu.
Kayla tersenyum melihat kemesraan kedua orangtuanya. Papahnya yang cukup tegas ternyata bisa bersikap manja pada Ibunya. la Jadi sedikit membayangkan dirinya jika sudah berumah tangga nanti. Ia berharap siapapun yang menjadi pendamping hidupnya di masa depan, bisa memperlakukannya dengan baik dan ia pun akan melakukan hal yang sama.
"Mah, pah aku ke kamar ya,"pamit Kayla pada orang tuanya.
Keduanya hanya mengangguk, ia segera menuju kamar. Hal yang pertama kali ia periksa adalah ponselnya, tadi ia sengaja meninggalkan ponselnya di kamar.
Kayla sedikit kecewa karena tak ada satu pun pesan masuk dari Arga, beberapa hari sebelumnya Arga selalu mengirimkannya pesan walaupun hanya sekedar ucapan selamat malam. Akhirnya ia berinisiatif mengirim pesan terlebih dahulu.
Anda
Selamat malam Arga,sekali terima kasih untuk yang tadi.
Selamat tidur dan mimpi indah ya
Pesan terkirim, ia kembali meletakkan ponselnya.
Kayla merebahkan dirinya di ranjang, ia sangat bahagia hari ini. Kejutan yang di berikan Arga mampu membuatnya sebahagia ini, ia tidak heran mengapa banyak wanita yang ingin menjadi kekasih laki-laki itu.
Arga aku harap kamu gak berubah, aku harap kebahagiaan yang kamu berikan ini bukan awal dari rasa kecewa.