Fang Yuan kehilangan kedua orang tuanya karena ulah kultivator.Lalu Ia hidup bersama kakeknya hingga akhirnya sang kakek pun meninggalkannya seorang diri.
Di tengah kerasnya dunia, Fang Yuan menemukan sebuah buku kultivasi. Tanpa bakat, tanpa dukungan, hanya dengan tekad.
“Aku akan melakukan apa pun 1000 kali… sampai berhasil.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33: Dao Pemberontak
Di dalam dimensi Mutiara Petir, masa seolah-olah membeku. Fang Yuan duduk bersila, dikelilingi oleh naskah Pernapasan Awan: Sembilan Langit yang terapung.
Di dalam tubuhnya, tenaga Yin dan Yang yang dahulunya liar kini mula menari mengikut ritma awan yang tenang namun membawa badai.
Dia tidak hanya mempelajari teknik itu; dia membedahnya, mencari kelemahan hukum alam, dan menyatukannya ke dalam Dao Pemberontak miliknya sendiri.
"Hukum dunia ingin aku tunduk," bisik Fang Yuan, suaranya bergema di antara bintang-bintang. "Maka aku akan berdiri di atas hukum itu."
Tiba-tiba, ruang di sekelilingnya mula bergetar hebat. Mutiara Petir yang selama ini menjadi pelindung dan hartanya yang paling berharga mula retak. Cahaya ungu yang biasanya stabil kini memercik liar.
KRAK!
Fang Yuan terbeliak. "Apa?!"
Tanpa amarah, Mutiara Petir itu meledak dalam keheningan dimensi.
Serpihannya hancur menjadi debu cahaya dan meresap sepenuhnya ke dalam tulang sumsum Fang Yuan.
Dimensi itu runtuh, dan dalam sekelip mata, Fang Yuan tercampak kembali ke dunia nyata—ke dalam bilik asramanya yang sempit.
Dia kehilangan dimensinya. Dia kehilangan ruang masa miliknya.
Namun, dia merasakan kekuatan yang amat dahsyat mengalir dalam darahnya. Dia bukan lagi pemegang Mutiara Petir; dia adalah kilat itu sendiri.
Di luar asrama, suasana sudah berubah menjadi medan perang. Aura yang sangat menindas menekan bumbung bangunan.
Tetua Dong Fei berdiri di udara, dikelilingi oleh empat Master Sekte yang lain. Di tangan Dong Fei, terdapat potongan jubah Fang Yuan yang ditemui di Paviliun Kitab.
"Li Qiye! Keluar kau, pencuri keparat!" raung Dong Fei. Suaranya memecahkan tingkap-tingkap asrama. "Aku tahu kau yang mencuri naskah rahasia itu! Dan Song Lian ... kau telah meracuninya! Keluar dan terima hukuman mati!"
Di dalam bilik, Fang Yuan berdiri dengan tenang. Dia menyadari Bai Lie sudah melarikan diri atau mungkin sudah ditangkap. Dia seorang diri.
"Mati di tangan mereka, atau mati di tangan Langit ..." Fang Yuan melihat ke atas. Dia teringat kata-kata Bai Lie tentang Tribulasi Langit. "Jika dunia ini mau aku mati, aku akan seret dunia ini bersama-samaku."
Fang Yuan melangkah keluar dari asrama. Wajahnya yang kencang dan dingin tidak menunjukkan sedikit pun ketakutan di hadapan para Master yang sedia membunuhnya.
"Kau berani muncul?" Dong Fei menghunus pedangnya, bersedia untuk menghayunkan serangan maut.
Fang Yuan tidak memandang Dong Fei. Dia memejamkan mata dan melepaskan seluruh kekangan pada Dantiannya.
Dia berhenti menekan tahap kultivasinya. Dia membiarkan Dao Pemberontak yang telah disempurnakan itu menyebarkan kewibawaan alam semesta secara terbuka.
BOOM!
Satu letupan aura kelabu-ungu meletus dari tubuh Fang Yuan, melambung tinggi ke angkasa.
Serta-merta, langit yang tadinya cerah bertukar menjadi hitam pekat.
Awan-awan mula berputar membentuk pusaran raksasa tepat di atas kepala Fang Yuan.
Kilat merah dan ungu menyambar-nyambar di dalam awan tersebut, mengeluarkan bunyi ngauman yang menggetarkan jiwa sesiapa sahaja yang mendengarnya.
"Apa ... apa ini?!" Dong Fei terhenti, wajahnya bertukar pucat pasi. "Ini bukan teknik sekte ... Ini Tribulasi Langit! Tapi dia baru di Ranah Pendirian Fondasi! Bagaimana mungkin dia memanggil Tribulasi sekuat ini?!"
Fang Yuan mendongak, menatap pusaran maut itu dengan mata yang kosong. Dia tahu, Langit murka kerana dia telah menciptakan Dao yang menantang aturan alam.
"Kalian mau membunuhku?" Fang Yuan akhirnya bersuara, suaranya mengatasi bunyi guruh. "Silakan. Tapi kalian harus melalui Penghakiman Langit ini terlebih dahulu."
Fang Yuan melompat ke arah Tetua Dong Fei dan para Master. Dia tidak menyerang mereka dengan pedang, tetapi dia menjadikan dirinya sebagai "penarik kilat".
"Sialan! Dia gila! Dia mau menyeret kita ke dalam Tribulasinya!" Master yang lain menjerit ketakutan.
Dalam hukum kultivasi, jika orang luar berada di dalam kawasan Tribulasi, Langit akan menganggap mereka membantu si pelaku dan akan meningkatkan kekuatan kilat itu seribu kali lipat.
CRAAAAASH!
Satu panahan kilat berwarna ungu gelap, sebesar batang pokok raksasa, jatuh dari langit dengan kelajuan cahaya.
"TIDAAAAAAK!" Dong Fei coba melarikan diri, tetapi sudah terlambat.
Ledakan itu menghancurkan separuh daripada kompleks asrama sekte. Debu, api, dan elektrik memenuhi udara.
Di tengah-tengah kekacauan itu, Fang Yuan menggunakan momentum letupan kilat yang mengenai tubuhnya—yang kini separuh kalis kerana serpihan Mutiara Petir dalam tulangnya—untuk melenting jauh ke arah hutan larangan.
Dia menggunakan hukum langit sebagai perisai dan bom jangka.
Sambil tubuhnya terbakar dan darah memancut keluar, Fang Yuan tidak mengeluh. Dia tertawa di dalam hati—tawa yang paling gelap.
"Kerja keras tidak berguna jika kau tidak tahu cara membakar dunia untuk melarikan diri," batin Fang Yuan saat dia menghilang ke dalam kegelapan hutan, meninggalkan Sekte Awan Mendung yang sedang dihancurkan oleh murka Langit yang dia sendiri panggil.
ini mengingatkanku pada wang lin.
tapi aku menyukai alur ini, sangat menarik.