🩸 HEI YING TUN TIAN(Bayangan Hitam Yang Menelan Langit)⚠️ Han Xuan Sang Penelan Takdir Itu Sendiri
Sinopsis:
Di kehidupan sebelumnya, ia adalah monster yang ditakuti dunia dan Dao itu sendiri.
Ia mencapai Law Devouring Realm, melahap Dao para genius, menghancurkan sekte besar, dan hampir menantang Langit itu sendiri.
Namun Langit tidak membunuhnya.
Langit menghukumnya.
Jiwanya dipecah dan dilempar kembali ke masa lalu, terlahir sebagai anak klan kecil dengan meridian retak dan akar spiritual cacat. Di mata dunia, ia hanyalah sampah kultivasi yang tak akan pernah melangkah jauh.
Mereka salah.
Tubuh barunya menyimpan Void Devouring Constitution, konstitusi terkutuk yang hanya bangkit setelah kehancuran total. Dengan ingatan penuh dari kehidupan sebelumnya, ia memilih jalan yang lebih sunyi dan lebih kejam.
Ia tidak lagi membantai secara terang terangan.
Ia membangun bayangan nya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DavidTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 - Bayangan di Atas Langit Perak
...Bab 31: Bayangan di Atas Langit Perak...
Setelah penyerapan Jantung Yue Ling yang mengguncang fondasi dunia, Han Xuan berdiri di puncak tertinggi Pegunungan Air Mata. Di matanya yang kini berwarna kristal perak jernih, ia tidak lagi melihat salju sebagai benda fisik, melainkan sebagai aliran energi yang tunduk pada kehendaknya. Di bawah sana, di dalam aula Sekte Eternal Winter, Master Agung Xue Ren masih bersujud, tidak berani bernapas terlalu keras seolah-olah suara napasnya bisa memicu murka sang penguasa baru
Han Xuan menengadah. Di balik lapisan atmosfer yang dingin, ia bisa merasakan beberapa kehadiran yang asing dan sangat kuat sedang mendekat. Mereka tidak datang dari daratan, melainkan turun dari "Langit Luar"—wilayah hampa yang hanya bisa dilalui oleh kapal-kapal terbang tingkat tinggi. Mereka adalah armada dari Benua Matahari Terbenam, para pemburu yang telah mencium aroma esensi dewa yang baru saja bangkit
"Tuan..." suara Wei terdengar melalui transmisi jiwa. Wei dan Xiao Mei telah dipindahkan secara otomatis ke dalam benteng es di bawah puncak gunung oleh kehendak Han Xuan. "Ada benda-benda raksasa di langit. Mereka menutupi cahaya aurora. Tekanan energinya... sangat menyesakkan"
"Tetaplah di dalam benteng, Wei," sahut Han Xuan. Suaranya kini terdengar sangat tenang, datar, dan kehilangan getaran emosional manusia. "Lindungi Xiao Mei. Jangan biarkan dia melihat ke langit"
Han Xuan merentangkan tangannya ke samping. Seketika, salju di sekitarnya berhenti jatuh dan mulai membeku di udara, membentuk ribuan pedang es transparan yang melayang di sekelilingnya. Ia tidak lagi membutuhkan gerakan tangan yang rumit untuk memanipulasi energi; di ranah Nascent Soul yang telah diperkuat ini, pikirannya adalah hukum itu sendiri
Dari balik awan kelabu, muncul tiga kapal terbang raksasa. Kapal-kapal itu terbuat dari logam emas gelap yang diukir dengan simbol matahari hitam. Di setiap sisi kapal, terdapat meriam-meriam kristal yang sudah berpendar dengan energi destruktif. Ini adalah armada tempur dari Benua Matahari Terbenam, dipimpin oleh seorang komandan bernama Jenderal Kaelus, seorang ahli di ranah Soul Refinement tahap puncak
"Penduduk Tanah Beku!" suara Jenderal Kaelus menggelegar dari atas langit, diperkuat oleh formasi sihir kapal. "Kami datang untuk mengambil kembali fragmen otoritas dewa yang telah dicuri. Serahkan individu berambut putih yang membawa Inti Dunia, atau kami akan membakar gunung ini hingga menjadi genangan air!"
Han Xuan tidak membalas dengan kata-kata. Ia hanya menggerakkan satu jarinya ke atas.
Sreett!
Ribuan pedang es yang melayang di sekelilingnya melesat ke langit dengan kecepatan cahaya. Mereka tidak hanya terbang, mereka membelah ruang, meninggalkan jejak hitam tipis yang merupakan manifestasi dari Hukum Nihilitas.
BOOM! BOOM! BOOM!
Perisai energi kapal-kapal raksasa itu bergetar hebat saat dihantam oleh pedang-pedang Han Xuan. Para awak kapal di atas sana terkejut; mereka mengira penduduk benua ini hanyalah kultivator tingkat rendah yang bisa diintimidasi dengan mudah. Mereka tidak menyangka akan disambut oleh serangan tingkat Nascent Soul yang membawa otoritas pembekuan ruang
"Lancang!" raung Jenderal Kaelus. "Tembakkan meriam Solar-Flare!"
Tiga berkas cahaya oranye panas yang sanggup melelehkan gunung meluncur turun dari langit, mengarah tepat ke puncak tempat Han Xuan berdiri. Panasnya begitu ekstrem hingga salju di lereng gunung mulai menguap secara instan, menciptakan kabut uap yang tebal
Han Xuan tetap berdiri tegak. Ia tidak menghindar. Ia justru melepaskan Nascent Soul miliknya keluar dari tubuhnya sejenak—sebuah bayi kecil berwarna perak yang melayang di atas kepalanya. Bayi itu membuka mulutnya yang mungil, dan sebuah pusaran hitam besar muncul di udara, tepat di jalur tembakan meriam tersebut
Hukum Devour: Star Swallower!
Cahaya panas yang sanggup menghancurkan kota itu tersedot masuk ke dalam pusaran hitam tersebut seolah-olah itu hanyalah air yang masuk ke dalam keran. Tidak ada ledakan. Tidak ada sisa panas. Han Xuan baru saja memakan serangan terkuat dari armada musuh dan mengubahnya menjadi energi mentah untuk mengisi kembali meridiannya yang haus
Di atas kapal, Jenderal Kaelus terbelalak hingga matanya hampir keluar. "Apa? Dia... dia menelan api matahari? Makhluk apa dia sebenarnya?"
Han Xuan perlahan melayang naik menuju langit, melewati lapisan awan uap. Rambut putihnya berkibar, dan di belakangnya, sebuah bayangan raksasa berbentuk naga es hitam mulai terbentuk—manifestasi dari sisa-sisa kekuatan Han Zhao yang kini sepenuhnya tunduk di bawah kendali ranah Nascent Soul-nya
"Kalian datang dari jauh hanya untuk memberikan nutrisi tambahan bagiku," ucap Han Xuan, suaranya terdengar jernih di telinga setiap prajurit di atas kapal tersebut. "Aku baru saja memasuki ranah baru, dan aku butuh banyak batu asahan untuk menstabilkan kekuatanku. Kalian... akan menjadi batu asahan yang bagus"
Han Xuan menghilang dari pandangan mata dan muncul kembali tepat di atas dek kapal utama. Ia mengayunkan pedang esnya yang kini diselimuti oleh api ungu dari Heaven Tribulation yang pernah ia telan di Benua Cangyuan.
Pertempuran di atas langit Tanah Beku meletus dengan dahsyat. Ini bukan lagi perkelahian klan, melainkan pembantaian sistematis yang dilakukan oleh satu orang melawan sebuah armada benua lain. Han Xuan bergerak seperti hantu, setiap tebasannya menghancurkan formasi pertahanan kapal dan membekukan jiwa para prajurit di dalamnya sebelum mereka sempat berteriak
Namun, di tengah pembantaian itu, Han Xuan merasakan sebuah getaran dari kapal terjauh. Di sana, seorang pria tua berjubah emas yang sejak tadi diam mulai membuka matanya. Pria itu bukan seorang jenderal; dia adalah seorang "Inkuisitor" dari Benua Matahari Terbenam, dan kekuatannya berada di ranah Soul Refinement tahap akhir, hampir menyentuh Domain Manifestation
"Cukup, wahai anak haram takdir," ucap sang Inkuisitor sambil mengangkat sebuah cermin emas. "Kau pikir kau adalah penguasa karena telah memakan sedikit esensi dewa? Biarkan aku menunjukkan padamu luasnya cakrawala yang sebenarnya"
Cermin emas itu memancarkan cahaya yang sangat aneh, yang tidak menyerang fisik Han Xuan, melainkan mencoba menarik Nascent Soul-nya keluar secara paksa dari raga fisiknya. Ini adalah teknik tingkat tinggi yang dirancang khusus untuk melawan ahli di ranah yang sama
Han Xuan merasakan tubuhnya kaku sejenak. Namun, di dalam jiwanya, Han Zhao yang membeku mendadak membuka matanya. “Xuan... biarkan aku menangani orang tua ini. Dia mencoba bermain dengan jiwa? Dia tidak tahu bahwa di dalam tubuh ini ada dua neraka yang sedang menunggu untuk dilepaskan”
Han Xuan menyipitkan matanya. Ia menyadari bahwa pertempuran 500 bab ke depan tidak akan semudah membalikkan telapak tangan. Benua-benua lain memiliki teknik kuno yang tidak pernah ia temui di Benua Cangyuan. Ia harus terus berevolusi, atau ia akan menjadi koleksi di dalam cermin emas sang Inkuisitor
"Aku tidak butuh bantuanmu, Zhao," batin Han Xuan. "Aku akan menelan cermin itu, dan aku akan menelan dunianya"
Han Xuan menggigit lidahnya, menggunakan rasa sakit untuk memicu ledakan energi Frost-Void. Ia bersiap untuk melakukan konfrontasi langsung dengan teknik jiwa sang Inkuisitor, sebuah pertarungan yang akan menentukan apakah Han Xuan layak menjadi penguasa absolut di Tanah Beku atau hanya menjadi meteor yang jatuh dan padam dengan cepat
<>Cerita Bersambung