NovelToon NovelToon
Jetro, Pengantin Pengganti

Jetro, Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Pengantin Pengganti
Popularitas:36.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Jetro Julian Wisesa, pengusaha sukses, masih single.

"Aku yang akan menikahimu."

Febi Karindra, bekerja di kantor polisi, sudah dijidohkan dengan rekan kerjanya hanya bisa mematung. Semua tamu yang awalnya kasihan karena pengantin prianya tidak datang, sekarang menatap iri. Karena pengganti pengantinnya lebih segala galanya dari pada pengantin aslimya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sweet Couple

"Putrimu yang satu lagi mana? Kok, ngga kelihatan?" tanya Kalandra ketika Anggareksa tidak ditemani putrinya yang sudah dia kenal.

Anggareksa tersadar. Fiola tidak ada bersamanya. Matanya mengitari tiap sudut gedung, tapi tetap saja dia tidak bisa melihat keberadaan Fiola.

Anggareksa teringat ancaman putrinya.

Dia beneran akan pergi dan membenciku selamanya? batinnya ngga tenang. Anggareksa jadi merasa gelisah.

"Jetro sudah lama tertarik dengan Febi sebenarnya. Tapi kami baru tau," ucap Kalandra membuat Anggareksa mengangguk mengerti.

Karena ketidak tahuan itu makanya yang bertemu dengan Jetro adalah Fiola, bukan Febi.

"Tapi Febi juga sudah dijodohkan," timbrung Emir.

"Sekarang ngga apa apa, kan, Jetro yang menikahi Febi?" Emra ikut menimpal.

Aku yakin anak itu sudah merencanakan dengan detil, batin Emra terkekeh dengan keberhasikan Jetro.

Anggareksa tersenyum.

"Aku sangat berterimakasih karena Jetro mau menikah dengan Febi."

"Jetro memang menginginkannya," ucap Kalandra penuh makna.

"Sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa laki laki itu tidak datang?" tanya Alexander menimbrung

Emir meliriknya

Masa kamu tidak tau

Emir yakin kalo Alexander pura pura tidak tau perbuatan putranya-Erland yang sudah membantu Jetro bersama sepupu sepupunya yang lain.

Anggareksa menghela nafas panjang.

"Agak rumit sebenarnya. Aku baru tau kalo Cakra menyukai Fiola. Begitu juga Fiola." Argareksa menatap keluarga besar besannya yang kini sedang fokus menatapnya

"Jadi aku dan orang tua Cakra salah paham. Cakra dab Febi tidak berani terus terang. Karena itu pernikahan ini tetap berlanjut. Tapi Cakra akhirnya ngga datang." Anggareksa masih merasa hatinya berat untuk jujur.

"Tapi Fiola sepertinya menyukai Jetro. Buktinya dia mau, kan, datang bertemu Jetro?" sanggah Emir.

"Soal itu....." Anggareksa terdiam. Dia belum bisa membicarakan pada keluarga besannya. Dia harus menemui Danu lebih dulu.

Kalandra mengerti. Dia tidak akan memaksa.Anggareksa mengatakannya sekarang.

"Lupakan saja. Yang penting sekarang Jetro dan Febi sudah menikah."

Anggareksa berterimakasih dalam hati karena Kalandra tidak menuntutnya menjelaskan sekarang.

"Ya, ya, itu yang terpenting." Emir menyadari kalo ada sesuatu yang membebani pikiran Anggareksa.

"Iya." Jujur, Anggareksa merasa bahagia. Febi bisa dicintai Jetro, anak temannya. Keinginannya sudah terkabul. Ini yang dia inginkan. Anaknya menikah dengan anak dari temannya.

Tinggal dia dan Danu yang harus mengobrolkan masa depan hubungan Cakra dan Fiola.

"Iya, mereka sudah jadi pasangan sah yang manis," sambung Adriana. Hatinya sangat bahagia karena Jetro bisa menikah dan pengantin perempuannya adalah Febi.

"Pernikahannya menegangkan, ya," kekeh Kamila-istri Emir.

"Iya, aku deg degan banget," sambung Kiara-istri Emra.

"Tapi endingnya manis banget," tambah Rihana-istri Alexander.

Yang lainnya mengangguk setuju dan mengembangkan senyum lebar.

*

*

*

"Selamat, ya, Febi."

"Semoga Sakinah, mawadah dan warrahmah."

"Aamiiinn...."

Cica, Hana, Nashwa dan Juwita bergantian memeluk Febi.

"Terimakasih, ya, Pak Jetro. Kirain ngga melakukan apa apa," ceplos Cica saking senangnya melihat kebahagiaan Febi.

"Sama sama."

Febi menatap Cica dan ketiga teman temannya.

Mereka melakukan sesuatu, ya? tebaknya dalam hati.

"Ngomong ngomong dimana, ya, Pak Cakra." Juwita yang melihat kecurigaan di wajah Febi segera bertanya hal lain.

Mabok dia. Jetro menjawab dalam hati.

"Teganya dia. Eh, tapi syukurlah Pak Cakra ngga datang. Ternyata dia sadar juga," cela Hana kemudian tertawa lega.

"Tadi aku lihat kakakmu pergi," tukas Nashwa.

"Oooh..."

Dia mau mencari Cakra? Batin Febi menebak.

"Kita ke stand makanan dulu, ya, Feb. Karena tegang banget tadi, sekarang aku jadi lapar," tawa Cica yang dibarengi teman temannya. Termasuk Febi. Jetro menatap wajah ceria istrinya dengan tatapan lekat. Ada debar halus di hatinya.

Febi tersenyum melihat kepergian keempat temannya.

"Febi...."

Adriana melangkah cepat menghampiri menantu yang dicintai putranya.

Febi bergeming ketika wanita cantik dan anggun itu memeluknya. Rasanya hangat dan nyaman.

"Mami senang kamu akhirnya jadi istri Jetro," ucapnya tulus. Dia pun mengurai pelukannya. Menatap wajah cantik menantunya.

"Ternyata Febi, ya, yang kamu maksudkan?" kerling Adriana.

Jetro meresponnya dengan senyum tipis. Febi melirik suaminya penuh tanya.

"Kamu, ini, benar benar ngga terduga, ya," tawa Puspa-maminya Baim.

Jetro balas tertawa pelan

"Tadi kamu ngga nyuruh Baim maju, Puspa?" canda Kiara.

Puspa tertawa mendengarnya.

"Aku nyuruh, kok. Tapi kata Baim, pengantinnya udah jadi incaran Jetro, mam."

Adriana, Karla dan Kamila tertawa berbarengan.

"Baim ngga suka nikung, ya," ledek Emra.

"Engga, dong," sanggah Puspa cepat. Tapi kemudian dia ikut tertawa bersama kerabatnya.

"Kamu cantik sekali," puji Kamila tulus.

"Iya," lanjut Kiara setuju.

Febi tersenyum canggung.

"Kalo kamu punya teman jomblo, bisa kenalkan dengan anak tante, ya. Dia juga ganteng seperti Jetro," seloroh Puspa membuat tawa kembali terdengar berderai.

"Iya, tante." Febi menyahut pelan. Kebahagiaan dirasakannya berlipat lipat menyelusup di dalam hatinya.

*

*

*

Danu menatap tiga orang yng sedang tertidur pulas di atas tempat tidur.dengan wajah marah.

Ternyata malam tadi anaknya ke club dan terlalu banyak meminum alkohol. Begitu juga kedua bawahannya. Sungguh di luar dugaannya.

Danu mendekat dan mencengkeram leher krah kemeja Cakra hingga tubuh putranya terangkat.

PLAK!

Tangannya yang bebas menampar keras pipi putranya hingga terdengar suara ringisannya.

Mata Cakra terbuka pelan. Awalnya samar hingga kemudian Cakra tersentak karena tubuhnya terdorong keras hingga menimpa tubuh kedua bawahannya yang masih tidur.

Kedua bawahannya, Rino dan Wira terbangun dan merasa kaget saat tau keadaan mereka.

"Sebenarnya apa yang sudah terjadi?!" Bentakan menggelegar Danu Sumirat membuat ketiganya tersadar sudah melakukan kesalahan besar.

Kini Rino dan Wira sudah pulang, tinggal Cakra berdua papanya saja sekarang. Sekarang mereka berada di ruang privat sebuah restoran.

"Kenapa kamu bisa seceroboh ini?" Danu Sumirat mengusap kasar wajahnya. Dia membiarkan putranya menyelesaikan makannya dulu, baru menginterogasinya.

Cakra masih belum bisa berpikir jernih. Dia masih bingung dengan apa yang sudah terjadi.

"Pernikahanku.....," tanyanya dengan nada suara mengambang.

"Lupakan pernikahanmu."

Cakra menatap papanya lekat. Dia bisa melihat kekecewaan yang lebih besar dari pada kemarahan papanya.

"Aku ..... sudah sangat terlambat...." Lidahnya kelu.

"Sangat."

Cakra menunduk dalam.

"Maaf, pa." Cakra mengutuki kebodohannya.

"Aku akan minta maaf pada Om Angga."

"Nanti saja."

"Kenapa tidak sekarang, pa? Aku sudah melakukan kesalahan besar." Cakra bisa membayangkan kekacauan di pesta pernikahannya tadi karena ulahnya.

Dia tidak datang.

Danu menghela nafas panjang. Beban di dadanya terasa makin berat.

"Om Angga pasti marah besar." Cakra merasa sangat bersalah walau ada sedikit perasaan lega karena tidak jadi menikah dengan Febi.

"Aku tidak bermaksud begini, pa. Tapi ..... " Dia terdiam, mengatur nafas.

"Aku tidak bisa menikah dengan Febi."

"Kenapa?" Danu Sumirat merasa heran.

"Aku...."

Danu Sumirat menunggu anaknya berterus terang.

Cakra menghela nafas panjang.

"Aku mencintai Fiola, Pa."

1
Tri Handayani
febi,,kalau masih kurang'cium aja duluan'kan udah jadi suami kamu,jadi aman...mlah mungkin jetro kesenangan.
Lusi Hariyani
yg lbih sweet lg dong jet sm istri y
Diyah Saja
jangannnn mamiiiiiii
Diyah Saja
ehhhh jangan salah Mak lampir itu mamiii tanya gih ke mamas Jetro biar di kasih tau vidio di cafe
Diyah Saja
haalahhh haaalahh lambeemu😂
Diyah Saja
singidan mamiii karna hatinya iri dengki😄
Lusi Hariyani
mn mau baim&dave mau kenalan sm fiola org mrk dh th bobrok y fiola🤣
Herman Lim
mn mau Baim sam Dave Sama cew yg sering masuk hotel bareng cow nya
ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
gak ada yang mau sama Fiola karena para sepupu Jetro udah tau kebusukan hati Fiola tante🤣cocoknya sama Cakra emang sesama pecundang
Rahayu Ayu
Ga bakalan mau lah Baim sama Dave
lagian kan mereka dah tau gimana sifat aslinya Fiola,
Tri Handayani
mungkin kalau tante adriana tau sifat dan kelakuan fiola dia akan sana kya mama cakra g akan mengharap fiola jadi menantunya.
Ernaaaaa
dah tau kelakuan sifiona mana mau mereka
Susma Wati
fiola dengan keegoisan , kesombongan, dan iri hatinya akhirnya tidak mendapatkan apapun, cakra yang tadinya inginkan fiola apa adanya dan mengajak fiola berjuang untuk mendapatkan restu mamanya akhirnya pun dia menyerah melepaskan fiola dengan semua mimpinya yang ingin mengejar jetro, tapi kalau fiola sadar dengan kesalahan nya apakah cakra masih mau menerima fiola, walau restu mamanya sudah di dapat?
Evi Solina
sisi gelap pramugari YTTA 🤭
🔵MENTARY
mana mau Baim Dave ama Fio bekas kokop Cakra
Ariany Sudjana
bagus semua menolak kalau jalang murahan jadi istrinya 🤭🤭🤣🤣 tapi harus diwaspadai jangan sampai fiola menggunakan segala cara untuk menjebak Jetro, demi bisa jadi nyonya besar di rumah Jetro, maklum kan perempuan peliharaan
Zea Rahmat
baguss.. baim peka klo fiola calon2 playing victim
partini
ko bisa mommy mommy main jodohin aja
Lia Kiftia Usman
baim..dave... sudah tau kartunya fiola.
Zea Rahmat
jgn masuk ke circle Airlangga sm artha mahendra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!