NovelToon NovelToon
Merangkai Hasrat

Merangkai Hasrat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Chicklit / Komedi
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: CHIBEL

Jennie Revelton (25) seorang penulis novel dewasa yang terkenal dengan fantasi sensualnya tiba-tiba mengalami writer’s block saat mengerjakan proyek terbesarnya. Semua ide terasa mati hingga seorang pria baru pindah ke unit sebelah apartemennya.

Pria itu adalah tipikal karakter novel impiannya: tampan, mapan, dewasa, dan terlalu sempurna untuk menjadi tetangga. Tanpa sadar Jennie menjadikannya bahan fantasi untuk menghidupkan kembali gairah menulisnya.

Namun semakin sering ia mengamati dan membayangkan pria itu, perasaan Jennie mulai berubah. Dia tak lagi ingin pria itu hanya hidup di atas kertas, tapi juga menginginkannya di dunia nyata.

Keadaan menjadi rumit ketika pria itu mengetahui bahwa dirinya adalah objek fantasi erotis dalam novelnya. Alih-alih marah atau menjauh, pria itu justru mengajukan sebuah penawaran tak terduga.

"Daripada hanya mengandalkan imajinasi, bukankah lebih nikmat jika kau bisa merasakannya langsung?" ~~Johan Alexander.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHIBEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 - Ajeng dan Gosipnya

Sudah satu minggu berlalu sejak kejadian delapan belas plus yang mereka berdua lakukan, dan sejak hari itu hubungan di antara mereka jauh lebih berwarna.

Hari ini adalah hari minggu, Jennie sedang duduk bersila di atas sofa besar Johan sembari memangku laptopnya.

Sedangkan sang pemilik apartemen baru saja keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan celana pendek selutut. Rambutnya masih basah dan sisa air yang menetes di dadanya yang bidang membuat Jennie sempat kehilangan fokus beberapa detik.

"Kamu tahu," suara bariton Johan memecah keheningan. "Kamu terlihat jauh lebih menawan saat sedang fokus menulis seperti ini."

Jennie mendongak, "Benarkah? Kalau begitu sepertinya kamu harus sering-sering melihatku menulis, agar kamu tahu aku juga bisa berubah menjadi sumala saat otakku sedang kosong," balasnya dengan nada jenaka.

Johan tertawa mendengar penuturan Jennie, dia berjalan mendekat dan duduk di sampingnya. "Tapi yang paling aku suka adalah melihat ekspresi wajah tak berdayamu saat berada di bawahku," kata Johan.

Jennie melotot kaget dan memukul bahu Johan dengan cukup keras. "Dasar mesum! Kemana perginya Johan si arsitek yang sok dingin itu?"

"Mesum-mesum gini kamu suka, kan?" balas Johan dengan senyum miring.

Namun momen manis itu hancur berkeping-keping saat bel pintu depan ditekan berkali-kali dengan ritme yang kasar dan tidak sabar.

Johan berdiri dan mengintip melalui interkom yang terpasang didekat pintu, wajahnya yang tadi sumringah kini menjadi masam.

"Ajeng datang bersama orang tuaku," desis Johan.

Jennie hampir saja melempar laptopnya karena terkejut. "APA?! Orang tuamu ke sini? Saat ini juga?!" ucapnya panik.

Dia menatap penampilannya dari atas sampai bawah, saat ini dia hanya mengenakan kaos oblong kebesaran milik Johan, rambutnya juga diikat asal-asalan. Tidak mungkin dia menampakkan diri di depan "calon mertua" seperti ini.

Kepanikan melanda wanita itu, "Mas, kalau mereka melihat penampilanku seperti ini mau ditaruh mana wajahku."

Bagaimanapun di depan mata kedua orang tua Johan dia adalah penulis sejarah. Tapi sekarang dia lebih mirip seperti gembel.

Johan kembali mendekati Jennie dan menarik wanita itu menuju kamarnya. "Masuk ke kamarku! Cepat!" perintahnya.

"Lalu aku harus apa? Melompat dari balkon?"

Johan melotot dan berdecak, "Jangan gila, sembunyi di walk in closet dan jangan bersuara sedikitpun."

Jennie segera masuk ke dalam kamar dan berlari ke arah lemari pakaian besar milik Johan yang tersembunyi di balik dinding kaca buram. Tempat itu penuh dengan jas dan kemeja mahal yang tersusun rapi, Jennie masuk dan meringkuk di sudut lemari sembari memeluk laptopnya.

Di ruang tamu, Johan memakai kaosnya dan mengatur napasnya sejenak sebelum membuka pintu. Begitu pintu terbuka, Ajeng langsung merengsek masuk di ikuti oleh Pak Hardi dan Bu Ratna.

"Surprise!" seru Ajeng,

Bu Ratna memeluk putra semata wayangnya dengan sayang, "Ajeng bilang kamu sedang setres karena pekerjaan akhir-akhir ini, jadi dia mengajak Mama dan Papa untuk makan siang bersama ditempatmu," ucap wanita paruh baya itu.

Johan merutuki Ajeng di dalam hati, pasti itu hanya akal-akalan wanita itu untuk bertemu dengannya.

"Silakan duduk, Ma, Pa," ucap Johan dengan nada datar. Dia duduk di kursi tunggal berusaha menghalangi pandangan mereka ke arah pintu kamar yang tertutup.

Ajeng dengan sigap mulai menata kotak-kotak makanan mewah di atas meja makan, dia bergerak seolah-olah dia adalah nyonya rumah.

"Aku juga membawakanmu jus sehat favoritmu, kamu pasti kurang asupan vitamin karena sibuk dengan pekerjaan dan hal-hal tidak penting lainnya," ucap wanita itu.

Ajeng melirik Johan dengan tatapan penuh arti, lalu beralih kepada Ibu Ratna. "Oh iya, Tante. Berbicara tentang hal yang tidak penting, tadi pagi aku sempat mampir ke kantor penerbitan besar milik teman Papa. Ternyata dunia literatur sekarang benar-benar kehilangan martabatnya."

Di sudut lain, Jennie yang meringkuk di dalam lemari mulai merasa pegal, kegelapan juga membuat oksigen terbatas. "Lah, kamarnya Mas Johan kan kedap suara," bisiknya pada dirinya sendiri.

Dengan sangat pelan dia membuka pintu lemari, dia keluar dari dalam lemari dan meregangkan tubuhnya. "Mau aku jungkir balik di sini juga gak ada yang dengar dari luar."

"Lagian ngapain Mbak Ajeng ke sini bawa orang tua Mas Johan segala? Udah ditolak masih aja gatel," monolog Jennie.

Karena penasaran, dia berjalan ke arah pintu kamar dan menempelkan telinganya di sana.

"Apa maksudmu, Ajeng?" tanya Pak Hardi.

"Begini, Om, ternyata banyak penulis yang punya identitas ganda," ucap Ajeng.

"Mereka mengaku sebagai penulis puisi, penulis biografi, bahkan penulis sejarah. Tapi dibalik itu ternyata mereka menulis hal-hal yang vulgar, seperti Lady Velvet," sambung wanita itu.

Jennie yang menguping dan mendengar nama penanya disebut merasakan jantungnya berdegub dengan kencang.

Di ruang makan, Ibu Johan mengerutkan keningnya, "Lady Velvet? Terdengar seperti merek brownies."

Ajeng menggeleng, "Bukan, Tan. Itu nama pena seorang penulis novel erotik yang sedang ramai diperbincangkan," jawabnya dengan tawa kecil.

"Aku dengar dari editor di sana, Lady Velvet ini orangnya sangat manipulatif. Dia suka mendekati pria-pria mapan untuk menguras harta mereka."

Jennie yang mendengar itu mengepalkan tangannya dengan kuat, "Sialan kau, Ajeng," umpatnya tanpa suara. Ingin sekali dia keluar dan mencakar wajah wanita itu.

"Ajeng," panggil Johan dengan suara rendah dan dingin. "Aku pikir kita di sini untuk menikmati makan siang, bukan untuk mendegar gosip murahan yang kau dengar itu."

"Loh, ini bukan gosip!" balas Ajeng tak mau kalah. "Aku berbicara seperti ini karena aku peduli, bayangkan kalau keluarga Alexander harus menanggung malu karena ada anggota keluarganya uang berhubungan dengan penulis murahan seperti itu. Pasti akan jadi skandal besar, kan?"

Jennie merosot ke lantai marmer yang dingin, rasa takut tertangkap basah kini bercampur dengan rasa sakit hati yang mendalam.

Dia mulai bertanya-tanya, apakah Johan akan tetap membelanya jika suatu hari nanti kebenaran tentang dirinya terbongkar? Atau Johan justru benar-benar menganggap pekerjaannya adalah aib?

Selama hampir satu jam Jennie terpaksa mendengarkan tawa Ajeng yang mendominasi percakapan. Dia merasa kalah telak karena tidak bisa menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya di depan orang tua Johan.

Bersambung

1
qurro thul
beneran menang banyak ini Johan 🥴🥴🥴
qurro thul
jd👉👈
qurro thul
duh sayang 🥴🤣
qurro thul
sdh sangat berpengalaman sepertinya Johan ini dalam seluk beluk hati wabita🥴
qurro thul
knp d ijinkan ikut m kantor 🤣
qurro thul
pulang jen, kamar mu cm butuh brp langkah🥴
qurro thul
Johan menang banyak 🥴🥴
qurro thul
tenyata somplak juga tetangga 5012🤣
qurro thul
ini mulud TDK bs d kontrol 🫣🤣
qurro thul
membayangkan semalu apa ituh 🤣🤣🤣
qurro thul
narsis juga kah 🤣
qurro thul
dasar usil si johan
HiLo
Suka, konfliknya ringan
HiLo
ditunggu kelanjutannya
Aria
lanjut kakkkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!