NovelToon NovelToon
Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat

Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Misteri / Action / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sang_Imajinasi

JUARA 3 YOU ARE A WRITER 2025 (KATEGORI IV)

Terlahir kembali sebagai Tian Feng di Desa Batu Angin yang terpencil, ia merasakan keputusasaan total.

Mantan Dewa Langit, kini terperangkap dalam tubuh lemah tanpa Dou Qi, menjadi sasaran cemoohan.

Titik baliknya adalah penemuan batu hitam misterius yang ternyata menjadi wadah bagi Yao Ling, seorang ahli Dou Zun yang disegel.

Di bawah bimbingannya, Tian Feng tidak hanya melatih Dou Qi dari nol, tetapi juga melatih kembali jiwanya untuk menerima kondisi fananya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 32

Ketegangan di Paviliun Awan Puncak begitu tebal hingga seolah bisa diiris. Feng Xuan tersenyum tipis, tidak terganggu oleh nada datar Tian Feng. Ia justru tampak geli.

"Silakan duduk, Tian Feng," katanya sambil menunjuk ke kursi batu kosong di samping Han Xue. "Teh di sini diseduh dari Bunga Awan Puncak. Dikatakan bisa menjernihkan pikiran."

Tian Feng duduk tanpa basa-basi. Ia tidak menyentuh cangkir teh di hadapannya. Matanya yang tenang menatap Feng Xuan, menunggu. Ia tidak datang ke sini untuk basa-basi.

Pemuda dengan aura pedang, Jian Wuchen (Murid Inti No. 2), mendengus pelan. "Sombong sekali. Tidak menunjukkan rasa hormat pada Kakak Senior Pertama."

"Rasa hormat didapatkan, bukan diberikan karena status," jawab Tian Feng tanpa menoleh, kata-katanya ditujukan pada Jian Wuchen.

Mata Jian Wuchen menyipit berbahaya. Udara di sekelilingnya menjadi tajam. Namun, Feng Xuan mengangkat tangannya dengan lembut, dan aura tajam itu langsung lenyap.

"Jian Wuchen benar. Aku memang belum mendapatkan rasa hormatmu," kata Feng Xuan dengan tenang, senyumnya tidak berubah. "Kalau begitu, izinkan aku untuk mendapatkannya."

Ia berhenti sejenak, tatapannya kini menjadi serius. "Aku memanggilmu ke sini bukan untuk mengujimu dengan pertarungan, Tian Feng. Itu terlalu kasar dan tidak efisien. Aku ingin tahu sesuatu yang lebih penting: tujuanmu."

Ia mencondongkan tubuhnya ke depan. "Kau muncul entah dari mana. Kau menunjukkan bakat yang menentang surga. Kau mendapatkan dukungan dari seorang tetua agung. Kau jelas bukan seseorang yang puas hanya menjadi murid biasa. Jadi, katakan padaku, apa yang kau inginkan dari Sekte Langit Senja?"

Ini adalah pertanyaan yang sesungguhnya. Sebuah ujian terhadap ambisi dan karakter.

Tian Feng menatap lautan awan di bawah mereka. Puncak-puncak gunung yang lain tampak seperti pulau-pulau kecil di tengah samudra putih.

"Kalian melihat sekte ini sebagai tujuan akhir," jawab Tian Feng perlahan, suaranya dalam dan membawa gema yang tidak sesuai dengan usianya. "Kalian berjuang untuk menjadi yang terkuat di kolam ini."

Ia menoleh, matanya kini menatap lurus ke Feng Xuan. "Aku melihat sekte ini sebagai sebuah kapal. Sebuah alat. Tempat untuk mengumpulkan sumber daya dan kekuatan yang kubutuhkan, sebelum aku berlayar ke lautan yang lebih luas."

Keheningan total melanda paviliun.

Jian Wuchen dan pemuda ketiga, Mo Chen, menatapnya dengan kaget. Bahkan Han Xue pun tampak terkejut. Ambisi seperti itu—menyebut seluruh sekte sebagai 'kapal'—adalah sesuatu yang belum pernah mereka dengar. Itu adalah arogansi di tingkat yang berbeda.

Feng Xuan adalah satu-satunya yang tetap tenang. Ketenangan di wajahnya perlahan berubah menjadi senyum yang tulus. Ia mulai tertawa pelan.

"Kapal..." gumamnya. "Sebuah kapal. Aku sudah lama tidak mendengar perspektif yang begitu menyegarkan."

Ia menghela napas. "Kau benar, Tian Feng. Kita semua, bahkan aku, terkadang terlalu fokus pada pertarungan di dalam kolam ini hingga kita lupa bahwa ada lautan tak berujung di luar sana."

Ia menatap Tian Feng dengan tatapan baru. Bukan lagi tatapan seorang senior pada junior, melainkan tatapan seorang penjelajah pada penjelajah lain yang menatap cakrawala yang sama.

"Kalau begitu," kata Feng Xuan, "sebagai sesama penumpang di 'kapal' ini, izinkan aku memberimu sebuah peta kecil."

Ia menjentikkan jarinya, dan sebuah gulungan giok kecil meluncur di atas meja ke arah Tian Feng.

"Sebulan dari sekarang, Gerbang Dunia Bayangan akan terbuka. Itu adalah sebuah dimensi kuno yang terhubung dengan sekte kita, tempat para murid dalam dan inti pergi untuk berlatih dan mencari kesempatan. Di dalamnya berbahaya, tapi juga penuh dengan harta karun langka yang tidak bisa ditemukan di dunia luar."

Ia berhenti, tatapannya menjadi tajam. "Namun, kali ini berbeda. Tanda-tanda menunjukkan bahwa sebuah Bunga Jiwa Tujuh Warna yang legendaris akan mekar di sana. Bunga itu bisa secara drastis meningkatkan kekuatan jiwa, sebuah harta yang bahkan akan membuat para tetua bertarung."

Feng Xuan bersandar. "Semua jenius top dari generasi kita akan masuk ke sana. Para murid dari sekte lain di Wilayah Barat juga akan mengirim orang-orang terbaik mereka melalui gerbang rahasia mereka sendiri. Itu akan menjadi panggung yang jauh lebih besar dan lebih brutal daripada turnamen murid luar."

Ia tersenyum. "Jika kau benar-benar ingin menguji kekuatan 'kapal' yang kau tumpangi, dan mungkin menemukan beberapa 'perbekalan' berharga untuk pelayaranmu... maka tempat itu adalah tujuanmu selanjutnya."

Tian Feng mengambil gulungan giok itu. Ia tidak perlu bertanya lebih jauh. Ia tahu ini adalah undangan sekaligus tantangan.

Ia berdiri. Pertemuan ini sudah selesai. Tujuannya telah ditetapkan.

"Terima kasih atas 'peta'-nya," katanya pada Feng Xuan.

Saat ia berbalik untuk pergi, Feng Xuan berkata sekali lagi. "Tian Feng. Namaku Feng Xuan. Aku harap saat kita benar-benar berlayar ke lautan luas itu, kita berada di sisi yang sama."

Tian Feng berhenti sejenak di ambang paviliun, tanpa menoleh ke belakang.

"Laut itu luas," jawabnya. "Cukup untuk lebih dari satu kapal."

Dengan itu, ia melangkah keluar, meninggalkan empat jenius terkuat sekte di belakangnya, masing-masing dengan pikiran dan perhitungan mereka sendiri tentang naga muda yang baru saja mengumumkan ambisinya untuk menaklukkan dunia.

1
Dewi
Gak nengok ortu nya stdknya bisa bntu perekonomian ortu nya
Dewi
mantap
Dewi
Mampir ah
VirgoRaurus 31Smile
baru tahu janggut kusut... jenggot kali....
VirgoRaurus 31Smile
lonceng perunggu suaranya begitu yah....
Abah Kpu
perjalanan yg rumit 🤣
VirgoRaurus 31Smile
tadi sudah panggil nama MC, sekarang tanya nama MC... bodoh.
VirgoRaurus 31Smile
ini yg benar... anak usia 8 th... bukannya pemuda...
VirgoRaurus 31Smile
pemuda.... MC umur berapa kok di panggil pemuda.
Nggenk Topan
kerja sama tim yg solid
Nggenk Topan
½ detik itu bgmn ya? 🤭
abdul aziz
katanya dalam kota dilarang berkelahi gimana nih Thor .?
Cahya Ramadhan
seru nih
Cahya Ramadhan
orang hebat zaman dulu tapi nob
3R 1CK
intinya novel sampah ini cuma untuk dihujat
3R 1CK
bikin mati lagi thor nanti
biar goblok nya gak hilang 🤣
yah intinya NOVEL plagiat lu jadi makin buruk 🤣
3R 1CK
author nya goblok sih
GK bisa bikin novel pake otak
3R 1CK
dari semua novel sang_imajinasi
gak ada 1pun NOVEL yg bagus
kebanyakan bobrok semuanya

maklum plagiat 🤣🤣🤣
3R 1CK
mungkin beli nya pake koin kontribusi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
namanya juga novel gak jelas
terima aja para pembaca 🤣🤣🤣
3R 1CK
gak usah sombong kau MC goblok
kalau teknik bertarung pun gak punya sama sekali 🤣🤣🤣
MC TOLOL
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!