Ketika pernikahan yang selama ini ku anggap sempurna,ternyata hanya sebuah kebohongan membuat kehidupan ku hancur lagi dan lagi.
Namun aku bertahan berharap bisa mengubah pernikahan palsu itu benar-benar nyata,namun semakin aku bertahan rasanya semakin aku jatuh dan hancur mengetahui lebih banyak hal yang lebih menyakitkan.
"Aku mau bercerai"
"Setelah kau membuat ku bergantung pada mu,kau ingin bercerai dengan ku?JANGAN HARAP!.KAU TIDAK AKAN BISA PERGI DARI KU SELAMANYA SAMPAI AKU MATI!"
"Kenapa tidak?,AKU AKAN PERGI SELAMANYA SAMPAI KAU TIDAK PERNAH MELIHAT KU SAMPAI KAU MATI!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
datang ke rumah sakit
"Sama-sama nyonya, tapi maaf semua ini di perintahkan oleh tuan Oliver, jika bukan beliau yang meminta saya melakukan nya mungkin saya tidak akan tau kalau nyonya Alessia suka dengan anak-anak di panti asuhan",Glen cepat menjelaskan setelah sadar dari pikiran nya,sebelum Ia akan kehilangan pekerjaan nya nanti.
Jackson bisa melihat punggung atasan mereka yang tadinya sudah naik dan menegak dari biasanya,kini sedikit turun dan tenang setelah mendengar ucapan Glen.
"Hmm,ya aku tau",jawab Alessia kemudian tanpa mempedulikan siapapun di belakang nya langsung mengajak anak-anak yang lain masuk ke dalam panti asuhan melihat keadaan di dalam sana yang telah lama tidak Ia kunjungi karna koma.
Glen tak tau harus berbuat apa lagi,Ia berlari mengikuti Alessia daripada menghadapi Oliver sekarang.
Sementara Oliver tak bergerak dari tempatnya, dengan kedua tangan di dalam saku tatapan nya lurus dan tajam ke depan melihat semua orang yang pergi masuk dengan bersemangat.
"Tuan,nyonya Alessia sudah masuk apakah tuan ingin kembali ke perusahaan saja?", tanya Jackson yang tetap setia berdiri di belakang Oliver.
"Tidak,ini acara ucapan terimakasih untuk kesembuhan nya"
Oliver setelah mengatakan itu langsung berjalan masuk dengan langkah nya yang panjang dan tegas.
Masuk ke dalam panti asuhan, Alessia di buat terkejut lagi dengan banyak nya balon-balon dan kue-kue serta bunga-bunga mawar putih dan merah yang di tata seindah mungkin oleh anak-anak panti yang sudah remaja dan mereka juga langsung menyambut nya dengan bersemangat.
Mereka mendoakan untuk kesehatan dan keselamatan nya selalu,serta memberikan kue-kue kering buatan mereka sendiri untuk di coba.
Sambil menahan air matanya, Alessia mencoba menyicipi kue-kue yang mereka buat dengan bersemangat menikmati dan memuji mereka karna itu memang sangat enak.Tak lupa Ia juga membagikan pada anak-anak yang lain dengan menyuapi mereka.
Diam-diam Oliver memperhatikan semua itu,melihat bagaimana Alessia begitu terharu dan bahagia di tengah-tengah anak-anak panti asuhan itu.Ia teringat kalau Alessia juga sudah yatim piatu sejak usia 12 tahun tanpa saudara dan kerabat pun."Apa dia selalu melakukan ini?".Gumam nya bertanya pada diri sendiri,karna sejak dulu setiap kali Alessia mengajak nya mengunjungi anak-anak panti asuhan,Ia selalu menolak dengan banyak nya pekerjaan.
Ini lah pertama kalinya Ia melihat bagaimana interaksi Alessia dengan anak-anak panti asuhan yang memang sangat dekat dan lembut,serta begitu perhatian.
Namun Ia tidak sengaja mengalihkan perhatian nya ke arah Glen,melihat sekretaris nya itu tersenyum melihat ke arah yang sama yang Ia lihat sejak tadi.
Saat Ia akan berjalan ke arah Glen, yang memang berdiri di sisi Alessia yang sedang berjongkok dengan anak-anak lain, tiba-tiba seorang anak berusia sekitar 7 tahun memegang tangan nya dan menahan nya.
"Paman,aku pernah melihat mu datang bersama Tante cantik tapi itu sudah sangat lama,aku pikir dulu paman adalah kekasih Tante cantik", ucapnya dengan memberikan sedikit kue buatan nya, dengan teman-teman nya yang lain yang seperti nya sejak tadi sudah memperhatikan nya.
"Pernah kemari?,kenapa aku bisa lupa,2 tahun lalu aku memang pernah ke tempat ini tapi pulang lebih awal karna urusan penting"
"Terimakasih",ucapnya mengusap pucuk kepala gadis itu dan mengambil kue nya,dan melakukan hal yang sama pada anak-anak lain yang mengerumuni nya.Ia sangat dingin dan datar pada siapapun tak terkecuali anak kecil karna Ia tidak tau bagaimana mengekspresikan diri pada orang-orang di sekitarnya.
"Paman siapa kenapa ikut kemari?,apa kekasih tante Alessia atau suaminya?,atau kakak Tante Alessia?",tanya beberapa anak lain dengan penasaran.
Namun Oliver tidak menjawab saat melihat ponselnya berdering dan melihat siapa yang menghubungi."Maaf paman angkat telpon sebentar"
Anak-anak itu tak mengganggunya, mereka kembali pergi bermain dengan mainan baru mereka dan memakan makanan yang sudah di siapkan di sana,saat Oliver juga menjauh dari mereka.
Alessia memperhatikan semuanya sejak awal,Ia menoleh sedikit ke arah Oliver yang sedang berhadapan dengan beberapa anak-anak.Namun dia bahkan sama sekali tidak berniat untuk meluruskan pada anak-anak kecil itu apa hubungan mereka padahal mereka tampak begitu ingin tau dan penasaran.
Ia tersenyum sinis,"Apa yang ku harapkan darinya?",gumam nya kemudian kembali fokus dengan anak-anak di hadapannya.
Acara yang di persiapkan anak-anak panti asuhan itu selesai sampai jam 2 siang,mereka menari,menyanyi dan membacakan puisi untuk nya serta melakukan acara doa-doa bersama untuk nya.
Sungguh Ia begitu bahagia dengan semua itu,karna Itulah kehangatan yang selama ini selalu menguatkan nya di setiap banyak masalah, itu juga pernah menjadi tempat nya selam 3 tahun karna paman dan di bibi tirinya mengusir nya dari rumah orangtuanya dan membawanya ke panti asuhan itu.suka duka Ia lalui di sana selama 5 tahun hingga banyak belajar hal-hal penting tentang ikatan dan persaudaraan.
Sejak saat itu juga,Ia berniat keluar dari Panti dan merebut kembali hak nya dengan bantuan pengacara yang Ia ingat adalah pengacara pribadi ibunya, dan sejak saat itu juga memutuskan untuk menjadi donatur tetap untuk panti asuhan itu dan beberapa panti asuhan lain nya.
Hingga sampai jam 3, Alessia akhirnya pamit pergi dari mereka dan berjanji akan mengirimkan segaram sekolah baru dan perlengkapan sekolah untuk mereka yang memang banyak yang sedang bersekolah di sekolah dasar dan TK dan beberapa anak SMA.
"Untuk anak-anak kecil Tante akan bawakan pakaian-pakaian yang tante buat sendiri", ucapnya yang membuat mereka semua berteriak bahagia dan berterimakasih.
Sebelum pergi,tak lupa Ia berterimakasih pada pengurus panti asuhan karna membantu membuat dan menyusun acara itu.
Saat keluar dari panti asuhan,Ia sadar kalau sejak tadi,Ia tidak melihat keberadaan Oliver sejak mengangkat telepon dari seseorang tadi saat sedang berbicara dengan anak-anak.
"Glen kemana dia?"
"Mm maksud nyonya Tuan Oliver?"
"Iya?"
"Tuan sudah pergi sejak beberapa jam yang lalu nyonya karna ada sesuatu hal yang terjadi pada Bu Yasmine di rumah sakit,kata nya nyonya Yasmine tiba-tiba kritis tadi dan mengalami kejang-kejang hingga kelumpuhan kecil pada kaki nya", jelas Glen dengan jelas dan lugas.
Awalnya hati Alessia sakit mendengar nya,namun saat mendengar Yasmine Kritis Ia kaget,kenapa bisa sampai Kritis?, apakah dia punya penyakit berbahaya?",tanya nya pada Glen berubah khawatir berfikir bagaimana kalau sahabatnya itu selama ini memang mempunyai penyakit yang di sembunyikan.
"Tidak tau juga nyonya"
"Kita ke sana sekarang!", ucapnya langsung naik ke dalam mobil milik Glen dan menyuruhnya untuk melaju lebih cepat.
Hngga tak sampai memakan wakru 1 jam, mereka akhirnya sampai di rumah sakit yang terkenal di kota metropolitan itu.
Glen tau dimana ruangan Yasmine,jadi mau tidak mau menunjukkan nya pada istri atasannya itu.
Hingga saat mereka sudah sampai di ruangannya, Alessia berhenti sejenak saat melihat Yasmine berada di kamar VVIP NO.1,jelas Ia tau bagaimana kondisi keluarga Yasmine sejak dulu hingga sekarang, tidak mungkin bisa membayar biaya kamar rumah sakit yang permalam nya bisa sampai puluhan juta.
Siapa lagi kalau bukan Oliver kan?
Ia tersenyum,bukan bermaksud perhitungan pada sahabat nya sendiri."Aku sama sekali tidak berhak marah atau cemburu, bagaimana pun Yasmine lah yang seharusnya menjadi istrinya sejak awal,dia pantas mendapatkan semua ini"
"Nyonya tidak ingin masuk?"tanya Glen dengan sopan akan membuka pintu.
Alessia diam beberapa saat menarik nafas dalam kemudian akhirnya mengangguk."Ya,aku datang mengunjungi sahabat ku,kenapa tidak masuk?",tanya nya kemudian mendorong pintu dan masuk begitu saja.
Hingga langkahnya tiba-tiba terhenti saat melihat pemandangan di depannya, sebelum mereka sadar dengan keberadaan nya.
***
JANGAN LUPA TERUS DUKUNG AUTHOR DENGAN
LIKE💖
KOMEN 💖
VOTE💖
RATE💖
Terimakasih semua
telat kamu cemburu olav karena Ale sudah hilang rasa cinta dan pedulinya untuk mu terbang di bawa angin
padahal gak sakit di bikin sakit
sakit beneran baru tau rasa dia
Kamu tahu rasanya bagaimana diabaikan bahkan ramah pada orang lain