NovelToon NovelToon
Bersinar Lah Bersama Matahari

Bersinar Lah Bersama Matahari

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir / Menjadi Pengusaha
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: Kepulangan Sang Cahaya

BAB 26: Kepulangan Sang Cahaya

Pesawat yang membawa Nayla dan ibunya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta tepat saat fajar menyingsing di pertengahan Maret 2026. Semburat warna oranye di ufuk timur Jakarta seolah menyambut kepulangan mereka dari tanah gurun. Namun, Nayla tidak menyangka bahwa kepulangannya kali ini tidak akan sesunyi keberangkatannya sepuluh hari yang lalu.

Begitu keluar dari pintu kedatangan internasional, Nayla tertegun. Puluhan kilatan lampu kamera wartawan dan tim dari Kementerian Perdagangan sudah menunggu. Sebuah spanduk besar bertuliskan "Selamat Datang Nayla, Srikandi UMKM Indonesia di Dubai" terbentang lebar.

"Nay, itu untuk kita?" tanya ibunya gugup, sambil merapatkan kerudungnya.

Nayla mengangguk, mencoba tetap tenang meski jantungnya berdegup kencang. Ia menyadari bahwa di tahun 2026, berita keberhasilan kontrak miliaran rupiah di Dubai telah menyebar lebih cepat dari kecepatan pesawat yang ia tumpangi. Nayla menjawab pertanyaan jurnalis dengan lugas, namun tetap rendah hati. Ia menekankan bahwa ini bukan keberhasilan pribadinya, melainkan keberhasilan ribuan petani cabai dan petambak ikan yang menjadi mitra Matahari Food.

Sesampainya di ruko, suasana jauh lebih meriah. Para karyawan dan tetangga sudah menyiapkan syukuran sederhana. Namun, Nayla tidak bisa berlama-lama dalam perayaan. Di meja kerjanya, Ranti sudah menyiapkan tumpukan dokumen yang harus segera ditandatangani.

"Nay, kontrak dari Dubai itu mewajibkan kita mengirim minimal dua kontainer per bulan mulai Mei. Ruko ini sudah tidak akan sanggup menampung produksinya," ujar Ranti serius. "Kita harus segera pindah ke kawasan industri. Kita butuh pabrik, Nay. Pabrik yang sesungguhnya."

Nayla menatap sekeliling rukonya. Tempat ini telah memberinya banyak kenangan, tempat di mana ia pertama kali memasang mesin otomatis. Namun, ia tahu matahari harus terus bergerak agar sinarnya bisa menjangkau lebih luas. Dengan modal dari uang muka kontrak Dubai dan dukungan pinjaman investasi hijau (Green Investment) yang sedang tren di tahun 2026, Nayla mulai merencanakan pembangunan Pabrik Matahari Terbit.

Pencarian lokasi pabrik membawanya ke sebuah kawasan industri ramah lingkungan di pinggiran kota. Ia tidak ingin pabriknya hanya menjadi gedung beton yang dingin. Nayla ingin pabrik yang memiliki panel surya di atapnya—sesuai dengan namanya—dan sistem pengolahan limbah yang paling mutakhir sehingga tidak merusak sawah di sekitarnya.

"Saya ingin pabrik ini mempekerjakan lebih banyak orang dari desa saya. Saya akan sediakan bus jemputan untuk mereka," ujar Nayla kepada arsitek pembangun pabrik tersebut.

Namun, transisi dari manajemen ruko ke manajemen pabrik membawa konflik baru. Nayla harus mulai merekrut tenaga profesional: manajer produksi, ahli teknologi pangan, dan tim legal. Ibu-ibu tetangga yang selama ini menjadi tulang punggungnya mulai merasa terancam. Mereka takut posisi mereka akan digantikan oleh mesin yang lebih canggih atau orang-orang berpendidikan tinggi dari kota.

"Nay... apa nanti kami masih boleh kerja di pabrik besar itu? Kami kan cuma lulusan SD," tanya salah satu karyawannya dengan suara bergetar saat jam istirahat.

Nayla meletakkan pekerjaannya dan menghampiri mereka. Ia duduk di lantai bersama Ibu-ibu itu, persis seperti saat mereka masih mengulek bumbu di gang dulu. "Ibu-ibu dengarkan saya. Pabrik itu dibangun karena kerja keras Ibu-ibu di sini. Saya akan buatkan kelas pelatihan khusus untuk kalian agar bisa mengoperasikan alat baru. Tidak akan ada yang dibuang. Kalian adalah keluarga saya."

Momen itu menguatkan tekad Nayla. Menjadi pengusaha bukan hanya soal mengejar angka Dollar dari Dubai, tapi soal menjaga martabat orang-orang yang telah membantunya saat ia masih bukan siapa-siapa.

"Pulang bukan berarti berhenti. Pulang adalah saat kita mengumpulkan tenaga untuk lompatan yang lebih jauh. Dari gang sempit ke ruko, dan sekarang menuju pabrik. Takdir tidak pernah memberikan apa yang kita inginkan, tapi takdir memberikan apa yang kita usahakan dengan jujur. Pabrik baru ini bukan monumen kesuksesanku, tapi monumen perjuangan kita bersama. Matahari akan terbit lebih tinggi besok pagi, dan kali ini, sinarnya akan menghidupi ratusan keluarga lainnya."

Ia melihat ke arah ayahnya yang kini sudah bisa berjalan perlahan tanpa kursi roda di dalam ruko. Kebahagiaan itu tidak bisa dibeli dengan uang sebanyak apa pun. Ia merasa hidupnya di tahun 2026 ini benar-benar telah genap dan bermakna.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!