NovelToon NovelToon
SETELAH KAMU MENJADI ASING

SETELAH KAMU MENJADI ASING

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Diam-Diam Cinta / Mantan / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sefna Wati

Menjadi orang asing adalah satu-satunya cara kita bisa bekerja sama tanpa harus saling menghancurkan lagi."
Lima tahun lalu, Maya pergi membawa luka yang tidak sempat ia jelaskan. Ia mengira waktu dan jarak akan menghapus segalanya. Namun, takdir memiliki selera humor yang pahit. Maya dipaksa kembali ke hadapan Arlan Dirgantara—pria yang kini menjadi sosok dingin, berkuasa, dan penuh kebencian.
Arlan bukan lagi pria hangat yang dulu ia cintai. Arlan yang sekarang adalah klien sekaligus "penjara" bagi karier Maya. Arlan menuntut profesionalisme, namun tatapannya masih menyimpan bara dendam yang menolak padam.
Di tengah proyek renovasi rumah tua yang penuh kenangan, mereka terjebak dalam permainan pura-pura. Berpura-pura tidak kenal, berpura-pura tidak peduli, dan berpura-pura bahwa getaran di antara mereka sudah mati.
Mampukah mereka tetap menjadi asing saat setiap sudut ruangan mengingatkan mereka pada janji yang pernah terucap? Ataukah kembali mengenal satu sama lain justru akan membu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sefna Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Antara Hidup dan Mati

Bau mesiu dan bensin terbakar masih memenuhi udara di atas kapal cepat yang kini terombang-ambing di perairan internasional. Helikopter Hendra telah karam, menjadi bola api yang perlahan ditelan kegelapan Laut Jawa. Namun, kemenangan itu terasa hambar saat Maya melihat Arlan jatuh tersungkur di dek kapal.

"Arlan! Bertahanlah!" jerit Maya. Ia berlutut di samping suaminya, mengabaikan goyangan kapal yang tidak stabil karena salah satu mesinnya mati.

Arlan terengah-engah. Luka tembak di pundaknya bukan lagi sekadar lubang kecil; peluru itu tampaknya pecah di dalam, merobek jaringan otot dan mengenai pembuluh darah besar. Darah mengalir deras, membasahi dek yang dingin.

"Yudha! Cari kotak P3K! Sekarang!" perintah Maya, suaranya naik satu oktav.

Yudha berlari membawa kotak medis darurat. "Mbak, kita harus segera melakukan tekanan pada lukanya. Kalau pendarahannya nggak berhenti dalam sepuluh menit, Bos bisa lewat."

Maya merobek bagian bawah gaun pengantinnya yang sudah compang-camping. Ia melipat kain itu berkali-kali, lalu menekannya sekuat tenaga ke pundak Arlan. Arlan mengerang kesakitan, matanya memutar ke atas, hampir kehilangan kesadaran.

"Jangan berani-berani memejamkan mata, Arlan Dirgantara!" Maya membentak di sela tangisnya. "Kamu janji akan membangun kembali rumah Dago. Kamu janji akan melihat anak ini lahir! Jangan jadi pengecut dan tinggalkan aku sekarang!"

Arlan tersenyum sangat tipis, hampir tak terlihat. "Kamu... cerewet sekali kalau lagi panik, May..." bisiknya parau sebelum matanya benar-benar tertutup.

"ARLAN!"

Di tengah kepanikan itu, Kapten kapal berteriak dari ruang kemudi. "Mbak Maya! Ada kapal radar di depan! Tapi ini bukan kapal patroli Indonesia. Mereka menggunakan kode frekuensi militer Singapura!"

Maya mendongak. Di kejauhan, sebuah kapal siluet gelap tanpa lampu navigasi mendekat dengan kecepatan tinggi. Ini adalah pilihan hidup atau mati. Jika itu adalah orang-orang Richard, mereka tertangkap. Jika itu adalah bantuan yang dijanjikan Yudha, mereka selamat.

"Yudha, siapkan senjata!" Maya berdiri, meskipun tangannya masih berlumuran darah. Ia mengambil pistol Arlan yang tergeletak di dek.

Kapal misterius itu merapat. Sesosok pria dengan pakaian selam hitam legam melompat ke dek mereka. Yudha sudah mengarahkan moncong senjatanya, namun pria itu segera mengangkat tangan dan menunjukkan sebuah tato kecil di pergelangan tangannya: Bunga Krisan yang Disilang Garis Merah.

"Organisasi The Outsiders," Yudha menurunkan senjatanya dengan napas lega. "Mereka bantuan dari Ibu Arlan, Mbak."

Dua petugas medis dari kapal tersebut segera melompat masuk. Mereka membawa peralatan canggih dan segera memasang infus serta tabung oksigen pada Arlan.

"Kondisinya kritis. Kita harus memindahkannya ke kapal kami sekarang. Kapal ini akan segera tenggelam karena kebocoran di lambung bawah," ucap salah satu petugas dalam bahasa Inggris.

Maya mengawasi setiap gerak-gerik mereka saat Arlan dipindahkan ke atas tandu. Ia memeluk koper hitam itu erat-erat, seolah benda itu adalah nyawanya. Sebelum melompat ke kapal penyelamat, Maya melihat ke arah belakang, ke arah Indonesia yang kini hanya tampak sebagai garis gelap di cakrawala.

Ia baru menyadari, perjalanan ini bukan lagi sekadar pelarian. Ini adalah transisi. Ia berangkat sebagai seorang istri yang takut, tapi ia tiba di perairan asing sebagai seorang pejuang yang tidak punya apa-apa lagi untuk dikorbankan.

Di atas kapal penyelamat yang melaju tenang menuju Singapura, Maya duduk di samping ranjang darurat Arlan. Ia menggenggam tangan suaminya yang dingin.

"Kita sudah sampai di perairan asing, Lan," bisik Maya. "Tapi aku janji, siapa pun yang mencoba membuat kita menjadi asing lagi di sini... mereka akan menghadapi aku terlebih dahulu."

Maya menatap layar monitor jantung Arlan yang berdenyut lemah namun stabil. Ia merogoh saku gaunnya, menyentuh kunci mikro yang masih ia simpan. Ia tahu, babak baru ini akan menuntut lebih banyak darah, tapi ia tidak akan membiarkan setetes pun darah Arlan tumpah dengan sia-sia lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!