Seorang gadis bernama Sabrina adelia, dia cewek tomboy, cuek, suka yang gratisan dan juga ringan lidah, namun terkadang juga memiliki lidah pedas jika di usik, mendadak terbangun di dunia novel kerajaan modern. Novel yang dia buat sendiri. Sabrina adalah seorang penulis terkenal, namun ketika dia merilis novel terbaru, banyak para penggemarnya yang marah. Karena kehidupan pemeran utama wanita yang tragis bernama kayana. Dimana pemeran utama wanita yang lemah, di jodohkan oleh pria tokoh utama, pria terkaya dan dingin bernama Pangeran Xavier Maheswara. Namun pangeran xavier telah memiliki kekasih bernama Aruna Lauren, aruna sang figuran yang seharusnya menjadi pelengkap di puja bagaikan tokoh utama wanita.
Sang pemeran utama wanita juga harus menyamar sebagai pria, karena kehidupan yang terancam. Dengan modal otak encer, dan sedikit nekat, dia merubah alur novel yang di buatnya. Hingga menarik perhatian pangeran xavier sang pemeran utama pria dan membuatnya sangat terobsesi dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Pangeran Xavier Kerumah Kayana
Kayana pulang menggunakan mobilnya, tepat pukul dua siang dia sampai di rumahnya. Dia masuk dan langsung menuju kamarnya. Karena bundanya dua hari tidak ada di rumah. Karena ada urusan bisnis. Bisnis yang baru di bangunnya.
Dia merebahkan dirinya di kasurnya. Dia menatap langit-langit kamarnya. "Lelah, menjadi anak sekolah lagi melelahkan, mana baru pertama masuk aku harus berkelahi." Gumamnya dengan nada kecil.
Dia menatap langit-langit kamarnya, lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamarnya. "Kok aku merasa di awasi ya??" Gumamnya kecil. "Mungkin, hanya perasaan ku saja, karena aku meninggalkan sebuah masalah di negara J, yaitu pangeran xavier. Mungkin seandainya obsesi pangeran xavier bisa di kendalikan. Aku mungkin mau menjadi kekasihnya. Asal dia tidak kasar dan satu menyentuh ku disaat menikah, baru aku mau dengannya." Gumamnya kembali. "Karena aku ingin cinta yang tulus, bukan cinta yang penuh obsesi." lanjutnya kembali.
Kayana beranjak dari kasurnya, dia menuju kamar mandi. Tanpa kayana ketahui, apa yang kayana rasakan semuanya benar. Seseorang sedang memperhatikan dirinya dari monitor pengawasnya.
Jarum jam menunjukkan pukul dua siang, pangeran xavier belum bergeming dari kursi kerjanya, dia melewatkan makan siangnya. Cahaya layar laptopnya memantul di matanya. Di layar laptop itu, terlihat feed video langsung dari webcam kamar kayana, pangeran xavier mengintai pergerakan calon istrinya, melalui aplikasi mata-mata yang terpasang diam-diam.
Pangeran xavier tersenyum menyeringai dan matanya tidak berkedip, melihat seorang wanita membaringkan dirinya di kasur empuknya, sambil menatap langit-langit kamarnya sambil bergumam kecil.
Seringai muncul di bibirnya, dengan mouse di tangannya, dia memperbesar gambarnya. "Sayang, aku rindu kamu, sangat rindu. Aku akan mencoba membuang obsesiku ini. Aku akan memberikan cinta yang tulus untukmu. Karena kamu hanya milik xavier. Malam ini kita akan bertemu sayang. Bersiaplah." Gumamnya dengan seringai.
Kayana keluar dari kamar mandi dengan rambut metalik yang tergerai indah dan basah. Di tambah handuk diatas lutut, yang menampilkan paha jenjang dan bertapa seksi dirinya. Kayana tidak sadar, bahwa kini ada seorang predator yang menatapnya dengan penuh rasa haus, ingin menangkap buruan dan memangsanya.
Kayana berjalan sambil bersenandung ria. dan dia memakai pakaian di dalam kamarnya. Dia melepaskan handuknya, hingga terpampang tubuh indahnya secara sempurna. Lalu dia memakai kaos yang sangat pas ditubuhnya dengan panjang sebatas perut dan celana pendek diatas lutut. Setelah selesai, dia mengeringkan rambutnya dengan hairdryer di depan cerminannya. Dia berdiri dan bersenandung ria. Setelah selesai, dia melihat dirinya dan tersenyum tipis. "Perfect." Ucapnya dengan santai.
Kemudian di merebahkan dirinya kembali di atas kasur, mengambil ponselnya yang berada di sampingnya. "Hmm, bunda tidak pulang dua hari, kok tiba-tiba aku sangat mengantuk ya?" Gumamnya kecil lalu tertidur pulas.
Sedangkan di sebuah mobil, tidak jauh dari rumah kayana, terlihat seorang pria tampan yang berada di bangku penumpang mobil, sedang sibuk dengan laptopnya. Jakunnya naik turun melihat pemandangan indah di dalam laptopnya. "Sangat indah sekali sayang, dan hari ini aku akan mencicipi indahnya tubuh mu itu sayang. Niatnya aku mau datang malam. Tetapi hatiku rasanya sudah meronta-ronta, ingin bertemu dengan mu dan melepaskan rasa rinduku." Desisnya dengan suara serak yang mengancam.
Dia menutup laptopnya. "Hans, berapa lama obat itu bertahan?" Tanya dengan nada dingin.
Tiga jam tuan muda, karena tadi ibu kantin memasukkan di baksonya sekitar pukul sepuluh. Dan reaksinya sekarang, dia mungkin bisa sadar jika pangeran datang, tetapi itu seakan-akan halusinasi untuknya. Tubuhnya juga lemas karena pengaruh obat itu pangeran, jadi dia tidak akan ingat yang terjadi ketika bangun tidur." Jawab hans dengan nada sopan. "Oh iya, ini pangeran. Ini obat, jika anda berhubung dengan dirinya, dia tidak akan merasakan sakit di miliknya." lanjutnya kembali memberikannya sebuah botol obat.
Pangeran xavier tersenyum menyeringai. "Hmm, bagus hans. Itu kerja yang bagus. Aku akan mengirimkan bonus untuk kepintaran mu setelah aku selesai." Ucapnya dengan mata penuh kilatan Obsesi. "Hans, turunkan aku di depan halaman rumahnya, lalu kamu pergi. Ingat hans, aku tidak ingin di ganggu, jadi. Singkirkan para pengganggu yang datang." Ucapnya dengan nada mutlak.
"Baik yang mulia." Jawabnya dengan nada sopan. Hans menjalankan mobilnya, hingga berhenti di halaman rumah kayana.
Pangeran xavier turun dari mobilnya, dia menatap balkon kamar kayana dan tersenyum menyeringai. Dia berjalan dengan santainya dan membuka pintu dengan mudahnya.
Tap.. Tap... Tap... Langkanya terdengar bagaikan musik kematian, setiap langkah dan injakan kakinya, seolah sedang mengklaim wilayah kekuasaannya.
Langkahnya terhenti di depan kamar kayana. sebuah seringai tipis muncul di wajahnya, senyuman tajam yang penuh obsesi dan kepuasan gelap. Perlahan, jemarinya yang dingin dan kekar memegang gagang pintu itu.
Dengan gerakan yang halus dan mematikan, dia memutar gagang pintu kamar itu.
Click.. Pintu terbuka.
Dia langsung menyelinap masuk ke dalam kamar kayana. Bergerak seperti bayangan, mendekati kayana dan menatap kayana yang sedang tertidur pulas, dengan kilatan mata penuh obsesi. Kayana tidak menyadari bahwa dunianya mulai tak lagi aman.
Pangeran xavier tersenyum tipis. "Cantik, sangat cantik dan menggoda." Gumamnya tipis. Dia naik ke atas ranjang kayana. Dia mengelus pipi kayana. Dan mengecupi pipinya. "Kamu sangat cantik sayang. Karena itu, aku hanya akan mencicipinya. Tubuh mu semuanya milik ku, begitu juga hatimu. Harus ada aku seorang." Bisiknya lembut mengusap bibir indah kayana. "Aku akan mencicipi tubuh mu, seluruhnya sayang. Dan aku ingin kamu terbangun. Kita lakukan secara sadar, oh tidak. Untuk mu mungkin bagaikan mimpi, tetapi jika aku tidak tahan. Maka hari ini. Aku memilikimu seutuhnya tanpa kamu ketahui, hmm tidak, kamu sadar sayang pastinya, tetapi untukmu kita melakukannya bagaikan mimpi. Ini hukuman mu sayang, agar kamu tidak lepas dari ku." Bisiknya pelan.
Pangeran xavier mendekati bibir kayana dan menciumnya, dengan ciuman yang buas dan ganas, dia memejamkan mata menikmati manisnya bibir kayana. Lumatannya penuh kuasa dan liar, membuat kayana membuka matanya.
"Pangeran xavier." Lirihnya parau.
"Iya sayang, aku datang dalam mimpimu sayang, karena setelah kita melakukan ini, kamu tidak akan ingat apa-apa. Caranya kamu ingat, itu bagaikan mimpi untukmu." bisiknya dengan nada serak namun lembut.
Pangeran xavier kembali mencium bibir kayana. Menciumnya dengan hasrat yang begitu besar. "Sayang, ini mimpimu, tetapi aku yang mengendalikan. Balas ciuman ku." Bisiknya lembut.
Kayana hanya mengangguk-angguk kepalanya. Dia membalas ciuman pangeran xavier. Pangeran xavier tersenyum di sela ciumannya. "Kamu milikku sayang, tidak akan aku biarkan lepas dari ku. Aku bayangan mu. mau tidak mau setelah ini kamu terikat kepada ku. Karena kamu milik ku seutuhnya." Batinnya berbisik penuh janji.
lebih baik hukuman ciuman dripda siksaan...hahahahah🤣🤣
lanjut kak....
langsung di basmi aja lah...hihihu...
smngt terus kak...💪💪