Chuzuru seorang wanita cantik di Negeri Sakura, dan selalu membawa pedang Katana Hitam pekat, kemanapun dia pergi. Selain cantik, dia pegang nama besar keluarganya, yang bernama Handoyo, sebagai Samurai Sejati di Tokyo, jelas sangat di hormati banyak orang, bahkan termasuk Kaisar Negeri tersebut, tidak luput dapat hormat darinya. Selain itu, dia sudah bertunangan orang hebat, bahkan kadang-kadang dijuluki pasangan serasi. Akan tetapi hidupnya langsung berubah, saat dirinya melabrak seorang pria pekerja kasar, memukul pantatnya, tanpa pikir panjang, siapa pria yang melecehkan dirinya, ia langsung menyerahkan pihak kepolisian, agar dia di penjara. Hal inilah membuat Kota Tokyo terancam bahaya, oleh pria pekerja kasar, membuat dirinya harus menikah orang tersebut, dan segera memutuskan tunangan yang dia cintai, karena betapa bahaya pria pekerja kasar itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uwakmu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 Memburu
"Yousef!! Apa yang kamu lakukan? Kamu bikin rumah ini hancur, jangan keterlaluan kamu!!" Teriakkan Ayah Yousef, yang berusia lima puluh empat tahun, dengan jas abu-abu miliknya yang gagah, karena anaknya, bikin ulah Kediaman keluarga Panji, yang sangat terhormat, dengan tongkat Sihir yang sudah tua, yang begitu panjang, sehingga dirinya menggunakan tongkat berjalan, seolah-olah tongkat Sihir itu, sama sekali tidak berharga baginya.
"Ayah!! Apakah kamu tidak tahu? Agoda!! Putra bungsu mu, lenyap di telan bumi oleh Iblis!" Tanggapan Panji Yousef, setelah tahu, Ayahnya menghampiri dirinya.
"Aku tahu!! Tapi Iblis itu sudah diburu oleh Asosiasi Hunter Utramen, hidup dan matinya, sudah ditetapkan!" Balasan Ayah Yousef serius.
"Jadi kamu diam dirumah! Tanpa membalas dendam Putramu! Ayah macam apa kamu ini?!" Bentakan Yousef, yang begitu marah kepada Iblis, karena berani membunuh adiknya.
"Jangan sembarang bicara! Tentu aku balas kan Kematian Putraku!!" Marahnya Ayah Yousef, sambil menjitak kepala Yousef, dengan keras, dan Yousef, jelas terima pukulan itu. "Hanya saja, Kakak perempuanmu sudah bergerak duluan, dengan banyak pasukan Penyihir, dibawah perintahnya. Nggak selain itu, Kekaisaran Jepang, tidak akan berdiam diri, banyak pasukan tentara Jepang terbaik, sudah mulai bergerak, dan Ayah sudah bersiap-siap untuk memburunya." Terangnya. "Apakah kamu ikut dengan Ayah?" Tanyanya.
"Jelas aku ikut, aku tidak akan biarkan pembunuh adikku melarikan diri." Balas Yousef. "Meskipun harus ku kejar ujung dunia sekalipun, akan kucari sampai dapat." Ujarnya, yang begitu penuh dendam.
"Bagus... Kamu bersiap-siap lah, kita akan segera berangkat, kabarnya Iblis itu, berada di Selatan Kota Tokyo." Perintah Ayah Yousef, yang sangat gagah.
"Bagaimana dengan Ibu?" Tanya Yousef, karena dia khawatir pada Ibunya, setelah tahu adiknya sudah tidak ada didunia ini.
"Dia telah pergi duluan, dan mencari Iblis itu, doakan saja, Ibumu berhasil membunuh Iblis itu." Jawaban Ayah Yousef, sambil menepuk pundak Putranya.
......................
Bisa dikatakan, semua Keluarga besar di Jepang, bergerak membunuh Iblis itu.
Seperti Keluarga Panji, dengan tongkat Sihirnya.
Keluarga Matahari, dengan peralatan ninja ya.
Keluarga Handoyo dengan pedang Katana tajamnya.
Keluarga Sakura dengan seni beladiri Karate ya.
Dan masih banyak lagi orang hebat, yang tidak bisa aku sebutkan satu-persatu, dan kekuatan mereka sungguh nggak main-main, atau sekedar mengantarkan nyawa mereka.
Yang kita tahu saat ini, betapa kuatnya, Tio Satrio itu, sehingga pertempuran, tidak bisa dihindari lagi.
Dan kita melihat, hasil akhirnya, atau... Dari awal kita sudah tahu, siapa pemenangnya?
......................
Padahal Tio saat ini, sedang nikmatin Ayam panggang ya, yang sudah di beli oleh Asula, dengan tumpukan gunung mayat yang telah di duduki olehnya. "Sungguh tidak sayang nyawa, apakah masyarakat Jepang? Begitu gigih seperti ini, kalau iya, wajar mereka makmur, benar-benar tidak pantang menyerah." Ucapan Tio, sambil bergigit Ayam panggang ya, yang sudah hampir habis, dan dirinya sangat kenyang. "Sudah seratus kali, jantung ku di tebas dan di tusuk, belum lagi harus terima serangan gabungan Sihir mereka, secara acak, yang begitu pesisir, dan hampir saja, leherku di penggal, sungguh kejam... Iblis seperti ku, tidak biarkan aku hidup ya, emangnya apa salahku?" Sambungnya dengan tatapan tak percaya, sesaat dia menyentuh bagian lehernya, dia masih merasakan tajaman pedang, di lehernya, dan juga senjata kunai ninja dari musuhnya, perasaan itu, tak kunjung hilang.
"Ini mustahil... Ini sungguh mustahil... Dia kalahkan Hunter peringkat S, lebih dari tiga ratus orang, dan semuanya lumpuh total." Batin Asula, yang begitu rasa takut pada dirinya.
"Kamu sungguh licik, setelah dirimu bisa gerak, dan berjanji beli Ayam panggang untukku, aku pikir, kita bisa jadi teman, tapi tidak ku sangka, teman-teman ninja mu itu, menyerang ku, dengan niat membunuh yang begitu membara, dan saat itu, aku melihat senyummu yang begitu senang, bahwa diriku berhasil di tebas." Ucapan Tio, dengan nada mengancam, sambil menginjak tubuh Asula, yang tidak berdaya, di hadapan ya.
"Teman katamu! Manusia dan Iblis, tidak akan pernah jadi teman!" Teriakan Asula yang tidak terima kekalahan, dan sangat yakin, kalau dia berhasil gerak, Tio tidak akan selamat.
......................
Seperti waktu itu... Saat dirinya berjanji, membelikan Ayam panggang untuknya, Tio menyalurkan energi Sihir kepadanya, membuat Asula, dapat bergerak lagi.
Dengan dapat keuntungan itu, dia malah bikin rencana matang, dengan cara panggil teman-teman ya, yang begitu dendam pada Iblis, dan kasih tahu keberadaan Tio Satrio saat ini, dengan pancingan Ayam panggang.
Dengan lebih tiga ratus peringkat S, dari kalangan keluarga Matahari atau Hunter bayaran, dia sangat yakin, Tio Satrio dapat dibunuh, dengan kekuatan penuh mereka.
Hasilnya... Sangat gagal total, kekuatan Tio, melebihi dari apa yang mereka bayangkan?
Serangan, jebakan, dan strategi yang mereka punya, dan saling bahu-membahu bersama, agar dapat membunuh Tio, karena saat itu, Tio sedang fokus makan dan sangat lengah, secara tiba-tiba dapat serangan berbagai arah.
Membuat Tio, harus tunda makan ya, padahal mulutnya sudah buka lebar, untuk makan. "Si kampret... Makan saja di persulit." Begitulah perkataan ya, sebelum dirinya balas serangan.
Dan butuh lima jam, untuk kalahkan mereka semua, karena kehadiran mereka, tidak pernah ada habisnya.
Kalah satu, tumbuh dua, kalah dua, tumbuh tiga, kalah tiga, tumbuh enam, begitu aja seterusnya.
Apakah lelah? Tidak... Dia tidak mungkin lelah, dia terus bangkit, tanpa ada tanda ya tumbang.
Hingga musuhnya tumbang segunung, karena tidak ada lagi menyerang, akhirnya dia lanjut makan, tanpa tahu, masih banyak lagi yang akan memburunya, kalau dia terus berada di sana.
......................
Datanglah gelombang keduanya, salah satunya, dari kalangan keluarga besar Handoyo, dijuluki sebagai Samurai Sejati, karena mereka takut, Iblis itu kabur.
Di tambah lagi, munculnya Keluarga Panji, dijuluki sebagai Penyihir Agung.
Dan merupakan bangsa ras Bersayap, kenapa aku bilang begitu? Wanita bernama Panji Himiwari, dapat melayang di udara, dengan sayap seperti malaikat, pakaian pun begitu anggun, dengan corak keemasan.
......................
......................
"Bangsa ras Bersayap, jadi... Kamu lawan aku yang berikutnya, maaf... Aku tidak boleh kasar terhadap wanita, sebaiknya engkau pulang saja." Ucapan Tio, remehkan Himiwari.
"Pulang... Aku tidak akan pulang, kecuali aku berhasil membunuhmu." Balas Himiwari, dengan tampang marah dan dendam.
"Membunuhku... Dengan alasan apa?" Tanya Tio, dalam keadaan marah juga, sehingga dirinya, memperkuat injaknya ke tubuh Asula.
Membuat Asula, berteriak kesakitan. "Jangan pedulikan aku, bunuh iblis ini!" Permintaan Asula, dia pun mengigit sesuatu yang ada di mulutnya, sehingga terjadi ledakan cahaya.
"Dia punya rencana cadangan, sungguh pintar, pantas teknologi mereka maju-maju." Bergumam Tio, dan tangannya berusaha menutupi matanya.
Akibatnya, pandangan Tio nggak bisa melihat apapun, sekaligus merasakan sakit, dibagian lengan kirinya, seakan ada orang berusaha memotongnya.
Sayangnya... Nggak berhasil ke potong, yang ada pedang Katana ya, nyangkut, karena pori-pori kulit Tio menjepit begitu kuat, dan tahu siapa berusaha memotong lengannya. "Chuzuru... Kamu datang rupanya." Ucapan Tio senang.
......................
......................