*Rinkarnasi Seorang Gadis ke Dunia Fantasi*
Elin, seorang gadis biasa dari dunia nyata, mengalami kecelakaan dan meninggal. Namun, dia tidak benar-benar mati. Dia dirinkarnasi ke dunia fantasi yang penuh dengan sihir dan keajaiban.
Di dunia baru ini, Elin bertemu dengan Lilian , seorang penyihir yang kuat, yang memberitahu bahwa dia memiliki kekuatan sihir yang tidak dia ketahui. Elin harus menggunakan kekuatan itu untuk menyelamatkan dunia dari kekuatan kegelapan yang mengancam.
Dengan bantuan Lilian, Elin memulai perjalanan sebagai seorang penyihir muda, menghadapi tantangan dan musuh yang kuat, dan menemukan kekuatan yang tidak dia ketahui. Akan kah Elin berhasil menyelamatkan dunia fantasi dan menemukan kebahagiaan di dunia baru ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Pramita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Ketika kami memasuki istana, kami disambut oleh seorang penasihat tua yang memperkenalkan dirinya sebagai Nicolas. Dia menjelaskan bahwa dunia sedang menghadapi ancaman besar dari kekuatan kegelapan yang dipimpin oleh seorang penyihir jahat bernama Dark Dragon.
"Dark Dragon telah mencuri Artefak Suci, sebuah benda yang memiliki kekuatan untuk mengendalikan seluruh dunia," kata Nicolas. "Kalian harus mengambil kembali Artefak Suci dan menghancurkan Dark Dragon sebelum terlambat."
Andres dan aku saling menatap, kemudian kami mengangguk serempak. Kami siap untuk menghadapi tantangan ini.
Nicolas memberikan kami peta yang menunjukkan lokasi persembunyian Dark Dragon. Kami berangkat segera, menuju ke hutan gelap dan berbahaya.
Ketika kami berjalan, aku bisa merasakan kekuatan baru yang mengalir dalam tubuhku. Aku tahu bahwa aku siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang.
Tiba-tiba, kami mendengar suara gemuruh. Tanah mulai bergetar, dan kami melihat sebuah sosok besar muncul dari kegelapan.
"Apa itu?" bisik Andres.
Aku menggenggam tanganku, siap untuk menghadapi apa pun. "Aku tidak tahu, tapi aku siap untuk menghadapi itu."
Sosok itu semakin dekat, dan aku bisa melihat mata merah yang berkedip-kedip dalam kegelapan...
Sosok itu semakin dekat, dan aku bisa melihat bahwa itu adalah seekor naga besar dengan sisik hitam dan mata merah yang berkedip-kedip. Api keluar dari mulutnya, dan aku bisa merasakan panasnya.
Andres menarik pedangnya, siap untuk menghadapi naga itu. "Elin, kita harus berhati-hati!" katanya.
Aku mengangguk, dan kami berdua maju untuk menghadapi naga itu. Aku mengangkat tanganku, dan cahaya biru keluar dari ujung jari-jariku. "Aku akan mencoba menghipnotisnya!" kataku.
Naga itu mendekat, dan aku bisa merasakan kekuatannya yang luar biasa. Aku fokus, dan cahaya biru itu semakin kuat. Naga itu berhenti sejenak, dan aku bisa melihat sedikit kebingungan di matanya.
Andres melihat kesempatan itu, dan dia melompat ke arah naga itu dengan pedangnya. Tapi, naga itu terlalu cepat, dan dia menghindar dengan mudah.
Aku tahu aku harus melakukan sesuatu, atau Andres akan terluka. Aku mengangkat tanganku lagi, dan kali ini aku melepaskan ledakan energi yang kuat. Naga itu terlempar ke belakang, dan kami memiliki kesempatan untuk melarikan diri.
Tapi, aku tahu ini tidak akan berlangsung lama. Naga itu akan kembali, dan kami harus siap untuk menghadapinya.
"Kita harus mencari cara untuk mengalahkan naga itu!" kataku kepada Andres.
Andres mengangguk, dan kami berdua mulai mencari kelemahan naga itu...
Kami berdua mencari kelemahan naga itu, dan aku melihat bahwa sisiknya sangat keras dan tidak bisa ditembus oleh pedang Andres. Tapi, aku melihat bahwa ada satu titik lemah di bagian bawah perutnya.
"Aku tahu!" kataku kepada Andres. "Kita harus menyerang bagian bawah perutnya!"
Andres mengangguk, dan kami membuat rencana. Aku akan menggunakan kemampuan magicku untuk mengalihkan perhatian naga itu, sementara Andres menyerang bagian bawah perutnya.
Kami berdua maju, dan aku melepaskan ledakan energi yang kuat. Naga itu terkejut, dan Andres melompat ke arahnya dengan pedangnya. Dia berhasil menusukkan pedangnya ke bagian bawah perut naga itu, dan naga itu mengeluarkan suara yang sangat keras.
Naga itu jatuh ke tanah, dan kami berdua berdiri di atasnya, kelelahan tapi bahagia.
"Yuhuuu... kita berhasil!" kataku kepada Andres.
Andres tersenyum, dan kami berdua berpelukan. "Kita berhasil, Elin!" katanya.
Tiba-tiba, kami mendengar suara tawa yang sangat jahat. "Hahaha... kalian mungkin telah mengalahkan naga itu, tapi kalian tidak akan pernah mengalahkan aku!.
Aku dan Andres saling menatap, dan kami tahu bahwa Dark Dragon telah tiba...