Georgio Cassano adalah antagonis paling menyedihkan yang pernah Selin baca. Dimana sedari kecil dia tidak pernah mendapat perhatian keluarganya,cinta pertamanya malah menikah dengan rivalnya, dan istrinya berselingkuh. Sang Antagonis mendapat akhir trangis, Perusahaan yang dibangun dengan hasil kerja kerasnya sendiri bangkrut, dan dia meninggal dibunuh protagonis pria.
"Andai saja aku yang menjadi istri antagonis. Pasti aku akan membuat dia bahagia." Kata-kata yang diucapkan Selin malah membuatnya memasuki tubuh Cassandra, istri antagonis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lailararista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Putusnya tali kekeluargaan
Cassandra kembali menelusuri rumah Adrian, satu-satunya tempat yang harus dia masukin yaitu ruangan pribadi milik Clara dulu yang sepertinya sekarang sudah menjadi milik Sonia. Cassandra harus mendapatkan satu bukti kuat yang bisa membuat Jordan suatu saat lebih percaya padanya.
Cassandra melangkah pelan memasuki ruangan itu, ia mendekati meja kerja dan membuka semua laci, mencari sesuatu yang mungkin mencurigakan. Lama mencari tapi Cassandra tidak menemukan apa pun. Cassandra berdiri tegak dengan sebelah tangan di pinggang dan tangan yang lainnya menopang tubuhnya di meja. Cassandra menelusuri sekitar nya, kenapa dia tidak menemukan petunjuk?
"Masa sih gak ada apa pun disini?"gumam Cassandra kesal.
Saat hendak menyerah dan ingin keluar dari ruangan itu, Casandra tidak sengaja memandang ke arah rak buku. Terlihat disana ada satu buku yang terlihat berbeda dari buku lainnya. Cassandra mengambil buku yang sudah terlihat usang itu.
Cassandra mengernyitkan dahinya bingung. "Diary Clara?" gumamnya merasa heran saat membaca cover buku itu.
Kenapa masih ada barang milik Clara disini? Apakah Sonia tidak merubah ruangan ini? Dari banyak nya buku masih ada buku paling berharga Clara disana. Cassandra tebak pasti Sonia mengunakan ruangan ini tanpa mengubah setiap incinya. Jadi kemungkinan besar masih ada barang milik Clara didalamnya.
Cassandra hendak membuka bukunya, tapi ia dikagetkan dengan kedatangan wanita paruh baya yang sudah memberi tahunya tentang masalalu Clara.
"Non, ngapain disini?"tanya wanita itu."Saya pikir tadi ada orang lagi bersih-bersih ruangan ini, soalnya pintunya terbuka."
Cassandra menggeleng. "Gak ngapa-ngapain Bu, tapi saya mau bawa buku diary mama Clara. Ibu jangan bilang-bilang sama siapapun ya Bu."wanita paruh baya itu mengangguk.
"Baik, Non. Oh iya, ini barang titipan nyonya Clara buat anaknya."Cassandra menerima barang yang diberikan wanita itu. Terlihat seperti sebuah kotak usang. Cassandra tidak bisa menebak apa isi didalamnya.
"Terimakasih banyak atas bantuannya bu, kalau gitu saya pamit pulang dulu."ucap Cassandra yang di angguki wanita itu.
★★★
Pagi hari seperti biasa, semua orang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Tapi Suasana di lobi Cassano Corp, malah mendadak riuh dari biasanya. Seperti yang Cassandra takutkan. Ibu Cassandra benar-benar datang, berteriak di depan meja resepsionis, menuntut bertemu Georgio.
"Panggil atasan kalian! Asal kalian tau ya, istri CEO kalian itu penipu! Dia wanita murahan, dia menghabiskan uang suaminya untuk lelaki lain!" teriak wanita paruh baya itu.
Di lantai atas, Albert bejalan tergesa masuk ke ruangan Georgio. Georgio dan Cassandra baru saja datang, belum sempat mendudukkan bokong mereka. Tiba-tiba Albert masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Ada apa?"tanya Georgio heran.
"Maaf pak, ada yang bikin keributan dibawah." Cassandra dan Georgio mengerutkan dahinya, mereka langsung melihat ponsel Albert yang baru saja dia perlihatkan. Cassandra memucat melihat CCTV. Menyadari itu Georgio menahan tangannya. "Biar aku yang urus. Kamu tetap di sini."
"Dia mamaku, biar aku aja."
"Yasudah, aku temani."ucap Georgio yang di angguki Cassandra.
Georgio dan Cassandra berjalan dengan anggun di lobby perusahaan nya, diikuti Albert dibelakang mereka. Pandangan semua orang tertuju pada sepasang suami istri yang selalu membuat kariawan disana iri. Mereka terlihat sangat serasi dan sepertinya juga saling mencintai.
"Panggil anak durhaka itu keluar! Kalian semua harus tau siapa sebenarnya istri bos kalian!" Ibu Cassandra berteriak sambil menunjuk-nunjuk resepsionis yang ketakutan. Beberapa karyawan dan klien yang lewat mulai berhenti, berbisik-bisik sambil merekam kejadian itu.
Georgio dan Cassandra mendekat, menatap datar wanita itu.
"Nah! Itu dia si wanita penipu!" Ibu Cassandra langsung merangsek maju, matanya menyala penuh amarah saat melihat putrinya terlihat begitu cantik dan berkelas, berbeda dengan dirinya yang tampak berantakan karena emosi.
"Ma, cukup!" desis Cassandra, wajahnya memerah menahan malu.
"Cukup kamu bilang? Kamu pikir kamu bisa bahagia setelah menelantarkan mamamu hah?!" Wanita itu tertawa sumbang.
"Mama pandai memutar balikkan fakta ya, padahal mama yang dari kecil menelantarkan aku."ujar Cassandra menatap tajam ibunya.
"Saya tidak pernah menelantarkan kamu, saya selalu menjaga kamu. Kalau bukan karena saya yang melahirkan kamu, kamu tidak akan ada didunia ini!"
Cassandra berdecih sinis. "Mama lupa siapa yang mengurus aku dari bayi? Papa bayar baby sister loh, dia yang rawat aku sampai jadi seperti ini."ujar Cassandra dengan menatap ibunya mengejek.
"Aku berterimakasih karena mama udah lahirin aku. Aku juga berterima kasih atas ketidak pedulian mama selama ini, aku mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya karena mama sudah menjadi ibu yang setidak berguna itu."Cassandra melangkah lebih dekat ke hadapan ibunya sambil melipat tangan dibawah dada.
"Jadi aku tidak perlu ragu untuk memutuskan hubungan dengan mama. Mulai detik ini, jangan anggap aku anakmu lagi. Karena aku sudah tidak mau punya orang tua seperti mama."lanjut Cassandra membuat wanita itu mengeram marah.
"Sialan kamu! Dasar anak durhaka!"teriak wanita itu frustasi, lalu beralih menatap ke sekitarnya seakan mencari apakah ada yang dipihaknya. Namun nihil, semua hanya diam bahkan tidak ada raut kasihan sedikit pun. "Dengar kalian semua! Istri bos kalian ini, dulu berselingkuh! Dia menghabiskan uang suaminya untuk membiayai laki-laki lain Tanpa sepengetahuan suaminya."
"Saya tau," potong suara bariton yang berat dan dingin.
Seketika suasana hening, Georgio melangkah maju, menempatkan dirinya di sisi Cassandra, menjadi tameng hidup bagi istrinya. Tatapan Georgio kepada ibu mertuanya begitu tajam, seolah bisa membekukan darah siapa pun yang melihatnya.
"Ka-kamu tau?" Ibu Cassandra tergagap, rencananya untuk membuat Georgio marah pada Cassandra hancur seketika.
"Saya tau semuanya. Dari dia mencintai laki-laki lain, sampai anda menghasut dia untuk memeras uang saya, tidak hanya itu, anda juga mengambil tabungan yang sudah disiapkan ayahnya untuk dia. Saya tau semua itu." ucap Georgio dengan nada datar namun menusuk. Giorgio melirik scurity yang sedari tadi ikut melerai ibu Cassandra. "Seret wanita ini keluar. pastikan dia tidak pernah bisa menginjak gedung ini atau properti saya yang lain. Jika dia melawan, laporkan atas tuduhan pemerasan dan pencemaran nama baik."
"Georgio! Aku ini ibu mertuamu! Cassandra, tolong mama!" Wanita itu berteriak histeris saat dua petugas keamanan bertubuh kekar menyeretnya menjauh.
Cassandra memalingkan wajahnya, seolah tidak mendengar teriakkan ibunya. Georgio berbalik, tidak peduli pada tontonan orang banyak, ia merengkuh wajah Cassandra dan mengecup keningnya lama.
"Sudah selesai," bisik Georgio. Cassandra tersenyum lebar, lalu mengangguk. Tidak ada raut kesedihan sama sekali dari wajah Cassandra, padahal dulu walaupun kesal tapi jelas sekali Cassandra masih menyayangi ibunya. Tapi sekarang rasa sayang itu sudah tidak terlihat dari raut wajahnya.
"Ayo naik"ucapnya."sebenarnya aku mau ngomong sesuatu, semalam gak sempat, makanya pagi ini pengen ikut sama kamu."lanjut Cassandra membuat Georgio mengerutkan keningnya.
"Mau ngomong apa?"
"Nanti, sekarang kita keruangan dulu."ucap Cassandra sambil menarik lengan Georgio menuju lift.