NovelToon NovelToon
Harmoni Lembah Biru "Kazumi Flora"

Harmoni Lembah Biru "Kazumi Flora"

Status: tamat
Genre:Romansa / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:46
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Namaku Kazumi Flora. Dengan tinggi 154 cm, aku mungkin tampak mungil di tengah megahnya Lembah Biru, namun jiwaku seluas dan sedalam danau ini. Sejak kecil, alam adalah rumahku, dan bunga-bunga adalah sahabatku. Setiap helai kelopak, setiap hembusan angin, dan setiap riak air danau menyimpan cerita yang tak pernah usai aku dengarkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 5

Suara tawa melengking itu semakin dekat, diikuti munculnya sosok-sosok transparan dengan wajah hancur yang merayap dari dinding gua. Mereka adalah arwah para penjaga terdahulu yang telah membusuk dan kehilangan kewarasan karena terlalu lama menjaga gerbang.

Kaelen sudah bersiap dengan pedang bayangannya, namun aku tahu, jika mereka bertarung di sini, gua ini akan runtuh dan kristal-kristal suci ini akan hancur.

"Kaelen, tunggu! Jangan serang mereka!" teriakku.

Aku melangkah maju, melewati perlindungan tubuh Kaelen. Meskipun lututku lemas dan jantungku serasa ingin berhenti, aku teringat pesan di surat itu: Bunga adalah kunci. Aku meraba saku gaun putihku dan menemukan setangkai bunga Han yang tadi sempat kupetik. Bunga itu sudah agak layu, namun saat aku menggenggamnya, cahaya biru mulai memancar dari telapak tanganku.

"Aku adalah Kazumi Flora, Penjaga Bunga yang baru!" suaraku bergema, mencoba terdengar berwibawa di tengah ketakutan. "Kembalilah ke dalam keheningan. Lembah ini masih memiliki pelindungnya!"

Aku mengangkat bunga itu tinggi-tinggi. Kelopaknya tiba-tiba mekar dengan cahaya yang sangat terang, menyebarkan aroma harum yang luar biasa menenangkan. Sosok-sosok hantu itu terhenti.

Wajah-wajah mereka yang tadinya penuh kebencian perlahan melunak, seolah teringat akan kedamaian yang pernah mereka jaga. Satu per satu, mereka melarut menjadi cahaya biru kecil dan kembali masuk ke dalam dinding gua.

Keheningan kembali menyelimuti gua. Kaelen menatapku tanpa berkedip, pedang bayangannya menghilang. "Kau... benar-benar luar biasa, Kazumi."

Namun, perhatianku teralih pada sebuah dinding gua tempat para hantu itu tadi menghilang. Cahaya bunga Han-ku mengungkap sesuatu yang tidak terlihat sebelumnya: sebuah ukiran kuno yang

menggambarkan seorang wanita yang sangat mirip denganku, sedang menggendong bayi di depan sebuah gerbang.

Di bawah ukiran itu, terdapat sebuah pintu batu kecil dengan simbol bunga lili. Tanpa sadar, kakiku melangkah ke sana.

"Kaelen, lihat ini..." bisikku. "Ini bukan sekadar gua. Ini adalah tempat di mana rahasia ibuku disembunyikan."

Aku menyentuh simbol bunga lili itu, dan pintu batu itu bergeser terbuka, menyingkap sebuah ruangan rahasia yang berisi barang-barang peninggalan masa lalu. Di tengah ruangan, terdapat sebuah cermin besar yang permukaannya bergetar seperti air.

Tiba-tiba, permukaan cermin itu menampilkan bayangan masa lalu. Aku melihat Ibuku—saat ia masih muda—sedang berdiri di tepi danau bersama seorang pria yang memiliki mata persis seperti Kaelen.

"Ayahmu..." bisikku sambil menatap Kaelen. "Dan Ibuku... mereka saling mengenal?"

Kaelen mendekat, wajahnya tampak sangat terkejut. "Itu bukan ayahku, Kazumi. Itu adalah Kakak laki-lakiku, pangeran pertama Dunia Seberang yang dikabarkan menghilang karena mengkhianati alam kami demi seorang manusia."

Rahasia besar mulai terungkap. Ternyata, hubungan terlarang antara dua alam ini bukanlah hal baru dalam keluarga kami. Ibuku tidak hanya menjaga lembah, ia menjaga sebuah rahasia cinta yang bisa menghancurkan kedua dunia.

Tiba-tiba, dari dalam cermin, bayangan Ibu menoleh ke arahku seolah ia bisa melihatku. "Kazumi, lari... jangan biarkan dia mengambil hatimu seperti kakaknya mengambil hatiku. Segel itu hanya bisa diperkuat dengan pengorbanan cinta yang tulus."

Suasana gua kembali mendingin. Kaelen menatapku dengan tatapan yang semakin gelap dan posesif. "Jadi, kita ditakdirkan untuk mengulang sejarah, Kazumi? Ataukah kau akan memilih akhir yang berbeda?"

Suasana di dalam ruangan rahasia itu mendadak beku. Peringatan Ibu dari balik cermin tadi terus terngiang, menciptakan jurang keraguan di antara aku dan Kaelen.

"Kaelen," suaraku bergetar, "katakan yang sebenarnya. Apa yang terjadi pada kakakmu dan Ibuku? Apakah dia benar-benar mengkhianati alammu, atau dia hanya menjadi korban dari 'pengorbanan' yang Ibu bicarakan?"

Kaelen menatap cermin itu dengan benci. "Kakakku... dia kehilangan segalanya. Dia memberikan jantung abadinya untuk memperkuat segel lembah ini agar ibumu bisa hidup tenang. Dia tidak menghilang, Kazumi. Dia menjadi bagian dari tanah ini, menjadi akar-akar yang menahan gerbang itu agar tidak terbuka. Dia mati demi cinta yang tidak mungkin."

Aku mundur selangkah, napas tersengal. "Dan kau? Apakah kau di sini untuk melakukan hal yang sama? Atau kau di sini untuk membalas dendam?"

"Aku di sini untuk membawamu bersamaku sebelum sejarah itu terulang!" Kaelen mendekat,

menyudutkanku di antara dinding batu dan cermin masa lalu. "Aku tidak akan membiarkanmu menjadi tumbal segel ini seperti ibumu membiarkan kakakku hancur!"

"Tidak!" teriakku, mendorong dadanya yang dingin. "Aku harus pulang. Aku harus menanyakan ini langsung pada Ibu! Mereka membohongiku selama delapan belas tahun!"

Aku mencoba berlari menuju jalan keluar, namun Kaelen dengan cepat menyambar pergelangan tanganku. Kekuatannya luar biasa, namun genggamannya tidak menyakitkan—justru terasa penuh keputusasaan.

"Kau tidak akan bisa kembali sekarang, Kazumi. Prajurit Api masih mengepung lembah. Jika kau keluar, mereka akan membakarmu hidup-hidup untuk darahmu!"

"Lepaskan aku, Kaelen! Aku tidak bisa mempercayaimu!" tangisku pecah. Ketakutan yang kupendam sejak tadi meluap menjadi amarah.

Tiba-tiba, Kaelen menarik tubuh mungilku ke dalam pelukannya. Sebelum aku sempat memprotes, ia menangkup wajahku dengan kedua tangannya yang sedingin es dan menciumku.

Ciuman itu tidak seperti yang kubayangkan dalam novel-novel romansa. Itu terasa seperti badai salju dan aroma bunga Han yang meledak bersamaan. Ada rasa haus yang purba, rasa sakit, dan proteksi yang begitu posesif. Dalam sekejap, rasa takutku seolah terserap ke dalam tubuhnya, digantikan oleh sensasi asing yang membuat kepalaku pening.

Kaelen melepaskan tautan bibir kami, dahinya bersandar di dahi kecilku. Napasnya yang dingin menerpa bibirku yang masih gemetar.

"Dengar," bisiknya parau, matanya yang biru elektrik kini meredup penuh emosi. "Kakakku memberikan nyawanya untuk ibumu. Tapi aku... aku akan menghancurkan seluruh dunia, baik duniaku maupun duniamu, jika itu artinya aku bisa menjagamu tetap hidup. Aku tidak peduli pada segel itu. Aku hanya peduli padamu."

Di tengah momen yang menyesakkan itu, cermin di belakang kami tiba-tiba retak. Suara tawa yang jauh lebih berat dan mengerikan dari sebelumnya mengguncang gua.

"Indah sekali... sebuah pengulangan tragedi," sebuah suara berat muncul dari balik kegelapan lorong.

Bukan Prajurit Api, bukan pula hantu penjaga. Itu adalah Raja dari Dunia Seberang—ayah Kaelen sendiri—yang telah berhasil menembus celah segel yang melemah karena emosi Kaelen yang tidak stabil.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!