NovelToon NovelToon
Kurir Nyawa Jangan Buka Paketnya

Kurir Nyawa Jangan Buka Paketnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Horror Thriller-Horror
Popularitas:208
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya langsung aja yuk kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: LEDAKAN DARI DALAM

BAB 22: LEDAKAN DARI DALAM

Tubuh Arga berpijar terang saat ia terjun bebas ke dalam pusat tungku The Grand Conveyor. Sang Administrator berteriak, mencoba meraih kerah jaket Arga dengan tangan bayangannya, namun terlambat. Arga telah menyatu dengan api biru abadi yang menjadi jantung dari seluruh Sektor Pusat.

Di dalam tungku itu, Arga tidak merasa terbakar. Ia justru merasa ditarik oleh jutaan tangan. Itu adalah sisa-sisa energi dari paket-paket yang pernah ia antar selama menjadi kurir nomor 1 hingga 8.

"Kau ingin beban dosa?" bisik Arga di tengah gemuruh api. "Ambil semuanya!"

Arga melepaskan segel pada simbol ∞ di telapak tangannya. Seketika, memori dari ribuan nyawa yang terenggut paksa oleh Gudang mengalir masuk ke dalam tungku. Energi murni dari rasa sakit, rindu, dan penyesalan manusia menjadi beban yang terlalu berat untuk mesin tersebut.

KRETAK!

Dinding tungku mulai retak. Sang Administrator mundur ketakutan saat melihat api biru itu berubah warna menjadi merah darah.

"Tidak mungkin! Mesin ini dibangun dari logika! Rasa sakit manusia tidak seharusnya bisa menghancurkannya!" teriak Sang Administrator.

"Logikamu tidak mengenal cinta seorang ayah yang rela menjadi paket demi anaknya!" balas Arga. Suaranya bergema dari dalam api, terdengar seperti suara ribuan orang sekaligus.

Di kota bawah, kabut hitam pembersihan tiba-tiba berhenti bergerak. Warga Jakarta yang tadinya membeku mulai bisa menggerakkan jari-jari mereka. Di kontrakannya, ibu Arga melihat ke langit dan melihat cahaya merah raksasa meledak di balik awan.

BOOOMMMM!

Gudang Sektor Pusat meledak dari dalam. Ribuan peti mati yang menyusun dindingnya hancur dan jatuh seperti hujan meteor yang menguap sebelum menyentuh tanah. Sang Administrator lenyap tertelan gelombang kejut, kursi kantornya hancur menjadi debu.

Arga merasa jiwanya terkoyak. Namun, tepat sebelum kesadarannya hilang, sebuah tangan yang hangat memegang lengannya.

"Cukup, Nak. Tugasmu selesai."

Arga membuka matanya sedikit. Di tengah kehancuran dimensi itu, ia melihat sosok ayahnya—bukan sebagai bayangan tanpa wajah atau pria penuh luka, melainkan ayahnya yang dulu, mengenakan seragam kerja yang rapi dan tersenyum tulus.

"Ayah?"

"Kau telah memutus mata rantainya, Arga. Gudang ini tidak akan bisa bangkit lagi selama simbol itu tetap ada padamu. Tapi kau harus kembali. Ibumu menunggumu."

Ayah Arga mendorongnya menjauh dari pusat ledakan. Arga terjatuh melewati awan, melewati langit malam yang kini mulai menampakkan bintang-bintang asli, bukan lagi lampu-lampu gudang yang palsu.

Arga mendarat di atap rumahnya dengan suara dentuman keras. Tubuhnya penuh luka, jaket kurirnya hancur berkeping-keping. Simbol di tangannya kini meredup, namun tidak hilang—ia kini berbentuk bekas luka kecil yang melingkar.

Ia turun dari atap dengan sisa tenaga yang ada. Di ruang tamu, ibunya berlari memeluknya. Mereka menangis dalam diam, merayakan kemenangan atas takdir yang selama ini mengikat keluarga mereka.

Namun, saat Arga melihat ke arah jalan depan rumahnya, ia menyadari sesuatu. Dunia tidak kembali sepenuhnya normal.

Di bawah lampu jalan yang remang, berdiri seorang pria muda yang tampak bingung. Pria itu memegang sebuah tas kurir dan melihat ke arah telapak tangannya sendiri yang baru saja muncul angka 1.

Arga menyadari satu hal yang mengerikan: Gudang Sektor Pusat mungkin hancur, tapi Sistem telah menciptakan benih baru di tempat lain. Arga kini bukan lagi kurir, tapi dia adalah satu-satunya orang yang tahu cara menghentikan "kurir-kurir baru" tersebut.

Ponsel Arga yang hancur di lantai tiba-tiba mengeluarkan bunyi notifikasi terakhir.

"Penerima: Arga. Status: PENJAGA GERBANG. Tugas: Pastikan tidak ada paket yang sampai ke tujuan."

Apakah Arga akan memulai hidup baru sebagai pemburu kurir nyawa untuk mencegah sejarah terulang kembali? Dan siapa yang mengirimkan pesan "Penjaga Gerbang" tersebut?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!