NovelToon NovelToon
JALAN MENUJU KEABADIAN

JALAN MENUJU KEABADIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Spiritual / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Mengubah Takdir
Popularitas:33.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu hanyalah seorang anak petani fana dari Desa Qinghe. Hidupnya sederhana membantu di ladang, membaca buku-buku tua, dan memendam mimpi yang dianggap mustahil: menjadi kultivator, manusia yang menentang langit dan mencapai keabadian.
Ketika ia bertanya polos tentang kultivator, ayahnya hanya menegur jalan itu bukan untuk orang seperti mereka.
Namun takdir tidak pernah meminta izin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH.21

Sorakan penonton masih bergema di telinga Shen Yu saat ia berjalan turun dari panggung. Tiba-tiba, sebuah benda hitam melayang dari arah tribun kehormatan, melesat cepat ke arah wajahnya.

Refleks Shen Yu bekerja. Tangannya menyambar benda itu di udara.

Hap.

Itu adalah sepasang sarung tangan hitam tipis yang terbuat dari bahan sutra aneh, dingin saat disentuh namun sangat ulet.

"Bocah," suara berat seorang Tetua bergema di kepalanya (Transmisi Suara). Shen Yu menoleh ke atas dan melihat Tetua Tie (Besi), seorang tetua kekar dari Puncak Penempaan, sedang menatapnya dengan seringai lebar.

"Aku suka nyalimu menerima pukulan itu. Tubuhmu keras, tapi tinjumu kasar. Pakai itu. Namanya Sarung Tangan Sutra Bayangan. Itu bisa meredam kebocoran Qi saat kau memukul, membuat seranganmu sunyi dan tak terdeteksi. Jangan permalukan aku di babak selanjutnya."

Mata Shen Yu berbinar. Ini adalah Harta Karun Roh Tingkat Rendah!

Ia segera memakai sarung tangan itu. Ukurannya menyesuaikan diri secara ajaib dengan tangannya. Saat ia mengepalkan tangan, tidak ada suara gesekan, dan aliran Qi-nya terasa lebih fokus, seolah jarinya menjadi perpanjangan dari meridiannya.

"Terima kasih, Tetua!" Shen Yu membungkuk hormat ke arah tribun.

Di sudut lain, Luo Feng melihat kejadian itu dengan mata merah menyala karena iri. "Dia dapat hadiah lagi... Sampah itu terus mendapatkan keberuntungan yang seharusnya milikku!"

Tangan Luo Feng meraba saku jubahnya, menyentuh sebuah pil merah kecil yang panas.

"Tidak masalah," desisnya. "Keberuntunganmu berakhir sekarang."

Satu Jam Kemudian.

Matahari mulai condong ke barat, memanjangkan bayangan di Arena Batu Kapur.

"Pertandingan Semifinal: Shen Yu VS Luo Feng!"

Sorakan penonton meledak. Ini adalah pertandingan dendam yang ditunggu-tunggu. Gosip tentang konflik mereka di gerbang kota sudah menyebar luas.

Shen Yu melompat ke atas panggung. Sarung tangan hitamnya menyerap cahaya matahari, membuatnya tampak misterius.

Luo Feng naik perlahan. Wajahnya tidak lagi merah karena marah, melainkan pucat pasi dengan urat-urat hitam yang menonjol samar di lehernya. Senyum di wajahnya terlihat gila.

"Akhirnya..." Luo Feng mencabut pedang panjangnya. "Hari ini aku akan memotong tangan kotormu itu, Shen Yu. Aku akan membuktikan pada semua orang, terutama Tetua, bahwa akulah yang pantas diperhatikan!"

Shen Yu memasang kuda-kuda. Su Ling sudah memperingatkannya tentang "sesuatu yang beracun" di dalam tubuh Luo Feng.

"Bicaralah sesukamu, Luo Feng. Tapi pedangmu gemetar," ucap Shen Yu tenang.

"MATI!"

Luo Feng menerjang.

Teknik Pedang: Ombak Membelah!

Tiga sinar pedang biru melesat sekaligus, mengincar leher, dada, dan kaki Shen Yu. Serangan ini jauh lebih cepat dan tajam dibandingkan saat pertemuan pertama mereka. Luo Feng memang telah mencapai Tahap 5.

Shen Yu tidak mundur. Dengan Sarung Tangan Sutra Bayangan, ia merasa percaya diri.

Ia menepis serangan pedang itu dengan punggung tangannya.

Tring! Tring!

Bukan suara benturan keras, melainkan suara denting halus. Sarung tangan itu tidak hanya melindungi kulit bajanya, tapi juga "menggelincirkan" serangan Qi lawan.

Shen Yu menyelinap masuk ke celah pertahanan Luo Feng. Tinju kanannya melesat tanpa suara menuju rusuk Luo Feng.

Buk!

Luo Feng terpental mundur tiga langkah, meringis kesakitan.

"Sialan!" umpat Luo Feng. Ia menyadari satu hal mengerikan secara teknik dan fisik, Shen Yu yang sekarang sudah melampauinya.

Rasa malu yang tak tertahankan membakar akal sehatnya. Ia tidak boleh kalah dari anak petani!

Luo Feng mundur ke pinggir arena. Dengan gerakan cepat, ia memasukkan pil merah itu ke mulutnya dan menelannya.

Pil Pembakar Darah (Terlarang).

DUAR!

Aura Luo Feng meledak. Qi biru air miliknya berubah menjadi merah darah yang mendidih. Tekanan energinya melonjak gila-gilaan.

Tahap 5 Puncak... Tahap 6 Awal... Tahap 6 Puncak!

Matanya memutih sepenuhnya. Pembuluh darah di wajahnya pecah, membuat wajahnya seperti iblis berdarah.

"SHEN YUUU!" raung Luo Feng, suaranya bukan lagi suara manusia.

Para Tetua di tribun berdiri kaget. "Pil Terlarang?! Hentikan pertand—"

Terlambat.

Luo Feng menghilang dari tempatnya.

Cepat! Shen Yu terbelalak.

Sebelum ia sempat bereaksi, sebuah tebasan pedang yang berat menghantam dadanya.

Krak!

Tubuh Shen Yu terlempar seperti layang-layang putus, menabrak pilar batu arena hingga pilar itu retak.

"Uhuk!" Shen Yu memuntahkan darah.

Ia melihat dadanya. Baju zirahnya robek. Kulit bajanya... retak. Luka sayatan dalam melintang di dadanya, memperlihatkan daging merah di balik kulit abu-abunya.

Kekuatannya naik tiga kali lipat! Tubuh Bajaku tidak bisa menahannya!

Luo Feng tidak memberinya napas. Ia melompat tinggi, pedangnya diangkat di atas kepala, membentuk pedang Qi raksasa berwarna merah sepanjang tiga meter.

Pedang Gelombang Darah!

Shen Yu terpojok. Dia tidak bisa lari.

Waktu melambat. Kematian terasa dingin di lehernya.

Giok Retak di dadanya bergetar liar. Gunakan aku! Hisap darahnya! Biarkan aku mengambil alih!

Mata Shen Yu mulai memerah. Godaan itu begitu kuat. Jika ia menggunakan kekuatan iblis Giok, ia bisa menangkap pedang itu dan mengeringkan Luo Feng dalam sedetik.

Tidak! batin Shen Yu menjerit. Kalau aku pakai itu di depan para Tetua, aku akan dibunuh sebagai kultivator iblis!

Ia menekan aura iblisnya paksa. Ia harus menggunakan caranya sendiri.

Shen Yu memusatkan seluruh sisa Qi-nya ke tangan kanannya. Bukan untuk memukul, tapi untuk menangkap.

Saat pedang raksasa itu turun membelah udara, Shen Yu tidak menangkisnya. Ia meluncurkan tubuhnya ke depan, masuk ke dalam jangkauan ayunan pedang, menuju titik buta di pangkal gagang pedang.

Ini bunuh diri. Jika meleset satu mili, ia terbelah dua.

Pedang turun.

Shen Yu mengulurkan tangan kirinya yang bersarung tangan hitam.

Teknik Bayangan: Cengkeraman Ular Mati.

Tangannya menangkap punggung pedang Luo Feng, bukan mata pedangnya, tepat di momen sebelum tebasan itu mencapai momentum penuh.

CRET!

Kulit telapak tangannya robek meski pakai sarung tangan, darah muncrat. Tulang lengan kirinya retak karena menahan beban.

Tapi pedang itu berhenti. Satu inci dari bahunya.

Luo Feng terbelalak kaget dalam kegilaannya. Pedangnya... tertahan?

"Sekarang kau terbuka," bisik Shen Yu, wajahnya di depan wajah Luo Feng, matanya dingin dan tajam.

Tangan kanan Shen Yu, yang bebas, sudah siap di perut Luo Feng.

Ia tidak memukul sekali.

Ia memukul sepuluh kali dalam satu detik.

Tinju Penghancur Batu: Rentetan Gema!

BAM-BAM-BAM-BAM-BAM!

Setiap pukulan mendarat di titik Dantian Luo Feng. Getaran dari pukulan pertama belum selesai, disusul pukulan kedua, ketiga, menciptakan resonansi penghancur di dalam organ dalam lawan.

"GAAAAHHHH!"

Luo Feng memuntahkan darah campur potongan organ dalam. Efek Pil Pembakar Darah dipaksa berhenti karena pusat energinya diguncang hebat.

Aura merahnya padam seketika.

Tubuh Luo Feng terkulai lemas, jatuh berlutut di depan Shen Yu, lalu ambruk ke depan. Pingsan total atau mungkin koma permanen karena efek samping pil dan kerusakan Dantian.

Shen Yu berdiri goyah di atas lawannya. Napasnya memburu, darah menetes dari dada dan lengan kirinya.

Hening.

Lalu, gemuruh tepuk tangan yang memekakkan telinga meledak.

"Luar biasa! Serangan balik di saat kritis!" "Dia mengalahkan pengguna Pil Terlarang!"

Wasit turun dengan wajah pucat, memeriksa Luo Feng, lalu menatap Shen Yu dengan rasa hormat.

"Pemenang... Shen Yu!"

Shen Yu mengangkat tangan kanannya yang gemetar. Ia menang. Bukan sebagai iblis, tapi sebagai petarung.

Di kejauhan, Jin Bo mengusap keringat dingin di dahinya. "Hampir saja..."

Namun, di tribun kehormatan, Tetua Mo tidak tersenyum. Matanya tertuju pada dada Shen Yu yang terluka. Ia melihat sekilas... luka itu menutup sedikit lebih cepat dari yang seharusnya.

"Anak itu..." gumam Tetua Mo. "Ada rahasia lain di tubuhnya."

1
༄⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor
Salsa Cuy
👍🏻🙏🏻
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👍🏻👍🏻👍🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️5️⃣5️⃣5️⃣Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎🏻🙎🏻🙎🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👀👀👀Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😈👿😈Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤜🏻💥🤛🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😡🤬😡Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👻👻👻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👿😈👿Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😯😯😯Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🔜🔜🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎‍♂️🙎‍♂️🙎‍♂️Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😁😁😁Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙄🙄🙄Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🥹🥹🥹Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!