Lira Kanaya, gadis kampung yang mempunyai cita-cita sederhana yaitu membahagiakan sang ibu tercinta. Lira rela meninggalkan ibunya seorang diri di kampung demi merantau ke Jakarta hanya untuk membantu perekonomian keluarga. Hidup hanya berdua dengan sang ibu yang sudah sakit-sakitan, membuat Lira harus lebih bekerja keras membanting tulang untuk bisa bertahan hidup.
Lira berpikir, dengan merantau ke Jakarta ia bisa membantu ibunya sekaligus mencapai cita-citanya yang tertunda. Namun sayang, semua tak seperti apa yang diharapkan.
Pertemuannya dengan pria baru baya yang ditolongnya ketika mengalami kecelakaan, mengantarkannya pada gerbang pernikahan yang menguras air mata. Lira terpaksa menerima perjodohan dengan anak pria paruh baya yang ia tolongnya demi sang ibu tercinta yang sedang terbaring lemah di rumah sakit dan sedang membutuhkan biaya besar.
Perlahan tapi pasti, seiring berjalannya waktu akhirnya cinta tumbuh di hati Lira. Meski selalu mendapat perlakuan buruk dari sang suami, tak membuat cinta Lira pudar. Entah apa yang membuat Lira bisa jatuh cinta pada lelaki yang sudah membuat hidupnya menderita. Namun, tidak dengan Reza Mahardika yang justru merasa puas ketika melihat Lira menderita.
Akan aku buat hidupmu seperti di neraka, hingga kau lupa bagaimana rasanya hidup bahagia.
Reza Mahardika
Jika penderitaan ku dapat membuatmu bahagia, maka lakukanlah. Aku akan ikhlas.
Namun ingatlah, bahwa aku hanyalah wanita biasa yang hidup di akhir zaman yang punya batas kesabaran.
Lira Kanaya.
Akankah cinta Lira terbalas?
Daripada penasaran, yuk lanjut baca.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ramla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan Up
Bismillah....
Terima kasih banyak kepada teman-teman yang sudah bersedia menyempatkan waktu untuk membaca karya saya yang terbilang masih sangat baru dalam dunia menulis.
Di sini saya ingin menyampaikan alasan dalam menuliskan kata Salam yang biasa kita temui dalam penulisan sehari-hari.
Jika teman-teman bertanya kenapa dalam melusikan kata Assalamu'alaykum saya menggunakan huruf 'ya' bukan 'i' ? itu karena saya mengikuti penulisan bahasa Arab di mana penulisan Assalamu'alaykum itu menggunakan huruf "YA". Mungkin ketika teman-teman membaca tulisan saya lalu merasa itu salah, maka saya minta maaf.
Sekali lagi saya ucapkan banyak-banyak terima kasih atas apresiasi yang teman-teman berikan kepada saya, baik itu dalam bentuk LIKE, KOMEN, maupun VOTE. Karena setiap jempol yang kalian berikan, itu sangat berarti untuk saya. Semoga Allah membalas kebaikan kalian dengan semua. Aamiin.
Terima kasih
Salam hangat untuk teman-teman semua dari author pemula...hehe