Renita Rakhwati Putri, Gadis yang sudah siap menikah, namun tak kunjung ada laki-laki yang datang kepada nya. Hingga akhirnya, adiknya yang telah memiliki pasangan berniat untuk menikah muda.
Namun niat adik nya terhalang restu sang ayah. Karena ayah dari Renita masih percaya hal-hal kuno, dan menganggap adik yang menikah melangkahi kakak nya adalah suatu aib yang sangat memalukan dan melanggar adat.
Renita akhirnya di paksa menikah secepat nya, karena laki-laki calon suami sang adik sudah tidak mau menunggu lama lagi. Renita harus berkorban menikah cepat dan kilat demi sang adik.
Cerita lengkapnya akan temen-temen baca di naskah novel Ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noktafia Diana Citra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
Dua Minggu sudah aku kabur dari rumah. Sungguh hatiku hancur. Kenapa tidak ada satupun orang rumah yang mencari ku ?. Bahkan tidak ada satupun keluarga yang mengkhawatirkan ku ?. Apa sebegitu tidak berharga nya kah aku bagi mereka ?. Mas Andre juga sangat sibuk dengan pekerjaannya di Jakarta. Meskipun dia selalu berusaha meluangkan waktu untukku walau tak banyak.
" Renita, Andre datang...!! ".
Tiba-tiba suara pintu kamarku diketuk, dan aku langsung beranjak dari kasur setelah mendengar ucapan mbak Indah barusan, bahwa mas Andre datang menemuiku. Aku sudah sangat rindu padanya. Aku disini sangat kesepian. Aku bergegas merapihkan rambutku yang berantakan, dan segera menuju ke depan rumah.
" Maasss....!! Mas Andreee..., Ahh, aku sangat rindu mas. Kamu kenapa baru bisa jengukin aku kesini. Kamu jahat... hiks... hiks.. hiks.. ".
Aku langsung menghambur dalam pelukan mas Andre. Aku layaknya anak kecil yang baru saja di tinggal oleh emaknya. Aku benar-benar sangat rindu pada mas Andre. Selama dua minggu, aku baru bisa bertemu lagi dengannya. Sejujurnya aku sangat kesal padanya.
" Ma-maaf sayang. Mas baru ada waktu untuk menjemput kamu".
" Se-sebentar mas, apa tadi Zaskia tidak salah dengar ?, menjemput aku ?. Itu artinya, aku tidak harus tinggal di sini lagi mas ?".
" Iya sayang, kita akan pulang ke Jakarta. Ada sesuatu yang harus kamu ketahui. Sekarang kamu kemas-kemas baju dulu. Sekaligus kita pamit dengan Mbak Indah yah".
" Se-sesuatu apakah itu mas ?".
" Nanti kita bicarakan setelah kamu selesai packing barang-barang kamu. Cepat sana, kemasi semua barang-barang nya".
" I-iya mas, tunggu ya mas. Zaskia akan secepatnya mengemasi barang-barang Zaskia".
Aku sangat bahagia, akhirnya aku tidak harus tinggal di daerah terpencil nan sepi lagi. Aku rindu Jakarta. Aku sangat bersemangat dan mempercepat gerak ku dalam mengemasi barang-barang milikku. Hanya butuh waktu 15 menit. Semua barang-barang ku sudah rapih dan siap untuk dibawa pulang.
" Ma-mas Andre. Zaskia sudah selesai mengemasi barang-barang Zaskia. Mbak Indah kemana ?".
" Mbak Indah sedang didapur. Sedang membuatkan minuman untuk kita. Mana barang-barang nya ?, biar mas masukan dulu kedalam mobil".
" Ini, ini, dan ini mas ".
Ucapku sambil menunjukkan beberapa kardus dan tas yang ada di dekatku. Aku melihat mas Andre beranjak dari tempat duduk nya dan segera mengangkat semua barang-barang milikku hanya dalam satu jalan saja. Dia seperti laki-laki yang kuat, bisa membawa barang yang bagiku berat hanya dalam sekali bawa saja. Mas Andre juga terlihat sangat semangat. Aku jadi penasaran, apa sebenarnya yang harus aku ketahui ?. Ada apa ?. Kenapa wajah mas Andre begitu sangat serius.
" Udah dipacking semua Zaskia ?".
" Su-sudah mbak Indah".
Aku tergugup mengetahui kedatang mba Indah dari arah dapur. Karena sedari tadi memang asyik melamun. Aku melihat mba Indah meletakkan tiga gelas teh manis panas, dan beberapa biskuit ringan. Aku kemudian menghampiri mbak Indah yang duduk di kursi, sambil menunggu mas Andre menyelesaikan packing barang-barang ku di bagasi mobil.
" Mbak, terimakasih banyak yah. Sudah hampir setengah bulan ini, Zaskia merepotkan mbak Indah di sini. Zaskia minta maaf kalo ada salah kata dan perbuatan pada mbak Indah".
" Santai aja, aku malah seneng kok. Jadi ada temannya disini. Tidak sendirian lagi. Kenapa mendadak pulang ke Jakarta ?. Apa kamu sudah dapat kabar, kalau orang tua kamu merestui kamu untuk menikah dengan Andre ?".
Aku hanya menggelengkan kepalaku. Aku tidak mendapatkan kabar apapun dari keluarga ku. Bahkan, untuk restu. Entahlah, aku sendiri merasa frustasi. Kenapa restu tidak juga turun padaku dan mas Andre.
" Lalu ada apa ?!. Kenapa tiba-tiba Andre menjemput mu dari sinar Zaskia ?".
" Zaskia juga tidak tahu mbak. Mas Andre tidak mengabari Zaskia sebelumnya kalau dia akan datang kemari dan sekaligus menjemput Zaskia dari sini".
" Kenapa jadi mencurigakan begini yah. Hmmm... yasudah, mbak Indah hanya bisa mendoakan yang terbaik saja".
" Zaskia juga tidak mengerti mbak. Mas Andre hanya bilang, kalau ada sesuatu hal yang harus Zaskia ketahui. Dan Zaskia juga bingung itu tentang apa?!".
" Oh yasudah, itu Andre sedang berjalan kemari ".
Aku melirik kearah jendela sesaat setelah mbak Indah memberi isyarat bahwa mas Andre sudah selesai mempacking barang-barang ku di mobil.
" Kamu sudah pamit pada mbak Indah ?".
Aku melihat mas Andre yang langsung bertanya padaku begitu memasuki ruang tamu, dan duduk sambil menyeruput teh hangat yang dibuatkan mbak indah untuknya.
" Su-sudah mas. Zaskia sudah pamit dengan Mbak Indah".
" Bagus, ayok sekarang kita berangkat".
" Kenapa buru-buru mas ?".
" Sudah, kamu nurut saja. Jangan banyak bertanya. Oh ya, mbak aku pamit dulu. Terimakasih dan maaf sudah merepotkan".
" Iya sama-sama Ndre. Hati-hati dijalan".
Mas Andre berdiri dari tempat duduknya dan menggandeng tanganku erat. Dia berjalan sambil setengah menyeret diriku. Tanganku ditarik dengan sangat keras oleh nya. Ini kali pertama aku di perlakukan kasar oleh nya. Sejujurnya aku sangat kaget dengan sikap mas Andre barusan. Ada apa ?, apa yang terjadi ?. Apa dia sedang ada masalah dengan pekerjaan nya ?, hingga denganku pun dia selalu terbawa emosi ?. Aku tidak berani bertanya, yang ada aku hanya diam dan memasuki mobil mas Andre. Mas Andre mengemudikan mobilnya lumayan kencang. Dia seperti orang yang sangat terburu-buru. Dan lagi-lagi aku hanya diam saja.
" Sayang..?!".
" Hemm..".
" Kamu marah padaku ?".
" Tidak !".
" Maaf ya, kalau tadi aku menarik agak kencang tangan kamu. Tadi aku emang benar-benar buru-buru".
" Iya ngga papa kok. Lalu apa yang harus aku ketahui mas ?".
" Sebelumnya, apa kamu tidak mendapatkan kabar ?, kalau kakakmu Renita sudah menikah ?!".
" A-apaaa !!!. Kak Renita menikah !!!. Ngga mungkin !!, bagaimana bisa kak Renita menikah mas ?!. Kak Renita bahkan tidak dekat dengan laki-laki manapun !!, lebih tepatnya tidak ada laki-laki yang mau dengan kak Renita !!".
" Tenang Zaskia !, faktanya memang Renita sudah menikah dengan seorang dokter tiga hari yang lalu !".
" Apaaa....!!, suami kak Renita seorang dokter ?!, ini tidak mungkin mas Andre !!. Mana mungkin ada dokter yang mau dengan kak Renita !!".
" Iya Zaskia".
" Baguslah, itu artinya sebentar lagi kita akan menikah kan mas ?, sebentar lagi ayah akan memberikan restu untuk kita ?".
Aku sejujurnya sangat kaget mendengar berita bahwa kak Renita sudah menikah. Aku juga marah, kenapa tidak ada satupun keluarga yang memberikan informasi itu. Dan yang membuatku tidak habis pikir, kak Renita bisa mendapatkan seorang suami dokter. Padahal kak Renita termasuk perempuan yang tertutup, dan sangat cuek dengan penampilan nya. Akhirnya, sebentar lagi aku akan menikah dengan mas Andre. Ayah pasti akan merestui hubungan ku dengan mas Andre. Aku sangat bahagia rasanya.
" Mas Andre ?!. Kenapa mas diam saja ?!. Apa mas tidak senang kalau ayah sebentar lagi akan memberikan restu pada kita ?!".
Aku kesal melihat wajah mas Andre yang datar dan tidak mengekspresikan rasa bahagianya karena sebentar lagi akan bisa menikah denganku.
" Oh, i-iya sayang. Mas senang kok. Maaf mas melamun. Tadi sedang fokus menyetir".
" Ya, terserah ".
" Jangan marah dong, mas seneng kok akan menikah denganmu. Sudah jangan marah ya".
" Ya".
" Kamu mau langsung pulang kerumah kamu, atau gimana ?!".
" Terserah ".
" Ayo dong Zaskia. Jangan terserah-terserah terus. Mas bingung. Yasudah kamu mas bawa ke hotel saja".
" Apa ?!. Ngapain ke hotel !!".
" Kamu di hotel sendirian, bukan sama mas. Nanti mas balik rumah. Besok nya baru pulang kerumah kamu".
" Oh, yasudah".
Mas Andre makin dingin padaku. Aku ngambek, dia malah diam saja. Sepanjang jalan aku dan dia hanya diam. Tidak ada pembicaraan apapun. Aku kesal dengan sifat dia yang seperti ini. Andai saja aku tidak sangat mencintai nya, aku sudah meninggalkan dia sejak dulu.
Pukul 02:00 malam, aku sampai di penginapan. Sedang mas Andre pulang kerumah nya sendiri. Besok aku harus menyiapkan mental untuk pulang dan bertemu dengan keluarga. Ya, aku harus bisa dan harus mampu. Baik buruknya aku akan terima. Yang terpenting ayah akan merestui ku dan mas Andre untuk menikah. Karena sudah tidak ada lagi penghalang yang bisa menghalangiku untuk menikah dengan mas Andre. Penghalang satu-satunya kak Renita sudah menikah. Aku dan mas Andre sudah aman.
Belum apa" banyak bawangnya 😭
sukses
semangat