NovelToon NovelToon
Kembali Ke Akhir Dunia

Kembali Ke Akhir Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Ruang Ajaib
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Serigala Kecil

Gugur dalam sebuah pemberontakan tepat di hari pelantikannya sebagai jenderal, Ellenoir malah kembali ke dunia aslinya, dunia yang sudah hancur. Dengan membawa pedang dan tekad, Elle bersumpah akan melawan kejahatan dan zombie.

Meski perjalanan panjang dan berdarah menanti, Elle siap menghadapinya, sebab Elle tidak sendirian. Disamping orang kepercayaannya, ia bertemu seseorang yang membuat hatinya berdebar. Tapi fakta yang disembunyikan oleh laki-laki ini, mampu membuat Elle kehilangan kendali atas dirinya. Sebab dialah yang bertanggungjawab atas situasi dan kondisi di dunia tersebut.

Bagaimana Elle mengatasi tantangan atas rasa sakit, dan perjuangan secara bersamaan? Mampukah ia pada akhirnya sampai ke garis akhir atas perjuangannya, atau justru mati digerus kejinya akhir dunia?

Yuk ikuti terus ceritanya ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serigala Kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terbongkar

**

Pada saat ini, Sasa mengernyitkan dahinya. Menatap Elle dengan bingung, tapi Elle tahu akan kebingungannya jadi ia mengedip pada Sasa. Membuat Sasa makin bingung.

"Kakak ada apa dengan matamu?" Tanya Sasa mengerutkan dahinya. "Matamu sakit? Tapi aku tidak menemukan luka apapun. Apakah kemampuanku hilang? Oh tidak, apakah aku tidak akan bisa membantu lagi?" Lanjutnya bertanya dengan kedua mata berkaca-kaca, hampir menangis. Membuat Luca tertegun. Dan Elle gelagapan ditempat.

"Periksa lukaku." Ucapnya kemudian mengulurkan tangan yang menganggur pada Sasa. Dengan kedua mata berair, Sasa akhirnya mencoba memeriksa Luca.

Kini, wajahnya berseri. Kembali tenang. "Cahaya putih samar masuk ke dalam tubuh Luca membuat Luca merasa nyaman. Ketidaknyamanan akibat terlalu banyak memaksakan diri dan menggunakan energi secara berlebih perlahan sembuh. Meski tidak sepenuhnya, tetapi masih sangat nyaman terasa.

"Oh, kakak Luc, lukamu lumayan parah. Eh tidak benar, aku bisa menemukannya, kok!" Ucap Sasa bingung, kemudian menatap Luca dan Elle bergantian dengan wajah polosnya.

Akhirnya setelah pemeriksaan selesai, Luca mengusir semua orang dari hummer dan sekitarnya kecuali Elle, yang dibawa masuk ke dalam hummer dengan raut dingin. Membuat Elle gelagapan, ia jelas menahan kesal kan? Pikirnya, dengan niat melarikan diri yang kuat.

"Luca a-aku ingin ke kamar mandi, biarkan aku keluar sebentar. Oke? Ayo cepat, lepaskan sebentar." Ucap Elle dengan gugup. Membuat anjing kecil dipelukannya juga merasakannya, alhasil dia melompat kabur dari pelukannya meninggalkan Elle yang menatapnya dengan penyesalan dan kekesalan.

Yang lain mundur, menjauh dari Hummer dengan perasaan yang tidak jelas. Tapi tetap mundur sesuai perintah Luca, bahkan Darrion memaksa ingin menemui kakaknya tapi ditahan oleh Sam dan Paman Jergh, dan berkata bahwa Luca akan membantu menyembuhkan Elle untuk menenangkannya.

Jadi ketika semua sudah pergi, dan kedua sejoli ini sudah masuk ke dalam hummer, Elle mulai terbatuk kecil untuk meredakan kegugupannya. Raut datar dibalut kedinginan itu, ditambah kedua mata yang menatapnya dengan tajam benar-benar membuatnya merasa ia yang seekor kelinci putih kecil sedang diawasi oleh serigala besar. Hiiii menakutkan, pikirnya.

"A-apa yang kau--" Ucapan gugupnya terhenti ketika Luca meraih helaian rambut yang menutupi wajahnya, mengaitkannya ke telinga. Elle tertegun, menatapnya dengan bingung.

"Aku bersyukur kau baik-baik saja, tapi..." Ucap Luca kemudian tersenyum, yang dimata Elle senyum itu menyeramkan!

"A-apa?" Tanya Elle memberanikan diri.

"Kau berpura-pura kesakitan begitu, seru kah?" Tanyanya dengan penekanan disetiap kata.

"A-aku tidak--hmmph!" Elle membuka kedua matanya lebar, terkejut dengan langkah selanjutnya yang diambil Luca.

Tangan besarnya menahan tengkuk Elle, mendorongnya maju bersamaan dengannya yang juga memajukan kepala. Luca menciumnya. Kejadiannya terlalu cepat, Elle bahkan tidak sempat bereaksi!

Setelah beberapa saat, Elle dilepaskan. Nafasnya tersengal hebat. "K-au mau membunuhku!" Pekiknya tertahan dengan mata memelototinya. "Itu tidak sopan! Kau bajingan mesum!" Pekiknya marah.

"Elle!" Pekik Luca menghentikan kemarahan Elle.

"Apa?!" Tanyanya tak kalah.

Keduanya saling menatap dengan tatapan mata tajam. Diwajah keduanya dipenuhi marah dan kesal. Selama beberapa saat dalam posisi tersebut, tidak ada yang mau mengalah sampai akhirnya Luca membuang muka.

Ia membawa Elle kedalam pelukannya. "Jangan begitu, aku tidak tahu apa yang terjadi padaku, tapi aku sangat takut kau pergi." Bisiknya. "Maaf untuk perilaku impulsifku barusan, aku tidak bermaksud begitu." Lanjutnya dengan lembut.

Membuat Elle yang berniat ingin memberontak keluar dari pelukannya kini mengurungkan niatnya. Perasaan bersalah menyeruak dari hatinya. Akting menyedihkan tadi memang agak keterlaluan, apalagi dengan keadaannya yang sedang terluka. Sasa bilang lukanya lumayan parah, dan Elle masalah memanfaatkan kesempatan. Ini memang tidak baik, pikirnya.

"A-aku-"

"Jangan bicara, tidak apa-apa. Aku lega kau baik-baik saja." Ucap Luca, perasaannya mengalahkan amarahnya.

Elle terdiam, membiarkan dirinya dipeluk Luca. Sampai beberapa saat kemudian Luca melepaskan pelukannya. Menatap Elle yang bersikap baik, iapun menatapnya dengan tenang. "Boleh tidak cium lagi?" Tanya Luca polos.

Elle melotot, tangannya yang tidak dipegang Luca terangkat memukulnya. "Kau bajingan!" Pekiknya marah. "Aku tidak akan membiarkanmu!" Lanjutnya kemudian memasuki ruangan dengan marah, tidak peduli jika Luca melihatnya menghilang dari hadapannya.

"Ah, seharusnya aku pergi saja dari awal. Kalau begitu kan si Luca Luca itu tidak akan bisa mengambil kesempatan! Cih! Menyebalkan! Tapi, bibirnya lumayan--"

"Ekhem!"

"AH?!" Teriak Elle terkejut, kedua matanya melotot lebar. Hampir keluar, seolah ia dikejutkan oleh hantu. Kemudian Elle berubah panik. "KENAPA KAU BISA IKUT MASUK?!" Teriaknya menatap Luca dengan ngeri.

Luca juga tidak tahu, ia sama terkejutnya dengannya. Inikan bukan tempatnya, jadi seharusnya Elle lah yang lebih tahu. Keterkejutannya terus datang, apalagi ketika ia mulai melihat sekitar. Benar-benar membuat takjub.

"Dimana ini?" Tanya Luca dengan hati-hati.

"AHHHH! KELUAR, AYO KELUAR!" Teriak Elle tidak tahan lagi. Kemudian membawanya kembali keluar. Ia bahkan tidak repot-repot menjelaskannya. Oh ayolah, ia memasuki ruang untuk melarikan diri dari serigala besar yang mengintainya. Tapi serigala ini malah mengikutinya, yang benar saja! Pikir Elle frustasi.

Begitu kembali ke hummer, Luca terbatuk canggung. "Jadi, itu tempat yang kau kunjungi setiap kali menghilang?" Tanyanya.

"Apa maksudmu dengan setiap kali?" Tanya Elle tak paham.

"Yah, radarku menangkap semua energi kehidupan setiap orang termasuk kau. Dan setiap kali, energi kehidupanmu beberapa kali menghilang. Aku tahu sejak awal, hanya tidak bertanya saja. Tapi akhirnya tahu, terimakasih sudah mempercayaiku dengan membawaku kesana." Ucapnya seraya tersenyum tipis.

Elle memelototinya. "Percaya matamu! Aku bahkan tidak tahu kau bisa ikut masuk!" Desisnya kesal.

"Sekarang, jelaskan tempat apa itu?!" Ucap Luca mulai mengintimidasi.

"Jangan harap!" Balas Elle menatapnya dengan tajam.

"Oh? Tidak mau memberitahu?" Tanyanya dengan sudut bibir terangkat setelahnya.

"A-aku, mundur! Mundur! Jangan maju lagi, aku akan menjelaskannya!" Pekiknya tertahan, merasa frustasi. Orang besar ini, seharusnya ia tidak membawanya sejak awal, benar-benar bencana! Teriak Elle berlanjut dalam hatinya.

Luca tersenyum kecil kemudian mengangguk dan mempersilahkan Elle menjelaskan. Membuat Elle mendengus kesal sebelum akhirnya menjelaskan satu persatu.

"Jadi kesimpulannya, itu adalah sebuah ruang. Sub-ruang, kekuatan supernatural yang langka. Berguna dan tidak berguna bagi setiap orang di masa awal kiamat ini. Tapi ruangku berbeda dengan yang lain, yang ini lebih spesial. Kau juga melihat apa yang membuatnya spesial." Jelas Elle dengan malas.

"Itu sebuah dunia kecil!" Ucap Luca. Membuat Elle menganggukkan kepalanya. "Benar." Balasnya.

"Tapi, kau bilang tadi bibirku lumayan, kau mau mencob--"

"Ahhhh!!! Pergi! Pergi!" Teriaknya dengan wajah memerah, kemudian kali ini benar-benar pergi memasuki ruangan sendirian. Sungguh memalukan, dia ternyata mendengarnya! Pikir Elle. Sedangkan Luca yang ditinggalkan sendirian di hummer terkekeh melihat tingkahnya.

**

1
Windy Hapsarini
akhirnya Luca bertindak,so sweet 😍😍😍🥰🥰 lanjut Thor n semangat n sehat selalu ✊✊✊🥰🥰🥰
Windy Hapsarini
Elle klw suka ngomong,entar diambil zombie nangis bombai de'.. semangat Thor 🥰🥰🥰
Douyin Rndm FP
Bagus
azka aldric Pratama
hadir 😁
Windy Hapsarini
lanjut Thor 🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!