NovelToon NovelToon
Saldo Rekening Pacarku

Saldo Rekening Pacarku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:660.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: KOHAPU

Memiliki pacar kaya merupakan impianku. Mengejar cinta pria kaya, walaupun hanya Om-om gemuk. Ada alasan tersendiri mengapa aku melakukannya, hanya untuk merebut perhatian ayahku dari tiga saudaraku yang berhasil memiliki kekasih direktur, dokter dan pilot.

*
Plak!

Satu tamparan mendarat di pipiku, terasa kebas."Dasar pelakor!" teriak seorang wanita paruh baya. Aku yang salah karena menyangka suaminya seorang duda, pria tua gemuk yang menipuku.

Hingga pertolongan itu datang. Tetangga kostku yang paling miskin dan pelit. Seorang pemuda dengan celana pendek dan kaos kutangnya.

"Pelakor?Dia bukan pelakor, kami sudah lama menikah,"dustanya. Pemuda yang hanya tersenyum merangkul bahuku.

"Aku minta makan"

"Aku pinjam uang"

"Boleh pinjam komputer?Aku lupa beli pulsa listrik!"

Benar-benar makhluk pengiritan sejati. Hingga pada malam gelap dia berkata.

"Aku meminta anak darimu,"

Satu yang tidak aku ketahui manusia pengiritan ini, adalah konglomerat irit, posesif yang akan menjeratku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Matre

Pada akhirnya pemuda itu keluar kali ini tidak menggunakan handuk saja seperti biasanya. Raka masih mengenakan pakaiannya tadi, rambut dan kulitnya sedikit basah pertanda pemuda itu benar-benar menumpang mandi.

Fujiko mengenyitkan keningnya."Tumben langsung pakai baju," gumamnya. Terbiasa dengan Raka yang sembarangan berkeliaran di kamarnya hanya dengan handuk di pinggang.

"Ada wanita disini." Hanya itulah jawabannya menghela napas kasar, melirik ke arah Fumiko, kakak dari sahabatnya.

"Memang aku bukan wanita?" tanya Fujiko tertawa.

"Kamu berbeda dengan wanita lainnya," jawaban Raka tersenyum mengedipkan sebelah matanya, lalu berjalan keluar kamar.

Mata Fujiko menatap Raka tanpa berkedip, sesekali tersenyum tidak jelas. Kesal? Tentu saja, ingin rasanya Fumiko membanting adiknya.

"Ingat! Kalian hanya sahabat! Jangan jatuh cinta padanya! Masa depanmu akan penuh perjuangan jika hidup bersamanya!" tegas Fumiko.

"I...iya! Siapa yang menyukainya..." Fujiko gelagapan.

*

Sementara Raka berjalan menuju kamarnya, mengganti pakaiannya. Sang pemuda yang hanya terdiam, masih ragu hingga saat ini apa Fujiko mencintainya? Mungkin tidak, perasaan yang hanya tumbuh sebagai sahabat. Menyandarkan tubuhnya di pintu kamar yang tertutup.

Cinta merupakan hal yang rumit. Walau mengatakan identitas aslinya, Fujiko tetap tidak akan mencintainya, karena hubungan persahabatan yang mengikat. Bibirnya berusaha tersenyum, namun entah kenapa air matanya mengalir.

Seorang pemuda yang tidak pernah jatuh cinta pada akhirnya takluk oleh sahabatnya sendiri.

Apa berciuman berarti cinta? Apa berpelukan juga? Raka mulai berbaring menatap ke arah langit-langit kamar. Jika sentuhan fisik adalah cinta, siapakah yang dicintai wanita penghibur? Wanita penghibur tentu juga punya hati bukan? Tidak, itu bisa jadi bukan sebuah cinta, hanya napsu.

Sebuah tembok bernama persahabatan ada antara dirinya dan Fujiko. Berusaha tersenyum entah apa yang ada di fikirannya saat ini.

"Lebih baik aku menulis adegan sedih, agar moodku lebih baik!" gumamnya menjalankan hobi sampingannya sebagai ghost writer horor misteri tidak terkenal.

*

Pagi ini seperti biasa dirinya sarapan di kamar Fujiko. Tapi ada yang aneh, tidak ada angin tidak ada hujan, Evi membawa nugget untuk mereka. Katanya semua amal kebaikan pasti akan ada balasannya.

Kata-kata yang sejatinya tidak dimengerti oleh sepasang sahabat. Apalagi Evi yang sekarang bahkan sering memuji kecantikan Fujiko tanpa mengatakan atau menyindir tentang persahabatan yang melebihi panasnya pasangan suami-istri.

Itu belum seberapa, gadis itu mencuci sepeda Raka, mengatakan ini tanda terimakasih sebagai sahabat. Benar-benar aneh, apa orang itu sudah tidak waras?

Sejatinya uang yang berkuasa, setelah lulus kuliah nanti, akan sulit mencari pekerjaan. Saat itulah koneksi keluarga kaya sangat berperan, sesuatu yang disadari oleh Evi yang selalu menatap ke depan.

"Ayam kemarin sudah kamu simpan di kulkas? Hari ini kita sarapan nugget." Ucap Raka penuh senyuman, menyajikan sarapan untuk mereka berdua.

Pemuda yang duduk bersila makan dengan lahap. Sedangkan Fujiko mengaduk-aduk nasinya."Besok kita tidak akan makan bersama. Aku akan pulang ke rumah ayah selama tiga hari, nanti siang aku berangkat,"

Raka hanya tersenyum."Aku sudah beli sabun dan shampo, tidak apa-apa."

"Terkadang aku hanya berfikir, jika aku menikah nanti bagaimana denganmu. Kata kakakku dia akan mencarikan jodoh untukku. Aku---" Fujiko tertunduk entah kenapa hatinya terasa sakit. Teman? Apa benar hanya sekedar teman?

Raka tertunduk, berusaha menerima kenyataan dirinya hanya sekedar teman."Tidak apa-apa jangan cemaskan aku. Yang terpenting kamu bahagia. Jika pria itu berselingkuh tendang saja alat berkembang biaknya," candaannya berusaha membuat Fujiko tersenyum.

"Ingat! Aku akan membelamu! Jika dia menyakitimu katakan padaku. Menghajarnya untukmu, aku akan selalu menunggumu pulang," ucapnya makan penuh senyuman.

Untuk pertama kalinya Fujiko makan sambil menangis, seolah-olah inilah makanan terakhirnya bersama Raka, seorang sahabat yang menemaninya satu tahun ini.

"Kenapa menangis? Seperti ada yang mati saja!? Kamu hanya meninggalkanku selama tiga hari! Aku tidak akan mati kelaparan!" ucap Raka memukul kepala Fujiko menggunakan sendok.

"Dasar dedemit! Masak memakai berasku, sayuranku, tempeku! Tapi kepalaku malah dipukul!" bentak Fujiko, melupakan rasa sedihnya.

"Kamu kan pergi selama 3 hari, lalu baru mendapatkan uang dari Tita. Bisa kamu pinjamkan 100.000 kalau sudah gajian aku kembalikan," Raka tersenyum, senyuman yang terlihat tanpa dosa.

"Uang Tita milikmu. Jadi, aku transfer saja semuanya. Berapa nomor rekeningmu?" tanya Fujiko meraih phonecellnya.

"Itu milikmu, gunakan untuk membeli gaun yang cantik, jangan biarkan ada yang merendahkanmu." Ucap Raka, tiba-tiba saja Fujiko memeluk tubuhnya.

"Terimakasih!" Hanya itulah kata-kata dari Fujiko.

"Aku benar-benar bodoh, merelakan uang untukmu berselingkuh," batin Raka membalas pelukan Fujiko penuh senyuman.

"Jika ingin pergi jangan lupa pinjamkan uang 100.000. Satu lagi, sisa ayam panggangnya untukku ya? Aku akan jual lagi," ucapnya mengingat masih ada dua ekor ayam panggang utuh tidak tersentuh di lemari es.

Fujiko mengenyitkan keningnya."Jika pelit begini kapan kamu punya pacar!?"

*

Sudah lama dirinya tidak pulang. Hanya pulang saat hari raya saja, walaupun jarak rumah ayahnya tidak terlalu jauh. Pada akhirnya dirinya pulang juga, rumah dengan pohon mangga di halamannya, disanalah dirinya dibesarkan.

Rumah itu sudah banyak mengalami perubahan. Dirinya dan ketiga kakaknya mengumpulkan uang untuk renovasinya. Bukan hasil dari meminta dari pacar masing-masing, tapi memang dari tabungan pribadi.

Tidak ada yang boros diantara mereka, Rosita bekerja sebagai sales rokok, Fumiko karyawati dengan gaji rendah, sedangkan Tari bekerja di cafetaria rumah sakit. Jujur saja dengan penampilan mereka yang cantik alami walaupun tanpa perawatan mahal, mereka dapat memeras pria kaya dengan mudah. Tapi tidak mereka lakukan, hanya cukup mencari satu pacar mapan, untuk dijadikan calon suami.

Bersamaan dengan gadis itu turun dari motor, motor sang ayah juga terparkir. Seorang pria berkulit putih, wajahnya begitu tenang salah satu giginya terbuat dari emas, hadiah dari pacar Fumiko.

Mata Fujiko melirik ada sebuah mobil disana, entah milik siapa. Sang ayah tiba-tiba memeluk putrinya."Kenapa kamu merantau, ayah bilang sudah cukup jika bantu ayah di toko!"

"Cari pengalaman ayah," Fujiko membalas pelukan ayahnya. "Itu mobil siapa?"

Firman melepaskan pelukannya."Itu mobil ayah, pacar Rosita yang memberikannya. Katanya karena Rosita tidak mau menerimanya makanya diberikan untuk ayah. Sebenarnya ayah tidak mau terima, tapi mau bagaimana lagi, katanya adanya mobil ini untuk mengikat Rosita karena banyak yang mengejarnya. Duda memang lebih posesif, maklumi saja,"

Inilah yang membuat Fujiko tambah bertekad untuk mencari pria kaya. Dirinya merasa satu-satunya yang tidak dapat membawa menantu berbakti. Sebenarnya sang ayah tidak masalah asalkan pria bertanggung jawab dan menyayangi putrinya. Tapi tetap saja, keempat anak gadis itu begitu menyayangi ayah mereka.

Beberapa tetangga yang lewat mulai mengintip, rumah terbagus di kawasan itu. Ingin mengetahui siapa yang akan menjadi pacar Fujiko mengingat ke-tiga kakaknya memiliki pacar mapan.

"Matre, mereka mana mau sama anak saya," cibir salah satu tetangga.

"Iya, ingat Rusli tidak? Yang jadi guru, langsung ditolak mentah-mentah oleh Tari (anak ketiga, kakak Fujiko). Katanya kalau punya gaji diatas lima jutaan baru datang lagi! Mentang-mentang cantik sombong! Palingan juga jual diri." Sindir ibu-ibu lainnya.

"Benar, sombongnya amit-amit. Mending saya jodohkan anak saya dengan anak Bu Maimunah, walaupun tidak cantik, tapi langsung mau sama anak saya tanpa lihat penghasilannya." Ucap ibu-ibu yang baru datang.

"Anak ibu Maimunah bukannya janda yang ditinggal selingkuh suaminya ya? Lagian anak ibu kan baru training kerja. Mau menikah gaji masih 1,2 juta? Memang cukup untuk makan anak istri!?" tanya tetangga lain yang numpang lewat.

1
awesome moment
valentino di judul yg mana? absurditias pasangan raka fujiko yg tiada ending
awesome moment
skrg tita sdh tau rasanya kn?
awesome moment
😄😄😄😄😄😄😄😄
awesome moment
fujiko bermartabat. tu lah alasan raka menjaganya. bukan kek kamu, Tita. uyg tanpa berpikir buka ****ng******** lebar2.
awesome moment
sll tajam keluar
awesome moment
😄🤭😄🤭😄
awesome moment
fujiko tpt sasaran
awesome moment
fujiko patut ditiru n realistisnya
awesome moment
raka dunk..dia lbh👍👍👍👍meski kikirnya di luar BMKG
awesome moment
mo ngapain n mrk
awesome moment
😄😄😄😄😄😄😄
awesome moment
pasangan terabsurd
awesome moment
dasar n org. dewa kikir gegara otaknya sndiri
awesome moment
pelawak mrk berdua n
awesome moment
hdh...bnr2 ngabrut couple
awesome moment
mo ngapain lg n manusia pengiritan. kn kena obat dia
awesome moment
bnr2 tik tak anti mainstream
awesome moment
mana bisa punay pacar kaya klo kek gini.raka udh bucin sm fujiko. fujikonya j yg g peka. dasar absurd mrk berdua
awesome moment
fujiko n anh bgts tp...kocak
awesome moment
gajenya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!