NovelToon NovelToon
Benih Titipan Sang Milyarder

Benih Titipan Sang Milyarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Slice of Life / Single Mom / One Night Stand / Crazy Rich/Konglomerat / Komedi
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Apa jadinya jika air ketuban pecah di malam kencan pertamamu?

Panik dan syok, itulah yang dirasakan Maggie saat menjalani kencan pertamanya dengan Kael, seorang miliarder tampan dan karismatik.

Kencan romantis itu mendadak berubah kacau ketika air ketubannya pecah di tengah acara makan malam.

Alih-alih ikut panik, Kael justru sigap mengangkat Maggie dan membawanya ke limusin mewahnya untuk segera menuju rumah sakit.

Namun, apa yang terjadi selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selamat Datang di Rumah

Saat Maggie berhasil membawa Biann Atharizi melewati pintu apartemen yang ia tinggali bersama kakaknya, ia terpaksa berhenti tiga langkah sebelum masuk.

Ruang tamunya penuh balon, hadiah, dan kardus.

“Semua ini dari mana?” tanya Mama.

“Sudah agak lama,” jawabnya. “Kayaknya pemilik apartemen nambahin lagi waktu kita pergi.”

Jennie menggeser tiga kotak popok supaya mereka bisa lewat. Papa menumpuk wadah tisu basah dan tiga paket di lantai sebelum menjatuhkan diri ke sofa.

Mama menaruh bunga dari Kael di meja kopi. “Kamu butuh ruangan lagi!”

Maggie menyelinap di antara kursi dan TV, menjinjing Biann. Setelah Biann aman ranjang, dan masih terlelap, Maggie menjatuhkan diri ke lantai di sampingnya. “Nanti kita beresin. Enggak apa-apa.”

Maggie lelah sekali. Dengan semua bunyi bip, dan pemeriksaan suster sepanjang malam di rumah sakit.

“Aku bakal bongkar perlengkapan dapur, botol, dot, sikat, dan lain-lain,” kata Jennie.

Ia mengacungkan jempol lemah.

“Maggie, kenapa kamu enggak istirahat?” tanya Mama. “Kami akan urus Biann kalau dia bangun dan lapar. Papa, bisa susun ulang kotak-kotaknya.”

Papa bangkit dari sofa. Ia merangkak ke tempat tidur, dan Mama membungkuk mengulurkan tangan. “Ayo, Nak!”

Maggie terhuyung ke kamar. Gaun-gaun tergeletak di atas tempat tidurnya akibat kebimbangannya sebelum pergi berkencan dengan Kael. Ia mendorong semuanya ke samping, lalu ambruk di kasur.

...***...

Rasanya baru beberapa detik berlalu, tapi sebuah tangisan membangunkannya. Mama berdiri di pintu.

“Mama udah mengendong nya,” katanya. “Jennie udah nyiapin pompa ASI, jadi setelah menyusui Biann, kamu bisa memeras sedikit buat stok dan nanti kamu bisa tidur lebih lama.”

Mama duduk di sampingnya, di tempat tidur. Biann menggeliat di lengannya, membuka dan menutup mulut seperti anak burung.

Maggie mundur dan duduk bersandar pada sandaran rotan. Posisi itu tidak nyaman, jadi ia menumpuk bantal di belakang punggung. “Bawa sini, Ma!”

Mama menyerahkan bayi itu dan menatap sekeliling. “Mau Mama beresin kamar ini?”

Maggie mengangkat salah satu gaun dan tiba-tiba jatuhlah bra renda merah serta celana dalam yang serasi. Ia menjatuhkan kembali gaun itu seakan tidak melihat apa-apa. Ia merasa malu karena Mama melihat lingerie itu.

Maggie menatap Biann dan memencet payudaranya, berharap bayi itu langsung menyusu. Kadang berhasil, kadang harus berjuang.

Setelah beberapa kali susah payah, akhirnya Biann menyusu dan Maggie menghela napas lega.

Mama menunggu di ujung tempat tidur. Saat Maggie mengangkat pandangannya, Mama berkata, “Jadi, mau cerita soal Kael? Kita enggak nyangka dia bakal datang saat persalinan.”

“Dia bukan Papanya!” kata Maggie cepat.

“Kita semua tahu,” jawab Mama sambil menyilangkan tangan dengan rapi di pangkuan.

Kamarnya gelap, cahaya dari jendela membingkai ikal rambut terangnya. Baik Jennie maupun Maggie tidak ada yang mewarisi tekstur rambut itu.

“Kayaknya kalian baru saling kenal waktu dia dan Joann datang ke pertemuan mentoring.”

“Memang begitu.”

“Kami lihat dia jatuh cinta. Semua orang juga ngira begitu.”

Ia menatap Biann.

Bayi itu sudah tertidur. Ia memindahkannya dan Biann kembali mengisap. “Aku juga. Tapi aku malah masuk rumah sakit di hari pertama PDKT.”

“Apa dia balik ke Jakarta buat menemui kamu?”

Itu pertanyaan paling ikut campur yang pernah Mamanya ajukan selama bertahun-tahun.

Maggie pun menjawab, “Dia pingin ngajak aku kencan. Aku pikir masih ada waktu. Lalu ketubanku tiba-tiba … pecah.”

Mama melirik lagi ke arah gaun yang menutupi celana dalam renda itu. “Saat ketubanmu pecah, kamu lagi melakukan—”

“Apa? Enggak! Kami ada di restoran. Semuanya terjadi setelah aku bersin. Terus semua pelayan ngelempar serbet ke kakiku.”

Maggie berharap detail itu cukup untuk meyakinkan Mama bahwa ia tidak sedang berhubungan seks dengan Kael saat ketubannya pecah.

Pandangan Mama bertemu dengannya sesaat. “Kamu bakal terus ketemu Kael?” Tatapannya turun ke kepala bayi itu. “Bahkan sekarang?”

“Aku enggak tahu.” Maggie sendiri tidak paham kenapa Kael mau mengajak perempuan hamil berkencan. Mama muda yang gemoy dan sering bocor ASI nya, jelas tidak menarik bagi lelaki manapun.

“Mungkin dia punya fetish sama ibu hamil.”

“Mama!”

Mama mengangkat bahu. “Itu ada lho.”

“Mama!”

Mama berdiri, mengambil gaun itu lagi dan kali ini menggantungkannya di lemari. Lalu satu lagi, dan satu lagi. Ia membuka beberapa laci, menemukan kumpulan pakaian dalam, lalu menyelipkan yang berenda tadi ke sana. “Kayaknya ini bersih.”

“Iya.”

Sudah cukup memalukan bagi Maggie harus terlihat orang-orang saat ketubannya pecah dan melahirkan. Ditambah lagi lingerie ini.

“Bisa suruh Jennie ke sini?” pintanya. “Biar dia aja yang rapiin barang-barangnya.”

Mama ragu, jelas sadar kalau Maggie sedang mengusirnya dengan cara halus.

“Tentu. Papamu lagi nyusun kotak dan pasang ayunan bayi. Kamu yakin enggak mau tinggal sama kita sementara? Di rumah lebih luas.”

“Yakin.”

Mama mengangguk. “Baiklah.”

Saat Mama akhirnya pergi, kepala Maggie jatuh bersandar ke sandaran tempat tidur. Itu memalukan, jika harus tinggal serumah dengan orang tua, apalagi melihat Biann tanpa ayahnya.

Menurutnya menjadi seorang Singgle mom, selalu akan menjadi bahan cibiran di mana pun. Mungkin memang lebih baik membiarkan Kael sendiri. Dia sadar kalau sudah memberi Kael harapan palsu.

...𓂃✍︎...

...Sifat enggak enakan-nya kita, kadang sering bikin orang lain jadi se-enaknya....

...────୨ৎ────...

1
Cindy
lanjut
Nar Sih
asyikk ahir nya recana kael berhasil meggie ikut 👍
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Rainn Ziella
😭🤣
Karunia Disha
ehh,, aq ikut ngos"an🤣
Karunia Disha
maggie yg mau melahirkan tp aq yg deg"an😆
DityaR 🌾: 🤭🤭🤭🤭 wkwkwk
total 1 replies
Rainn Ziella
Cieeee
Rainn Ziella
Wkwkwk totalitas bngt 😭
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Rainn Ziella
Bahlil aja 😭🗿
Rainn Ziella
Langka ni orang
Rainn Ziella
Dikata bom apa 🗿
Rainn Ziella
Banyak nanya ihh kesel ya meg 😭🤣
Adellia❤
om ganteng udah nandain seseorang🥰🥰
Afrilho
Mampir👍
Rainn Ziella
Ga expect bgt meg 😭🤣
Azarah Jaimani Azarah
untung gk lahiran di mobil kayak aku .
tapi aku gk naik limosin aku naik mobil trios mobil keluarga yg sederhana .
Rainn Ziella: Serius kak? Terus lahirannya sama siapa kak pas di mobil itu
total 1 replies
Adellia❤
untung enggak pake boxer rainbow🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!